"Ini anak saya pak polisi, terima kasih telah menemukan anak saya"
ucap wanita tua itu yang bernama Darmi. sudah 3 hari ,Darmi kehilangan anak perempuan semata wayangnya.
Kini dia patut merasa lega, karena Asih, anak gadisnya sudah di temukan dalam keadaan hidup dan tidak kurang satu apapun anggota badannya, kecuali dia menjadi depresi.
Asih di mandikan oleh ibunya, tubuhnya menjadi bersih, dan rambutnya juga tidak kusut lagi dan tertata rapi sekarang.
Wajah Asih pucat, sejak ditemukannya di sebuah kebun milik pak Cipto, Asih tidak berbicara sedikitpun.
Darmi menangis pilu dalam hatinya, tapi perempuan itu mencoba tegar, setidaknya anaknya masih hidup.
" Asih, ayo makan"
Darmi menyendok nasi dari piring yang dia bawa, bermaksud memberi makan Asih.
Dengan menurut, Asih membuka mulutnya lebar lebar, dan mengunyah nasi dalam mulutnya. Mulutnya Asih sibuk, tapi pandangan matanya kosong, otaknya mulai mengingat kejadian naas yang menimpa dirinya waktu itu.
***
flasback
pov Asih
Aku jatuh cinta pada majikanku sendiri, namanya pak Andi, dia memang sangat tampan, dan dia juga ramah padaku.
aku jatuh cinta saat pertama kali dikenalkan oleh ibuku, yang juga bekerja di rumahnya.
singkat cerita kami menjalin hubungan gelap, aku merahasiakan pada ibuku,hubunganku dengan pak Andi.
Awalnya hubungan gelapku baik baik saja, hingga aku tahu, bahwa selama ini aku bukanlah wanita yang pertama yang menjalin hubungan dengannya setelah Andi membawaku ke sebuah ruangan.
" Kita mau ke kamar mana pak?" tanyaku , karena penasaran, kamar mana yang akan di jadikan untuk kami akan melakukan hubungan intim.
" Nanti kamu akan tahu Asih..." jawab Andi.
Aku hanya bisa menurutinya dan mengikuti kemana Andi berjalan sambil menggandeng tanganku.
hatiku sudah berdebar, tapi juga malu, membayangkan bagaimana kami berhubungan di setiap malam sebelumnya.
Sebuah kamar yang terkesan mewah, bercat gelap, dan ada sebuah tombol yang langsung membawaku ke ruang bawah tanah.
Aku merasa kagum, tapi juga takut, melihat sekeliling yang penuh dengan aura mistik, hingga Andi membuka pintu dan membawaku ke dalam.
" Asih sekarang tutup mata kamu"
" Tutup mata? aku sedikit tertegun. apa yang akan Andi lakukan padaku, apakah ini akan menyenangkan?. bathinku mulai penasaran.
Aku tersenyum kemudian,
" jika itu yang bapak mau, Asih akan lakukan"
Aku mulai menutup mataku, tapi jantungku berdebar cepat.
" Bagus....kamu memang anak yang manis"
Asih mendengar apa yang Andi bisikkan di telinganya. tubuh asih jadi merinding, karena nada bicara Andi terkesan lain dari biasanya.
Andi menutup mata Asih dengan sebuah kain.
" cring" sebuah bunyi membuat asih sedikit terkejut, bunyi itu seperti sebuah pisau yang sedang di asah.
" Pak...bapak sedang apa?" kata Asih mulai takut, keringat dingin mulai keluar dari pori pori kulit.
" Cring..cring.." hanya bunyi yang sama yang Asih dengar, bukan jawaban dari Andi.
" pak...bapak sedang apa, kenapa bapak tidak membalas kata kata saya?"
" Sabar sayaaang...sebentar lagi akan siap..."
" Apa yang bapak siapkan untuk saya..,saya tidak mau kejutan...pak...bapak...? Asih mulai khawatir, dia pun bangun dari tempat tidur dan membuka kain yang menutupi kedua matanya.
" Haaaaaa...." Mulut Asih menganga lebar, sama juga seperti matanya yang terbuka lebar.
Andi sudah berwujud makhluk gaib, yang menyerupai tengkorak manusia..
Asih berlari, berusaha membuka pintu, tapi Andi sebentar lagi akan menyusulnya..
" hah...hah...hah..." nafas Asih tersegal segal, dia panik dan ketakutan.
Pintu tidak bisa di buka, karena terkunci rapat. Asih berusaha keras mengerahkan tenaganya untuk menarik pintu supaya terbuka, tapi usahanya gagal.
Andi sudah dekat ,dan Asih tertangkap. Di cekiknya leher asih dengan kuat.
" Aaakk...aaakk..."
jalur pernafasan Asih tertekan kuat oleh jari jari panjang makhluk tengkorak itu.
Asih tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman makhluk tengkorak yang sebenarnya adalah Andi.
Dalam keadaan di ambang kematiannya, Asih hanya bisa pasrah. Asih merasa menyesal di akhir hayatnya.
Entah kenapa, begitu saja Andi melepaskan cengkeramannya.
Asih sadar dan segera melepaskan diri, dia berlari mencari jalan keluar, di raihnya jendela di kamar, dan jendela kemudian terbuka. Asih semakin terkejut, karena tidak menemukan jalan keluar, dia malah melihat korban korban lain yang semuanya adalah wanita yang masih muda, tergeletak di sebuah lemari besar.
" Tolooong...tolong..." gadis itu sengaja berteriak begitu keras, meminta pertolongan siapa saja yang mendengarnya.
" Percuma kamu meminta tolong, berteriak sekencang kencanganya.....tidak akan ada yang mendengarmu....hahahhaha...."
makhluk tengkorak sekarang berubah menjadi sosok Andi kembali....
" Tolong...tolong lepaskan saya..." Asih merintih meminta belas kasihan Andi untuk melepaskannya.
Laki laki itu rupanya tidak menggubris permohonan Asih.
Laki laki itu mulai medekati asih, lalu mengambil pisau dan membuat sayatan di kulit tangan Asih.
Darah keluar, mengucur deras dari tangan Asih, dan Andi membuka mulut dan segera meminum darah Asih. Asih terkejut tapi gadis itu akhirnya pingsan.
Andi berhenti meminum darahnya, dan kini berdiri lalu tertawa seram.
" hahahaa..."
Dalam keadaan setengah sadar, Asih melihat, wajah Andi berubah jadi lebih muda dan gagah.
" Akhirnya aku berhasil mendapatkan tumbal di malam jum'at di malam bulan purnama...hahahaha..."
Mata Asih tertutup setelah melihat kejadian itu, hingga dia sadar dan di temukan oleh sekelompok polisi , karena Darmi melaporkan hilangnya dia setelah beberapa hari tidak pulang.
flashback selesai
***
Asih....asih...
panggil Darmi saat masuk dalam rumah, asih mendengar panggilan itu, tapi dia tidak menyahut karena mulutnya tidak dapat mengeluarkan suara.
" Syukurlah kamu baik baik saja, ibu sangat khawatir tadi, meninggalkan kamu lama.."
Darmi mulai bercerita
" Ibu harus memberitahu dulu pelayan baru yang tadi siang mulai bekerja dirumah pak Andi, anak itu masih sangat muda, jadi dia belum tahu ,apa- apa yang harus dia kerjakan"
mendengar itu, mata masih terbelalak lebar, ingin rasanya di memberitahu ibunya, bahwa pak Andi adalah hantu tengkorak yang menyamar menjadi manusia untuk mencari tumbal, agar dia hidup abadi.
Tapi Asih tidak bisa berbuat apa apa, Asih hanya berharap kejadian yang dia alami tidak akan di alami oleh pelayan baru.
***
Tamat...