Karya: Merah Tomat
Prolog
Seorang pemuda yang berada di sebuah party pahlawan, Di mana mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh Dewa itu sendiri untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran, dirinya bukanlah seorang yang dipilih namun dirinya dengan kekuatannya sendiri mampu berdiri sejajar dengan para orang-orang dengan jenis kekuatan pahlawan, Dia adalah Falma seorang yang hidup dengan kerja keras.
Bagaimanakah perjalanannya..?
Main Story
Dalam sebuah upacara khusus, para Dewa yang memperhatikan kerajaan yang menjadi pengikutNya tersebut memutuskan untuk memberikan anugerah kepada lima anak-anak bangsawan tersebut. Setiap bangsawan dianugerahi kekuatan yang unik oleh para Dewa, memungkinkan mereka untuk melindungi kerajaan dengan lebih efektif.
Mereka adalah Tuan Alden yang mendapat anugrah dari Dewa Kebijkasanaan, Nona Eliya yang mendapat kekuatan dari Dewi Keberanian, Nona Sherapina Dewi Keadilan, Tuan Tristan yang diakui oleh Dewa Kekuatan dan Tuan Thaddeuse dengan anugerah Dewa Perlindungan, mereka berlima adalah para manusia yang ditakdirkan oleh 'The Absolut of Fate' untuk memerangi kejahatan, dan menjadi Pahlawan yang akan dikenang sebagai sang Legenda.
Dengan kekuatan yang diberikan oleh para Dewa dan kebijaksanaan mereka yang luar biasa, mereka pasti akan menyelamatkan negara dan memusnahkan kejahatan dari 'Devil God'.
Namun itu semua adalah salah, the absolute of fate hanyalah membual, Siapa yang menyelamatkan dan siapa yang diselamatkan, tak ada yang tahu kecuali mereka berlima.
Seorang pemuda yang bernama Falma, Jika seorang yang terpilih menjadi pahlawan dengan hanya membunuh monster bisa naik level, namun tidak dengan Falma yang harus berlatih berbulan-bulan untuk setara dengan mereka.
Di wilayah perbukitan Titan, terdapat sebuah gunung yang menjulang menembus birunya awan, Gunung Harga di mana ratusan monster berada dan siapapun itu yang disebut sebagai Devil God bersembunyi disana.
Setelah berhari-hari bertarung dengan Devil God, para pahlawan telah kehabisan tenaganya dan sedikit lagi akan tumbang, namun karena bantuan dari Falma, Devil God akhirnya terpojok, Palma dan Devil God bertarung hingga titik darah penghabisan, setelah menancapkan pedang ke titik kekuatan Devil God tersebut, pada akhirnya Falma mampu mengalahkan nya.
Namun karena Inti dari kekuatan milik Devil God tersebut mengeluarkan ledakan, karena itulah sekarang kekuatan yang mampu mementalkan Falma hingga dirinya terjatuh hingga memuntahkan darah.
Terlihat Falma sekarang merasa kesakitan dan berada di titik di mana dirinya bisa sekarat kapan saja, namun saat dirinya hendak meminta pertolongan, para pahlawan yang dirinya anggap sebagai teman hanya menatapnya dengan sinis.
Karena ancaman dari Devil God sudah tidak ada, dirinya ditinggal dengan keadaannya yang sekarang meminta pertolongan, mereka mengatakan bahwa jika dipikir ancaman terbesar bukanlah Devil God melainkan Falma itu sendiri yang mampu mengalahkan Devil God sendirian.
Di dalam keadaannya yang sekarat, Falma dibuang ke dalam jurang di wilayah pegunungan Titan. Sebelum kematian Falma mendapat sebuah kilas balik dari kehidupannya, dirinya yang bekerja keras walau tanpa kemampuan hanya untuk diakui, dirinya yang merasa beruntung bahwa bisa bersama dengan para pahlawan namun dikhianati, dirinya juga berharap tentang sebuah kedamaian, dirinya yang menyelamatkan ribuan desa dari para monster-monster hanya agar orang-orang tidak mengalami hal yang sama seperti dirinya alami, ditinggal keluarga sahabat dan orang-orang yang disayangi hanya karena tidak ada seorang pahlawan pun yang ada untuk menyelamatkan desanya, karena itu dirinya juga ingin menjadi seorang pahlawan agar bisa menyelamatkan orang-orang, perjalanan yang dirinya alami hanyalah seperti sebuah mimpi.
Dari semua pengorbanan dan kerja keras hanya untuk sekedar membantu nyatanya malah berbuah kekecewaan dan pengkhianatan, namun dirinya puas karena mereka para pahlawan mengakui bahwa dirinya sebagai ancaman yang lebih kuat.
"Apakah semua penduduk desa sudah menungguku di surga" ucapnya sebelum tubuhnya hancur berkeping-keping menghantam berbagai bebatuan tajam.
Falma berdiri di dalam kegelapan, dirinya tak mengingat apapun, namanya pun dia tidak ingat, namun Falma melihat ingatan melewati pikirannya seperti sebuah layar yang memperlihatkan dirinya mulai dari kelahiran hingga kematian.
Kegelapan itu seperti sebuah lorong, dan di ujung terlihat sebuah cahaya, Palma mencoba untuk mendekat, namun cahaya itu juga menjauh.
"Falma.." ucap seseorang yang suaranya tidak asing di telinga Falma.
Namun dia urungkan dan terus melangkah menuju cahaya tersebut, hingga pada akhirnya dia berada di ujung, betapa terkejutnya dirinya berada di tempat yang sangat mengagumkan.
Terlihat di sana para penduduk desa hidup bahagia, dia melihat saya yang sangat dia rindukan, dengan cepat dia pergi ke arah dua orang tersebut.
"Ayah... Ibu..." Teriaknya
Kedua orang tua Falma terkejut mendengar teriakan dari anaknya,
"Lo Falma..?" Ucap Ayahnya bingung
"Falma kamu kok ada di sini..?" Tanya Ibunya
"Kok kalian heran, aku meninggal.., bukankah ini Surga..?" Ucapnya yang juga bingung.
"Kamu lagi ngomong apa sih?" Ucap ayahnya yang juga menggeleng-gelengkan kepala.
"Kamu masih hidup Falma" jelas ibunya.
"Kok bisa..?" Tanyanya yang belum lengkap namun sudah didorong oleh kedua orang tuanya.
Falma merasa dirinya terjatuh seperti tenggelam di dalam laut, dia bertanya-tanya tentang nasibnya yang sudah jatuh dari pegunungan Titan jatuh pula dari surga.
Namun saat kesadarannya menghilang, dirinya terbangun kembali tergeletak di tempat pelatihan para ksatria.
"Falma.." ucap seorang gadis menggoyang-goyangkan tubuhnya.
Dengan cepat Palma membuka matanya lebar-lebar dengan nafas yang terngangah, dia bertanya pada dirinya sendiri di manakah dirinya berada, namun saat dia membuka mata terlihat seorang gadis menggoyang-goyang tubuhnya, wajahnya sangat dekat.
"Falma, huft.. akhirnya kamu bangun juga" ucap gadis tersebut menghela nafas dengan lega.
"Aku kok ada di sini..? Kamu siapa..?" Tanya Falma kepada gadis tersebut.
"Kita berlatih pedang dan aku tak sengaja memukul kepalamu, dan kenapa kamu melupakan namaku Falma, kamu jahat.. jahat" ucap Nona Liliana, dirinya memukul-mukul badan Falma dan ternyata dirinya adalah seorang putri dari kekaisaran.