Persahabatan yang luar biasa tentu berasal dari cerita yang tidak biasa,tentu semua memiliki teman maupun sabar.
Pada saat itu PPDB Universitas FLY tepatnya di Jakarta Selatan, universitas itu sangat terkenal dan banyak anak yang ingin masuk di sana,cerita ini dimulai dari,,,...
2 Orang sahabat yang baru saja berkenalan disana,dan kebetulan nama mereka sama hanya beda penulisan yaitu ceyla sama cela dan kelas mereka juga sama,
Pada suatu hari saat pembelajaran dimulai dan saat itu ada beberapa tugas kelompok yang mengharuskan 2 orang perkolompok,ceyla dan cela sama sama pendiam bedanya yang satu tinggi yang satu pendek,mereka bingung karena baru pertama kali masuk,dan susah untuk bergaul,tapi karna Dosen sudah memerintahkan akhirnya cela memberanikan diri untuk menyapa ceyla (si pendek).
Cela menghampiri ceyla sambil tersenyum dan berkata
"Hai!!"
Ceyla "owh?oh ya Hai juga" /senyum
Cela "kamu udah ada kelompok belum buat bikin proyek itu?"
Ceyla "hmm kebetulan belum nih"
Cela "mau sama aku ga,oh ya lupa salam kenal ya cela"/senyum
Ceyla "oh iya kebetulan banget,aku mau kok sekelompok sama kamu,iya salken juga ya aku ceyla"
Mereka pun satu kelompo dan karna inilah mereka bersahabat,persahabatan mereka sangat kuat karna mereka sangat cocok walaupun terkadang ada kesalah pahaman.
Dan suatu ketika mereka ada tugas kelompok lagi yang beranggotakan 4 orang,kemudian ceyla mengajak beberapa teman mereka yang bernama Dyvta dan Rara,namun hal ini membuat hubungan persahabatan antara cela dan ceyla renggang karna pada dasarnya ceyla dan Dyvta saling tidak suka tapi mereka juga terlihat biasa saja dan terlebih lagi Rara kurang bisa berkolompok dalam tugas,namun cela hanya diam karena menurutnya pilihan temannya udah baik.
Suatu ketika di Mereka mengerjakan tugas di rumah Dyvta saat itu cela dan ceyla bonceng naik montor dan menghampiri Rara yang naik montor sendirian,lalu mereka pergi ke rumah Dyvta akan tetapi saat di tengah jalan tiba tiba montor Rara mogok, kebetulan itu daerah rumah ceyla lalu montor Rara dibawa ke rumah ceyla yang kebetulan juga ayahnya montir,ceyla akhirnya bersama Rara mengenakan montor ceyla karna montor Rara sedang diperbaiki
^brum Brum Brum ixxxxx...^
"Ceyla cela montor ku mogok" kata rara
"Hah aduh gimana ya?"tanya cela
"Udah langsung dibawah aja dirumahku dekat kok depan situ ayah ku juga montir
Kok nanti biar diperbaiki,sementara itu kamu sama aku boncengan aja naik montor ku,cela biar sendiri,gakpapa kan cel?"ujar ceyla
"Oh iya gapapa"(dalam hati cela sebenarnya ia cemburu dengan Rara karna saat dulu kerja kelompok montor cela juga mogok tapi ceyla bodamat dan ga mau nawarin montornya buat boncengan.)
Lalu merekapun tiba dirumah dyvta,Dyvta sudah menunggu dengan persiapan alat alat dan bahan bahan tugas diteras rumahnya,namu terlihat Dyvta tidak suka dengan cela bahkan ia enggan menyapa.
"Hey kalian udah Sampek,sini duduk disini,Rara,Ceyla Ayo maaf diteras aja ya soalnya lagi ada saudara di dalam" ujar Dyvta
Rara dan ceyla "iya gapapa kok"
Kemudian ceyla mencoba untuk menyapa Dyvta "hai dyv,aku duduk yaa"
"/Senyum,i-iya duduk aja"tampak dari raut wajah Dyvta tidak senang.
Setelah selesai mereka pun pulang ke rumah masing masing,akan tetapi cela pulang dengan perasaan tidak senang karna perilakuan Dyvta kepadanya,dan hari seterusnya saat di kampus cela didatangi dengan seseorang yang bernama Ralfin ia juga merupakan teman cela,dan sebelum Ralfin datang ceyla memberitahu cela bahwa teman mereka Dyvta menyukai Ralfin,hal ini yang membuat cela merasa penasaran apakah Ralfin ingin menembak Dyvta sebagai pacar,tapi ternyata cela salah.
Ralfin dengan penuh senyum menghampiri cela,ia segerah menarik tangannya dan membawanya ke taman belakang kelas cela
"Ayo iku bentar"
"Eh kemana Ralfin aku mau ngomong bentar sama kamu"
"Aku juga mau ngomong!!"
Setelah tiba di taman
"Cela,ehmm"
"Kenapa??"pi maag
"Aku suka kepadamu,apakah kamu mau jadi pacarku?"
"Hah,aduh maaf ya aku ga suka sama kamu sebenarnya kamu itu ganteng baik lagi tapi maaf ya aku suka sama ya t5]lain!!"
"Oh ya sudah tidak papa asal kau bahagia"
Ralfin pun pergi..
"Ralfin tunggu...aku pengen ngomong sesuatu sama kamu"
"Ya? apa"
"Aku punya temen namanya Dyvta,ehmm dia suka sama kamu dia juga oke cantik,mending kamu sama dia aja kalao kamu mau.!"
/Senyum"iyaa"
Lalu cela ke kelas untuk menemui ceyla dan menceritakan apa yang terjadi karna cela sangat mempercayai ceyla,ceyla pun mendengarkan dengan antusias,..
Dan hari berikutnya Dyvta datang dengan penuh senyum dan menceritakan bahwa ia sedang pacaran sama Ralfin dan kemarin baru saja jadian,,..
"Heyyy guess,aku kemarin di tembak Ralfin,aku bahagia banget guesss!!!"
"Hah serius aja selamat ya dyv"
"Makasih raaa aaa aku bahagia banget"
"Selamat yaa dyv ikut senang aku"
"Iya thanks ceyyy"
"Selamat ya dyv"
"Oh iya cel"
Keesokan harinya Dyvta menangis sambil menyeritakan bahwa dirinya diputuskan oleh Ralfin mendengar ini cela dan ceyla sangat terkejut,Cela dan ceyla berfikir sama..
'apa cuma karna cela bilang itu ke Ralfin ia langsung jadian sama Dyvta tapi cuma satu hari'
"Yang sabar ya dyv dia mungkin emang playboy!!"
"Iya thanks raa"
"Sabar ada yang lebih baik kok "
"Iya yaa Cell"
"Sabar dyv mungkin dia ga suka sama kamu mungkin dia kepaksa!!"
"Iya mungkin karena siapanya gitu bikin hubungan hancur aja kesel aku cey.!!"
Mendengar kata kata ceyla yang begitu membuat hati cela merasa tersinggung karna seolah olah ceyla membocorkan rahasia dan merusak pertemanannya dengan Dyvta,karna hal itu dan beberapa hal lainya yang membuat cela merasa marah cela mendiamkan ceyla satu hari itu dengan berharap dia sadar,akan tetapi...
Pada hari seterusnya,Cela mendengarkan gosip gosip dari temanya yang lain yaitu Safa dan Ziva mereka bilang kepada cela bahwa kemarin sore mereka Ziva,Safa,Dyvta,Rara,dan Ceyla main ke taman dekat rumah Dyvta lalu ceyla menceritakan tentang cela dan Ralfin.
"Aku kemarin main sama mereka,lalu ceyla bahas tentang mu dan Ralfin,apa itu benar??"
"Ceyla beritahu kalian??serius??!"
"Iya,terus Dyvta kayak jadi badmood gitu ga suka sama kamu,ngejelekin kamu lagi cell!"
"Kok tega banget si dia!!"
Mengetahui hal itu cela merasa dihianati oleh sahabatnya sendiri,kemudin cela mencoba untuk menanyakan kebenaran kepada ceyla namun dia tidak mau mengakui hal tersebut dan justru membuat kegaduhan antar mereka,cela hanya bisa terdiam karna dia tidak memiliki satupun teman yang bisa dikatakan teman semua beralih berpihak kepada ceyla.
Selang beberapa hari,ceyla merasa bersalah lalu meminta maaf kepada cela,akhirnya dengan berat hati cela memaffkan ceyla dengan syarat tidak diulangi lagi apa yg dilakukan.
Namun ternyata ceyla tetap mengulangi kesalahan yang sama dia selalu seperti seorang anak SMP yang terus mengadu domba temanya,tapi karena cela sangat menyayangi ceyla dan menggapnya sahabat dan adik sekaligus cela hanya bisa bersabar menghadapi sikap ceyla.
Persahabatan ini sangat luar biasa sekaligus unik yang satu seperti anak kecil yang satu sangat dewasa, perpaduan yang unik mereka dapat memahami satu sama lain tapi tidak dapat memberi pemahaman yang benar karna menggap bahwa sahabat itu selalu benar,sungguh luar biasa.