Sarah adalah seorang wanita rumah tangga yang memiliki hubungan tidak harmonis dengan suaminya. Suaminya hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa peduli kepada istri dan anaknya. Sarah memiliki tiga anak perempuan, yaitu Deanna, Inara, dan yang terakhir Raina. Dahulu mereka tinggal di suatu daerah terpencil dikarenakan hubungan yang tidak harmonis dengan suaminya mereka pindah ke ibukota dan menetap disana hingga sekarang.
Sarah sekarang bekerja menjadi salah satu TKW yang bekerja di Singapura. Segala rintangan yang harus ia lalui untuk hidup tenang seperti sekarang. Ia harus meninggalkan anak-anaknya yang bnbaru lulus sekolah dan yang baru masukin ke sekolah menengah pertama, apalagi yang paling kecil masih berumur 3 tahun saat harus ia tinggal.
Dahulu sebelum Sarah menjadi seorang TKW, ia hanya seorang pedagang di pinggir jalan. Ia harus berjuang mati-matian untuk menghidupi dirinya dan anak-anaknya agar bisa makan meski sedikit. Ia melakukan apa saja yang bisa ia kerjakan. Tapi, ia tak sembarang bekerja, tentu ia tak mau memberi makan. anaknya dengan uang haram.
Ide untuk menjadi TKW tercetus dari percakapannya dengan Deanna, anak pertamanya. "kok hari ini sepi ya ma?" Deanna terlihat murung wajahnya saat mereka sedang menunggu orang yang mau mau membeli dagangan mereka. " Ya, yang sabar, ini semua Tuhan yang mengatur" sahut Sarah sembari mengulas senyum untuk menyemangati anaknya. "eh, Na kamu kalau mama tinggal gimana Na?" tiba-tiba Sarah mendapat ide untuk merantau. "Ya Anna ga pa-pa sih, emang mama mau kerja apa?" Deanna mengangguk. Ia sudah terbiasa ditinggal Sarah bekerja. "Kerja apa ya Na? Belum mama pikirin sih...... Nanti deh baru mama pikirin. Tapi kalo mama tinggal Raina gimana ya?" Sarah menopang kepalanya. "Raina gausah mama pikirin,kan ada Anna sama Ina. Anna kan udah lulus sekolah, Ina juga udah besar. Mama kerja apa ya? Oh iya! Mama kerja jadi TKW aja gimana? Mau nggak ma?" Deanna berteriak kegirangan di akhir kalimatnya. "Boleh, nanti kita diskusikan sama adek-adek yang lain." Sarah mengangguk sembari tersenyum ke arah Deanna.
Malam hari saat makan malam. "Ina, mama mau kerja merantau jadi TKW. Kamu bolehin mama kerja merantau? Nanti Raina gimana?" Sarah tersenyum kearah anak keduanya itu. "Tadi Ina sudah dikasih tahu Kak Anna. Ina sih ga pa-pa, nanti Raina biar kita yang ngurus, mama kerja aja ga pa-pa." Inara mengangguk sembari mengelus kepala Raina yang berada didekatnya. "Ya sudah, dua minggu lagi mama berangkat. Mama mau ngurus keperluan sama minjam uang buat berangkat." Sarah lega akhirnya ada pekerjaan yang dapat ia lakukan dan penghasilannya dapat lebih dari yang selama ini ia dapatkan.
Dua minggu setelah percakapan saat makan malam itu, Sarah sudah siap dengan barang barang yang harus ia bawa." Ain jangan nakal ya sama kakak-kakakmu. Jangan buat mereka repot. Kasihan kakakmu kalo Ain nyusahin kakak." ucap Sarah sembari tersenyum keaarah anak bungsunya itu. " Sudah..... Mama ga perlu khawatir, kan ada saudara mama yang jagain kita" Ucap Deanna sembari memeluk Sarah dari samping. "iya mama ga perlu khawatir sama Ain kan ada Kak Anna sama Ina." Inara ikut memeluk Sarah dari samping. "Makasih ya nak..... Udah ngertiin Mama" ujar Sarah dengan air mata menetes haru. Anak-anaknya harus mengalami hal seperti ini karena suaminya.
Suara panggilan pesawat terdengar. Deanna, Inara, dan Raina memeluk Sarah untuk yang terakhir kalinya. Sarah melambaikan tangan sembari berjalan masuk ke pesawat.
Sesampainya di bandara Singapura, Sarah turun bersama penumpang yang lain. Iia sudah dijemput oleh pihak yang mengurus para TKW. Ia dibawa dan dikarantina selama 8 bulan lamanya dan selama ia dikarantina, Deanna dan Inara harus bekerja pada orang lain seperti menyetrika dan mencuci baju orang lain. Selama 2 bulan, Sarah harus belajar bahasa Inggris, baru setelahnya ia bisa bekerja. Pekerjaan yang pertama kali ia lakukan di Singapura adalah menjadi babysitter, anak berusia 5 tahun.
"Bibi! Aku mau makan ayam goreng!" teriak anak berusia 5 tahun yang bernama Gabrielle. "Baiklah, tunggu ya? Bibi masakkan buat Ello." Sarah tersenyum kearah anak asuhnya itu. Orang tua anak tersebut bekerja di perusahaan besar sehingga tidak dapat mengasuh anaknya sendiri. Sarah mendapat gaji yang cukupi besar. Uang hasil Ia bekerja akan Ia transfer ke rekening Deanna.
Dua tahun kemudian, Sarah undur diri dari pekerjaannya sebagai babysitter, dikarenakan anak asuhnya yang semakin nakal dan Sarah khawatir jika terjadinya sesuatu dan dia menjadi tersangka, maka ia mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut. Setelah keluar dari pekerjaan menjadi babysitter, ia bekerja pada wanita janda yang memiliki dua anak, satu sudah berumah tangga sedangkan yang satunya sedang berada di thailand. Wanita itu bernama Ling Zien. Ia menjadi pembantu rumah tangga. Sarah masih sering bermasalah dengan Ling Zien, dikarenakan Ling Zien kurang menyukai Sarah, ia sering mencari cari kesalahan Sarah, seperti masakan Sarah yang kurang enak atau Sarah kurang rapi saat membersihkan apartemen Ling Zien.
" BERHENTI MENYAPU DAN DENGARKAN AKU BERBICARA!" teriakan itu menggema diapartemen lantai 13 tersebut. Ling Zien marah karena Sarah lupa menyirami tanaman Ling Zien yang berada dibalkon. "jika kau tak bisa mengurus tanamanku dengan baik, lebih baik tak usah bekerja!" bentak Ling Zien. " maaf nyonya" Sarah hanya bisa membungkuk meminta maaf. Biasanya setelah Sarah dimarahi oleh Ling Zien, Sarah akan mencurahkan isi hatinya dengan menanyakan kabar anak-anaknya. Deanna sekarang bekerja ditoko swalayan sedangkan Inara sedang menyelesaikan pendidikannya. Raina sendiri sudah berusia 5 tahun.
Tiga minggu setelahnya, Sarah mendapatkan izin untuk pulang keIbukota. Sarah sudah sangat rindu dengan anak-anaknya, terutama dengan Raina. Lusa Sarah akan pulang. Sayangnya begitu iia pulang, Raina kecil tak mengenalinya lagi. Raina mengira Sarah hanya orang asing. Sulit bagi Sarah untuk akrab dengan anak bungsunya. Setiap Sarah tidur dengan Raina, Raina pasti akan pindah ke kamar Deanna. Dengan bantuan Deanna dan Inara, Sarah dapat akrab dengan Raina meski tak seakrab dulu. Tapi bagi Sarah itu sudah cukup. Baginya menerima itu pasti butuh proses yang cukup lama.
Dua tahun setelah kepulangan Sarah yang pertama, Raina sudah menerimanya sebagai mamanya. Keadaan Sarah dan anak-anaknya lebih baik dari dulu. Inara juga sudah lulus sekolah, sehingga dapat membantu Deanna dan Sarah dalam mencari uang.