Pada suatu hari keluarga Emety berlibur ke wisata Danau Siluman yang danaunya indah, warna airnya sangat jernih hingga ikan pun terlihat sedang berenang lincah, Emety pun sangat senang karena ini pertama kali Emety berlibur bersama keluarganya.
Awal perjalanan sangat menyenangkan yang mana di setiap kanan kiri jalan ke tempat tujuan terdapat banyak sekali pepohonan dan udaranya sejuk karena letaknya di daerah dataran tinggi sesekali pula mereka melewati jembatan kecil maupun sedang , sekitar satu jam terlewati, akhirnya ia dan keluarga nya sampai ke lokasi danau.
Awalannya mereka sekeluarga berniat berwisata seharian saja, namun ketika Emety dan keluarganya ingin pulang kata orang- orang di sekitar situ salah satu jembatan penghubungnya putus karena terkena longsor beberapa jam lalu. Keluarganya Emety memutuskan untuk menyewa villa mewah di area sekitar,akan tetap mereka asing di tempat tersebut sehingga tak tau dimana ada villa untuk mereka singgahi sebab langit mulai merona merah. Ayah Emety terlihat sibuk melihat handphone, selang beberapa saat ayahnya berujar bahwasanya terdapat villa mewah tapi memiliki harga cukup bersahabat dengan dompet, bersaman dengan itu terlihat beberapa warga melintas yang mana salah satu dari mereka menikul dua buah nangka besar-besar. Melihat itu ayah Emety menghampiri lalu bertanya letak atau jalan menuju villa tersebut. Setelah mendapat informasi yang dicari mereka segera berangkat karena waktu yang mulai gelap. Di hadapan mereka kini terpampang jelas villa besar dengan arsitektur lama yang terlihat aesthetic seakan menyimpan memori tersendiri. Di situ tak hanya mereka namun terdapat penjaga villa yang mengatur mereka tadi. Di sekitar villa – tidak tepatnya jika dilihat dari atas tempat villa itu– terdapat beberapa warga yang bermukim di sekitarnya walau lumayan berjarak sedang. Akhirnya Emety dan keluarganya tinggal disitu untuk beberapa Minggu untuk menunggu perbaikan jembatan itu, pertama kalih Emety tinggal di villa itu dengan keluarganya masih baik-baik saja,
beberapa hari setelahnya dan jembatan masih belum terbenahi sebab terkenal material yang dipergunakan, Emety dan keluarganya sering mengalami kejadian-kejadian ganjil, salah satunya ketika ia hendak tidur pintu lemari itu membuka dan menutup sendiri, kemudian ia ingin mandi ia melihat anak kecil berlari, ia pun mengejarnya kemudian Emety melihat anak-anak itu lari menuju masuk ruangan yang selalu terkunci, ia pun penasaran akan ruangan itu,kemudian ia mencari kunci pintu ruangan itu kesana kemari dan akhirnya ditemukan Emety di vas bunga dekat pintu ruangan itu, ia pun membuka pintu itu Emety tidak melihat siapa-siapa Emety hanya melihat gelapnya ruangan itu, ia pun segera menekan sakelar lampu itu dan Emety melihat benda-benda antik yang bertumpukan dan ada yang tertata rapi,pada akhirnya Emety tertarik akan benda yang tertutup oleh kain putih dan teikat oleh kain merah, ia pun melepaskan ikatan tali benang merah tersebut dan membuka kain putih itu,Tak beberapa pintu kamar itu tertutup sendiri yang membuat Emety panik,Emety melihat sosok dicermin yang membuatnya tambah panik ketakutan dan berteriak,ia kemudian ditarik oleh mahluk itu memasuki cermin.
Keluarganya pun panik karena mendengar teriakan Emety yang sangat keras,keluarganya pun mencari emety tidak ada,keluarganya pun mencari dan meminta pertolongan dari warga sekitar,dan warga juga ikut mencari hingga Magrib tetapi Emety belum ditemukan,kemudian hari kedua warga mencari tetapi hasilnya nihil akhirnya keluarganya meminta tolong kepada beberapa paranormal yang ada di sekitar situ,kata paranormal rata-rata memberikan info yang sama yaitu
”anak bapak diculik oleh mahluk gaib penghuni cermin di villa yang bapak dan ibu tempati" Ibunya Emety pun panik dan syok karena mendengar penjelasan paranormal itu hingga pinsan,Ayahnya Emety pun bertanya
“lalu bagai mana solusinya mbah”
paranormal itu pun menjawab”ada satu solusi kamu harus mencari mayat dari mahluk itu yang terkubur disekitar villa itu”
"Tapi dimana mbah?"
"Saya tidak tau tapi kamu akan di beri betunjuk dari tuhan,selalulah berdo’a dan selalu sabar."
Ayahnya dan Ibunya beserta warga mencari solusi dan dibincangkan bersama.
Setelah kejadian itu ibunya Emety bermimpi bertemu dengan EMety yang sedang menangis dan banyak mahluk aneh yang ada di sekelilingnya,dan ayahnya pun sama bermimpi menemukan sebuah cermin yang ada diruangan Emety hilang dan ada sosok – sosok yang keluar masuk cermin, keluarganyapun selalu bermimpi bertemu kakek- kakek yang memakai jubah putih,keluarganya pun bingun kenapa mimpi kita sama dan kenapa selalu bermimpi Kakek-kakek tua itu, akhirnya keluarganyapun menceritakan mimpi mereka ke paranormal itu dan kata para normal itu
“Mungkin itu salah satu petunjuk dari gaib di situ” kalian tenang saja dan kumpulkan petunjuk – petunjuk itu, hingga dapat menemukan solusi atau jalan keluarnya.
Kemudian ibunya Emety bermimpi agar memanggil paranormal untuk membuka gerbang gaib yang ada dalam cermin itu, ayahnya dan ibunya memanggil paranormal itu agar membuka gerbang gaib itu, dan kemudia paranormal itu melakukan ritual pembukaan gerbang gaib untuk menjemput Emety di sana,dan di tengah – tengah ritual itu mereka meraga sukma dan memasuki alam gaib itu dan di sana mereka menemui mahluk – mahluk itu dan Emety dikurung di sebuah penjara gaib, lalu paranormal itu mencoba membuka penjara gaib itu dan akhirnya terbuka dan Emety memeluk ayah dan ibunya sambil menangis dan ketakutan, kemudian mereka segera kembali karena mahluk itu mengetahui Emety telah dibebaskan mereka berlari sekencang – kencangnya dan ayah,ibu, dan para normal itu kembali ke raga(tubuh) mereka,tetapi Emety tidak dapat kembali ke raganya karna masih tertutup energi gaib,kemudian ayahnya bertanya kepada paranormal itu”kemana anak saya ki”
Paranormal menjawab”anak bapak masih belum kembali ke raga ia masih berbentuk sukma,bapak tunggu petunjuk selanjutnya itulah titik terangnya”, dan pada saat malam itu ayahnya bermimpi bertemu dengan kakek itu lagi dan ia bertanya
“kenapa anda selalu datang kemimpi saya,jika anda ingin menyampaikan petunjuk silahkan anda sampaikan kepada saya dimana keberadaan anak saya”.
Kakek itu menjawab dengan terbatah – batah "kau harus memecahkan cermin itu dan kau harus melarungnya ke laut dan anak mu akan ditemukan di tempat cermin itu berada sebelum dihancurkan”
Ketika ayahnya Emety ingin mengucapkan terimah kasih kakek itu telah hilang pergi entah kemana, ayahnya pun terbangun jam 3 subuh, dan ayahnya pergi untuk beribadah dan berdoa,dan ke esokkan harinya ayahnya dan keluarganya memecahkan cermin itu dan melarungnya kelaut, kemudian setelah pulang melarung Emety ditemukan di ruangan tempat kaca itu berada.
Setelah semuanya selesai dan jembatan telah di perbaiki Emety dan keluarganya akhirnya pulang ke rumah dan melupakan semua kejadian itu, dan juga dengan villa itu telah di pagar gaib dan tidak boleh satupun orang ke sana dan tidak disewakan oleh orang lain, dan untuk menampung wisata yang ingin menginap, maka dibuatkan villa yang jauh dari villa mewah itu.Pada akhirnya semua kembali tenang dan damai tampa meributkan masalah Hantu itu dan Villa itu.
TAMAT
Sekian Terimah Kasih
Dan tunggu cerpen horror yang lain dan pastinya seram dan seru 💀💀😈👿