Maaf kiranya penolakan saya terlalu tak adil untuk Anda, di banding anda seseorang lebih dulu hadir. Dia punya tempat di hati saya, terlepas dari dia yang tak bisa saya sebut sebagai milik saya dan entah sebagai apa saya baginya itu tidak masalah. Karena saya bisa mengaguminya dalam diam, hal itu sudah saya lakukan sebelum kedatangan Anda. Jika di tanya kenapa saya menyukainya? Saya sendiri juga bingung tapi hati saya jatuhnya di dia. Yaa saya bisa apa?.
Sebuah kalimat penolakan yang ku tulis sedemikian rupa agar tidak menyakitkan, tapi katanya tetap saja menyakitkan bagi seseorang yang menerima nya.
Malam ini, aku baru selesai mengurus sedikit pekerjaan yang tak terdaftar di dalam kegiatan ku. Saat ini kira-kira pukul 6 lebih sedikit, aku baru selesai dengan urusan itu dan juga baru saja usai shalat magrib dengan si perempuan random di samping ku ini,
" lapar nih, makan dulu baru pulang yaa... " katanya dengan menenteng tas miliknya, yang ku anggukan karena memang perutku pun sudah berteriak meminta di isi pula setelah banyak nya berkonspirasi tadi. Ku Kendari laju motor yang selama ini menemani ku kemanapun itu, hingga sampai melipir ke sebuah stand pecel lele pinggir jalan yang ku pilih untuk mengisi perut kami. Tepat setelah kami sampai, rintik hujan pun turun setelah hari yang terlihat mendung dengan suara gemuruh petir samar-samar terdengar. Lalu membuat ku dan si manusia random yang tengah sibuk bertelepon itu berlarian masuk ke stand pecel lele.
" pak, pecel ayam satu ya. Kamu pesan apa? " tanya ku setelah memesan pesanan ku
" samain aja, sha. " katanya yang masih berseri-seri dengan telpon di telinga nya itu. Akupun memesan dua pecel ayam dengan teh hangat, kemudian mencari tempat duduk yang nyaman. Ku pilih tempat duduk yang masih bisa melihat lalu lalang kendaraan dengan guyuran hujan yang jatuh ke jalan, kulirik si manusia random itu yang tak jua kunjung usai berteleponan. Sesekali jengah sekali aku mendengar isi perbincangan nya dengan kekasih nya, tak lama pesanan kami tiba. Tentu saja tanpa banyak kata akupun mulai fokus menyantap pecel ayam ku sambil melihat pemandangan hujan yang mengguyur jalan dan kendaraan yang memilih menerobos nya, kurasa itu lebih baik daripada melihat si manusia random yang saat ini masih Cengar-cengir dengan telpon genggamannya itu.
" lu gak mau cari pacar gitu? " Ujarnya meletakkan ponselnya di meja. Yang hanya ku lirik,
" seriusan gak mau?! " sambung nya lagi dengan dahi menyeringit
" Belum. Gak minat nyari pacar juga " jawab ku singkat
" lu tuh terlalu pilih-pilih! " katanya jengkel. yang kali ini berhasil membuat ku menoleh nya,
" beberapa yang coba dekat, lu tolak semua! Oke lu gak minat cari pacar, berarti lu niatnya cari suami kan. Lah terus kemarin terakhir ada seseorang datang melamar lu, juga lu tolak! Mau lu tuh apa si sha!... tuh orang kan mapan, dewasa At least udah mempuni, baik banget juga! "
" itu kan menurut mu. " Seruku
" terusss, lu mau nyari cowok yang kaya apa, hah? " sergahnya. " mix between Superman and Batman nggak bakalan ada di dunia nyata! Sadar dong... lu udah mau 25, udah waktunya nyari pasangan hidup! Kaya gua nih. Dan gua rasa lu terlalu idealis! Semua cowok yang pernah deketin elu nggak ada yang sempurna di mata lu! Apa namanya itu kalau bukan terlalu idealis, coba? Padahal di dunia nyata... mana ada sih yang sempurna? Semua orang punya kekurangan, shaqq! Lu juga! Gue apalagi! "
" tentu saja aku tidak sempurna, tapi memang salah mengharapkan sosok yang nyaris sempurna... "
" kaya apa, hah? Kaya si cowok 7 tahun lu itu! Yang berhasil mengambil tempat di hati lu sepenuhnya itu. Yang gak pernah sadar kalau ada manusia kaya loe yang jatuh hati teramat lama sama dia! Please deh!! Kenapa nggak nyari yang pasti aja sih, yang udah jelas-jelas di depan mata gitu! "
" ouh! lupakan saja. " sahutku dengan menyeruput teh hangat ku,
" apa si yang lu suka dari manusia satu ituuu? Apa sih gitu, alasan lu sampai bisa jatuh cinta sedalam itu sama dia??"
" ngga tau. Gak ngerti " jawabku singkat, karena kalau di tanya kenapa? Aku sendiri bingung. kenapa bisa menyukai nya? Apa yang aku suka dari nya? semakin aku memikirkan itu, semakin pula aku pusing di buatnya sebab Aku tidak pernah menemukan Jawaban dan alasannya. Bahkan untuk satuu saja dari alasan itu. Justru yang paling Lucunya adalah dimana aku tidak pernah meminta nya di dalam doa ku, tapi melainkan aku meminta kepada sang pencipta untuk memberikan nya seseorang yang terbaik untuk dirinya alih-alih menempatkan diriku. Aku hanya jadi semakin tidak mengerti. Aku pernah mencoba untuk lupa, mencoba untuk tidak memperdulikan rasa itu bahkan membiarkan nya tanpa ingin merawat perasaan itu sendiri dan membiarkan nya tandus gersang lalu mati. tapi menyebalkan, nyata nya rasa itu justru semakin tumbuh lebih dalam. Sejak kapan itu terjadi? Aku juga tidak tahu kapan tepatnya.
Bukankah terlihat aneh, jika perasaan itu terus tumbuh meskipun aku tak pernah bertemu lagi dengan nya sejak terakhir kali melihatnya. Bahkan aku pun tidak tahu kabar dan kegiatan nya sekalipun di medsos pribadi nya yang terlihat bagai tak berpenghuni itu, aku tidak pernah berani menatapnya lama. Aku hanya sering diam-diam melihat nya dari kejauhan kala itu tapi begitu nya mendapat kesempatan berbicara dengan nya meskipun dalam konteks yang masih umum dengan sekedar basa-basi. Itu sulitnya bukan main untuk aku menjawabnya, aku seperti orang bodoh yang hanya diam membisu.
" Ish! menunggu yang tidak jelas. Coba deh nih yaa lu bayangin kalau suatu saat dia datang, tapi datang dengan memberikan sebuah undangan dan itu undangan pernikahan nya sendiri dengan orang lain. Lu mau apa? Sedangkan lu satu-satunya orang yang menyedihkan di dalam sebuah hubungan yang tidak pernah ada ituu... " Ujarnya yang entah kenapa berhasil membuat ku jadi membayangkan hal yang sebelumnya tidak pernah sekalipun terbesit oleh ku. Ouh untuk itu, Entahlah apa yang akan terjadi dengan aku selanjutnya.
" No comen! Aku sudah selesai, kalau kamu masih lama makannya. Aku tinggal "
" Dih ko gitu sih!! Mentang-mentang gue nebeng " Yang hanya ku lirik,
" Oh yah, ntar gua sama gama mau ketemuan sama temen nya gama di lapangan basket comunity center, ikut yuk. Masih singel tuh dia butuh penyemangat "
" Ngga deh makasih. "
" Kenapa? " Sambung nya menyeringitkan keningnya,
" Karena dia temen nya gama, udah pasti semua teman nya gak ada yang bener. Sama kaya si gama nya sendiri, pacar tercinta mu itu..."
" Wait kata siapa gama gak bener, hah! Cowok se cool dengan packaging bad boy keren gitu. Lu bilang gak benerrr... jangan judge orang dari cover nya! Temen gama yang ini tuh beda dari teman gama lainnya, dia temen SMA nya gama di Semarang terus terpaksa pindah karena kerjaan nya yang di tempatin di sekitar BSD. Ganteng tau, anak basket plus nya gak ngerokok juga tuh. gua kalau gak punya gama, pasti gua sikat hehe. tempo hari gua temenin gama ketemuan ngobrol sama dia, dia juga minta di kenalin sama someone yang bisa di ajak jalan menemani dia. Oke kok orang nya "
" Duh Makasih, lain kali aja deh "
" Terus aja teruss, lu tolak tuh semua orang! Apa salahnya di coba! Siapa tahu kan jodoh. Gak usah bawa-bawa gama kalau emang dasarnya aja lu gak mau buka hati untuk terima orang lain! "
" Lah terus bener dari mananya, kalau tiap Minggu GAMA aja selalu masuk Polsek gara-gara rusuh buat keributan dan baku hantam. Memang nya kamu gak capek datang ke Polsek terus? Untung saja kamu gak ikut di jadiin Samsat oleh nya! "
" Syukur nya gak yaa, Kalau sampai itu terjadi nih yaa, gua gak akan tinggal diam. Gua gak akan segan-segan putusin GAMA!! "
" Uhf bukankah udah seribu kali aku dengerin serapah kalimat putus itu. tapi endingnya kamu datang ke aku dengan sejuta senyum dan bilang, ' gua gak jadi putus sama gama ' "
" Namanya juga cinta. Kadang bego " ujarnya membuat ku tersenyum smirk,
" Eh tapi yaa gak sebego situ! Yang buang-buang waktu hanya mencintai seseorang hingga 7 th lamanya dengan diam seribu bahasa. Sumpah gregetan gue! Gini deh, gimana kalau gua chat tuh cowok di Akun medsos nya terus ngomong kalau temen gua satu ini tuh jatuh hati sama Dia... "
" Jangan gila deh! Mending Minta jemput gih sama gama kalau masih berisik ngomong omongan gila gitu " Ujarku yang pergi begitu saja membayar,
" terus mau sampai kapannn? lu terjebak ke dalam lautan cinta loh yang tak berujung itu, heh!... ihh masa marah sih, tungguin dongg... " Ujarnya ngedumel.
" kalau kamu masih berisik nih yaa, aku gak mau nebengin. "
" Ish gua bilangin GAMA nih, kalau ada yang nakalin dan gak mau nebengin pacarnya ini... "
" Astaghfirullah, istighfar deh mendingan banyak-banyak istighfar " ujarku memberikan nya helm sebelum akhirnya melesat meninggalkan stand pecel lele,
" Turunin gue di bawah tanjakan rumah lu aja, soalnya katanya gama udah nungguin gue di situ. jadi lu ikut kan nanti? "
" Makasih banget niat baiknya tapi kayanya lain kali aja deh, hari ini capek banget kalau harus ketemu orang lagi " aku memberhentikan motor ku di bawah tanjakan rumah ku itu yang terbilang sedikit cukup gelap. Bunyi Klakson sebuah mobil terdengar dengan kaca mobil nya yang di buka sebagai sapaan dari si GAMA
" Thanks ya udah bawa cewek tersayang gue dengan selamat " ujarnya yang membuat ku bergidik geli di bawah rintik gerimis yang turun seperti salju dan lalu membuat ku tentunya segera pulang.
Entahlah, aku juga gak punya alasan kenapa selalu berakhir menolak ajakan ataupun pertemuan dengan seseorang. Bukan karena tidak ingin membuka hati untuk siapapun tapi mendadak terkadang semua jadi terasa hambar dan tak nyaman saja apalagi perihal di hati, alasannya tak pernah pasti. mungkinkah apa karena tuan yang tidak bisa ku sebut sebagai milik ku itu? Apa karena ruang di hatiku sudah terisi semua dengan anda, tuan? Sewaktu-waktu kadang kilas potretmu masih begitu jelas hadir di dalam mimpi ku. Anda bahkan begitu sering datang mampir ke mimpiku tuan, sebegitu rindunya kah aku dengan mu? Aku seperti begitu banyak memiliki alasan untuk sendiri tapi tidak sekalipun pernah punya alasan bagaimana bisa aku jatuh hati dengan mu? Entahlah akan seperti apa kedepannya dan bagaimana endingnya.
katanya, Apa yang paling menyesakkan dari mencintai dalam diam? Kita tidak pernah bisa menebak akhir ceritanya, tapi masih sibuk menciptakan skenario sendiri di dalam kepala ~
tapi mencintai tuan sudah ku lakukan seikhlas-ikhlasnya. jadi bagaimanapun kedepannya, aku menyerahkan segalanya kepada sang pencipta.
Salam hangat dari ku, untukmu disana tuan.