Sudah setahun lebih aku bekerja di tempat ini hanya sebagai karyawan toko batik biasa di gedung pusat perbelanjaan tradisional sungguh banyak lika-liku yang kujalani di tempat kerjaku ini dan banyak juga ilmu yang aku dapatkan di tempat kerja ini.
Aku tidak menampik bahwa banyak sekali ilmu yang kudapati di tempat kerja ini salah satunya bagaimana cara kita merayu konsumen untuk membeli barang kita dan juga bagaimana cara kita mengalihkan perhatian konsumen dari barang yang ia suka ke barang yang tadinya ia tidak suka hal ini di lakukan karena barang yang ia inginkan tidak tersedia stok yang banyak biasanya di toko kami lebih banyak melayani konsumen yang membeli batik lebih dari 10 pcs. Kami melayani pembeli dari yang membeli satuan bahkan banyak dan jika membeli dengan jumlah yang banyak kami akan menyediakan harga spesial untuk sang pembeli menjadi langganan toko.
Awal pertamaku bekerja diriku tidak menyangka bahwa akan mendapatkan bos sekejam ini bagaimana tidak mereka bahkan pernah membentakku di depan umum dan lebih menyakitkannya lagi bos ku itu membentakku di depan calon pembeli alasannya sangat klise sekali karena diriku melepaskan calon pembeli satunya karena harga tawar darinya tidak sesuai jadi aku melepaskan nya namun bisikan mereka menegurku nanti saja setelah toko ini sepi tidak ada pembeli dan menegur ku dengan cara yang baik yang tidak menyinggung perasaanku.
2 bulan aku bekerja dengannya aku seperti roda saja yang di gelindingkan kemana saja yang ia inginkan,Dia memiliki 5 toko dan 2 diantaranya adalah toko pakaian wanita aku yang terbiasa duduk di pakaian batik tiba-tiba diperintahkan untuk menjaga toko pakaian wanita karena karyawan nya izin sakit mau tidak mau rela dan tidak rela aku berjalan ke toko satunya.
Hal yang paling aku benci ialah di toko wanita ini yang menjadi bos nya adalah istrinya dimana istrinya mempunyai sifat yang semena-mena terhadap karyawan nya
"Ra kamu itu kerja yang benar itu pakaian mahal jangan sampai sentuh lantai!"
Jujur aku kaget mendengar suara bentakan nya iya aku tau baju yang ia jual rata-rata baju import tentu saja sangat mahal apalagi baju pesta seperti Elizabeth,Bibiq di samping kedua baju pesta itu ada baju hikmah yang harga 1 baju nya di bandrol dengan harga terendah 1.500 ribu rupiah.
"Kamu tuh O**n banget masa gak gatau cara menjual baju kamu bisa jualan gak sih!"
Lagi dan lagi aku di bentak olehnya karena aku bingung untuk memberi harga pas kepada sang calon pembeli namanya juga aku baru pertama kali di toko bos perempuan ini jadi sangat awam bagiku dengan harga-harga bajunya.
Kalau boleh jujur kedua bos ku ini tidak suami dan tidak istrinya sangatlah gila akan dunia terutama istrinya aku akui dia pandai sekali bermulut manis dengan calon pembelinya tapi tidak ku sangka dia memberikan harga yang sangat tinggi sekali kepada langganan nya semisalnya harga baju itu berkisar di harga 450 tapi ia jual ke langganan nya bisa mencapai harga 900an bahkan baju yang harga aslinya 130 ribu pun ia bisa menjual dengan harga 600 ribu rupiah persatu item.
Perlakuan dan ucapan yang tidak senonoh selalu aku terima bahkan aku telan mentah-mentah semua yang mereka lakukan dari gaji yang tidak sesuai dengan pendapatan bahkan pernah aku ingin menangis pendapatan dalam sehari 10 juta lebih namun aku hanya di gaji 40 ribu sungguh itu sangat menyedihkan namun aku tetap bertahan karena aku butuh uang.
Aku paling benci ketika kedua bos itu sudah bertengkar pasti masalahnya akan di bawa-bawa ke tempat kerja tidak sekali duakali aku mendapatkan bentakan dari mereka lagi dan lagi aku hanya bisa berlapang dada.
Apa kalian pernah merasakan seperti ku ? Di perintahkan untuk membuka 5 toko sekaligus seorang diri karena banyak karyawan yang berhenti karena perlakuan mereka dan menjadikan diriku seperti roda yang barlarian kesana kemari untuk membuka satu persatu toko namun di gaji tidak sesuai dengan tenaga yang aku keluarkan.
Puncak nya di sebulan sebelum Ramadhan tiba walau sudah ada 5 karyawan masih tetap diriku yang membuka toko-toko itu seorang diri sedangkan 5 karyawan itu selalu datang siang apakah mereka tidak kasihan dengan diriku ini? Yang selalu datang pagi membuka semua toko lalu mereka hanya datang lalu duduk menunggu pembeli saja jika aku datang siang mereka malahan datang lebih siang lagi dari diriku
"Mba tolong lah datang lebih pagi jujur aku capek membuka toko-toko ini seorang diri" keluh ku terhadap mereka
"Yah kan kamu tau kalo misalnya kita-kita ini punya anak udah pasti keluarga dulu diutamakan" balas dari mereka dan sejak saat itu aku tidak pernah lagi mengeluh kepada mereka karena percuma keluhan mu tidak di dengar jadi hanya sia-sia.
Apa aku pernah mendapat perlakuan tidak adil di tempat kerja? Jawabannya pernah saat itu aku hanya bisa tersenyum terpaksa saja ketika kamu yang dari pagi datang dan langsung melakukan pekerjaan semuanya lalu mereka yang datang hanya terima beres dan siang nya mereka yang mendapatkan jatah makan lebih sungguh ironis bahkan diriku pernah mendapatkan gaji yang tidak setara dengan mereka alasannya sangat lucu sekali karena diriku tidak berjualan sama sekali di toko batik itu bagaimana aku bisa berjualan karena tiap sebentar aku di suruh untuk membantu istrinya yang sedang ramai pembeli sore nya saat penerimaan gaji diriku paling kecil sendiri sementara yang lain lebih tinggi dari ku.
Tepat di bulan Ramadhan tekadku semakin bulat karena toko cabang batik itu diambil alih oleh anaknya selama puasa Ramadhan dimana toko yang tadinya menjual batik berganti toko koko yang di modalkan langsung dari bapaknya. Aku yang sudah paham karakter anak nya mulai berhati-hati dan berharap bukan diriku yang terpilih menjadi karyawan sementara nya namun naas tetap saja diriku yang di pinjamkan menjadi karyawan sementara anaknya itu.
Anaknya yang bernama Radi itu memang suka memutarbalikkan fakta dan suka mencuci tangan agar ia tidak terkena masalah dari yang ia perbuat dan aku mendapatkan hal itu.
Rasanya aku ingin menjerit dan menangis sejadi-jadinya anaknya itu sungguh tidak bertanggung jawab sekali dia melepaskan tanggung jawab begitu saja di saat malam pemulangan barang dan terjadi perhitungan di sana tertera hasil nya sangat tidak cocok dengan jumlah penjualan dan stok barang.
Masalah keuangan aku tidak berani memegang bahkan menghitungnya karena yang memegang uang hanyalah si anak bos itu namun dengan mudahnya dia menuduh ku padahal bukan sekali duakali aku memergokinya mengambil jumlah uang yang seharusnya di setor kepada bapak nya sungguh nasib sial bertubi-tubi aku dapatkan.
" gimana dek? Abang gak mau tau kan kamu yang jaga di toko"
Itu adalah kata-kata yang membuatku sangat membenci keluarga ini tidak anaknya tidak orang tua nya sama saja suka membalikkan fakta yang ada
Belum lagi orang tua perempuan nya dengan mudahnya ia berkata
"Seharusnya kamu lebih teliti lagi kan kamu tau kalo Bang Radi suka begitu,terus gimana itu Emak gak mau tau urusan itu harus kamu selesaikan dan tanggung jawab kamu"
Sungguh rasanya aku ingin membunuh mereka namun aku sadar yang ada masalah semakin besar dan kesadaran ku pun masih bisa terkendalikan
Belum sampai di sana ini adalah hal yang paling aku benci dan hal yang tidak akan aku lupakan sampai kapanpun. Siapa yang tidak berharap pada Tunjangan Hari Raya (THR) tentu saja semua berharap bukan akan hal itu.
Aku salah satu nya tidak berharap besar akan hal itu karena aku sudah yakin dari awal aku memang tidak akan mendapatkan apa-apa benar saja aku hanya mendapatkan uang sebesar 150 ribu rupiah setahun lebih aku bekerja di sana hanya 150 ribu rupiah yang aku dapatkan alasannya sangat lucu karena selama puasa aku tidak bekerja dengan nya melainkan dengan anaknya tapi aku sama sekali tidak mendapatkan apapun dari anaknya itu hanya ada uang gaji saja yang aku dapatkan dari anaknya itu sungguh keji bukan mereka.
Dan yang paling buat aku sakit adalah saat bapak tua itu berkata
"Kamu kan anak yatim ini bapak lebihkan"
Maksudnya apa berkata demikian aku tau aku anak yatim tapi jujur saja aku tidak ingin di kasihani oleh orang sepertinya hanya degan menyebut kata 'anak yatim' sebenarnya itu sudah sangat menyayat hatiku sekali.
Sementara 5 karyawan itu diberikan uang sebesar 500 ribu rupiah sangat jauh sekali bukan dengan diriku yang sudah mengabdi setahun lebih namun hasil yang ku dapati zonk alias nol besar.
Sudah jatuh tertimpa tangga itu yang aku rasakan saat itu di tambah lagi sikap istrinya yang memberikan sejumlah uang terhadap karyawan lain sementara diriku tidak mendapatkannya.
Dan dari situ aku bertekad untuk berhenti dan mencari pekerjaan yang lain untuk apa aku bertahan jika tidak di hargai aku seperti hewan saja bahkan hewan pun tidak mau jika di perlakuan seperti ku,hewan yang tidak memiliki akal pun akan berlari jika mendapatkan perilaku seperti lantas aku yang manusia kenapa masih bertahan di lingkungan seperti ini dan untuk pertama kalinya aku memaki diriku mengatai diriku yang terlalu b*d*h.
Selang sebulan aku berhenti di tempat pekerjaan itu aku sangat bersyukur mendapatkan pekerjaan yang layak bagiku yang pastinya memanusiakan manusia serta menghargai karyawan nya.
Di balik ujian pasti ada hikmah nya. Akan aku jadikan pengalaman bagi ku di tempat kerja sebelum nya hal yang tidak baik akan aku perbaiki dan ilmu yang aku dapatkan di tempat sebelumnya akan aku ingat selalu agar suatu saat jika aku sukses akan berguna ilmu yang ku dapatkan nasib tidak ada yang tau bukan?
Mungkin Ia sekarang sedang di atas siapa tau besoknya aku yang diatas nya dan jika aku di atas mereka tidak akan aku memperlakukan karyawan sebagaimana mereka memperlakukanku.
2024.05.09
Bandar Lampung