Mahasiswi akhir bernama Dita adalah mahasiswi yang sangat aktif di kampus. Selain dia harus menyelesaikan tugas skripsinya, ia juga menjalani kegiatan mahasiswa di lembaga khusus kampus.
Setiap pagi Dita harus mengejar tugas skripsinya, dari sore hingga malam ia aktif di organisasi. Istirahat? Tentu saja ia hanya memiliki sedikit waktu istirahat yang membuatnya sangat bersyukur ketika mendapatkan waktu bersantai. Biasanya hampir setiap malam Dita dan teman-temannya rapat untuk membahas keberangkatan tim paduan suara lomba di luar negeri, mengingat juga Dita seorang petinggi di organisasi itu sehingga ia sangat sibuk.
Tapi malam itu rapat harus ditunda, karna salah satu pengurus tidak datang dan kondisi para pengurus lain tidak memungkinkan untuk dilanjutkan karna kelelahan. Jam 12 dini hari mereka memutuskan untuk menunda rapat hingga esok hari. Akhirnya Dita dan teman teman pulang ke kosan masing masing. Dita mengontrak rumah bersama 2 kawan lainnya. Mereka bukan anggota dari organisasi yang Dita geluti.
Sesampainya Dita dirumah ia tidak mendapati 2 teman lainnya Lani dan Sinta. Nampaknya Lani dan Sinta sedang menginap dirumah teman mereka. Setelah Dita memarkiran motorny di parkiran. Ia segera menutup pintu garasi dan menguncinya. Sepatu yang ia gunakan juga sudah dilepas dan ditaruh di rak sepatu yang terletak di samping pintu garasi. Dita segera masuk ke kamarnya untuk beberes dan beristirahat karna pulang ini adalah kejadian langka yang harus dimanfaatkan sebaik baiknya oleh Dita karna jarang sekali ia pulang sebelum jam 1malam.
Dita berjalan melewati lorong kecil sebagai pembatas antara kamar Dita dan Sinta. Kamar Sinta terletak tepat di depan kamar Dita sedangkan kamar Lani terletak di sebelah kiri kamar Dita yang berhadapa dengan ruang tamu. Setelah selesai mengganti baju Dita segera ke kamar mandi yang letaknya di sebelah kanan kamar Dita. Dita sebenernya adalah salah satu orang yang penangkut sehingga ketika tidur ia selalu menyempatkan membuka laptop dan menonton acara variety show dari Korea "Running Man" Agar ia tak merasa sendiri. Lampu kamarnya sengaja ia matikan tpi pintu kamarnya ia buka sedikit sehingga terdapat cahaya yang masuk dari ruang tamu ke dalam kamar Dita.
Dita sudah berada di atas kasur yang menandakan ia siap tidur. Dita mempunyai kebiasaan yang sangat aneh, sebenernya ia tinggal di daerah kaki gunung dimana daerah tersebut sebenernya sudah dingin. Tpi ia tetap memerlukan kipas untuk membuat suasana makin dingin kemudian ia menutupi badannya menggunakan selimut agar badannya tetap hangat. Ia sangat menyukai keadaan seperti itu saat ia tidur. Dita memeluk gulingnya dan membelakangi dinding agar ia tetap bisa menonton acara variety show yang di putar di laptopnya. Laptop Dita ia letakkan diatas meja samping kasur yang ia gunakan dan disamping laptop tersebutlah kipas angin di tata.
Tidak perlu menunggu lama Dita tertidur...
Tapi disanalah Dita merasa aneh. Tiba-tiba Dita merasakan bahwa ia tidak sedang tidur. Ia sedang berada di tengah ruang yang gelap namun ia tetap bisa melihat dengan jelas keadaan ruang tersebut karna masih terdapat sedikit cahaya yang masuk menembus ruang tersebut.
Semakin lama akhirnya Dita mulai sadar bahwa ia sebenernya ada ditengah ruang kamarnya. Dimana ruangan tersebut dalam keadaan gelap namun cahaya dari ruang tamu menembus melewati pintu. Dita berdiri membelakangi jendela dan menghadap pintu kamarnya dimana disamping pintu tersebut terdapat kasur Dita. Betapa kagetnya ia ketika menemukan sesosok wanita yang sedang tertidur di atas kasur tersebut sambil memeluk guling dan membelakangi dinding. Ya, itulah badan Dita.
Ia melihat tubuhnya sendiri di atas kasur, tapi yang ia dapati selimut yang menutupi tubuhnya sudah tersingkap dan berada di belakang badannya. Ada apa dengannya? mengapa ia bisa melihat tubuhnya sendiri? Bukankah ia tadi sedang tidur? Entah apa yang membuatnya mampu berfikir dalam mimpinya ia mulai mendekati tubuhnya perlahan tapi pasti. Dita mencoba untuk masuk kembali kebadannya walaupun ia tak tau apa yang terjadi. Ia mulai duduk di kasurnya menduduki bagian pinggang dari badannya. Hanya sekedar informasi kasur Dita terbuat dari bisa yang tebal. Tapi ketika ada tekanan besar di atas kasur, maka benda tersebut menyusut dalam mengikuti tekanan yang diberikan. Tak lama Dita mulai tidur mengikuti bentuk tubuh aslinya. Belum sampai ia benar benar bergabung, tiba tiba terdengar suara miss K. ia tertawa dengan suara khasnya, tpi tertawa Dita dengar kali ini sangat berbeda jauh dengan yang biasa ia dengar di acara televisi. Sakit memekik gendang telinga Dita, Dita mulai merasa ketakutan ketika suara itu mendekat, makin nyaring, makin tak terkendali. Ia tak bisa apa apa, karna badannya belum mau menyatu. Tiba-tiba ia melihat ibunya berdiri di samping tempat tidurnya. Ibu? Bukankah ibu sedang berada di Kalimantan? Sedangkan akukan masih di tempat perantauan? Itulah yang ada dibenak Dita. Kemudian ibunya duduk tepat di atas kepala Dita. Ngiiikkkk... Kasurnya terturun, sehingga Dita merasakan kepalanya ikut terturun mengikuti tekanan yang diberikan ke kasur. Tuhan, ini nyata apa tidak? Mengapa rasanya seperti nyata...
Ibunya kemudian menjulurkan tangannya mencoba menutupi telinga Dita.