Beberapa tahun kemudian ,
Presiden yang menjabat di Kota Darren mendapatkan masalah kenegaraan , entah apa penyebabnya , sebagaian aksi terjadi di negara tersebut sampai pada akhirnya aksi itu tidak terkendali , dan terjadilah peristiwa penjarahan tidakkan kriminal terjadi di negara tersebut ,
Bahkan orang utama itu mengundurkan diri dari jabatannya , aksi Demo dari kegiatan para mahasiswa membuat dirinya harus lengser dari jabatannya , dalam surat pernyataan dan pidato di depan publik ,
" Sebelum saya sebagai pimpinan negara ini memohon maaf sebesar-besarnya " itulah sepenggal kalimat yang pertama kali ia ucapkan ,
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Negara Darren Presiden baru telah pilih , namun akan tetapi tetap saja tidak ada yang setuju dengannya , sehingga Pimpinan tersebut telah diganti dengan presiden yang baru dilantik , setelah pergolakan politik dan pemerintahan , negara tersebut memiliki seorang Presiden Arif dan sangat bijak kepada seluruh rakyat , ia tidak berlaku semena-mena terhadap rakyatnya , bahkan cenderung mendengarkan dan mencoba memahami apa menjadi setiap keluhan rakyatnya ,
Namun setiap kendala selalu saja terjadi , tapi sang Presiden selalu bijak dalam menangani setiap kesulitan yang dialami oleh Rakyatnya ,
Kita kembali pada kehidupan sang Gadis yang sudah berubah , *
Pagi ini sang gadis yang dulu masih belia kini dirinya telah menikah , ia bersama dengan sang suami tinggal bersama di pulau yang berbeda dengan kedua orang tuanya , begitu juga dengan adik-adiknya ,
Ia masih mengingat peristiwa yang telah terjadi pada beberapa tahun yang silam , dia dan keluarganya terpuruk akan kondisi keluarganya , namun setelah menghadapi beberapa fase kehidupan ia pun sudah dapat mengembalikan ekonomi dalam keluarga , ia dan kedua orang tuanya telah banyak berjuang ,
" Apak , jika nanti mereka datang mengambil tanah ini bagaimana " tanya gadis itu sewaktu dulu dimana ayahnya telah sembuh dari sakitnya ,
" Jangan kawatir , mereka akan memberikan satu kapling tanah untuk kita tinggali " kata Ayahnya kala itu ,
" Apakah itu sebagian dari perjanjian jual beli tanah " tanya sang gadis kepada ayahnya ,
" Iyah , jadi kamu jangan kawatir yah " katanya lagi ,
" Apakah ada yang lainnya " gadis itu sedikit ragu dengan ucapan dari sang ayah ,
" Kita masih memiliki surat tanah yang belum dibayar , jadi sebagian kita masih berhak atas tanah itu sesuai dengan perjanjiannya " kata sang ayah lagi untuk meyakinkan putrinya ,
Akhirnya gadis itu dapat bernafas lega , pada akhirnya beberapa tahun telah berlalu , hampir 30 lebih tahun di era zaman sekarang , tanah yang dibeli oleh Sahendra seperti tidak memiliki pemilik ,
Dahulu kala desas - desus didengar sebagaian warga bahwa kedua pulau dari negara Daren akan di beli oleh negara Axelle , namun desas-desus itu menghilang dengan berjalannya waktu , ternyata selama 30 lebih th Alvaro Maldini telah pergi kehadapan Tuhan , dan saat ini yang menjadi Presiden juga sudah berganti ,
Sedangkan putra dan putri beliau telah mengetahui program yang tengah dibuat sang Ayah , namun yang tidak ia ketahui akan di pergunakan untuk apa tanah tersebut ,
Lahan yang sudah dibeli oleh pihak Negara Axelle kini terbengkalai , dan pada akhirnya pihak lain yang mengatakan dari pihak Axelle mengambil ahli sebagian tanah tersebut , sebagaian telah dijual dan sebagain masih dikuasai oleh mereka ,
Di sebuah desa tertentu , mereka tengah menghadapi pengusiran lahan tanah yang sudah dijual , mereka harus segera meninggalkan tempat tersebut , pihak pemerintah wilayah setempat tidak tahu harus berbuat apa , bahkan yang dikatakan perusahaan yang telah membeli tanah tersebut mereka tidak benar-benar mengetahuinya ,
" Bagaimana nih pak , bisa tak kamu dibeli kelonggaran " kata salah satu warga yang telah menjual tanah tersebut , warga itu kebingungan bagaimana menghadapi situasi tersebut , sedangkan perjanjiannya mereka akan mendapatkan satu kapling tanah untuk mereka tinggali , namun nyatanya sebagian dari mereka tidak mendapatkannya ,
Akhirnya mereka hanya dapat meratapi nasib ,
" Pak saya hanya bisa kasih waktu satu Minggu " kata salah satu dari orang yang ingin mengusir mereka ,
Keluarga itu menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya ,
Setelah beberapa bulan kemudian , ternyata mereka datang kerumah sang gadis , dan ternyata kedua orang tua sang gadis sudah meninggal dunia begitu juga sang gadis ia telah tiada disebabkan penyakit kanker kulit yang ia deritanya , tujuh tahun ia bertahan hidup , pada akhirnya ia sudah tidak mampu lagi bertahan ia pun pergi untuk selamanya ,
Di rumah peninggalan kedua orang tuanya , pria yang sudah berkeluarga dan dikaruniai anak itu melihat aksi dari pengusiran lahan dari salah satu warga Negara Darren ,
Mereka dengan kejamnya merusak tanaman yang sudah payah mereka tanam , bahkan mereka diberi waktu sampai bulan Desember , sedangkan perjanjian kapling pun mereka belum dapatkan ,
" Pa , orang disana sudah pergi meninggalkan lahan pertanian itu , bahkan sebagian tidak boleh bercocok tanam lagi " kata istri dari pria itu ,
" Biarkan saja , kita jangan ikut campur , itu masalah mereka " katanya dengan tenang ,
" Tapi pa , " ia ingin mengatakan sesuatu namun ia urungkan ,
" Apa , kita masih memiliki sebagian surat tanah dan nota jual beli tanah , almarhum apak juga bilang bahwa kita harus mendapatkan satu kapling tanah untuk kita tinggali " katanya lagi menjelaskan kepada istrinya ,
Setelah perbincangan itu selesai mereka terdiam ,
" Pa , dahulu itu pernah katanya Axelle akan menjadi satu dengan kota kita apa itu benar pa " pertanyaan dari istri itu membuatnya mengerutkan keningnya ,
" Hanya gosip , nyatanya sampai sekarang cerita itu hilang begitu saja " kata sang suami yang menjawab pertanyaan dari istri itu ,
" Sudah sekian tahun lamanya , rumor itu menghilang setelah presiden kedua wafat semua semakin tidak ada kabarnya lagi " kata sang istri lagi ,
" Iya " jawab sang suami sambil mendesah nafas panjang ,
Mengingat peristiwa yang sudah terjadi bertahun-tahun lamanya , hampir 30 lebih tahun , entah orang yang sudah membeli lahan tanah di desanya itu masih ada ataukah sudah meninggal ,
Pagi ini Sahendra yang sudah tua ia bersama cucu berjalan-jalan di sekitar taman Kota Negara Axelle ,
Dari raut wajah tampak senyum menghiasi wajahnya ,
Saat ini ia menikmati pensiun yang sudah lama ia terima , pada saat ini putranya sudah merintis usaha sendiri ,
Apakah akhir hidup yang dramatis seperti cerita senetron ini masih terus berlanjut ,
Andai saja negara Axelle dapat mengambil alih Negara Darren maka pulau yang saat ini akan menjadi milik negara Axelle ,
Negara Darren adalah negara yang luas yang memiliki beribu-ribu kepulauan , termasuk kota dimana sepasang suami itu tinggal ,
Kedua pulau yang berdekatan dengan Negara Axelle , salah satunya adalah target yang diinginkan oleh Negara Axelle ,