Siapa kira aku salah menilai tentang cinta kupikir cinta itu hanya untuk orang bodoh karna aku tidak pernah merasakan cinta dari keluarga ku dari kecil apa itu salah.
Kulihat ke arah jam menunjuk pukul 12.00 waktu nya untuk pulang dari tempat mengerikan ini yaitu sekolah, berjalan menuju gerbang dengan sekeliling ku yang ramai membuat ku merasa gelisah karna para gadis populer sering melakukan hal semena mena kepadaku. Aku agnes gadis yang setiap hari selalu ditemani dengan rasa takut dan gelisah karna betapa kejam nya masa lalu ku, karna di umur 5 tahun ayah dan ibu ku meninggal karna kecelakan aku di urus oleh tanteku(adik dari ayahku) yang mungkin bisa dibilang kejam kepadaku dia sering memukulku jika aku berbuat salah dan aku akan berakhir di gudang yang dingin dan gelap.
Saat sedang melamun di halte bisa seseorang tiba tiba menarik ku ke sebuat gang di dekat halte dengan cepat aku langsung memukulnya dengan tas ku tapi siapa sangka tas ku terlalu ringan. Saat ku lihat orang itu adalah anak populer di sekolah ku "RAFAEL" dengan cepat kutinggal kan dia karna ku tak ingin dapat masalah karna dirinya tapi dia menarik ku dan meminta tolong "tolong kamu agnes kan anak kelas A2" ucap nya sambil ketakutan "tolongin gue pliss dompet gue jatuh trus gue beli cilok 10ribu bisa pinjem uang dulu gak, keburu abang nya marah" jelas dia. Payah ku kira dia sedang di kejar hantu atau semacamnya ku berikan uang saku terakhir ku ke dia dan meninggalkannya "btw makasih" teriaknya.
Seperti dugaan ku saat sampai dirumah tante ku meminta uang saku yang dia beri dia memang seperti ini setiap hari tapi hari ini aku tidak punya uang lagi "ma maaf tan tadi temen agnes butuh bantuan jadi dia pinjem uang ke agnes" jelas ku walau ku tau dia tidak akan percaya "heleh heleh alesan aja kamu pasti kamu buat jajan ya dasar anak ga tau diri harusnya kamu bisa hemat dong" amarah tante yang sudah biasa ku dengar.
Ke esokan hari rafael berlari dari gerbang mengejarku "agnes agnes" teriaknya keras pikirku dia sangat bodoh karna berteriak semua orang di sekeliling ku pun mulai melihat ku dan akhirnya kuputuskan berhenti "ini uang lo makasih ya" ucapnya sambil menyodorkan uang, ku ambil lalu pergi dia tampak heran karna mungkin dia mengira aku tidak bisa bicara payah. Bel istirahat berbunyi saat aku sedang duduk sambil membaca novel sekelompok gadis dari kelas B2 datang "hehh cewe kampung berani beraninya lo deketin fael lo ga tau gue pacarnya" ucap glace cewe tercantik sesekolah " iyanih makin lama makin rese ya kan" tambah si ghea bisa dibilang anak bawahan glace " gue ga deketin dia maap" ucap ku dengan singkat sambil tetap membaca novel /PLAAKK suara glace yang menamparku jika ingin tau rasanya bisa dibilang ini sakit tapi aku tidak memperdulikannya "woii apa apaan sih lo itu dari kelas sebelah ngapain bikin onar disini" dia itu serla ketua kelas baik tapi aku ga tertarik berteman sama dia.
Cewe dari kelas B2 pun di panggil ke ruang kepala sekolah termasuk aku disana perdebatan dimulai. Tak berselang lama rafael sebagai ketos pun dtang ke ruang kepsek dan ikut membela ku huh dasar gara gara dia aku jadi di tampar, rafael pun membawa ku ke uks untuk mengobati pipi ku yang lebam karana di tampar cukup keras "maaf ya gara gara gue lo jadi di ganggu" ucapnya dengan rasa penyesalan "emang ini salah lo" jawab ku dengan kasar "hmm kalau di pikir pikir lo cakep juga" ucap nya gombal seketika ku dorong dia hingga terjatuh "brisik mau cari gara gara lagi" ucap ku sambil meninggalkannya.
Singkat cerita, kulihat usaha rafael yang selalu mendekati ku dengan duduk di sebelah ku saat istirahat dan datang kerumah sambil membawa bingkisan untuk tante tapi semua itu kutolak mentah mentah karna semakin dia dekat dengan ku semakin nekat glace dan anak buahnya menggangguku, sampai pada saat itu glace memanggil ku ke atap sekolah/roftop sebenarnya aku kurang percaya tapi entah kenapa aku malah datang. Sesuai dugaan ku dia mengunci ku di roftop sampai aku tidak bisa turun ke bawah dan kuputuskan untuk melompat ini gila tapi aku sudah berada 3 jam di atas dan tak ada yang mencariku.
Akhirnya aku pun loncat dari gedung 3 lantai itu apa aku selamat ternyata tidak aku terbentur dan seingatku rafael yang menggendong ku ke rumah sakit saat aku bangun "agnes lo gapapa kan gue khawatir banget tau" ucapnya dan langsung memeluk ku "siapa yang udah lakuin ini" tanya rafael sambil menatap ku "glace" jawab ku singkat. Seminggu berlalu aku akhirnya kembali ke sekolah ku dengar glace dan anak buah nya sudah di keluarkan dari sekolah aku lumayan seneng sama kabar itu lalu sore hari di taman sekolah, aku menunggu rafael yang menyuruh ku ke taman.
Dari kejauhan ku lihat rafael membawa se ikat bunga mawar putih dan kotak cincin? Pikiran ku langsung kemana mana kenapa dia, "agnes maaf lama, oh ya ini buat kamu" ucap nya sambil menyodorkan kan bunga tapi tiba tiba ia membusungkan badan dan mengangkat tangan juga kepalanya ke arah ku sambil memperlihatkan kotak cincin dan dia membukanya "agnes kamu mau kan jadi pacar rafa?, rafa udah nunggu lama buat nembak agnes" ucapnya dengan tulus seketika badan ku membeku apa ini yang nama nya cinta payah aku kena kali ini "makasih fa buat semuanya guee... Trima kok" terima ku sambil mengambil cincinnya dan memasang nya ke jari manis ku "agness" teriak rafael sambil menggendongku dan berputar kegirangan. Kurasa ini jadi cita pertama ku yang penuh drama dari kecil aku tak pernah merasakan ini tapi sekarang rafael mengubah takdirku, setelah lulus rafael pun melamar ku di depan tante untung saja tante setuju karna rafael anak tunggal kaya raya dan beberapa bulan lagi pesta pernikahan pun di adakan.
~Happy end~
Thanks for reading
Please you like ♥️thank you