Di desa terpencil,hidup keluarga yang sederhana,mereka tinggal di atas bukit jauh dari pemukiman warga,mereka hidup serba kekurangan,untuk hidup pun mereka harus mencari makanan ke hutan,entah itu jantung pisang,singkong,atau hewan lainya.
suatu hari kakek mereka yang tinggal di kota meninggal,keluarga mereka meminta agar keluarga mereka untuk pindah karena rumah warisan harus di tempati oleh keturunannya.
Dua hari setelah meninggal kakek nya mereka pindah ke kota mereka harus beradaptasi lagi,karena di kota tidak sama seperti di desa.
Sebut saja namanya Suminah,Suminah memiliki anak tiga semua nya perempuan anak pertama dinamai Yuyun yang kedua dinamai Lilis dan yang ke tiga dinamai Ratna,dan ayah mereka dinamai Dadang.
Ayah Suminah yang meninggal baru kemarin meninggalkan warisan berupa rumah,sawah,dan juga kebun,kebun milik ayah Suminah sangat banyak dan luas,tapi karena tempat terlalu jauh membuat kakek Suminah tidak bisa merwat semuanya.
Di dalam rumah itu masih ada ibu tiri Suminah,ibu tiri Suminah sanagt keras dan juga kasar.
Ia memiliki dua muka,yang selalu ia pasang ketika tidak ada orang,ibu tiri Suminah akan sangat jahat kepada nya dan juga anak anak Suminah,suami Suminah sangat malas dia malas untuk bekerja,karena itu Suminah memilih bekerja sebagai cuci gosok di rumah tetangga.
Ibu tiri Suminah menjalan kan usaha milik suaminya,ia berdagang jamu dan juga sembako,Suminah selalu membantu ibu tirinya dengan baik walaupun ibu tiri Suminah sangat jahat kepadanya.
Setiap pagi Suminah membantu membuka warung dan juga pergi ke pasar untuk berbelanja,suatu hari anak dari Suminah yang kedua ini tidak suka mengetahui jika ibunya selalu di jahati oleh oleh nenek tirinya,ia selalu mencuri uang neneknya walaupun yang di ambil tidak banyak.
Putri Suminah yang kedua memiliki mata yang tajam,dan peka terhadap lingkungan nya pemikiran yang dewasa membuat nenek tirinya tidak suka kepadanya,tapi Lilis selalu membuat onar untuk mengelabui nenek tirinya,bahkan Lilis pernah mencampuri air kedalam minyak yang selalu di pakai untuk membuat gorengan oleh nenek tirinya.
Keterlaluan mungkin,tapi itu tidak seberapa yang sudah di lakukan oleh nenek nya kepada ibunya.
Tinggal di kota memang tidak segampang tinggal di desa banyak sekali permasalahn,semua pake uang,minta bantuan harus ada uang,kemana mana harus naik ojek,uang juga,apa apa mahal di kota,karena yang bekerja hanya ibunya,itupun cuma bisa untuk sehari sisanya Suminah harus mencari tambahan bekerja untuk mendapatkan upah lagi.
Rumah ini sebenarnya tidak bagus untuk di huni,karena sangat seram setiap malam anak anak Suminah selalu di ganggu oleh makhluk tak kasat mata,bahkan ia pernah melihat wujud perempuat berambut panjang sangat menganggu tapi mau bagaimana lagi rumah yang di desa sudah Suminah bongkar,karena ia belum tahu keadaan di rumah warisan seperti ini.
3 bulan kemudian.
Ibu tiri Suminah menikah lagi dengan laki laki yang usianya tidak jauh darinya,entah apa yang mereka inginkan bisa bisanya di umur 60 tahun merek milih menikah,tapi yang bikin heran adalah setelah menikah ibu tiri Suminah meminta warisan yang lumayan banyak,dan juga ia tidak punya anak dari ayahnya Suminah,karena dari yang di ketahui siapapun wanita yang menikah lalu tidak punya anak dan warisan itu hak milik anak dari keturunan nya tidak bilwh mengambil bahkan meminta terkecuali di berikan langsung oleh ahli waris.
Tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk ibu tiri Suminah,mereka terlalu serakah
Ia meminta sawah,dan rumah,Suminah tidak tahu jika rumah yang di huni oleh ibu tirinya sudah mwngatas namakan dia, sehingga Suminah tidak bisa mengambilnya lagi,tapi Suminah tetap bersabar,biarkan biarlah Allah yang akan membalasnya.
Setelah kepergian ibu tirinya kami sedikit lega karena kami tidak akan mendengar keributan lagi setiap paginya.
4 Bulan kemudian
Yuyun anak pertama Suminah sudah besar ia sudah SMP,tapi karena kendala ekonomi ia berfikir untuk bekerja,Yuyun memiliki sifat yang keibuan ia ingin adik adiknya Lilis dan Ratna sekolah dengan layak.
Walapun sudah di bujuk Yuyun tetap bersi kukuh untuk bekerja di usinya yang masih belia,tapi karena tidak ada pilihan lain Suminah mengijinkannya untuk bekerja.
Suminah dan Dadang bercerai ia memilih untuk bercerai karena suaminya tidak mau membantunya mencari nafkah untuk anak anaknya,Suminah seringkali meminjam ke bank keliling,karena tetangganya sudah tidak mau membantunya,mungkin karena keseringan dan juga Suminah susah untuk membayarnya membuat tetangganya kapok tak ingin meminjamkan uang nya lagi.
Ekonomi Suminah benar benar ambruk,mungkin karena rumah warisan ini menjadi penyebabnya,rumah warisan itu milik ayah Suminah,ayah Suminah menjadi dukun mwmbantu oarang krang yang susah sembuh dari gangguan gaib,tidak heran jika peliharan ayahnya Suminah tidak mau pergi,dan banyak sekali masalah masalah yang datang karena rumah warisan ayahnya itu.
Setiap bulan ibu tiri Suminah meminta uang kepada Suminah,rumah itu rencana nya akan ibu tiri nya jual kepada tetangga nya,tapi Suminah bersikukuh akan membelinya tapi tidak hari ini.
Suminah kesal karena setiap Minggu ibu tirinya selalu mendatangi Suminah dan menagih janji Suminah,kalo tahun depan tidka di bayar rumah warisan ayahnya akan ia jual kepada tetangganya.
Suminah bingung,ia seringkali menangis karena ibu tirinya,Lilis sebagai anak kedua dan juga anak paling besar karenayuyun sedang bekerja di kota,Lilis selalu menenangkan Suminah yang bersedih,Lilis selalu berjanji kepada ibu dan dirinya jika nanti ia sudah bisa mencari uang ia akan melunasi rumah itu dan juga membahagiakan Suminah,karena kata katanya Suminah terharu dan tersenyum kepada anaknya itu.
"Kenapa kita nggk pergi aja Bu."
"Pergi kemana Lis,rumah ini sudha menjadi rumah untuk kita."ucap Suminah.
"Rumah warisan milik kakek ini ada hantunya,aku selalu di ganggunya Bu,bahkan Ratna yang masih kecil selalu di tampakanya,itu membuat aku malas di rumah ini,rumah ini sangat suram,gelap,lembab dan juga seram.",ucap Lilis.
"Ini rumah warisan ayah ibu Lis,ibu udah nggk punya apa apa lagi,kebon udah ibu jual,sawah sudah di ambil oleh ibu tiri,terus ibu harus gimana?."ucap ibu Suminah berkaca kaca.
"Bu rumah ini membuat rezeki kita itu seret,susah untuk di dapat,rumah ini sdauh di guna guna sama nenek tiri itu Bu."ucap Lilis memelas.
"Ibu banyak sekali utang Lis,utang ibu banyak sekali kadang ibu pengen pulang aja, istirahat selamanya Lis,badan ibu juga udah ha si dimakan sendiri,tinggal tulang sama kulit aja.ucao ibu Suminah tertawa.
"Doain Lilis ya Bu biar Lilis sukses bisa bantu ibu nanti."ucap Lilis sambil memeluk suminah