Aku adalah seorang gadis dari Jakarta dan aku butuh bantuanmu karena sekarang aku benar-benar sedang ketakutan.
Sejak umurku sekitar 15 atau 16 tahun, aku mengalami mimpi buruk yang berulang. Setiap bulan, aku mengalami mimpi mengerikan yang sama berulang kali.
Dalam mimpi buruk itu, aku mendapati diriku sendirian di sebuah gedung yang ditinggalkan. Aku berdiri di lorong yang remang-remang ketika, tiba-tiba, aku mendengar suara yang sangat jauh. Gedebuk! Gedebuk! Gedebuk! Pukulan keras bergema di seluruh gedung. Lalu, suara-suara itu mulai mendekat, merayap ke arahku, menyusuri koridor yang panjang dan suram.
Saat itulah rasa takut menyerangku. Aku berbalik dan mulai berlari kembali menyusuri lorong, mencari tempat bersembunyi dengan putus asa. Aku berlari sampai mencapai pintu di ujung lorong dan tidak ada tempat lain untuk pergi. Aku membuka pintu dan menemukan kamar mandi yang terbengkalai. Menutup pintu di belakangku, aku berjongkok di sudut dan mendengarkan suara pukulan keras semakin dekat.
Gedebuk! Gedebuk! Gedebuk!
Akhirnya suara-suara itu semakin dekat dan aku dapat merasakan bahwa suara itu telah mencapai kamar mandi. Lalu hantaman keras mendobrak di pintu kamar mandi tempat aku bersembunyi.
BAM! BAM! BAM!
Pintu bergetar dengan setiap pukulan dan aku menyembunyikan kepalaku di antara kedua kakiku, berharap semua ini akan berakhir. Suara pukulan menjadi lebih keras dan kuat.
BAM! BAM! BAM!
Tepat ketika pintu tampak seolah akan terbuka, aku bangun di tempat tidurku sendiri, gemetar dan berkeringat.
Setiap hari, setelah aku mengalami mimpi buruk ini, aku tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa aku sedang diawasi. Seolah-olah seseorang atau sesuatu menyaksikan semua yang aku lakukan setiap saat.
Terkadang, dari sudut mataku, aku melihat seorang gadis. Aku melihatnya ketika aku di sekolah, ketika aku berjalan atau ketika aku berkumpul bersama teman-temanku, gadis itu seperti terus mengikutiku. Begitu aku menoleh dan mencoba melihatnya, dia langsung menghilang.
Dia tampaknya adalah seorang gadis seusiaku dan dia selalu berpakaian abu-abu. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya melihatnya sekilas, tetapi setelah itu, aku tidak bisa berhenti gemetaran. Entah mengapa sosok gadis itu membuatku sangat ketakutan.
Tiga bulan yang lalu, ketika aku membolak-balik koran berita, aku membaca berita mengerikan tentang sebuah pembunuhan brutal yang terjadi di kotaku. Tampaknya seluruh anggota keluarga telah dibunuh secara brutal. Ayah, ibu dan putri remajanya dibunuh dengan senjata tajam sampai mati di apartemen mereka sendiri. Namun, salah satu putri mereka hilang dan hingga sekarang belum ditemukan. Dari data yang ada dalam koran tersebut menyebutkan bahwa pasangan suami istri tersebut memiliki dua putri kembar.
Ada beberapa foto hitam putih dari TKP. Foto diambil di ruang tamu keluarga. Ruangan itu benar-benar hancur. Meja itu rusak dan hancur berkeping-keping, gordennya sobek, cerminnya pecah, karpetnya ditutupi serpihan dan pecahan kaca yang pecah dan ada genangan darah di seluruh lantai.
Tapi bukan itu yang menarik perhatianku dan membuatku berkeringat dingin dan membuatku menggigil tak terkendali. Itu adalah salah satu foto lainnya. Foto dua gadis kembar dari pasangan suami istri itu. Ketika aku melihat salah satu dari gadis di foto itu, aku segera mengenalinya.
Itu adalah gadis berpakaian abu-abu yang selalu mengikutiku.
Aku yakin itu adalah gadis yang sama yang kulihat sekilas dari sudut mataku. Meskipun aku hanya melihatnya dari jauh, aku yakin itu dia.
Malam itu, aku takut tidur. aku takut dengan apa yang akan aku impikan. Aku berusaha mati-matian untuk tetap terjaga, minum secangkir kopi tanpa henti, tetapi tidak ada gunanya. Akhirnya, aku tertidur dan mengalami mimpi buruk itu lagi.
Dalam mimpi itu, aku menemukan diriku kembali di gedung suram yang terbengkalai dan lagi, aku mendengar suara-suara.
BAM! BAM! BAM!
Mimpi buruk itu sama seperti sebelumnya, kecuali satu hal. Kali ini, aku tidak bisa bangun dari mimpiku ketika pintu kamar mandi itu akhirnya terbuka oleh pukulan yang kuat. Sebagai gantinya, aku mendengar pintu itu retak dan aku merasakan serpihan-serpihan pintu itu jatuh padaku. Kemudian, aku melihat ke atas dan melihat apa yang berdiri di sana.
Itu adalah gadis berpakaian abu-abu. Rambutnya panjang, kulitnya pucat dan dia bertelanjang kaki. Ketika aku akhirnya melihat wajahnya, itu membuat aku ketakutan. Wajahnya hampir sama denganku. Rasanya seperti melihat bayanganku sendiri di cermin.
Dia berdiri di sana di hadapanku, menatapku dengan senyum sinis di wajahnya. Di satu tangan, dia memegang pisau berlumuran darah. aku lumpuh karena ketakutan dan tidak bisa bergerak. Pada saat itu aku menyadari bahwa aku benar-benar dalam bahaya.
Saat itulah gadis itu bergegas ke arahku. Dia melompat ke arahku. Dia menancapkan pisau itu ke perutku.
Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhku. Aku terbatuk namun yang keluar dari mulutku adalah darah.
Gadis berpakaian abu-abu itu mencabut pisau dari perutku dan menancapkan kembali ke dadaku. Dia terus menghujamkan pisau ke tubuhku berkali-kali tanpa ampun. Tepat ketika aku hampir kehilangan kesadaran, gadis itu mendekatkan mulutnya ke telingaku dan berkata dengan nada yang mengerikan.
"Bagaimana rasanya kakak?"
Ketika aku bangun, aku ketakutan, pucat dan berkeringat.
Kini, dimana pun aku bersembunyi, aku merasa bahwa gadis itu selalu berada di dekatku. Setiap hari, setiap jam dan setiap detik, aku merasakan kehadiran gadis itu. Aku tidak bisa tidur, aku takut jika gadis itu muncul lagi dalam mimpiku.
Aku ketakutan..
Aku merasakan ada sesuatu yang salah didalam pikiranku..
He he he... Ha ha ha
Aku tidak gila kan?
Tapi mengapa mereka membawaku ke ruangan ini lagi? Aku tidak bisa bergerak. Mereka mengikat tangan dan kakiku.
He he he... Ha ha ha
Ayah dan ibu..
Adikku yang ku sayangi..
Tolong aku..
Mereka menganggapku gila..
He he he... Ha ha ha
Ayah? Ibu? Adikku?
Aku tidak gila kan?