"Hai apa kabarmu,sedang apa kau hari ini,apakah harimu menyenangkan," Itulah pesan pesan yang selalu aku terima darinya,dan sampai sekarang semua pesan itu membuat aku sangat merindukannya.
Aku Karolina seorang wanita yang sudah memiliki keluarga,aku memiliki anak-anak yang cerdas dan suami yang penyayang namun entah kenapa terkadang dalam hiruk pikuk keluargaku aku seakan kesepian.
Seluruh keluarga dari ipar,sepupu,keponakan,adik,kakak,kelurga paman,dan bibiku,bisa dibilang kami adalah keluarga yang sangat besar namun di tengah canda tawa dan keceriaan aku merasakan suatu kesepian dan kekosongan dan aku tidak bisa menjabarkan itu semua.
Suatu hari ketika aku sendiri,sebenarnya tidak sendiri juga karena di kanan dan kiri ku ada anak-anakku yang sedang belajar dan bermain.
Hari itu aku iseng memposting sebuah foto pribadiku,padahal aku tidak pernah mau masang foto di akun media sosialku,namun entah mengapa hari itu aku memberanikan diri untuk memasangnya tentu saja dengan wajah tanpa senyuman karena senyumanku itu mahal dan sulit aku keluarkan di depan kamera.
Singkat cerita ada sebuah massenger masuk ke akunku.
"Halo salam kenal,kau tau kalau kau terlihat seperti seorang artis."Tulis akun itu.
Dan tentu saja aku abaikan karena aku tidak pernah kenal dengan orang itu.
Beberapa hari rutinitas yang kulakukan seperti biasanya sebagai ibu rumah tangga total karena aku memang tidak mempunyai pekerjaan apapun selain ibu rumah tangga.
Terkadang aku akan mengirim pesan pada kenalanku yang berada dikota lain.
Aku katakan kalau aplikasi yang sudah ia bagikan sangat bagus dan membuat pengikutku makin banyak,ah orang-orang yang melihat foto profilku dengan filter yang membuatku terlihat menjadi seperti anak usia belasan.
"Kak filternya mantap banget."pesan terkirim dan temanku itu pun membalasnya.
"Iya,sangat bagus hingga kita terlihat sangat cantik,hahahaha...padahal aslinya ibu-ibu yang sudah memiliki anak SMA."Balasnya lewat massenger yang kami punya.
"Tapi gawat ini kak,aku sampai dikirimi pesan oleh orang yang entah dari mana,ini mengerikan." Balasku sambil tertawa ngakak.
Kembali teman massengerku itu menulis
"Hati-hati dik kalau suamimu tau,bisa kacau nanti,hahahah."Candanya padaku,aku hanya membuat emoticon ngakak berguling-guling.
Kemudian kembali aku membalasnya.
"Kalau sampai suamiku tau,akan aku bilang kalau Kaka yang sudah mengajarkanku." Tentu saja masih dengan emoticon ngakak berguling karena kami masih bercanda,dan suamiku yang sedang berada di sebelahku hanya fokus ke jalanan karena kami sedang keluar untuk mencari makan malam,sedang anak-anakku sudah mempunyai urusan mereka masing masing.
"Tidak apa-apa dik hanya permainan untuk mengusir kesepian kita yang sudah memiliki anak usia remaja,biarlah kita menjadi Tante nakal di medsos."Tulisnya dengan tanda kepala yang tertawa sampai keluar air mata.
Ah ternyata kakak iparku itu juga merupakan wanita yang kesepian dan untuk menghilangkan kejenuhan mengurus rumah ia juga bermain Facebook seperti yang aku lakukan,namun bedanya ia selalu berani memasang foto diri ya di profil akun Facebook nya sedangkan aku baru kali ini saja berani melakukan itu.
Singkat cerita suamiku pulang ke kota kecil kami dan aku menemani anakku di kota besar Surabaya dan ketika siang itu aku iseng kembali membuka media sosial ku dan massenger ku dan profil itu kembali mengirim pesan padaku.
"Halo apa kabar,apakah harimu menyenangkan." Tulisnya,dan aku tanpa sadar segera membalasnya,mungkin karena kejenuhanku dan tidak ada orang yang bisa aku ajak untuk berbicara.
"Sangat baik." Tuliskan singkat,tak berapa lama kembali sebuah pesan itu masuk ke akun massengerku.
"Sangat senang mendengarnya,aku berasal dari Thailand dan pekerjaanku adalah seorang seorang pengusaha dan desainer interior serta frelancer darimana asalmu?" Tanyanya.
Wow lengkap sekali batinku memuji pekerjaannya dan aku menjadi penasaran dengan orang ini,tentu saja aku kembali membalas pesannya.
"Aku dari Indonesia,tepatnya sebuah daerah kecil di Kalimantan,apakah kau pernah mendengar sebuah tempat observasi satwa langka disana yang bernama .....,"
Singkat cerita percakapan kami terus berlanjut dengan sangat menyenangkan,lama kelamaan aku sangat dekat dengannya bahkan ia bertanya apa pekerjaanku dan ia sangat terkejut mendengar kalau aku hanya seorang ibu rumah tangga yang menggantungkan kehidupan pada seorang suami dan aku berkata karena itu adalah sudah menjadi tradisi kami padahal di tidak tau aku memiliki pekerjaanku sendiri tapi aku tidak mau mengatakannya karena itu hanya pekerjaan kecil yang tertu saja tidak akan ada gunanya bagi orang sepertinya yang memiliki segalanya.
Dan aku mengetahui kalau ia adalah pebisnis sejati dan memiliki sebuah pabrik anggur serta sebuah studio desain sejenis perusahaan dan ia tinggal di sebuah kota pegunungan di Thailand kalau yang menurutnya sangat indah bahkan ia beberapa kali mengatakan kalau ia akan menjadi pemanduku jika aku suatu saat bisa kenegaraannya dan aku hanya mengatakan entahlah rasanya sangat sulit.
Orang ini aku bisa menangkap kalau ia adalah tipe orang dengan prinsip yang kuat dan tangguh namun satu yang membuat aku prihatin karena ia adalah seorang duda yang ditinggal istrinya menikah lagi,entahlah aku tidak tau mengapa bisa begitu.Dia berkata karena wanita itu sudah tidak mencintainya lagi lalu pergi begitu saja,katanya karena wanita itu tidak pernah puas dengan pencapaian dan semua yang ia lakukan,aku bilang padanya.
"Aku turut prihatin dan juga sakit hati membaca ceritanya,"
"Terima kasih,"Tulisnya.
Dan ia bertanya suatu hal yang aku sampai sekarang tidak tau maknanya.
"Menurutmu bagaimana definisi sebuah cinta." Dan aku hanya bisa menepuk jidatku karena aku sendiri tidak tau,bagaimana mau tau kalau aku saja kenal dengan suamiku karena perjodohan,ckckck,membingungkan.Pada akhirnya aku mengatakan aku tidak tau,selama orang itu membuatku nyaman maka aku akan menyukainya,singkat sekalikan dan semua orang bisa saja membuatku nyaman kalau mereka bisa mengambil hatiku.Dan ia kembali bertanya padaku."Kalau begitu kau nyaman bersamaku." Dan aku katakan."Kau bisa memikirkannya sendiri karena kalau tidak begitu mana mungkin aku mau bercerita padamu." Tulisku dalam pesan singkat kami.
Pria itu mengatakan,ah sebut saja namanya "Mario" bahwa definisi cinta menurutnya adalah" saling mengerti,mau memahami pasangannya,dan bisa menerima apa adanya serta bisa memikul tanggung jawab bersama," sebenarnya itu definisi umum yang sering orang lain katakan,tapi aku benar tidak mengerti karena otakku hanya di ajarkan sampai tingkat sekolah menengah atas saja dan Mario tau itu,ia mengatakan memberontak dengan tradisi yang mengikatmu, ha-ha-ha,"kau pikir gampang melakukan itu di sebuah kota kecil yang tidak memiliki fasilitas pendidikan yan memadai,dan juga kau pikir aku memiliki banyak uang sepertimu,"Tapi aku hanya bisa mengatakan semua itu di dalam hatiku saja karena tidak mungkin semua bisa aku keluarkan pada orang lain yang tidak mengerti diri kita.
Singkat cerita kami selalu melakukan pembicaraan di malam hari apapun itu,yang terkadang membuat aku bisa tertawa lebar begitu juga dengannya karena akhirnya kami berpindah pada pesan WhatsApp yang lebih gampang untuk mengirim gambar.
Namun terkadang aku juga bisa kesal padanya yang selalu menyuruhku untuk mengejar karierku dan cit-citaku ketika muda,terkadang ia juga membuat pertanyaan yang bisa menjebakku.
"Seandainya ada kesempatan apakah kau ingin mengejar kembali keinginanmu?" Tentu saja aku menjawab."Tentu saja aku mau." Dan di saat itulah aku sadar kalau aku sudah terjebak dengan pertanyaannya itu,dan akhirnya aku berkata.
"Sekarang aku sudah tua,siapa yang mau menerima seorang siswa yang sudah berumur 30 tahun keatas."Dan dia akan berkata." Tua hanya ada didalam pikiranmu."Tulisnya yang membuat aku sangat kesal,kau pikir orang tidak bisa mengenali umurmu dari wajah,ah sungguh aneh.Namun aku hanya bisa mendumel di dalam hati saja sembari membaca tulisannya itu.
Seiring waktu berlalu karena aku yang suka bercanda karena keusilanku pagi-pagi sekali aku mengirim pesan padanya.
"Hello darling,how are you today," dengan emoticon hati dan di paling belakang di tambah dengan emoticon kepala dengan lidah menjulur yang berarti merasa enek dengan kata sendiri,dan tanpa diduga hari Mario juga berani mengirimkan signal cinta pedaku padahal aku hanya bercanda saja,ah...biarlah pikirku,aku pun juga tidak mungkin bisa bertemu dengannya,maka kamipun sesuka hati membuat panggilan sayang seperti pasangan kekasih dan aku tidak pernah merasa kesal malah aku senang dan terlihat indah dihatiku,entahlah mungkin aku mulai gila karena kesepianku.
Dan suatu malam aku mengatakan kalau aku sangat merindukan sepupuku yang sudah meninggal,dan aku memintanya menjadi seperti orang yang kurindukan itu,dan Mario berkata"Aku siap memberikan bahuku sebagai sandaran mu." Ah senangnya mengetahui ada orang yang bisa memberi kata yang teramat tulus seperti itu,dan aku benar-benar terharu dan meneteskan air mataku,entahlah begitu menyejukkan hatiku,karena belum ada orang selama ini yang bisa berkata hal seperti itu padaku dengan ketulusan.
Dan aku dan dia membuat janji kalau suatu saat bertemu ia ingin mencicipi masakanku dan aku juga sebaliknya.Mario juga meminta sebuah cinderamata padaku ketika kita bisa bertemu kelak.
Oh ya ia juga memperlihatkan kepadaku sebuah keajaiban yang pernah ia saksikan di Norwegia yaitu sebuah penomena alam yang bernama Northernlights/cahaya Utara atau sering orang menyebutnya dengan Aurora Borealis yang terjadi di langit Utara Norwegia,indah sekali ceritanya dan aku tau kalau ia adalah seorang jutawan dengan predikat duda tajir,dan aku sepertinya tidak bisa menyaingi keuangan yang ia miliki dan sepertinya aku mulai merasa minder berteman dengannya,ia juga mengatakan kalau sering menyambangi anak yatim piatu dan aku mengatakan kalau aku juga pernah melakukan itu dulu dan ia merasa heran kenapa sekarang tidak lagi,ya jelaslah karena ekonomi kami sekarang lagi sulit jadi kami tidak bisa melakukan amal seperti yang ia lakukan.
Sepertinya semua yang ia lakukan akan selalu ia ceritakan padaku dengan detail,dan aku menjulukinya dengan kapten Yoo si jin,karena ia memiliki tingkah seperti kapten si jin yang selalu tiba-tiba menghilang di tengah kencan dengan kekasihnya karena tugas negara,hahahaha...entah ia mengerti atau tidak aku tidak tau karena ketika aku mengatakan kalau ia seperti kapten yang diperankan oleh aktor song Joong Ki itu Mario malah bingung padahal ia tau dengan film itu DOTS,bahkan aku menonton film itu sampai 3 kali karena begitu sukanya aku dengan peran kapten itu.
Mario berkata kalau ia pergi menghilang waktu itu karena ia harus menolong seorang ayah temannya yang sedang sakit kanker dan ia harus membawanya kerumah sakit,entahlah aku tidak tau situasi persisnya seperti apa namun aku mengatakan kalau aku berdoa untuk kesembuhan ayah temannya itu dan semoga ada keajaiban untuk kesembuhannya karena tidak ada yang mustahil dalam nama Tuhan,namun yang terjadi Mario malah terbahak dengan emoticon kepala tertawa dengan air mata yang keluar serta berguling,dan aku baru sadar kalau Mario adalah seorang atheis,dengan kata lain ia tidak percaya dengan keajaiban yang Tuhan bisa berikan.Dan akupun tidak marah ia menertawakanku karena aku tau pemahamannya tentang Tuhan.
Namun aku mengatakan padanya."Aku tau kau tidak percaya karena kau tidak pernah mengalaminya,tapi aku sudah pernah mengalami keajaiban Tuhan maka aku percaya." Tulisku dan ia memintaku untuk menceritakan tentang keajaiban yang pernah aku alami ketika Tuhan memberi kesembuhan pada keluargaku.
Tapi aku tidak putus asa atau sakit hati,aku malah berdoa agar Tuhan memberikan suatu keajaiban yang bisa dilihat dan dirasakan Mario supaya ia pun bisa percaya Tuhan,namun ternyata tidak lama dari peristiwa itu,ya mungkin ini juga kesalahanku dan aku tidak tau.
Suatu hari aku bertanya padanya." Apakah kau sudah melakukan perdagangan karena yang aku tau pasar sekarang sangat bagus." Dan ia menjawab." Aku sudah mendapatkan untung banyak dan seharusnya kau juga mau mengikutiku,dan aku yakin kau sekarang pasti sudah memiliki uang yang banyak." Dan aku hanya tertawa dan berkata" Aku tidak memiliki uang sebanyak itu untuk bisa mengikuti keinginanku." Tulisku.Karena aku tau ia juga suka bermain trading emas.
Dan ia kembali menulis." Dan bahkan untuk 100 dollar pun kau tidak punya?" tanyanya dan aku menjawab "ia."
Dan malam itu kami tidak begitu banyak bercerita,karena ia hanya memberikan semangatnya padaku yang membuatku kembali terharu.
Dan kami mengucapkan selamat malam untuk menutup pembicaraan kami.
Dan esoknya aku melihat ia membuat sebuah cerita yang ia posting di FB dengan tulisan" Jangan biarkan 10% kekurangan orang lain,menghancurkan 100% dirimu." Dan aku tau tulisan itu ia tujukan padaku secara tidak langsung,karena pada hari itu pesanku tidak lagi pernah Mario balas,dan karena kemarahanmu aku pun menceritakan semua keadaan dan rahasia yang selama ini tidak ingin aku ceritakan padanya meskipun ia memaksa,namun hari itu aku tulis semua rahasia hatiku dan aku juga mengatakan kalau tidak akan mau lagi menghubunginya karena aku merasa sudah tidak punya muka lagi.
Dan akhirnya aku sadar kalau WhatsApp ku sudah Mario blokir,namun aku kembali merasakan kasihan padanya karena pada saat kami baru berteman ia mengatakan kalau ia sekarang bahagia karena tidak kesepian lagi,namun sekarang aku memutus pertemanan kami karena kemarahanmu,dan aku sadar serta ingin kembali menyambung pertemanan kami sayangnya semua sudah ia blokir bahkan massengerku juga demikian karena aku tau Mario sudah mengganti akun facebooknya,ah sedih sekali rasanya,tapi apakah aku salah kalau aku marah? karena tulisannya.entahlah.
Begitu takutnya Mario pada orang miskin sepertiku hingga ia memutus semua kontak denganku,aku sakit hati dan akhirnya inilah buah dari kesepianku yang akhirnya adalah kesakitan dan penghinaan secara tidak langsung.
Namun aku tidak pernah membenci Mario mungkin hanya sedikit kekesalan karena aku sadar mungkin aku juga salah disini dan terimakasih sudah menemani 1 bulan kesepianku dengan warnamu dan candamu Mario,aku selalu menyukaimu namun aku tidak pernah mencintaimu,dan aku akan selalu merindukanmu bahkan sampai hari ini aku berharap kembali tersambung denganmu dan aku berharap kau sudah menjadi pengikut Tuhan yang sebenarnya ketika kita bertemu lagi kelak,amin.
Salam dariku
Aurora Borealis 77