Hari senin tanggal 21 januari 2017 aku lahir aku bernama aura putri sekarang umurku 6 tahun aku akan masuk SD
"Aura ayo bangun nanti telat loh kesekolahnya"mamah
"Iya mah" aura
"Nanti kalau telat papah gak mau antarin loh"papah
"Iya pah aku mau mandi nih" ucap ku sambil berjalan ke kamar mandi
"Sudah selesai mandinya" mamah
"Udah mah"aura
"yaudah ayo cepetan makan........oh iya mamah mau bilang kekalian kalu aura akan punya adik"mamah
"Wah beneran mah" ucap ku dengan gembira papah yang melihatnya hanya tersenyum bahagia
"Ayo berangkat putriku" papah
"Iya pah ...mamah jaga adik dengan baik ya" aura
*****
Sepulang sekolah aku pun berjalan menuju mamah.........
"Mamah kapan adik lahir"aura
"8 bulan lagi putriku"mamah
"Yah kok lama" ucap ku sambil cemberut mamah hanya tersenyum melihat tingkah ku
***** 8 bulan pun berlalu kini adik ku lahir hari minggu tanggal 10 maret 2023 aku dan orang tua ku gembira mengetahui bahwa adik perempuan ku sudah lahir
Papah memberi nama dia cahya cantika
*****
Beberapa tahun kemudian adik ku berumur 6 tahun. Adiku di manja oleh kedua orang tua ku.
Dan kini aku berumur 12 tahun. Tapi aku sudah tidak di perdulikan oleh orang tua ku karna sudah ada cahya aku dilupakan
*****
Saat aku pulang sekolah adiku sudah membuat masalah saat orang tua kita bekerja papah bekerja di perusahaan dan mamah bekerja di butik.
"Cahya apa yang kau lakukan" ucap ku lalu ku sambung dengan kata lain
"vas mahal kesayangan papah dan ma–"ucapan ku terpotong karna papah berteriak
"ada apa ini" tiba tiba cahya berbicara
" kakak yang memecahkan vas bunga itu dengan sengaja saat marah"
"Tidak. Aku tidak melakukannya" tapi papah sama mamah tidak percaya.
"Papah tidak percaya aura kau melakukan itu" lalu di sambung mamah
" kau mulai nakal ya "
Dengan takut dan sedih aku berkata "ta– tapi bukan aku yang memecahkan nya. Ta...pi cahya"aura
"Jangan berbohong "papah
"Apa gara gara papah sama mamah terlalu sayang pada cahya hingga buta kasih sayang. Hingga tidak percaya lagi pada aura"aku pun pergi meninggalkan mereka
*****
Besok pagi cahya kembali dengan membawa masalah besar bagiku dia merusak laptop papah yang berisi dokumen penting perusahaan
"cahya apa yang kamu lakukan itu laptop papah"aura
"Kenapa kak?..... apa aku akan di marah i ayah hah. Oh itu tidak mungkin. Karna aku bisa salahkan kak aura untuk ini semua jadi papah tidak akan memarahi ku" kami pun adu mulut sampai papah datang dan berteriak
"Siapa yang merusak laptop papah"
Mamah yang mendengar teriakan papah langsung lari "ada apa pah" tapi papah tidak menjawab pertanyaan mamah
"siapa yang merusak nya"papah
"kakak aura yang merusak nya pah " papah menghapiriku dan menamparku
"...plak....."suara tamparan
"pah aku tidak merusak nya"aura
" Jangan berbohong "papah pun menamparku yang kedua kali nya
"...plak....."Mamah pun datang menghampiri ku dan berbicara
"kamu itu nakalnya kok kelewatan banget" sambil menamparku "...plak....."
Dan aku pun berlari lalu berkata " Terserah kalian mau percaya atau tidak" sambil menahan rasa sakit dan tangisan
" dasar anak nakal" mamah. aku pun menangis dalam diam hanya meneteskan air mata lalu berkata
"aura selalu salah dan cahya selalu benar. Ini tidak adil. Apa ini dunia bahagia ku hah?..." sambil terus menangis
*****
Hari demi hari aku jalani. Setiap datang hanya terdapat kebohongan dan kejahatan cahya. Setiap kali cahya membuat masalah selalu aku yang di salahkan. Aku selalu disiksa dengan pukulan atau di kurung dalam ruang gelap yaitu gudang rumahku.
Sudah 8 tahun aku disiksa aku mulai tidak tahan.
" Aku kan meninggalkan rumah neraka ini" ucap ku dalam hati dan membereskan barang barangku dan meninggalkan surat.
(Isi surat)
*Pah mah aku pergi. Aku sudah tidak tahan lagi dengan perilaku kalian semua. Akan ku lupakan rumah neraka ku dan keluarga ku*
Untuk keluarga ku selamat tinggal
Dari (aura)
Aura putri
"Aku pergi" ucapku tanpa ada yang menjawab karna semua sedang pergi "aku akan pergi jauh dari rumah ku"aura. Setelah beberapa jam aku pergi keluarga ku pun pulang
" aura tolong bawakan adikmu" ucap mamah tidak ada jawaban
"hei apa kau tidak dengar.aura cepat turun"papah. Masih tidak ada jawaban.
Mereka pun naik ke atas dan masuk kamar aura. Tetapi kosong tak ada orang lalu cahya menemukan surat singkat yang di tulis aura.
" pah coba lihat ini. Kak aura kabur dari rumah"cahya
"oh biarkan saja dia memang anak nakal. Paling juga balik kerumah kalu gak balik yaudah biarin aja"papah
"Tiadk usah perdulikan dia. kita masih punya cahya bukan. Anak nakal seperti dia tidak usah di dicari gak penting "mamah.
Keluarga aura tidak peduli dengan kepergian aura dan mengabaikan begitu saja seperti angin lewat.
Bagaimana mana aura sekarang? ... ya author sendiri gak tau
Hanya karangan [TAMAT]
Aku yang sejuta kata tapi satu paragraf