Aku duduk sendiri saat ini.Ditemani sebuah buku,rasanya dunia sekitarku berhenti saat ini juga.Anganku melayang,larut dalam tulisan tanpa suara,hanya gambar visual yang menjelaskan rupa para pemerannya.
Aku tetap asik sendiri,tak mempedulikan hingar bingar musik dari lantai dasar,atau lalu lalang orang yang mengitari mall ini.Jangan tanya aku siapa, karena aku sendiri tak tahu aku siapa.Aku hanya tau nama dari tokoh komik yang tengah kubaca.
Suara dari alat pengeras berbunyi,memberi tahu bahwa toko akan ditutup sebentar lagi.Hembusan nafas kecewa keluar dari hidung,karena komik yang kubaca belum selesai.
' apa ini ?' batinku menatap lembar terakhir yang kubaca.Ada noda kecoklatan yang telah mengering dan mengental disana.
' Bagaimana bisa ? Buku ini masih baru dan masih tersegel saat kubuka,walau aku memang berniat membeli nya.
Secepatnya aku menuju kasir, mengantri membayar sebuah buku komik yang kupegang.Ya Tuhan,bahkan antrian ini sangat panjang,dan kaki kecilku mulai terasa pegal karena berdiri kelamaan.
Masih ada tiga antrian lagi didepan, sementara para pekerja sudah bersiap merapikan toko buku ini.Dan aku adalah pengantri terakhir disini.
Perasaanku tak karuan.Waktu terus berjalan sementara orang didepan kasir membawa banyak buku,dan berdebat dengan petugasnya.
" Ayolah,apa kalian tidak kasihan dengan anak kecil ini...", celetukku tak sabar.
Semua mata mengarahkan tatapannya padaku,seorang gadis berbaju kotak-kotak dengan rok span biru.
" Biar saya menggantikan antrian kamu dek,jadi kamu setelah itu ," seorang pria dewasa dengan rela menukar antrian untukku.
Ya Tuhan,bahkan dengan wajah yang relatif pas-pasan,mengapa pria itu terlihat sangat tampan ? Jiwa ABG labilku mulai mendominasi,mengalahkan keegoisan ku yang selalu asik sendiri.
Segera,aku bertukar tempat namun dengan tatapan mata yang masih kagum pada pria pas-pasan itu.
***
Disinilah aku sekarang.Tengah mengantri tanda tangan pada acara meet n great sebuah launching film baru bertema anak muda.Jika kalian tanya ini film tentang apa,aku tak paham.Bukan para Artisnya yang terbilang tampan dan cantik yang selalu jadi daya tarik pemirsa.Tapi ada seseorang diujung sana,seorang yang bekerja sebagai seorang kameraman acaranya.
Orang itu telah berhasil mencuri perhatianku,sejak pertama bertemu di toko buku itu.
" Dimana...?" tanya seorang pemeran utama pria yang tampak bingung saat hendak membubuhkan tanda tangan nya.
" Disini aja ," ujarku menunjuk punggung dan segera membalik badan agar aktor itu mudah melakukan tugasnya.
Sebenarnya itu hanya salah satu alasanku agar aku bisa terus mengawasi seseorang pencuri hatiku ini.
'Jangan lama-lama ',batinku karena sang aktor tak jua membubuhkan tanda tangan nya.Sementara diseberang sana,aku melihat pencuri hatiku berjalan ke suatu tempat, menghampiri seorang wanita lalu dengan mesra memeluknya.
Seketika,hatiku sakit saat itu.Perasaan yang tak tersampaikan ini,harus luruh berbarengan tanda tangan yang dibubuhkan aktor tampan dibelakang ku,dibarengi sorak sorai penggemar yang melihat air mata yang jatuh meluncur begitu saja.
" Wah...gadis itu terharu...," celoteh host pria saat kuusap kristal bening dari pipiku.
' ini bukan air mata haru,tapi ada alasan yang kalian semua tak tahu ' batinku lalu melengos pergi dari tempat itu.