Pagi ini seperti biasa,Nara pergi ke dalam hutan untuk mencari kayu bakar sekalian ia berburu hewan hutan dan juga mencari makanan seadanya
Tak terasa matahari sudah di atas kepala,Nara rehat sebentar di bawah pohon beringin yang begitu rindang sehingga terasa sangat sejuk.
Ada banyak sarang burung di dahan pohon beringin sehingga membuat suara kicau burung yang merdu,membuat Nara tertidur nyenyak.
Matahari pun mulai condong ke barat,Nara baru terbangun dari tidurnya,ia bergegas untuk pulang ke rumah.Di rumah adik Nara dan ibunya sudah menunggu Nara
Hasil buru Nara hanya mendapatkan 1 ekor kelinci sedikit buah buahan hutan dan 1 ikat kayu bakar untuk memasak.
Sesampainya di rumah Nara membersihkan tubuh nya di pencuran samping pondok kecil tempat tinggal Nara,adiknya dan juga ibunya.
Sedangkan ibu Nara dan adiknya memasak buruan yang di dapatkan Nara tadi siang.sesudah membersihkan badan Nara dan keluarga kecilnya menyantap makanan yang terlihat sangat lezat di mata Nara,karna tadi siang Nara tidak sempat makan akibat tertidur di bawah pohon beringin.
Nara adalah anak tertua,menurut kepercayaan masyarakat di tempat Nara setiap anak tertua laki laki maupun perempuan harus di kirim ke hutan kayu besar untuk meningkatkan kekuatan dan juga kehebatan.
Umur Nara sudah beranjak 16 tahun di hari ini,jadi ini adalah waktu bagi Nara untuk di antarkan ke hutan kayu besar itu.
Nara di antar oleh kepala desa dan juga anak² lainnya.namun sesampainya di hutan kayu besar nanti mereka tidak boleh bersama,mereka harus dipisahkan untuk melihat siapa yang paling kuat.
Sesampainya di hutan kayu besar Nara mendapat bagian ke arah timur.Nara sudah merinding melihat hutan itu dengan pohon yang amat besar bak raksasa dengan akar yang menjalar ke sana sini.
Matahari mulai condong ke barat,Nara bergegas memasang tenda untuk bermalam di tepi sungai yang tidak begitu deras.tempat itu sangat cocok untuk di bangun tenda.
Malam yang di lalui Nara tidak lah seperti malam biasanya,biasanya Nara bersama ibu dan juga adiknya,namun kali ini dia hanya sendiri di tengah hutan yang begitu pekat hitamnya,suara hewan yang bersahutan membuat Nara bergidik takut di dalam tenda.
Nara mencoba untuk tidur namun tidak bisa,suara harimau,serigala dan hewan lainnya bersahutan di tengah hutan besar ini.suara burung hantu yang bertengger di dahan pohon membuat suasana semakin mencekam.
Malam pertama ini Nara tidak bisa tidur,di pagi harinya nara masih di dalam tenda,ia takut keluar tenda karna suara harimau dekat sekali dengan tendanya,Nara hanya memakan makanan sisa semalam agar ia tidak kelaparan pagi ini.
Matahari sudah berada di atas kepala,hutan sudah sedikit terang karena matahari sangat terik.nara membereskan seluruh tendanya untuk kembali menjelajah seluruh hutan.
Di perjalanan Nara mendapatkan banyak rintangan.mulai dari melawan ular yang berbisa,di kejar serigala dan babi dan juga hampir di gigit oleh ikan besar yg ada di sungai.
Sehingga malam pun kembali tiba,Nara belum mendapatkan tempat untuk mendirikan tenda.di sela² pohon yang besar Nara melihat cahaya dari arah depan.ia berjalan menuju cahaya itu berharap ia mendapatkan teman untuk bermalam.
Namun cahanya itu berasal dari makhluk yang bertubuh besar dengan mata yang menyala.nara shok melihat makhluk itu,ia bergegas sembunyi di semak².ia melihat makhluk itu seperti memakan sesuatu,namun Nara tidak dapat melihatnya dengan jelas karna hutan dalam keadaan gelap.
Nara tidak bisa berdiri akibat terlalu shok melihat makhluk itu,makhluk itupun berjalan ke arah sungai ntah apa yang ingin dilakukan makhluk itu Nara tidak tau, Nara pergi secepatnya dari tempat itu untuk mendirikan tenda.
Cahanya kembali terlihat namun Nara tidak mendekat lagi ke cahaya tersebut karna takut nanti ya ia kembali bertemu makhluk itu.
Benar saja di hutan kayu besar ini makhluk bertubuh besarlah yang paling banyak,dan jangan terkecoh dengan cahaya seperti senter itu, cahaya itu adalah mata makhluk itu,karna tidak di perbolehkan untuk memakai senter di dalam hutan ini.orang² hanya memanfaatkan cahaya bulan untuk berjalan dalam hutan yang menyeramkan ini.
Nara hanya berjongkok di bawah pohon hingga pagi datang,ia tidak juga bisa tidur akibat tidak mendirikan tenda.nara melihat banyak sekali cahaya² di tempat ini,jadi fiabtidak ingin bersuara.
Nara mendengar ada suara orang yang berbicara.ia mencari asal suara itu hingga ia sampai di tepi air terjun.nara melihat seorang anak laki² yang berbica pada seekor anak harimau.
Anak laki² itu tersenyum melihat Nara yang bengong karna ia berbicara pada hewan.ia mengajak Nara untuk bergabung dengannya.
Nara heran ia bertanya apakah anak harimau itu mengerti apa yang di ucap kannya.anak laki² laki itu hanya tersenyum dan mengangguk.
Mereka saling memperkenal kan diri dan juga anak harimau itu.laki² itu bernama Zoro dan harimau itu bernama bobo.
Mereka mudah sekali akrab dan bermain di air terjun bersama,Nara ingin bergabung dengan Zoro dan bobo,Zoro menyetujuinya karna mereka akan beramai² supaya tidak takut sendirian.
Nara sangat banyak sekali bertanya pada Zoro dan tak lupa juga Nara bertanya tentang anak harimau itu.
Zoro saat itu sedang berjalan² melihat hutan,ia melihat perkelahian antara harimau dan macan,macan itu ingin sekali memakan bobo,sehingga perkelahian tidak dapat di elak kan.sehingga harimau dan macan itu sama² mati di area pertarungan.zoro sangat kasian melihat bobo kecil sendirian,ia membawa bobo bersamanya.
Mereka pun berhenti di bawah pohon yang berbuah lebat,Zoro menaiki pohon dan Nara memungut buah yang di jatuh kan zoro.mereka makan siang dengan buah² hutan untuk mengisi perut mereka.
Nara ingin membangun tenda di bawah pohon ini agar tidak perlu jauh² untuk mengambil buahnya.sedangkan Zoro hanya bersantai dengan bobo di tepi sungai
Malam pun tiba Nara yang baru keluar dari tenda kehilangan Zoro,ternyata Zoro dan bobo tidur di atas pohon karna tidak memiliki tenda.
Nara mengajak mereka tidur di dalam karna banyak makhluk dan hewan lainnya yang sangat berbahaya.namun Zoro menolak,ia sudah terbiasa tidur di pohon.sudah berapa tahun Zoro ada di hutan ini ia tidak pernah memakai tenda.
Zoro lebih dulu di antar ke hutan ini karna Zoro lebih tua dari pada Nara.
Pagi harinya nara membangunkan Zoro di atas pohon dan mengajaknya untuk berjalan².
Zoro mengajak Nara pergi ke suatu tempat.namun Nara tidak tau,ia hanya mengikuti Zoro dari belakang.mereka melalui bukit lembah dan banyak hal lagi sehingga matahari sudah condong ke barat,mereka rehat di atas bukit yang tidak terlalu banyak di tumbuhi pohon,pohonnya pun tidak seperti pohon yang ada di hutan sebelumnya.
Mereka kembali melanjutkan perjalanannya,namun Zoro hanya terlihat santai padahal Nara sudah sangat ketakutan jalan di hutan ini,hutan kali ini sangat berbeda sekali.
Zoro berhenti di suatu tempat,tempatnya dataran yang di tumbuhi rumput dan juga bunga,namun Nara hanya terpesona melihat begitu banyak kunang² yang menerangi taman ini,seperti ada di surga.nata berlari ke sana kesini bersama bobo.sedangkan Zoro mendirikan tenda nara.
Zoro bergabung dengan mereka yang tiduran di atas rumput yang sedikit basah oleh embun,mereka melihat kunang² yang berterbangan dan juga bulan yang indah dihiasi bintang yang bertaburan.
Mereka makan buah yang dia ambil Zoro di jalan tadi sambil tiduran di atas rumput,sehingga mereka tertidur di sana.
Pagi nya matahari terlihat malu² menampakkan wajahnya,mereka menyaksikannya di atas dataran itu yang agak tinggi sehingga bisa melihat matahari terbit.
Mereka kembali berjalan² ke tempat yang indah,Zoro mengajak Nara untuk menyaksikan ikan yang meloncat²di sungai yang tak jauh dari raman bunga,mereka menikmati sekali pemandangan yang indah ini.
Hutan ini bukanlah hutan kayu besar melainkan hutan surga,yang jarang di temui oleh orang².namun Zoro menemukannya karna ia adalah orang yang hebat.
Zoro dan Nara begitu semakin dekat sehingga menumbuhkan suatu perasaan.
Sehingga mereka tidak ingin berpisah.
Setiap orang yang masuk ke hutan surga mereka akan bisa ke luar saat 5 tahun telah berlalu,namun wajah mereka tetap seperti wajah awal mereka datang ke sini.
Akhirnya mereka hidup di dalam hutan surga dan tidak mau keluar lagi.
Mereka telah nyaman di sana.