Langkah lebar ku terapkan, ketika sebuah panggilan durjana memporak-porandakan pikiran ku. Ku genggam erat handphone ku, sambil berlari dengan kencang di koridor rumah sakit. Mata ku menajam, kelopak mata ku membendung sebulir air mata, mataku merah madam ketika melihat sebuah brankar keluar dari ruang ICU dengan tubuh seorang wanita yang sangat aku kenali. Dia... Dia adalah Alea ku, istri ku, belahan jiwa ku.
Ku raih tangan nya, dan menggenggam nya dengan erat. Aku tidak melihat senyum manis merekah di bibir cantik nya, justru yang aku lihat adalah wajah manis nya yang pucat seperti patung pahat. Ada apakah ini? Aku tau apa yang aku pikirkan tentang keadaan belahan jiwa ku, tapi.. Aku menolak pikiran itu, dan tetap berfikir jika Alea ku tertidur karena lelah beraktivitas. Iyaa, Alea hanya tertidur!!
Ku tepuk pipinya pelan, sambil bersuara.. "Alea, kenapa tidur disini? Ayo kita pulang, tidur di rumah lebih nyaman, sayang",
Tak ada sautan dari Alea ku, aku mencium punggung tangan nya dengan tulus. Air mata ku meluruh, tapi...
"Kenapa harus menangis untuk membangun ku khael?",
Suara itu, suara manis milik istri ku alea. Aku mendongak dan terkejut ketika melihat aku dan istri ku berada di kamar kami. Alea tersenyum kepada ku, tangan kanan nya terangkat lalu mengelus surai ku dengan lembut.
"Ada apa? Mimpi buruk lagi? Hati kamu masih belum tenang?", tanya alea dengan intonasi suara yang sangat lembut.
Suara alea selalu memanjakan gendang telinga ku, dia sangat lembut, bahkan lengkungan bulan sabit di bibirnya terlihat sangat lembut. Ku raih pundak alea, lalu membawanya kedalam dekapan ku.
Jantung ku hampir berhenti berdetak ketika mendapat telepon dari pihak rumah sakit yang mengatakan jika alea menjadi korban kecelakaan beruntun di jalan kota. Huft.. Tapi syukurlah itu hanya mimpi, aku senang jika hal itu bukanlah kenyataan.
Ku tangkup kedua pipi alea, lalu mengecup kening nya dengan penuh kasih... "Aku akan mati jika kau meninggalkan ku, sayang.. Aku akan mati", aku bergumam dengan kelopak mata yang kembali membendung sebulir air mata.
Alea mengalungkan kedua tangan nya di leher ku, dia tersenyum cantik, seakan menandakan jika dia tidak akan meninggalkan ku..
"Alasan apa yang bisa aku gunakan untuk meninggalkan mu? Kau laki-laki cinta pertama ku setelah ayah ku. Bagaimana mungkin aku akan meninggalkan mu?. Aku akan selalu hidup dan akan selalu ada dalam setiap detak jantung mu",
Ku peluk kembali tubuh alea yang lebih kecil dari tubuh ku, aku memeluk nya dengan erat, sangat erat, aku tidak mau kehilangan belahan jiwa ku, aku akan mati tanpa nya. Aku hanya ingin hidup dan mati bersama nya, hanya dengan nya.
Alea melerai pelukan ku, dia beranjak dari tempat tidur lalu mengambil segelas susu yang entah sejak kapan ada susu di atas nakas, aku hanya diam ketika alea menyodorkan segelas susu di depan wajah ku.
"Minumlah, susu sangat sehat untuk tubuh mu", alea berjongkok di bawah ranjang, sementara aku duduk di tepi ranjang, dia mengelus pipi ku dengan lembut, aku suka sentuhan nya, alea orang yang penuh kasih, aku sangat mencintai nya, aku mencintai nya melebihi hidupku sendiri, belahan jiwa ku, detak jantung ku, nadi ku, dan pemilik nafas ku, Alea Ausristella, istri Rakhael byans Arison.
Saat tegukan terakhir dari susu yang di berikan alea ku habiskan, dia mengangkat tangan nya, lalu mengelus dada sebelah kiriku sambil berkata...
"Kamu harus sehat, kamu harus selalu kuat, aku hanya ingin kamu yang menjagaku, merawatku, dan menemani ku. Aku hanya ingin dirimu, khael. Hanya dirimu seorang", Ucapan alea begitu dalam, aku meletakkan gelas di atas nakas, lalu memeluk nya lagi dan lagi.
"Tanpa kau minta, aku akan selalu ada untuk mu, sayang. Bahkan sampai di nafas terakhir pun, aku akan selalu bersama mu", ucapku sambil mengelus surai alea dengan lembut.
Aku merasakan kehangatan yang mendalam dalam pelukan ini, aku tidak ingin melepas pelukan ku, aku ingin selalu mendekap tubuh kecil istri ku, aku ingin selalu menghirup aroma rambut nya yang harum, dan aku ingin selalu merasakan hembusan nafas nya yang berhembus di leher ku ketika aku memeluk nya. Aku tidak ingin melepas pelukan ini, aku tidak rela.
Mataku yang awalnya terpejam dengan tenang, harus berkerut ketika aku merasakan ada seseorang yang menepuk bahu ku, dan aku merasakan jika aku seperti sedang memeluk sebuah batu yang lonjong, dan sedikit peres. Seperti batu nisan.
Ku buka mata ku, aku terkejut ketika melihat sedang berada di tempat peristirahatan terakhir para manusia, tapi lebih mengejutkan lagi ketika aku melihat sebuah batu yang aku peluk dengan tulisan nama yang tak asing bagiku..
( Alea Ausristella, lahir: 09-09-1999 wafat: 22-02-2022 )
Jantung ku seakan berhenti, apa ini? Kenapa nama belahan jiwaku tertulis jelas di batu ini? Seakan-akan yang di dalam gundukan tanah itu adalah alea istri ku!
Aku mendongak menatap ibu ku yang berdiri di belakang ku dengan deraian air mata, dia mengelus pundak ku...
"Ikhlas lebih baik, khael. Biarkan alea beristirahat dengan tenang",
What the hell?
Aku tidak mengerti dengan apa yang di katakan ibu ku, aku berdiri menuntut penjelasan kepada ibu ayah ku, dan mertua ku. Mata ku memerah antara menahan amarah dan air mata. Aku tidak terima, apa-apaan ini, menulis nama alea di sebuah batu nisan? Ini bukan lelucon yang bagus, aku benci lelucon seperti ini.
"Ma, apa ini? Kenapa kalian bercanda dengan hal seperti ini?!!!", aku bertanya menahan gemuruh hatiku yang sudah siap meledak!
Ibu ku hanya diam menangis, kini aku beralih menuntut kejelasan kepada ayah ku yang berdiri di belakang ibu ku, aku bertanya hal yang sama, hal yang ku tanyakan kepada ibuku, namun tak di beri jawaban.
Ayah ku meraih tubuhku, lalu dia memeluk ku dengan erat...
"Alea sudah meninggal, khael. Alea menjadi korban kecelakaan beruntun pagi tadi",
Aku mendorong tubuh ayah ku... "Apa yang papa katakan?!! Alea masih hidup! Aku baru saja berpelukan dengan nya, alea memberikan ku segelas susu, dan dia-",
Ucapan ku terpotong ketika aku mengingat perkataan alea, yang mengatakan..
["Kamu harus sehat, kamu harus selalu kuat, aku hanya ingin kamu yang menjagaku, merawatku, dan menemani ku. Aku hanya ingin dirimu, khael. Hanya dirimu seorang",] - Alea
Ternyata, maksud dari 3 kata itu adalah, tempat peristirahatan terakhir nya. Alea ingin aku selalu menjaga nama nya dalam hatiku, merawat tempat peristirahatan terakhir nya, dan selalu mengunjungi nya. Alea, aku kira maksud dari ucapan mu adalah hidup bersama.
Ternyata, saat berada di rumah sakit itu bukan lah sebuah mimpi, tapi kenyataan, aku pingsan, aku syok, bahkan aku tidak sadar jika aku memeluk batu nisan alea, bukan tubuh kecil nya. Aku mengalami halusinasi karena sangking syok nya diriku.
Hancur hatiku alea, impian ku menua bersama mu kini hanya bisa aku wujudkan dengan menua bersama batu nisan mu. Aku tidak pernah mengira jika tembok pemisah cinta kita adalah kematian.
Aku pasti kan, jika tidak dengan mu, maka tidak dengan lain nya. Bawalah pergi cinta ku ke alam keabadian bersama mu, alea. Rawat cintaku sampai tiba waktu nya aku menyusul mu.
I love you sayang..
Istirahat lah dengan tenang..
Istri ku hanya kamu, sekalipun kau sudah menyatu dengan tanah..
- END
( pliss ini hanya cerpen fiksi yaaa awokawok 😋, gambaran kalo seandainya cerita dari cs Hidden : my love is nerd girl - by Ananana, di bikin sad ending 🤭 )
Maaf jika masih berantakan, karena ini nulisnya gabut, lagi pengen ngarang cerita yang syedih²..
Makasihhhhhhh udh baca cerpen ku yang ngga jelas😘