Namaku Liu Changhai, aku adalah gadis rubah dari Sekte Rubah Putih yang berumur 800 tahun. Dalam dunia kami, setiap rubah akan selalu berkultivasi melalui beberapa tahap. Setiap tahap akan dilangsungkan ujian berdasarkan usia setiap peserta yang mengikutinya. Tahap Pemula, terjadi ketika berusia 100-400 tahun, Tahap Menengah terjadi ketika berusia 500-1000 tahun, Tahap Atas terjadi ketika berusia 1100-10.000 tahun.
Setiap tahap ujian, memiliki kesulitan yang berbeda hanya saja apa yang kami hadapi tetap sama yaitu Ratu Rubah. Entah bagaimana, Ratu Rubah bisa mengubah wujudnya. Di Tahap Pemula kami harus menghadapi nya dengan wujud Rubah kecil, Tahap Menengah dengan wujud manusia setengah rubah, dan Tahap Atas dengan wujud sepenuh nya sebagai Ratu Rubah. Ketika kami berhasil melewati tiap tahap, kami akan diberi cap di dahi kami dengan bentuk ekor rubah, dengan jumlah ekor yang berbeda. 1 ekor untuk Tahap Pemula, 2 ekor Tahap Menengah, 3 ekor Tahap Atas. Cap akan diberikan langsung oleh Ratu Rubah.
Nama Ratu Rubah kami adalah Liu Rong, ia adalah bibiku. Betul, dia adalah kakak dari ibuku. Ia berusia 150.000 tahun. Ia merupakan Ratu Rubah tercantik sepanjang sejarah, dengan wajah berbentuk segitiga terbalik, pipi nya yang tirus, kulit nya yang lembut dan putih bak salju sungguh memesona setiap sosok yang melihat nya. Karena ibu dan ayah sudah meninggal, ia adalah sosok yang penting bagiku sudah seperti ibu kandungku. Ia juga sangat menyayangi ku.
1 Minggu sebelum Ujian Tahap Menengah
" Bibi Liu Rong, beritahu aku kapan kamu akan nikah dengan paman Shi Tao." Tanyaku pada bibi.
"Anak nakal, mending kamu pikirkan saja bagaimana ujian tahap menengah mu" jawabnya dengan senyum malu malu
" Bibi, kamu tidak usah khawatir aku akan menjaga keponakan ku dengan baik. Bibi memilih bayi laki laki atau perempuan ?" ucapku sambil menggoda bibi.
"Hei, dasar anak ini. Aku ingin hmmm...laki laki" jawab Bibi Liu Rong.
"Ahh..mending perempuan saja bibi, aku bisa mengajaknya bermain dan mendadani nya nanti ketika ia sudah dewasa" ucapku pada bibi sambil sedikit tertawa.
" Hei, dasar" jawab Bibi sambil pergi menjauh dariku.
"Bibi..tunggu aku !! Ia selalu seperti ini pergi meninggalkanku begitu saja" ucapku dengan muka kesal.
Tahap Ujian Menengah
Setiap peserta telah berkumpul, tiba saatnya kami harus melawan bibi Liu Rong dengan wujud manusia setengah rubah nya. "Huaa..ia tetap cantik meskipun berwujud setengah manusia. Aku sungguh iri dengan nya" Gumamku dalam batin.
Setiap peserta akan melawan bibi Liu Rong, dengan seorang diri. Hingga tiba giliranku, baru saja aku ingin mengeluarkan jurus pertamaku.
"Boom boom.. " di luar terdengar suara pertikaian.
" Suara apa itu? Han Zhi pergi cek keluar" perintah bibi pada Han Zhi, seorang Jendral Pasukan kepercayaan bibi.
" Baik, Yang Mulia Ratu. Hamba akan
memeriksanya" Ia pun segera berlari keluar. Tak lama, ia kembali dengan raut wajah yang pucat.
"Yang mulia, ada kabar buruk. Di luar, ada penyerangan dari sekte ular putih yang dipimpin oleh
Yang Mulia Bai Mu" ucap Han Zhi. Setiap peserta merasa ketakutan. "Han Zhi jaga mereka. Aku akan keluar untuk menghadapinya". Perintah bibi pada Han Zhi. Saat bibi ingin keluar Raja dari sekte Ular Putih, Bai Mu sudah tiba di tempat kami berkumpul.
" Hahaa, Liu Rong lama tak berjumpa" Ucap Bai Mu.
"Heh, sungguh besar nyalimu datang dan menghancurkan pasukanku" ucap bibi dengan lantang.
" Liu Rong, bagaimana jika kau menikah denganku?" Tanya Bai Mu
"Menikah denganmu? Jangan mimpi !!!" Bibi langsung menyerang Bai Mu dengan kekuatan dari ekornya tapi Bai Mu bisa menghindarinya.
"Tak mungkin, Tak mungkin ada orang yang bisa menghindari seranganku.." ucap Liu Rong dalam hati
" Kau terkejut kan, hahaha kalau kau tak bisa diajak bicara dengan cara ini maka, ku hancurkan semua pasukan mu termasuk diri mu" ucap Bai Mu dengan nada mengancam.
"Kami tidak takut, jika kau menantang kami maka kami yang akan membunuhmu duluan. Yang Mulia Ratu adalah sosok yang penting bagi kami" ucap salah satu peserta.
"Oh..sungguh berani. Baiklah, serang mereka semua" perintah Bai Mu terhadap anak buah nya.
Keadaan menjadi ricuh, mereka saling menyerang. Bibi Liu Rong berhadapan dengan Bai Mu. Pertarungan terlihat semakin sengit, banyak korban dari sekte Rubah Putih tumbang.
Bibi Liu Rong pun tak mampu melawan Bai Mu. Dengan darah yang sudah mengalir dari mulutnya, ia menarikku dengan ekor nya. "Dengarkan aku, Liu Changhai kamu harus pergi dari sini. Sekte Rubah Putih harus ada penerus" ucap bibi kepadaku. Entah apa yang terjadi, tiba tiba aku melihat kegelapan dan sepertinya aku pingsan. Saat aku tersadar aku sudah terkurung di dalam tempat ini, dalam batu merah delima ini. Sepertinya bibi berhasil melindungiku dengan mengorbankan nyawanya.