"cinta adalah rumah"
Linda kecil adalah anak yang periang.Walaupun usianya baru 9 tahun ,namun dia cekatan membantu ibunya.
Mulai dari membantu ibu menyiapkan jualan,hingga menanak nasi..Bungsu dari 3 bersaudara itu sangat ulet.Itu sebabnya Ibu tiara sangat menyayangi nya.Ibu tiara adalah seorang janda.Suaminya telah lama meninggal dunia.Dan untuk menyambung hidupnya bersama anak-anak,Ibu tiara berjualan berbagai jenis kue.
Ada yang di titipkan di warung,ada pula di sekolah.Ibu tiara menerapkan sistem bergilir untuk anak-anaknya mengantar orderan.Jika hari ini Linda,maka besok Della,lusanya Rita,begitu seterusnya.Anak-anak yang rajin.Mereka bertiga bertekad untuk membantu ibunya.Dela kini duduk di bangku SMA kelas 3 dan Rita SMP kelas 2,sedangkan Linda masih duduk di bangku sd kelas 4.Setiap hari mereka mengerjakan tugas masing-masing di rumah dengan senang hati.Ibu adalah harta mereka yang paling berharga.Hingga suatu hari Saat jam pelajaran pertama,
Tiba-tiba wali kelas Della memanggilnya."Della,mari ke ruangan ibu.Ada yang ingin ibu bicarakan denganmu"Ujar Bu wasti.Della kemudian gegas keluar kelas menuju ruangan ibu Wasti.Ada rasa penasaran menelisik hatinya.Della yang berjalan di samping wali kelasnya itu,melihat raut wajah bu Wasti ada yang berbeda,kelihatan sedih.
"Kok perasaan aku jadi gak enak kayak gini ya",gumam Della.Setibanya di ruangan wali kelas,bu wasti langsung merangkul Della.
"Della,kamu yang tabah ya nak.Ibu kamu sudah meninggal dunia.Tadi ada pak RT yang datang kesini dan memberitahukannya pada Ibu."ujar ibu wasti dengan suara serak. Ibu wasti pun merasa sangat kehilangan karena dekat dengan ibunya Della.Semasa SMA dulu,hanya ibu tiara satu-satunya orang yang mau dekat dengan ibu wasti yang kala itu masih sangat gemuk dan menjadi bahan bulian teman-teman di sekolahnya saat itu.
Della terduduk lesu.Airmata membanjiri pipinya."Bu,kenapa ibu tinggalin kami bu.Ibu janji akan selalu ada buat aku,Rita dan linda."hanya suara hati yang berbicara.mulutnya tidak bisa mengeluarkan kata-kata apalagi.Entahlah,berbicarapun sepertinya tak sanggup.lagi untuk Della lakukan.Tanpa pamit ,Della langsung berlari pulang kerumah .karena jarak dari sekolah kerumah hanya 100 meter,dia berlari sekencang -kencangnya seperti ada yang mengejar.Tiba dirumah,pagar depan rumahnya sudah terpasang beberapa bunga belasungkawa.Makin lesu,Della melihat Rita dan linda yang sudah tiba duluan dirumah,entah siapa yang menjemput mereka.Sudah banyak warga yang datang melayat.
sementara Rita dan Linda,mereka menangis meraung-raung melihat ibunya yang sudah terbujur kaku.Sebagai kakak,hatinya seperti di tikam belati yang begitu tajam melihat adik-adiknya seperti itu.Diapun gegas merangkul mereka berdua,kemudian menangis.
Menangis karena kehilangan ibu,dan menangis memikirkan bagaimana hidup mereka selanjutnya.
Ketika tangisan kedua adiknya mereda,Della masuk ke kamar ibunya, dia membuka satu persatu lemari pakaian ibu.Tiba-tiba sebuah amplop jatuh dari sela-sela pakaian ibunya.
Manado,17 juli 1992
Della ku yang tersayang.Jika kamu menemukan surat ini,mungkin saat itu ibu sudah tiada.Ada hal yang belum kalian ketahui nak.Maaf kalai selama ini ibu menyimpannya sendiri.Bukan karena sengaja membuat kalian larut dalam kemiskinan yang kita alami sekarang.Tapi karena Ibu ingin,ketika ibu pergi nanti,kalian semua tidak harus bersusah payah untuk mencari sesuap nasi.
Sebenarnya Linda bukanlah adik kandung kamu dan Rita.
Dia adalah anak konglomerat tempat Ibu dan Bapak bekerja dulu di jakarta.ketika itu kamu dan Rita kami titipkan di rumah bibi kalian.Namun karena Ayah dan ibunya mengalami kecelakaan,dan tidak ada lagi keluarga besar ayah dan ibunya,Untuk itulah bapak juga ibumemutuskan merawat Linda seperti anak kami sendiri.Sementara semua harta milik orang tua Linda diwariskan untuk Linda dengan syarat ketika dia berumur 18 tahun,maka dia harus mengelola semua kerajaan bisnis orangtuanya.Sementara Bapak dan ibu juga mendapatkan uang tunai 40milliar dari orang tua Linda karena telah berjasa mengurus keluarga mereka dengan baik.Tapi bapak dan ibu tidak mau serakah ,pun tidak akan mengambilnya, sebelum Linda dewasa nanti.bapak dan ibu tulus mengurus linda bukan karena warisan.Tapi karena kami menyayangi Linda.Dan saat Ibu melihat,betapa Linda kecil kita yang sangat ulet dan baik hati,Ibu yakin dia tidak akan meninggalkan kamu dan Ritabegitu saja ketika waktu itu akan tiba.Jaga dia nak.Kamu,Rita dan Linda adalah cinta kami.Ibu ingin melihat kalian bahagia.Meskipun nanti senyuman bahagia kalian tidak bisa ibu lihat secara langsung.Ingatlah satu hal nak
Harta hanya sementara,tapi cinta kakak beradik,selamanya.janganlah sekiranya harta membuat kalian lupa darimana kalian berasal nak.Bimbing Linda agar tak lupa akan setiap ajaran yang ibu bapak terapkan pada kalian.
bahagia selalu anak-anakku.Doa ibu dan bapak menyertai kalian "
Della memeluk erat surat itu dan kembali menangis.Kenapa semua ini diketahuinya setelah ibu pergi.Dia ingin melihat ibunya menikmati setiap tetes peluh mereka.
11 tahun kemudian......
"hai girls,jangan lupa hari ini kita udah janjian mau balik kampung."
bunyi pesan dari aplikasi hijau di ponsel della.ternyata itu dari linda Gadis manja kesayangan dia dan Rita.
"iya bawel.Aku sudah siap-siap tinggal tunggu si paling lama loading packing"Della mengetik pesan sambil cekikikan.
"Ih apaan sih kak.bukan lama loading .tapi tepatnya lebih berhati2 dalam melakukan sesuatu"balas Rita yang tidak terima di bilang seperti itu.
"iya,iya...becanda sayang.jangan baper ntar kesambet baru tau rasa,hahahhah".
Della kemudian gegas menutup tempat prakteknya yang sekarang dia berprofesi sebagai dokter umum di kota Bitung dan melajukan mobilnya ke kota manado dengan jarak 1 jam perjalanan.
setibanya di rumah mereka yang dulu,si paling lalod dan si manja ternyata sudah berada di lokasi rumah lama mereka.
saling berpelukan,bahkan kini air mata mereka jatuh tanpa tertahankan.
"ih,jelek tau kalo si cantik nangis,apalagi silalod ntar tambah jalan ky kura2 otaknya"Della meledek adik-adiknya padahal dia sendiri paling mewek diantara mereka berdua.
"Kak,sudah lama sekali kita tidak kesini ya,rasa-rasanya aku masih bisa melihat ibu yang lagi sibuk bikin adonan kue"ujar Rita
"Yee,bilang ajah kalo kakak pengen aku bikinin kue ,secara kan cuma aku yang tau resepnya ibu.Kakak cuma tahu makan ajah,hahaha"Ledek linda
"heheh,iya nih perut aku lapar.Eh,Tapi kita ziarah dulu yuk,mumpung masih sore"ujar Rita
"Ok"Della dan Linda kompak.
15 menit kemudian mereka tiba di pemakaman umum
"Hai bu ,pak.Ini kami anak-anak kalian.Apa kabar disana bu,pak.Linda sama kak Della dan kak Rita rindu bapak sama ibu"Ujar Linda.Dia dan Rita tak berhenti bercerita di depan nisan ibu dan bapaknya,sementara Della hanya terdiam.
Namun hatinya yang bercengkrama
"Bu,pak.Lihat anak-anakmu kini sudah menjadi apa yang bapak dan ibu inginkan selama ini.Della sudah jadi dokter umum,Rita menjadi dosen dan si kecil bawel ,meskipun yang paling muda tapi dia cerdas bu.Mungkin mewarisi kepintaran orang tuanya.Namun kerendahan hatinya tutur bahasanya,sama persis kayak ibu.Della kini melihat sosok ibu dari Linda kecil ibu.Makasih bu,pak.meskipun kami tak sedarah,namun cinta bapak dan ibulah yang membuat kami bersaudara dan tak terpisahkan.
peluk cium dari anak-anak bapak dan ibu dari jauh"
~cinta yang tulus bagaikan rumah,kemanapun kita pergi,rumah adalah tujuan kita pulang~
~tamat ~
penulis:reyna