Gundukan tanah yang kini telah basah karena hujan mulai turun,tidak membuat Meyra cepat berdiri.Berat rasanya tubuh ini untuk melangkah.Sementara satu persatu pelayat yang hadir di pemakaman suaminya,Seto kini telah pamit .Langit yang kala sore itu semakin gelap disertai petir yang menyambar.Arman anak meyra yang berusia 14 tahun,memeluk erat ibunya dan membujuk untuk pulang kerumah.Takut kalau ibunya nanti pingsan di pemakaman ini.Mata meyra yang sembab gegara tak berhenti menangisi kepergian suaminya,menatap sayu anaknya.Seperti tersadar,Meyra kemudian bangkit dan memeluk Arman."Maafkan ibu nak,Ibu belum ikhlas menerima kepergian ayah yang terlalu cepat.hikkss..hikssss..."Isak Meyra.
"Arman ngerti kok bu,bukan cuma ibu ajah yang merasa kehilangan tapi kita semua juga.Arman,Opa,Oma dan tante Mila bu.Kita semua sangat terpukul atas kepergian ayah."Bocah kecil itu sangat memahami perasaan ibunya.
Arman kemudian mengedipkan mata pada omanya."Betul meyra,Kita semua pasti sangat kehilangan Seto nak,Ibu tahu kamu sangat mencintainya.Tapi ibu mohon ,masih ada Arman yang membutuhkan perhatian dan cintamu nak.Ayo kita pulang sebelum hujan turun semakin lebat".Oma Mayang kemudian memapah tubuh Meyra.
Ketika tiba di rumah,Ibu Seto langsung mengantar meyra ke kamarnya untuk istirahat sejenak.Sementara di luar ada beberapa kerabat dan tetangga sekitar yang sedang membacakan ayat-ayat suci.
Meyra yang tengah berbaring tiba-tiba melihat bingkai foto keluarga kecilnya .Betapa sedih hatinya.Itu adalah satu-satunya foto bersama mereka.Karena Seto sangat tidak suka jika gambarnya di ambil di momen apapun kecuali pernikahan.Ingatannya seperti merambat kembali di hari itu. sehari yang lalu
"sayang,yuk kita foto bareng,aku pengen mengabadikan liburan kita "Ujar seto.
"Tumben mas,biasanya kita harus berantem dulu .Itupun hasilnya mas tetap gak mau foto bareng"Ujar meyra
"Tapi kali ini beda sayang,kan aku yang ajak.Mau yah,plissss"Bujuk Seto.
"Ok mas "jawab Meyra sambil celingukan mencari keberadaan anak semata wayang mereka Arman
"Nak,sini yuk foto bareng papa kamu,jangan sampe dia berubah pikiran lagi gak mau foto bareng kita ,"Ledek Meyra
sambil berlari kecil Arman kemudian menyusul kedua orang tuanya .
Meyra kemudian meminta tolong salah seorang pengunjung resort untuk mengambil gambar mereka bertiga
"1,2,3 cheerss" orang tersebut kemudian mengembalikan ponsel Meyra.Tak lupa meyra mengucapkan terima kasih pada pengunjung tersebut. Ayah dan anak itu kemudian pergi menikmati sunset.
sementara Meyra hanya duduk sambil memperhatikan mereka berdua.Ponsel Seto tiba-tiba berdering tanda ada panggilan masuk"Bear"
"why bear?" panggilan itu mengusik hati Meyra.Dia kemudian membiarkan ponsel itu berdering.Demi menjaga privasi suaminya.
Namun ponsel berbunyi kembali.Kali ini dari aplikasi hijau
"Mas,kamu dimana?Hari ini ulang tahun anak kita yang ke 13 loh,masa iya mas lupa?"
"p"
"Mas,tolong angkat telfonnya,Nina sudah siap -siap nih.Mau ke resto langganan kita sekalian dia ngundang teman sekolahnya disana.pokoknya kamu harus datang.Jangan bikin dia kecewa titik."
Pandangan Meyra tiba-tiba menjadi kabur.Coklat panas yang dia seduh berasa hambar di mulut.
"Tega mas,selama ini kamu menyembunyikan hal ini dariku.Aku menjaga janji suci pernikahan kita,tapi kamu menodainya mas."Tetes air mata menggenangi hazelnya
Seto dan Arman yang sudah puas menikmati sunset kemudian menuju ke tempat duduk Meyra.
"Sayang,kamu kenapa? kok tiba-tiba mewek?"Goda Seto.
"Mas,aku mau kita balik ke kamar sekarang ada yang perlu di bicarakan"Ujar Meyra lantang.
Seto kemudian melirik Arman."Udah gak apa-apa yah,arman masih mau disini ,Ayah sama ibu balik saja duluan nanti Arman menyusul.
sesampainya mereka di kamar hotel,Meyra memberikan ponsel Seto.
"Jelasin sekarang apa maksud semua ini"ujar meyra menyalang.
"Sayang,mas bisa jelasin semuanya.Tapi tolong jangan tinggalin mas.Mas sudah menikah siri dengan Lira 13 tahun yang lalu .Gegara kejadian party nikahan teman mas.Mas diluar kendali dan melakukan hal yang najis bersama Lira .Sebulan kemudian Lira datang ke kantor dan bilang kalau dia hamil dan minta dinikahi.Mas nuga gak tega karena di dalam rahim itu ada darah daging mas.
Tolong sayang,mas merahasiakan ini demi menjaga perasaanmu agar tidak terluka sayang"Seto bersimpuh di kaki Meyra.
"Ayah tega ,ayah jahat..Arman benci ayah"Arman berteriak di balik pintu kamar .
Ternyata Arman sedari tadi sudah berdiri di balik pintu tanpa mereka sadari.
"Nak ,maafkan ayahmu ini.Ayah janji akan menceraikan tante lira dan kita mulai hidup baru nak"
"Ma,Arman mau pulang sekarang tapi kita pesan taksi,Arman gak mau pulang bareng ayah.Arman kecewa"
Meyra yang hanya mengangguk,kemudian membereskan semua barang bawaannya dan Arman.Sejam kemudian mereka checkout dan kembali ke kota M malam itu juga menggunakan taksi online.Jarak antara rumah tempat liburan mereka hanya 1 jam.
Air mata meyra menggenang sepanjang perjalanan menuju rumah.kecewa ,sedih ,marah campur aduk menjadi satu.
sementara Seto,diapun segera pulang namun dalam keadaan mabuk berat.Seto mampir di club dan menghabiskan berbagai jenis minuman keras.Malam itu tatkala cuaca semakin buruk dan jalanan yang penuh tanjakan tak membuat seto berhenti meski hanya sebentar, padahal kabut menutupi sebagian akses jalan.Sementara speedometer menunjukan 100km/s begitu laju kendaraan yang di kemudikan seto hingga kecelakaan pun tak terhindarkan.Seto menabrak pohon besar yang ada di pinggir jalan di tengah kota M.Kecelakaan tunggal mengakibatkan hancur remuk mobil yang di kendarai Seto.Seto telah berpulang.kata maaf yang ingin dia ucapkan pada istri dan anaknya tak sampai.Maut telah menjemputnya.
Meyra kini tersadar dalam lamunannya.
sambil memandang keluar jendela,langit malam terang benderang di hiasi bintang memantulkan cahaya pada bunga-bunga yang bermekaran di taman kecil yang dibuat seto khusus meyra,karena dia sangat suka bunga mawar.
"Mas,lihat itu meskipun bunganya bermekaran,tapi cinta dihatiku kini telah gugur untukmu .Kau pergi meninggalkan amarahku yang belum usai.Apakah aku menangis sedih karena kehilangan?ataukah karena masih banyak hal yang belum kamu jelaskan padaku ,mas?
Apakah wanitamu tahu kau telah berpulang?
Apa nanti setelah ini aku siap bertemu maduku?
Aku belum tahu mas.Yang jelas cintaku telah gugur di musim semi.Cintaku gugur bersama kepergianmu Mas.
Kudoakan semoga Kau tenang disana mas.
Dan semoga diri ini juga tenang menghadapi cobaan selanjutnya dari maduku..
~tamat~
penulis:reyna