Seorang pria kecil melangkahkan kaki pendeknya dengan cepat menuju pintu keluar rumahnya, ia menggenggam tangan seorang Wanita dengan koper besar ditangan Wanita itu “ibu jangan pergi, jangan tinggalkan Arya sendirian disini bu, Arya janji akan jadi anak baik jadi ibu jangan buang Arya” ia menangis sambil menahan ibunya yang ingin pergi.
Wanita itu berjongkok menyamakan tingginya dengan anak laki laki di depannya, ia menjambak rambut anak itu dan menariknya mendekat “Arya dengarkan ibu, ibu menikahi ayahmu dan bersedia untuk merawatmu karena dia adalah pria tua penyakitan yang kaya raya, dari awal pria tua itu juga akan segera mati, ibu hanya mempercepatnya dan sekarang dia telah tiada dan semua hartanya menjadi milikku jadi aku sudah tidak memerlukanmu lagi Arya, mulai sekarang aku bukan lagi ibumu” ucapan Wanita didepanya membuat Arya terkejut, rasa sakit dikepalanya kini terkalahkan oleh rasa sakit dihatinya.
“k kenapa ibu? Apa ibu tidak mencintaiku dan ayah? Kenapa ibu melakukan itu kepada ayah dan kenapa ibu membuangku?” ucap Arya pilu
Wanita itu terbahak mendengarnya “siapa bilang aku mencintaimu atau ayahmu itu, aku tidak pernah mencintai kalian walaupun hanya sedikit rasa sayang itu tidak pernah ada, semuanya hanya pura-pura, lagipula Arya jangan terlalu berharap ada seseorang yang mencintaimu karena nyatanya tidak ada dan tidak akan pernah ada orang yang mencintai dirimu Arya” Wanita itu mendorong Arya hingga tersungkur kebelakang dan Arya hanya bisa menangis sambil menahan sakit ditubuhnya ditambah dengan rasa sakit dilubuk hatinya.
“ayo kita pergi sayang” Wanita itu merangkul tangan pria tampan menggunakan setelan mahal dan berjalan menuju mobil mewah
“apa tidak masalah jika kita meninggalkanya disini? Ini ditengah hutan loh Rina”
“Aran sayang kau tidak perlu iba padanya, paling dia akan mati kelaparan disini, tak usah memperdulikannya kita pergi saja ya”
Mereka berdua memasuki mobil mahal dan berlalu pergi meninggalkan Arya begitu saja.
16 tahun kemudian...
“kali ini berapa hari kamu akan disana sayang? aku harap kamu pulang cepat, dua minggu lagi hari aniversery kita loh” Rina merapikan dasi lelaki tampan didepannya, lalu memberikan koper yang harus pria itu bawa.
Aran mengecup kening Rina sebentar “tidak akan sampai dua minggu aku disana, paling lama Cuma seminggu, aku gak sempat berpamitan dengan anak anak, kau yang katakan kepada mereka ya” ia menarik kopernya masuk kedalam mobil dan melaju pergi.
Dua gadis cantik dengan wajah yang hampir sama turun dari tangga bersamaan “ayah kemana ma?, ada kerjaan di luar negri lagi ya? Salah satu dari mereka bertanya.
“iya ayah kalian mungkin tidak akan pulang selama satu minggu, kalian tidak berangkat sekolah? Lihat ini sudah jam berapa, kalian akan terlambat” dua gadis itu langsung kalang kabut mengambil tas dan memasang sepatu mereka.
“Vely, Lily nah ini bekal kalian” Rina menyodorkan bekal mereka masing masing
“kami pergi ya ma” Vely mencium pipi ibunya lalu keluar rumah lebih dulu sedangkan Lily masih memeluk mamanya “ma hari ini aku akan menyatakan cintaku pada pria yang paling tampan seantero sekolah, dia adalah kakak kelas ku, doakan aku berhasil ya ma” dengan kegirangan Lily menyusul kakak kembarnya setelah mencium pipi sang mama dan mendengar suara klakson mobil Vely memaksanya bergegas
Rina tersenyum sambil bergeleng melihat kelakuan anak tersayangnya itu lalu Kembali untuk mengerjakan kesibukannya sendiri
*****
Suara motor menggema memasuki Kawasan sekolah mengalihkan intensi orang orang kepadanya, motor terparkir dia melepas helm miliknya memperlihatkan remaja pria dengan parasnya yang begitu sempurna, dialah Arya siswa paling popular seantero SMA Jayasakta, bukan hanya parasnya yang membuatnya popular Arya juga berbakat dalam ekstrakulikuler taekwondo dan ice skating, ekstrakulikuler yang dipilihnya ini memperlihatkan sisi dirinya yang tampan dan cantik di situasi yang berbeda beda oleh karena itu bukan hanya para siswi yang terpikat padanya bahkan para siswa pun ada yang sampai meneteskan air liur saat melihatnya.
Sepanjang jalan menuju kelasnya Arya disapa oleh para murid maupun guru dan disapa balik oleh Arya dengan sopan, belum juga sampai dikelasnya Arya dihentikan oleh oleh seorang siswi, siswi itu merentangkan tangannya menghalangi jalan Arya, Arya menatap siswi itu heran “Lily ada apa?” Lily mengeluarkan sebuah buket dengan berbagai coklat di dalamnya “ini untuk Arya, tapi kalau Arya menerimanya berarti mulai sekarang Arya adalah pacarku!” semua orang disana terkejut mendengarnya mereka semua kalah cepat kini Lily yang pertama menyatakan cintanya pada Arya, ingin menghentikannya mereka juga mana berani menghentikan Lily, Lily dan Vely itu orang paling kaya seantero sekolah karena ayahnya donatur terbesar di sekolah ini jadi mereka hanya bisa pasrah menunggu jawaban dari Arya.
“Arya sangat menyukai coklat, jika menjadi pacar Lily akan mendapatkan coklat maka Arya mau jadi pacarnya Lily” Lily bersorak senang sedangkan yang lain lemas sudah pasrah dengan keadaan
Lily memberikan buket itu kepada Arya lalu memeluknya erat, Lily tersenyum penuh kemenangan lalu mengacungkan jari tengahnya kepada orang orang yang menatap iri, orang orang sudah pasti kesal namun hanya bisa pasrah.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang kelihatannya sangat tidak senang dengan kebersamaan mereka, seseorang yang berwajah sama dengan Perempuan yang sedang berbahagia itu, dia adalah Vely.
*****
Rina membukakan pintu untuk anak anaknya “sudah pulang, bagaimana tadi disekolah?” Vely mengabaikan pertanyaan ibunya ia langsung berlalu begitu saja menuju kamarnya
“Lily kakakmu kenapa?”
“gak tau ma, seharian disekolah dia badmood, tapi paling juga karena mau pms” Rina mengangguk mengerti “oh ya ma, aku diterima loh sama dia, sekarang dia sudah jadi pacarku”
“oh ya? Wah mama jadi pengen tau bagaimana orangnya”
“ih pas banget ma katanya dia mau kesini besok mumpung liburan, katanya mau ketemu mama”
“yang bener? Kalau begitu mama harus belanja dulu hari ini supaya besok bisa masak yang banyak” Lily mengangguk lalu membiarkan mamanya mempersiapkan untuk besok
*****
Lily dan Rina langsung bergegas membuka pintu saat mendengar suara bel ditekan lalu nampaklah remaja dengan paras indahnya, pakaiannya casual namun masih terlihat rapi “s selamat pagi” kentara sekali bahwa lelaki didepannya ini tengah gugup
Rina meghampiri Arya “tidak usah gugup begitu, ayo masuk anggap rumah sendiri” Arya dibawa menuju meja makan dan mereka duduk Bersama, Vely sudah dari tadi duduk diam disana
Rani menyodorkan beberapa makanan pada Arya dan disambut dengan baik “oh ya tante belum bertanya nama pacar anak tante ini siapa?”
“nama saya Arya tante, saya kakak kelas Lily dan Vely, kelas 12”
Arya? Namanya seperti anak yang Rina tinggalkan dihutan tapi tidak mungkin kalau Arya yang itu pasti lebih tua lima tahun darinya dan mungkin saja dia telah lama mati “kalau orang tua Arya?”
Arya menunduk sedih setelah mendengar pertanyaan Rina membuat panik mereka bertiga “ibu dan ayah sudah lama meninggal karena kecelakaan” air mata Arya tiba-tiba menetes
“ih kok mama bertanya yang seperti itu sih!” bentak Lily marah pada mamanya
Rani sedikit terkejut “ah maafkan tante Arya, tante salah bertanya”
Arya menyapu air matanya “bukan salah tante, mungkin karena Arya terlalu sensitive jadi mudah terbawa perasaan, terima kasih makan siangnya tante masakan tante sangat enak rasanya mirip sekali masakan ibu”
“sudah Arya jangan sedih lagi, kita keatas aja yuk, nonton film di kamar Lily” Lily menarik begitu saja Arya ke kamarnya meninggalkan Vely dan mamanya di meja makan
Vely menggebrak meja mengagetkan mamanya lalu pergi masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu dengan kasar.
Setelah hari itu Arya pun menjadi sering datang kerumah mereka dan mereka juga tidak keberatan karena Arya anak yang baik juga menggemaskan
*****
“sebentar!” teriak Rina dari dalam saat mendengar suara bel, ia melepas apronnya dan membukakan pintu
“halo tante Arya datang lagi” Arya tersenyum sangat manis membuat Rina gemas
“Arya cari Lily ya? Lily nya lagi jogging tapi mungkin akan pulang sebentar lagi Arya tunggu saja di kamar Lily”
“iya makasih tante Arya keatas dulu” Arya menaiki tangga keatas ia melihat seseorang tengah berdiri di balkon, itu Vely, Arya dengan perlahan menghampiri Vely dari belakang lalu memeluknya “Arya datang” Vely terkejut saat Arya memeluknya, ia tau mungkin Arya tengah salah mengira dirinya Lily tapi ia hanya diam membiarkan
“Lily? Kenapa diam?” Nah kan, Vely berbalik “kak Arya ini Vely bukan Lily”
Arya melepas pelukannya dan berlagak kaget “ah maaf Arya kira Lily, Vely sedang apa sendirian disini?”
“tidak melakukan apa apa, hanya merenung sebentar” Vely Kembali menghadap keluar. Arya juga ikut berdiri disamping vely dan memandang keluar
“setelah diperhatikan ternyata Vely sangat cantik, orang yang akan menjadi pacar Vely pasti sangat beruntung, seandainya itu Arya” Vely menatap Arya terkejut “eh ngomong apa Arya ini Arya kan sudah punya Lily” Arya menepuk pelan mulutnya lalu beranjak ingin pergi namun tanganya ditahan oleh Vely
“Vely ada apa?”
“maukah Arya jadi pacarku?” pertanyaan Vely tiba-tiba mengejutkan Arya
“tapi Arya pacarnya Lily, bagaimana mungkin?”
“jadi seandainya Arya bukan pacar Lily Arya mau menjadi pacarku?”
Arya mengangguk “tapi sekarang Arya pacar Lily, Lily baik sama Arya, Arya tidak mau menyakiti Lily”
“kalau begitu kita bisa pacaran diam-diam dulu, aku akan menunggu sampai kalian putus lalu kita bisa pacaran terang terangan”
“tidak apa apa jika begitu?” Vely membawa Arya masuk kepelukannya “tenang saja”.
Bel rumah berbunyi, Rina memandang bingung kearah pintu, siapa lagi yang datang? Bukannya Arya sudah diatas, apakah Lily? Tapi tidak biasanya anak itu menekan bel. Tidak berlama lama berpikir Rina langsung saja membuka pintu
“aku pulang”
“Aran!” Rina menyambut Aran dengan pelukan
Aran duduk di sofa sambil meminum kopi yang dibuat istrinya “aku membawa banyak oleh oleh dikoper kamu bongkar saja ya, oh ya ada sepatu diluar itu milik siapa, apa ada tamu?”
Rina membuka koper itu lalu melihat lihat isinya “iya itu ada pacarnya Lily, Namanya Arya dia sering datang selama seminggu ini, anaknya baik juga menggemaskan”
Aran tertawa sebentar “anak itu bisa mendapatkan pacar? Kenapa si Arya itu malah mau dengan Lily yang berspesies sama dengan monyet”
“Lily itu anakmu loh Aran” Rina menemukan hal paling dia inginkan selama ini didalam koper Aran “wah ini kan coklat yang langka itu?” Rani mempelihatkan coklat berbentuk kelinci yang lumayan besar “ya aku mendapatkanya waktu-“
Brak!
Intensi mereka teralih kepada pria mungil yang terduduk dilantai tangga bawah, Arya terlihat kesakitan memegang lututnya yang lecet, Aran dan Rina langsung bergegas mendatangi Arya
Aran membantu Arya berdiri “kau tidak apa apa? Astaga lututmu lecet bagaimana kau bisa jatuh?”
Arya tertawa sambil menggaruk leher belakangnya “tadi Vely bilang ayahnya datang jadi Arya langsung bergegas kebawah ingin menyapa om tapi karena melihat coklat Arya jadi tidak fokus dan salah melangkah”
“astaga nak Arya bikin panik saja” ucap Rina lalu sedikit terkejut saat Aran mengambil alih coklat dari tangannya
“Arya suka coklat?” tanya Aran dan dibalas anggukan polos, Aran gemas “nah ambilah coklat ini untuk Arya”
“ehh tapi bukannya ini coklat milik tante Rina?”
“dia memiliki banyak yang lain, ini untukmu saja iyakan Rin?”
Rin? Tak biasanya suaminya memanggilnya dengan nama, Rina hanya mengangguk walaupun hatinya tidak rela
Arya menerimanya dengan senang “terimah kasih om”
“kakimu masih luka, mari kita keatas akan om obati” Aran memapah Arya membantunya naik dan Rina Kembali ke koper
Pintu terbuka memperlihatkan Lily yang datang penuh keringat “koper? Ayah sudah datang ya ma? Dan itu ada sepatu Arya”
“ya ayahmu sudah datang dan dia sedang bersama Arya diatas”
“benarkah? Ini pasti adalah pendekatan mertua dan menantu, itu berarti aku tidak boleh mengganggu, mama juga jangan mengganggu mereka!” Lily dengan girang masuk ke kamarnya
Rina menatap kearah tangga “tidak boleh diganggu yaa?”
*****
“padahal hari ini hari aniversery orang tuanya Vely dan Lily malah pergi ke mall lama sekali, yasudah lah aku masak dulu saja jadi saat mereka datang bisa langsung makan” Rina memasuki dapur lalu memakai apronnya “Aran juga sedang main game dikamar pasti tidak mau diganggu, akhir akhir ini dia suka sekali main game dikamar dan selalu marah jika aku tiba-tiba masuk kamar”
bel berbunyi, Rina bergesas membuka pintu mengira anak anaknya sudah datang, namun bukan mereka yang datang melainkan Arya yang basah kuyup karena memang diluar sedang hujan
“astaga Arya! Kenapa hujan hujan kesini? Ayo masuk” Rina menarik tangan Arya namun tertahan
“ibu” Rina membeku “Arya kenapa? Tiba-tiba kangen ibu Arya?” tanya nya perfikir positif
“ibu jangan pura-pura lupa, ini Arya bu, anak yang ibu tinggalkan di hutan”
Rina terkejut, bagaimana Arya tau tentang anak itu “Arya bicara apa sih tante gak ngerti, Arya masuk aja ya sudah basah kuyup begitu”
Arya mendongak dan tiba-tiba tertawa “ini kenyataannya bu, Arya masih hidup, anak yang kau bunuh ayahnya lalu meninggalkannya di hutan sendirian, ia masih hidup! Kau membuangku dan mengatakan bahwa tidak akan ada yang mencintaiku maka lihatlah! Anakmu mencintaiku ibu dan akan banyak lagi orang yang kau cintai berbalik mencintaiku ibu, camkan itu!”
“tidak mungkin kau anak itu, dia pasti sudah mati dan kalau masih hidup pun dia lima tahun lebih tua darimu, jadi jangan mengada-ngada Arya!” ucap Rina marah
Arya terkekeh kecil “lagipula tidak ada yang mengetahui usiaku sebenarnya ibu, kekurangan makanan membuatku kekurangan gizi untuk bisa tumbuh seperti anak seusiaku, karena itu tubuhku yang lebih kecil menguntungkanku, bahkan tubuhku yang mungil ditambah parasku yang sempurnya memikat banyak manusia untuk mencintaiku, dan kau bilang tidak akan ada yang mencintaiku? Akan aku tunjukan bahwa aku lebih dicintai daripada kau ibu!” Arya berlalu pergi dari sana.
Rina menutup pintu dengan kasar entah kenapa ia merasa sangat gelisah setelah mengetahui kebenaran itu tapi dia tidak mau merusak acara aniversery nya Bersama keluarganya “untuk apa aku memikirkan ucapan bocah ingusan sepertinya, dia benar benar anak sialan itu maka aku akan menyuruh Lily untuk putus dengannya, dengan begitu masalah selesai dan aku tidak akan bertemu dengannya lagi” Rina Kembali kedapur untuk memasak.
*****
Dua gadis kembar memasuki rumah dan menutup pintu dengan kasar, Lily mencekal tangan Vely menahannya memasuki kamar “kenapa kau membeli hadiah coklat yang sama denganku?”
Vely menghempas genggaman Lily “bukan urusanmu, terserah aku ingin membeli apapun apa urusannya denganmu?”
Keributan membuat Rina yang sedang menyiapkan makanan di meja makan langsung mendatangi ruang tamu
“itu urusanku!, aku yang pertama membeli hadiah ini, aku ingin memberikan hadiah ini kepada orang yang berharga mana boleh ada orang terdekat yang juga memilikinya”
Rina menutup mulutnya terharu, anak anaknya ingin memberikan hadiah di hari aniverseri kedua orang tuanya
“aku juga ingin memberikan hadiah ini kepadanya!” Vely langsung menutup mulutnya saat merasa ia salah berkata
“apa maksudmu? Kau ingin memberikan itu kepada orang yang sama denganku? Arya itu pacarku kenapa kau yang ingin memberikan hadiah kesukaannya di hari ulang tahunnya?”
Rina runtuh dan wajahnya menggelap saat mendengar ucapan anaknya, hadiah yang di perdebatkan anak anaknya adalah untuk Arya sialan itu bukan untuknya, apa apaan ini anak anaknya menyiapkan hadiah untuk hari ulang tahun anak sialan itu bukan untuk hari aniversery kedua orang tuanya?
“Arya juga pacarku! karena itu aku ingin memberikan hadiah special yang paling disukainya juga” Lily terkejut tidak percaya mendengar ucapan Vely
“apa maksudmu dia juga pacarmu?”
“aku juga sangat mencintainya, aku yang lebih dulu mencintainya daripada kamu karena itu aku menyatakan padanya”
“bisa bisanya kau menggoda Arya dan mencoba merenggutnya dariku kau-“ ucapan Lily terpotong dan intensi orang orang tertuju pada dua insan di atas tangga “kenapa kalian ribut sekali di bawah! Arya jadi terbangun gara gara kalian!” bentak Aran membuat semuanya terdiam namun dari awal Rina sudah membeku melihat Arya yang meringkuk dalam gendongan Aran ditambah Aran bertelanjang dada dan kemejanya di pakai oleh Arya, ukurannya besar sampai menutupi setengah paha Arya “Aran kenapa kau bisa Bersama Arya diatas?, dan kenapa dia memakai kemejamu?”
Tubuh Rina bergetar perasaannya campur aduk saat ini, Lily dan Vely juga sedang kebingungan
Aran menuruni tangga “nanti akan aku jelaskan, sekarang siapkan saja makanannya, Arya sudah lapar”
Rina sungguh tidak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya, ditengah situasi yang seperti ini dia malah menyuruhku menyiapkan makanan untuk anak sialan itu “pantas akhir akhir ini kau bersikap aneh, teganya kau selingkuh dengan jalang kecil itu!” Rina berteriak diakhir membuat Arya kaget dan tubuhnya tersentak lalu terbatuk karena tertelan ludah
“tidak perlu berteriak Rina kau membuat Arya kaget!” bentak Aran marah
Rina terperanjat lalu menciut takut, Vely dan Lily menghampiri Arya membawanya ke meja makan dan memberi Arya air putih untuk menghentikan batuknya “mama berhentilah dan siapkan saja makanannya, perut Arya sudah berbunyi” ucap Lily sambil mengelap air di ujung bibir Arya “iya ma berhentilah kau membuat Arya ketakutan” tambah Vely
Dengan terpaksa Rina pergi kedapur untuk menyiapkan makanannya, Sungguh Rina tidak percaya dengan keadaan yang dihadapinya saat ini, suaminya selingkuh lalu anak anaknya malah mendukung jalang itu dan sejak kapan Aran menjadi gay? ini semua perbuatan anak sialan itu dia pasti menggoda keluarganya
“Arya bagimana kamu bisa Bersama ayah bahkan memakai kemeja ayah?” tanya Lily kini mereka bertiga duduk bersebelahan
Aran mendekat kearah Arya ia mengelus wajah Arya lembut lalu mencium keningnya “daddy merokok diluar sebentar ya baby” lalu pergi ke teras
“Arya sekarang juga pacarnya ayah?” Arya menunduk mendengar pertanyaan Lily “maafkan aku Lily, Vely, setelah ayah dan ibuku meninggal aku tidak pernah mendapatkan cinta dan kasih sayang lagi dan saat aku mendapatkannya begitu banyak aku jadi serakah dan tidak mau kehilangan cinta itu lagi, maafkan aku jika kalian tidak ingin mencintaiku lagi maka tidak apa apa, tapi Arya mohon jangan membenci Arya” air mata Arya jatuh membuat mereka berdua panik
“kenapa kami membenci Arya? Apa salahnya jika Arya mendapatkan banyak cinta dari orang lain, Arya layak mendapatkanya” Lily menghapus air mata Arya “Arya jangan menyuruh kami untuk berhenti mencintai Arya karena kami tidak bisa dan tidak akan bisa jika jauh dari Arya, biarlah kami bertiga mencintai Arya dan kita akan menjadi keluarga” timpal Vely membuat Arya terharu dan seseorang di teras juga ikut tersenyum.
“Gila sungguh gila, aku tidak percaya telah membesarkan anak anak gila seperti mereka, aku sudah tidak tahan lagi sebaiknya ku bunuh saja anak sialan itu, aku akan membunuhnya dan mencabik-cabiknya” Rina mengambil pisau dapur lalu menghampiri Arya
“mati kau anak sialan!” pekiknya lalu berlari ke arah Arya
Rina mendorong menjauh anak anaknya yang mencoba menghentikannya lalu mengarahkan pisaunya Bersiap menusuk Arya namun tidak sempat, Rina lebih dulu tertembak, Aran menembaknya.
Aran langsung menghampiri dan memeluk tubuh bergetar Arya, menenangkan Arya yang sudah menagis ketakutan “tenanglah baby, semua sudah baik baik sekarang”
“t tapi nanti daddy a akan ditangkap polisi dan masuk p penjara bagaimana?” Arya terbata karena terisak
Aran terkekeh “kau menghawatirkan hal itu ternyata, tidak perlu khawatir baby, daddy bisa membereskan ini bahkan kantor kepolisian tidak akan curiga sedikitpun, Veli,Lily siapkan alat alatnya untuk ayah”
Vely dan Lily pergi menjalankan perintah ayahnya, tanpa sepengetahuan Rina mereka sebenarnya sudah biasa melakukan hal ini dari dulu jadi mereka sudah professional.
Semua itu masih dilihat dan di dengar oleh Rina, dia masih sadar walaupun tau akan segera mati bahkan saat ini ia melihat suaminya yang tengah bercumbu dengan Arya lalu memeluknya, senyuman terukir di bibir Arya kepada Rina, dia tahu Rina masih bisa melihat
Air mata Rina menetes lalu pandangannya gelap.
Tamat.