Mobil yang di kendarai keluarga kecil Noni melaju dengan tenang menuju desa wisata ,di daerah pegunungan yang mereka lihat melalui iklan di sosmed beberapa Minggu lalu .Dalam iklan tersebut tergambar sebuah desa yang asri di sebuah pegunungan dengan pemandangan yang sangat indah .Ada beberapa villa dan homestay ,juga beberapa resto dan kafe yang pastinya memanjakan lidah bagi pengunjungnya .
Noni sudah tak sabar ingin menyusuri sungai yang tenang dengan perahu kecil melihat dinding - dinding tebing nan indah seperti di dalam iklan tersebut .
" Sudah dekat belum yah ? " Tanya Noni dari kursi penumpang .Ibunya Noni ,Hana hanya menggeleng melihat anaknya yang sudah tumbuh remaja itu masih tetap manja dan tak sabar jika ingin sesuatu .
" Dikit lagi sayang ...." Jawab ayah Rio dari balik kursi kemudi .
Rencana wisata keluarga Noni yang seharusnya masih dua bulan lagi harus dipercepat karena Noni tak sabar setelah melihat iklan wisata desa ini berkali - kali .Noni merengek pada ayahnya agar segera mengambil cuti . " mumpung ada diskon promo juga yah ..." ujar Noni saat itu .
***
Setelah melewati perjalanan yang lumayan melelahkan akhirnya mobil mereka sampai pada jalan kecil menuju tempat yang dituju .Namun ada hal aneh saat mereka mampir ke sebuah warung sekedar membeli camilan teman perjalanan . " beli camilan desa dulu ya yah ... " Pinta ibu Hana saat melihat warung kecil dipingir jalan yang menjajakan aneka makanan kecil khas desa .Setelah selesai memilih jajanan dan membayar ,penjual tersebut bertanya basa - basi . " Mau pergi kemana Bu ? "
" Ke desa wisata direleng gunung itu " jawab Bu Hana sambil menunjuk jalan disebelah kanannya .Penjual warung tersebut tampak kaget dan berkata " setau saya tidak ada desa lagi setelah desa saya ini ,mana mungkin ada desa wisata ? "
Menurut penjual warung tersebut jalan yang mereka tuju tak ada lagi desa disana ,karena desa ini adalah desa terakhir didaerah tersebut .Jika perjalanan mereka lurus yang ada hanya hutan dan beberapa pertambangan pasir yang sudah terbengkalai karena ditinggalkan .Entah sebab apa ,karena penjual tersebut pun tak mengetahui detail ceritanya .
" Mungkin saja pembangunan dan peresmian itu masih belum diketahui orang - orang desa yah "
" Kan memang dibukanya juga baru - baru ini ,jadi belum lama " ujar Noni memberikan alasan .
Penjual warung tersebut hanya tersenyum mendengar perkataan Noni ,kemudian berkata , " mungkin juga neng ,cuma emmmh ...saya lahir dan besar disini jadi tahu seluk beluk tempat ini " .
Ayah Rio mendengarkan dengan serius tapi melihat anaknya begitu antusias ayah Rio pun tak tega dan mencoba menengahi .
" Begini saja ,kita lanjut perjalanan tapi jika setelah ini kita hanya menemui hutan kita akan langsung kembali " Noni pun tersenyum senang ,dan penjual tersebut tersenyum miris .
Setelah bersiap - siap kembali dan pamit pada penjual warung , keluarga tersebut pun melanjutkan perjalannya . " Hati - hati ...." Teriak penjual warung dengan perasaan yang tak bisa diartikan .
***
" Wah.... Indah sekali .... !!! " Teriak Noni dari bangku penumpang . " Kok penjual tadi bilang hanya hutan yah...." Noni berkata dengan cemberut . " Mana ayah tau "ayah Rio menjawab dibalik kemudi sambil mengangkat kedua bahu ." Sudah ... Gak usah cemberut gitu " ujar Bu Hana menengahi .
Sepanjang perjalanan setelah beberapa kilo dari warung tadi , yang mereka lihat adalah pemandangan kebun teh dan sayur yang hijau subur . Ada juga beberapa petak kebun yang ditanami bunga mawar dan aneka bunga warna - warni ,sungguh menakjubkan .Noni tak henti - hentinya berteriak kagum .
Sepuluh menit kemudian tampak didepan gerbang desa wisata yang mereka tuju .Hari sudah sangat sore saat ini .
Tampak beberapa villa yang terlihat klasik dan angun sudah siap dihuni dan kafe serta beberapa toko kecil penjual souvenir .
Noni bertepuk tangan mengambarkan betapa senangnya dia saat ini .
" Wah gak rugi perjalanan jauh yang melelahkan ini " guman Noni .
" Bu ...lihat ,sebelah kiri itu sungainya ! " Teriak Noni antusias .
" Ehhh ... Emang bagus ya " Bu Hana memberikan komentar .
Dipingir sungai tersebut tampak beberapa pekerja menata perahu - perahu kecil siap untuk ditumpangi .
" Tapi ...kok aneh ya "ayah Rio yang sedari tadi hanya diam memperhatikan sekitar mengeluarkan rasa penasarannya ." Aneh gimana yah ? " Tanya Bu Hana ." Liat Bu ,pekerjanya kok semua pake baju hitam dan gak pake alas kaki " ayah Rio berkata menjelaskan . " Kan gak Sefti Bu , tempat ini kan masih taraf pembangunan " tambah ayah Rio .
Bu Hana tampak mengangguk - angguk sambil melihat sekitar . Tapi Noni malah berdecak kagum saat dilihatnya ada seorang pemuda yang tampak rapi melangkah kearah mereka yang masih berdiam diri didalam mobil . " Wahhhh ganteng banget ...." Guman Noni untuk dirinta sendiri ,tapi tentu saja orang tuanya mendengar dan hanya menggelengkan kepala .
" Mari pak .... ,Bu ... Tempatnya yang sudah siap huni disebelah sana " pemuda tersebut menunjuk sebuah villa disebelah kiri jalan dekat danau buatan yang tampak alami .
" Tapi sebelumnya ke kantor dulu untuk administrasinya ,kebetulan saya sendiri yang mengurusnya " pemuda itu kembali berkata dengan menunjuk sebuah bangunan yang katanya kantor disebelah kanannya .
***
" Wahhh kebetulan kita datang hari ini ,ada diskon besar karena bersamaan event black Friday yah ..." seru Noni melihat plamfet didepan pintu masuk kantor untuk promo hari ini .Pemuda tadi mengangguk dan tersenyum ramah .
" Tapi kok gak ada pengunjung selain kita yah ... " Bisik Bu Hana pada ayah Rio suaminya ." Mungkin juga pada gak tau Bu ,ini kebetulan saja kita datang pas hari beruntung " jawab ayah Rio berbisik juga .
Setelah urusan administrasi selesai ,mereka bergegas menuju villa untuk beristirahat karena waktu juga sudah menjelang magrip .Noni tampak bersemangat meskipun kelelahan juga tampak dari wajahnya .
Setelah selasai berberes dan membersihkan diri mereka bersiap untuk ke resto , bermaksud untuk makan malam .
Sampai diresto ,suasana masih tampak sepi bahkan pramusaji pun tak terlihat satupun .
Noni menuju meja kasir dan meja prasmanan panjang didekatnya , tapi tak ada orang juga ,bahkan Noni sudah sampai di dapur juga .Sama ,sepi .
Namun saat mereka mau berbalik tampak pemuda yang tadi sore ,tersenyum dan menyapa ramah ." Lho mau kemana ? Kan belum makan ? "
" Emhhh ,tidak ada orang " jawab Noni bingung . " Gak usah nunggu orang ,kan dimeja prasmanan ada berbagai menu tinggal ambil aja " kata pemuda tadi menunjuk kearah meja prasmanan .
Dan saat mereka bertiga berbalik arah ,tampak dimeja yang tadi kosong terlihat berbagai menu makanan yang lezat .
Mereka bertiga saling pandang dan sedikit bingung namun tak ada satupun yang mengeluarkan suara untuk bertanya . Akhirnya mereka pun makan malam ditemani pemuda tersebut sambil berbincang ringan .
***
Malam semakin larut ,suasana desa wisata semakin sunyi dan mencekam .
Sesekali terdengar bunyi suara seperti orang yang Sedang memukul besi atau benda keras lainya .
" Yah ....yah..." Noni memangil - manggil ayahnya yang sedang sibuk mengetik sesuatu di hapenya ." Kenapa ? " Tanya ayah Rio tanpa menoleh ." Bau apa ini yah ? " Noni kembali bertanya .Ayah Rio tampak diam dan " gak ada " jawabnya singkat .
" Bu ...ibu juga tidak membau apapun ? " Noni mencoba bertanya pada ibunya yang sedari tadi membaca novel dari hapenya .
" Emhhh ... tidak , emamg bau apa ? "
" Kayak amis - amis gimana gitu ..." Noni menjelaskan .
Akhirnya mereka bertiga berdiam diri ,mencoba fokus dengan bau yang tercium oleh Noni .
Ayah Rio tampak kaget ,begitupun ibu Hana . Mereka bertiga sama - sama berdiri .Noni memeluk ibunya dan memegang tangan ayahnya erat . Dari balik korden mereka mengintip keluar .Mereka tentu saja tercengang dengan apa yang mereka lihat .
Suasana luar tampak rame dalam terang bulan ,tapi tak tampak satu pun bangunan yang tadi mereka lihat dan singahi .Yang ada hanya lubang - lubang besar galian pasir yang seperti kawah gunung berapi karena air yang memerah .
Disisi lain tampak beberapa pekerja sedang mengeroyok seseorang entah karena kesalahan apa ,sedang disisi kiri tampak pemuda yang tadi menemani mereka makan menonton dengan tenang .Tapi penampilan pemuda tadi jauh berbeda dengan tadi sore maupun saat makan .Wajah tampannya berubah sangat buruk dengan mata yang hampir keluar ,telinganya pun tinggal sebelah .Sungguh menyeramkan ! .Setelah orang tadi tak berdaya , mereka mencabik - cabik orang yang dikeroyok hingga tak berbentuk . Organ - organ dalam berhambur keluar dan mereka tertawa senang . " Sisakan matanya untuk ku " kata pemuda tadi .
" Dan untuk kalian yang mengintip dari balik korden ,ini adalah live gratis hadiah black Friday kalian !!! " Teriak pemuda tersebut menunjuk ke arah villa dimana Noni serta ayah dan ibunya berada .
" Besok adalah giliran kalian jadi pemeran utamanya "
END