Waktu itu aku masih kecil, umurku kurang lebih 8 tahun, setelah selesai bermain dengan teman-teman, aku pun pulang di saat hari sudah mulai petang, di malamnya aku selalu suka melihat gambar planet-planet di sebuah buku kecil, namanya juga anak-anak, waktu kecil aku selalu ingin terbang ke langit, aku percaya bahwa awan bisa diduduki, juga bisa dimakan bahkan kukira bisa dibuat untuk berenang.
Aku dahulu juga tidak tahu bintang itu apa, namun yang ku tahu bahwa bintang itu indah selalu menghiasi langit yang gelap.
Aku selalu tidur cepat, karena waktu kecil aku takut gelap, dengan cepat aku pun juga mulai tidur, karena hanya itulah satu-satunya cara agar cepat pagi.
Saat aku tidur aku pun terlelap dalam mimpi, saat itu pula aku terbangun dari mimpi, namun hal yang mengejutkan adalah aku melihat diriku sendiri masih dalam keadaan tertidur.
"Apakah benar aku sudah terbangun..?" itulah pikirku saat melihat diriku sendiri. Namun aku tak pernah berpikir bahwa aku telah menjadi arwah, ya memang aku hanyalah bermimpi.
Saat itu aku mencoba untuk pergi keluar rumah, "apakah aku bisa menembus tembok" seperti di film Cesper berpikirku, namun saat ku coba ternyata tidak bisa, bukankah di dunia mimpi bisa melakukan apa saja, namun itu adalah hal yang salah.
Aku keluar lewat pintu belakang rumah, dan pergi memutar untuk pergi ke teras rumah, namun aku melihat pohon, rumput, bunga dan tanaman semuanya terlihat layu.
Rata-rata jika seseorang yang bermimpi pasti terlihat di dalam mimpinya ada sebuah asap dan objek yang kabur, namun pada saat itu aku melihat dengan jelas di dalam mimpiku semuanya tanpa ada hal yang buram sama sekali, mulai dari letak pot bunga hingga jalan-jalan semuanya persis seperti di dunia nyata.
Saat aku menatap tanaman liar, di mana semua dedaunan menjadi layu, di dalam mimpi itu aku sendirian, aku mencari beberapa orang yang mungkin ada di sekitar namun nyatanya semuanya terlihat seperti sudah tidak ada di dunia.
Aku berpikir bahwa apakah diriku ditinggal seperti saat SpongeBob ditinggal oleh seluruh masyarakat bikini bottom. Namun satu hal bahwa aku mempercayai diriku bisa terbang, saat itu entah apa yang ku pikirkan tentang diriku yang mencoba untuk terbang, namun saat itu aku seperti sudah pernah terbang sebelumnya, di saat aku bisa terbang, aku seperti debu yang disedot oleh vacuum cleaner, dengan cepat aku melesat menuju planet Saturnus meninggalkan bumi yang sudah mulai layu.
Saat itu aku tak pernah tahu tentang daratan di Saturnus, namun saat aku mendarat di planet tersebut, suasananya sangat berbeda dengan gurun di bumi, langitnya berwarna merah, pasir dan bebatuan berwarna orange, namun bebatuan di sana menjulang tinggi seperti pilar dan di ujungnya terdapat sebuah bentuk runcing. Pilar runcing berada di mana saja sejauh mata memandang.
Aku berjalan hingga menemukan sebuah desa yang cukup membuatku tak pernah bisa kulupakan, rumah-rumah tersebut berbentuk seperti jamur, warna dari rumah tersebut perpaduan antara warna merah dan jingga.
Rumah tersebut hanya sebesar antara 2,5 hingga 3 m, yang jelas rumah tersebut sangatlah kecil.
Saat itu badai pasir mulai melanda desa tersebut, aku pun mencoba untuk berlari namun tiba-tiba aku tanpa sengaja tersandung oleh sebuah batu, namun hal yang mengejutkan tiba-tiba makhluk asing menariku ke arahnya, tubuhnya kecil seperti troll, bentuk tubuhnya kurus namun memiliki kulit yang seperti daging jamur, makhluk tersebut menggunakan sebuah topi mirip seperti jamur yang juga berwarna orange dengan bintik-bintik putih menghiasi topi tersebut, saat itu aku diberi satu topi dan makhluk tersebut menyuruhku untuk menggunakannya.
Setelah aku menggunakan topi mirip jamur tersebut, dia menyuruhku untuk mengikutinya, dia tengkurap dan seluruh tubuhnya tertutup oleh topi tersebut dan sekarang dirinya terlihat seperti sebuah gundukan, aku pun mulai mengikutinya, dan entah mengapa aku tahu bahwa itu adalah salah satu cara untuk menghindari badai pasir yang mengejarku tadi.
Setelah badai reda dia pun menarikku kembali untuk mengikutinya, terlihat makhluk itu ternyata ada lebih banyak, makhluk tersebut mengenalkan teman-temannya keluarganya bahkan pimpinan suku yang ada di Desa Saturnus tersebut.
Saat itu aku berpikir apakah mereka adalah alien, ataukah aku yang alien menurut mereka.
Namun aku tahu bahwa mereka adalah makhluk-makhluk yang baik, saat itu aku diajak menuju tempat yang lebih misterius, tempatnya berada di bawah tanah, untuk memasuki tempat tersebut aku diharuskan melompat ke dalam sebuah lubang goa yang sangat besar, saat aku melompat ke dalam lubang tersebut, aku terjun sangat dalam, hingga aku berpikir bahwa jika aku terus terjun aku akan lenyap dari dunia mimpi ini entah juga dunia nyata.
Namun saat itu aku mencoba untuk langsung sadar tentang diriku, aku mencoba untuk terbang naik lagi dari tempat yang sangat gelap tersebut, saat itu aku berpikir jika aku telat untuk keluar dari lubang tersebut lubangnya akan tertutup dan tempat untuk keluar sudah tidak ada lagi, saat aku kembali ke permukaan, salah satu dari makhluk tersebut mungkin saja ketua suku mengatakan bahwa diriku tidak pantas berada di tempat ini.
Saat itu aku mulai terbangun dari mimpi panjang tersebut, hingga sekarang aku masih tidak bisa melupakan mimpi yang menurutku sangat fantastis dan menakutkan secara bersamaan.
Saat itu aku sudah terbangun namun aku masih menutup mata dan berpura-pura untuk tidur, terlihat siluet hitam mendekati diriku, dirinya mengelus dengan lembut keningku, aku juga tidak terganggu dengan hal tersebut, saat ku kira itu adalah ibuku, dengan cepat aku mulai membuka mata dan sadar sepenuhnya, saat aku mencoba mencari ibuku aku sadar bahwa aku hanya tinggal bersama kakek nenekku.
Saat aku bertanya kepada mereka berdua, sepertinya bukan mereka yang membangunkanku, namun entah siapa itu hingga sekarang aku juga tidak tahu.
Itulah mimpi yang pernah aku alami.