"Selamat anda diterima di perusahaan ini, silahkan menunggu info selanjutnya"
Gea bersorak gembira, akhirnya setelah sekian lama dirinya mendapat pekerjaan tetap. Senyumnya mengembang tanpa henti sampai Wina teman sekosnya menatapnya heran
"Hai cantik, gw lagi bahagia"
Ucap Gea, Wina hanya bisa memasang wajah bingungnya sampai dia tidak sadar air yang niatnya untuk menyiram tanaman kini beralih menjadi membasahi lantai teras kamarnya
"Maakkk banjir"
Teriak Wina heboh langsung heboh membersihkan air yang tumpah. Sedangkan Gea memasuki kamarnya seperti tuan putri yang sudah siap disambut dengan megah
"Bahagianya, inikah yang dinamakan cinta"
Ngelantur adalah salah satu gejala yang dialami Gea akibat mendapat pekerjaan tetapnya
**
"HAH YANG BENER AJA"
Sayang kebahagiaan yang kemarin dirasakan Gea mendadak sirna begitu saja. Pagi-pagi sekali Gea sudah bersiap dan langsung berangkat ke kantornya tentu dengan outfit keren yang sudah dia siapkan sejak semalam
"Mohon maaf sebelumnya mbak Gea, ini permintaan langsung dari direktur. Karena menurut direktur jurusan mbak Gea cocok untuk mengurus anak-anaknya dirumah"
"Anak-anaknya? DIA PUNYA BERAPA ANAK SIH?"
"2 mbak hehe kembar"
Gea memejamkan matanya menahan kesal, dirinya merasa tertipu. Jelas-jelas dalam pengumuman lowongan kerja kemarin disebutkan bahwa ada 3 posisi pekerjaan yang dibuka namun Gea bahkan tidak masuk ke dalam salah satu dari 3 posisi itu
"Ini terus saya harus kemana dan ngapain?"
Tanyanya masih sabar pada resepsionis yang sejak tadi hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Mbak Gea diminta ke ruangan direktur dulu, nanti direktur yang jelaskan sisanya. Begitu pesan beliau mbak"
Gea langsung pergi begitu saja padahal dia belum tahu ruangan direktur dilantai berapa, tapi rasa kesalnya melebihi batas. Dengan asal Gea memencet tombol lift ke lantai paling atas, biasanya direktur ada di lantai atas kan. Begitu pikir Gea
Untungnya benar
"Selamat pagi ini yang saya tunggu akhirnya datang juga. Bagaimana kabarnya? Silahkan duduk langsung saya jelaskan job desknya"
Gea duduk dengan kasar, tasnya dia taruh dengan kasar pula. Vito hanya bisa menaikkan kedua alisnya melihat perilaku Gea, dia paham pasti Gea sekarang merasa kesal dan tertipu
"Jadi kamu akan saya angkat jadi babysitter anak-anak saya, mereka kembar laki-laki dan perempuan. Mereka sudah saya beritahu perihal ini dan tanpa saya duga ternyata respon mereka bagus begitu melihat video perkenalan diri yang kamu kirim melalui email perusahaan. Sebenarnya perusahaan memang membuka 4 posisi tapi 1 posisi terakhir bersifat rahasia dan kamu yang cocok untuk posisi itu berdasarkan pilihan anak-anak saya"
"Oke jadi maksud direktur saya sebenarnya gak perlu merasa tertipu karena pada dasarnya lowongan tersembunyi ini emang ada dari awal gitu?"
"Saya harap begitu, tapi kalau pun kamu merasa tertipu dan keberatan saya gak masalah. Tapi saya mohon coba dulu untuk satu minggu kedepan, anak-anak sudah memilih kamu langsung. Saya perlu waktu untuk menjelaskan ke mereka kalau kamu memang merasa tidak cocok dengan pekerjaannya. Tenang gaji & tunjangan kamu sesuai dengan yang tertera di pengumuman loker"
"Oke saya coba untuk seminggu ke depan. Jadi hari ini tugas pertama saya apa"
"Menjemput mereka dari sekolahnya, di CV kamu melampirkan 2 jenis SIM jadi saya asumsikan kamu bisa membawa mobil. Ini mobil khusus untuk kamu gunakan mengantar jemput sekolah, juga untuk melakukan apapun yang kamu mau. Kamu bisa pilih mau menginap atau tidak saya tetap memberikan akses kunci kamar anak-anak dan untuk kamu. Pin rumah dan sebagainya sudah saya kirimkan via whatsapp"
"Baik sisanya diinformasikan lagi aja lewat whatsapp sekarang saya mau jemput mereka dulu"
"Kelly dan Kevin, itu nama mereka kelas B2 & B3"
Setelahnya Gea langsung pergi melaksanakan tugas pertamanya hari ini. Tak lupa kacamata hitam yang membuat tampilan Gea hari ini semakin cetar
"Perkenalkan saya Gea babysitter kalian yang badas dan cantik"
Ucapnya sebelum mengendarai mobil menuju sekolah TK Kelly dan Kevin
**
"Duh papa mana sih kak, lama banget tumben"
Keluh Kelly, Kevin hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sudah 30 menit berlalu sejak sekolah dibubarkan tapi jemputan mereka belum datang juga. Tidak biasanya Papa mereka (Vito) terlambat menjemput
"Hello kids, let's Go pulang"
"Hah?"
Ucap Kelly & Kevin berbarengan bingung melihat tingkah tante cantik yang tiba-tiba menghampiri mereka dan mengucapkan kalimat itu tanpa basa basi
"Emang tante siapa?"
"Tante? Nooo call me Onty Gea, okey kids. Sekarang ayo pulang udah pada laper kan? Mau makan apa Onty Gea siap masakin kalian apa aja"
"Kak tante ini bukan penculik kan?"
Bisik Kelly pada Kevin, tanpa diduga Kevin malah jalan lebih dulu meninggalkan Kelly dan Gea yang masih diam disana
"Bukan itu kan mobil papa"
Kelly mendongakkan kepalanya, benar saja salah satu mobil papanya terparkir disana berarti tante ini (Gea) memang suruhan papanya
"Kelly mau makan mie goreng"
"Pesanan diterima"
**
"PAPAAAA!!"
Teriak Kevin & Kelly serempak begitu pintu terbuka menampilkan pria berbadan kekar dengan kemeja yang lengannya sudah tergulung asal
"Halo sayang-sayangnya Papa, gimana sekolahnya?"
"Asik dong eummm cuma tadi lama banget jemputan nya Kelly udah laper duluan"
"Kelly Kevin ini makanannya udah jadi ayo makan"
Gea datang dari dapur masih mengenakan apron dengan rambutnya yang dijepit. Vito terdiam sebentar melihat Gea, sedangkan Kelly dan Kevin sudah berlari menuju meja makan
"Eh mohon maaf sebelumnya, saya kira belum pulang. Sekalian makan malam dulu pak?"
"Vito saja"
"Ah iya Vito"
Gea lebih dulu kembali ke dapur disusul Vito, mereka nampak seperti keluarga bahagia sekarang. Sial pikiran macam apa ini, ucap Gea dalam hatinya
"Onty gak makan juga?"
"Kalian aja duluan, onty nanti"
"Kenapa? Sama-sama aja onty, boleh kan papa?"
"Boleh"
Gea duduk dengan canggung, dia tidak berniat mengganggu acara makan malam keluarga ini. Tapi Kevin terus-terusan memintanya duduk dengan menarik-narik apron yang masih Gea kenakan
"Waaahhh akhirnya bisa makan masakan enak lagi. Masakan papa bad"
Vito hanya tertawa mendengar komentar jujur Kelly, 3 bulan terakhir semenjak ART mereka berhenti Vito sesekali memasak untuk Kevin & Kelly walaupun masakan yang dia buat itu-itu saja dan tidak terlalu menarik untuk anak-anak
Vito tersenyum bahagia, melihat akhirnya Kelly dan Kevin bisa makan dengan lahap lagi tanpa protes dan dipaksa dulu
"Onty besok pagi masakin kita juga kan?"
Gea mengangguk dengan senyum tipisnya
"Kevin bisa request?"
"Bisa dong Kevin mau sarapan apa?"
"Kevin mau sarapan sandwich tanpa tomat"
"Kelly juga mau request onty"
"Oke apa request dari Kelly"
"Spaghetti carbonara hihi"
"Oke request sudah dicatat ya kids"
"ASIIKKK"
Ucap Kevin & Kelly kegirangan. Vito dan Gea hanya tertawa melihat tingkah twins ini. Setelah sekian lama mereka bisa makan malam dengan baik dan penuh tawa tanpa drama
***
"Ah selamat pagi, saya kira jam segini belum bangun"
Sapa Gea canggung mendapati Vito yang sudah berdiri di depan kulkas dengan secangkir kopi yang asapnya masih mengebul
"Berangkat sekolah saya tetap bantu, namanya juga anak-anak ada aja dramanya kalau mau berangkat sekolah"
"Ohh gitu hahaha, iya anak-anak emang gitu. Kalau gitu saya masak dulu, anak-anak juga belum bangun"
"Oke semangat"
"Vito, gak mau request juga?"
"Saya makan apa aja yang tersedia"
Gea mengangguk, dia mulai memasak sarapan untuk ketiga pelanggannya. Hingga tanpa terasa jam sudah menunjuk pukul 7 pagi, sudah waktunya twins untuk mandi bersiap ke sekolah
"Selamat pagi Papa, selamat pagi onty Gea"
Sapa Kelly ramah, Vito cukup heran dengan sikap Kelly. Baru kali ini dia bangun pagi tanpa menangis dan tanpa dibangunkan
"Kakak mana?"
"Kakak? Sudah mandi"
Vito semakin terkejut mendengar Kevin sudah mandi sendiri padahal biasanya Vito harus mengerahkan tenaga ekstra supaya mereka mau mandi sendiri
"Semuanya mendadak jadi semangat, ini karena ada onty Gea atau nasihat Papa baru sampai ke kuping kalian sekarang?"
"Onty Gea galak Papa, kata onty kakak dan Kelly harus jadi anak-anak disiplin kasian Papa sudah capek kerja tapi masih direpotkan kakak dan Kelly yang manja"
Vito mengangguk, lega akhirnya ada yang twins takuti. Walau dia jadi merasa tidak enak hati dengan Gea menjadi sosok galak di mata anak-anaknya
"Yaudah sekarang Kelly juga mandi kakak udah selesai tuh"
Giliran Kelly mandi sedangkan Kevin memakai bajunya. Lagi-lagi tanpa dibantu Vito. Senyum bangga merekah di bibir Vito pagi ini melihat anak-anaknya begitu pintar bersiap sendiri ke sekolah diumur mereka yang bahkan baru menginjak 6 tahun
"Good morning kids, sarapan sesuai request sudah siap. Onty juga sudah siapkan bekal cemilan buat kalian"
"YEAAAYY"
Kevin dan Kelly langsung makan dengan lahap, Vito yang baru saja selesai bersiap juga langsung duduk menyantap sarapannya. Sedangkan Gea masih mencuci peralatan bekas memasaknya tadi
"Enaaakkkk ini baru makanan"
Celetukan kecil bersautan dari twins sedangkan Vito hanya bisa tertawa melihat tingkah Kevin dan Kelly. Diam-diam Gea juga tersenyum sembari mencuci
***
"Mama, Kelly gak mau sama Papa maunya sama Mama"
"Adek tapi kita kan gak punya mama"
Saut Kevin yang membuat Kelly semakin terisak. Sejak semalam Kelly demam, sayangnya Gea tidak bisa langsung menghampiri Kelly yang sedang sakit karena urusan keluarga. Berakhir Vito harus mengambil cuti karena Kelly yang tidak mau dilepas dari gendongannya
"Onty"
Ucap Kelly lemah begitu melihat Gea datang dengan tergesa-gesa. Tanpa istirahat terlebih dahulu Gea langsung menggendong Kelly yang mulai menangis
"Ssstt udah jangan nangis onty udah disini"
Vito menatap Gea dengan senyum tipisnya. Kelly langsung tenang dan tertidur begitu Gea mengambil alih gendongannya, Kevin juga sekarang duduk dengan tenang. Entah mengapa mereka bisa mendadak menjadi begitu dekat dengan Gea
"Sini gantian"
Vito berniat menggendong kembali Kelly tapi Gea menolak sebab Kelly baru saja tertidur lelap. Dia takut Kelly akan terbangun dan menangis lagi
"Gapapa ini bisa sambil duduk"
Gea duduk di sofa yang memang ada di kamar Kelly, masih sambil memangku Kelly. Tak lama Kevin ikut duduk dan bersandar pada Gea, Vito terheran-heran melihat tingkah twins. Hanya butuh waktu satu bulan Gea dan Twins sudah tidak bisa dipisahkan
Setelah keduanya tertidur Vito memindahkan mereka satu persatu ke kamar masing-masing. Gea meregangkan tubuhnya yang terasa sedikit pegal karena menggendong Kelly tanpa berpindah posisi selama beberapa jam
"Maaf pasti capek"
"Gapapa kasian lagi sakit, Kevin jangan dikasi deket-deket sama Kelly dulu ya. Takutnya nular"
"Kamu mau pulang?"
Gea menggeleng, dia menunjuk tas backpack yang dia bawa tadi. Vito langsung paham kalau Gea akan menginap, sesekali Gea memang sering menginap sebagian barangnya pun sudah berpindah kesini
"Selamat malam"
Gea menganggukkan kepalanya, Vito juga sudah masuk ke kamarnya untuk istirahat. Sedangkan Gea masih menemani Kevin yang agak gelisah
***
"Papa, boleh gak kalau Kelly panggil onty Gea Mama?"
"Iya Kevin juga mau panggil Mama"
Vito cukup terkejut mendengar pertanyaan anak-anaknya ini. Tanpa terasa setahun berlalu sejak pertama kali Gea menjadi babysitter untuk anak-anaknya. Kini twins sudah menginjak usia 7 tahun dan sudah berada di bangku pertama sekolah dasar
"Apa alasan Kelly dan Kevin mau panggil onty Gea itu Mama?"
"Gak tau, tapi kata teman-teman Mama mereka juga sama kayak onty Gea. Masak, nyuci, beres-beres rumah, eummm juga jagain anak-anak sama jagain papa mereka juga"
"Dulu Bi Reni juga melakukan semua itu tapi kenapa kalian gak mau panggil Mama?"
"Bi Reni sudah tua cocok dipanggil nenek, tapi kalo onty Gea masih muda"
Vito tertawa mendengar alasan Kevin, namun apa yang Kevin katakan tidak salah. Dulu Bi Reni memang mereka panggil dengan sebutan Nenek Reni. Tapi siapa sangka ternyata alasannya karena Bi Reni sudah tua
"Jangan tanya papa, tanya langsung ke onty Gea"
"Oiya papa, kata temen-temen kalau sudah SD harusnya sudah punya adek"
"Kelly sudah jadi adek kaka Kevin"
"Bukan papa tapi adek lainnya"
Vito mendadak tidak bisa menjawab, dia kebingungan harus menjawab pertanyaan Kelly bagaimana. Beruntung Gea datang menyela obrolan mereka
"Emang sudah siap punya adek lagi?"
"Teman-teman bilang kalau umur 7 harus siap jadi kakak, eh walau kakak Kevin sudah jadi kakak dari dulu"
"Emang Kelly sudah siap sayangnya terbagi sama adek?"
Kelly menggelengkan kepalanya spontan, Gea langsung mengusap kepala Kelly lembut
"Nah itu udah tau jawabannya, oke ayo kita berkebun"
"Maafin pertanyaan anak-anak yang suka absurd"
"Gapapa anak-anak emang fomo suka ikut-ikutan temennya hahaha"
Vito lega karena Gea untungnya tidak merasa tersinggung sama sekali. Hari minggu ini mereka punya jadwal merapikan kebun dan juga menanam beberapa tanaman baru. Semenjak ada Gea, rumah ini selalu punya jadwal rutin setiap weekend nya. Dan jenis kegiatannya pun tidak sama setiap weekend
Vito senang karena Gea mampu mengajarkan banyak hal baru pada anak-anaknya yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh Vito. Syukurlah karena dia tidak salah pilih babysitter, walaupun jika diingat hari pertama pertemuan mereka Vito masih benar-benar merasa tidak enak dengan Gea
"Huaaaahhh panas banget, maaa Kelly sudah cukup ya berkebun nya"
Gea memasang wajah bingung, dia kira kupingnya salah dengar
"Mama Gea hihi sekarang Kelly mau panggil itu boleh kan?"
Gea cukup terkejut mendengar permintaan Kelly, tapi entah mengapa kepalanya otomatis mengangguk walau otaknya belum 100% setuju
"YEAAYYY KITA PUNYA MAMA KAK"
"ASIIKKK PUNYA MAMA"
Kevin dan Kelly bertepuk tangan riang, Gea dan Vito cukup bingung juga canggung. Tapi mereka berusaha menutupinya agar tidak merusak kebahagiaan twins
"Kamu beneran gapapa dipanggil Mama? Kalau gak nyaman tolak aja"
"Gapapa, mungkin itu cara mereka menunjukkan rasa nyaman dan aman"
"Gak tau apa aja yang mereka dengar dari teman-temannya tapi akhir akhir ini mereka suka kepo dan cerita banyak tentang keluarga teman-temannya"
"Mungkin mereka juga mau kayak gitu, wajar mereka masih anak-anak lagi haus sama kasih sayang orang tuanya"
Vito tidak menjawab lagi, dia hanya diam sembari menghabiskan jus melon yang memang Gea siapkan untuk kegiatan berkebun mereka. Gea juga terdiam selanjutnya, menikmati angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya
Mereka duduk berdua di tikar dengan beberapa cemilan dan jus melon. Layaknya kencan piknik, Kelly dan Kevin sudah lebih dulu masuk mencari kipas karena kepanasan
"Saya sempat berpikir untuk menikah lagi"
Ucap Vito di tengah keheningan mereka. Sepertinya ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya tanpa diganggu anak-anak pikir Vito
"Bagus mereka sudah lama pengen punya mama yang sebenarnya, bukan sekedar peran mama lewat babysitter"
Vito diam lagi, tangannya merogoh kantong celananya. Kotak cincin ia letakkan pada pangkuan Gea dengan lembut
"Ini apa?"
Vito lagi lagi diam, Gea membuka kotak itu. Terpampang jelas cincin perak berhias satu berlian kecil di atasnya memberi kesan simple namun elegan. Lengkap dengan notes yang terlipat di samping cincinnya
"Saya memilih kamu bukan tanpa alasan Gea, kamu sudah menarik perhatian saya jauh sebelum lowongan pekerjaan itu dibuka"
"Maksudnya? Memang kapan kita pernah ketemu?"
"Waktu itu kamu jadi penerima tamu di pernikahan salah satu kolega saya. Setelahnya saya tahu kalau kamu ternyata teman Dion, kolega yang saya maksud. Setelahnya kita bertemu beberapa kali tanpa kami sadari di cafe tempat kamu bekerja sebagai baker"
Gea cukup terkejut mendengar cerita yang disampaikan Vito tentang pertemuan mereka. Tapi satu pun gak ada yang Gea sadari, Vito ternyata selama ini sudah mengawasinya
"Syukurnya ternyata anak-anak memilih kamu untuk menjadi mamanya. Diatas segalanya, pendapat dan persetujuan anak-anak yang paling utama dan kamu satu-satunya yang mendapat persetujuan itu Gea"
Lagi-lagi Gea hanya bisa terdiam, hanya dia satu-satunya yang disetujui oleh Kevin dan Kelly. Gea terharu, dia tidak menyangka bahwa kisah mereka akan menjadi seperti ini
"Saya gak pernah kepikiran akhir kisah kita happy ending seperti ini"
"Kamu pantas menerimanya Gea, kamu tulus sayang sama anak-anak padahal kamu sendiri belum pernah menjadi seorang ibu. Itu poin plus kamu dimata saya. Jadi apa jawaban mu?"
Gea mengangguk mantap, Vito memeluk Gea erat. Mengecup puncak kepalanya Gea lembut
"IHH PAPA SAMA MAMA PELUKAN GAK AJAK-AJAK. KAKAK AYO SERBU"
"SERBUUUU"
Kelly dan Kevin berlari menuju pelukan Vito dan Gea, keluarga mereka kini semakin lengkap dengan kehadiran Gea. Sungguh pemandangan yang sudah lama Vito inginkan, akhirnya Vito bisa mewujudkan keinginan anak-anaknya dan tentu membawa pujaan hatinya yang sudah lama dinanti
***
"Wahhh kenapa tangan adek bisa kecil begini mama?"
"Karena adek masih bayi nak"
"Adek bayi memang kecil begini ya Ma?"
"Iya nanti adek bakal makin besar kayak Kakak Kevin dan kakak Kelly, tapi adek harus sering minum susu dan istirahat"
"Makanya kalian jangan cubit pipi adek terus biar adeknya bisa istirahat jadi cepet besar"
"Huuuuu itu sih papa yang bilang"
"Emang bener kok coba tanya Mama kalo gak percaya"
Kini mereka kedatangan satu anggota baru lainnya. Kenan, bayi laki-laki yang melengkapi keluarga mereka. Setahun setelah pernikahan, mereka langsung dikaruniai anak lagi. Kisah mereka akan semakin bertambah seru dan bahagia dengan kehadiran Kenan
Keluarga kecil mereka sesuai harapan Kelly dan Kevin. Papa, Mama, dua kakak dan adek bungsu
Begitulah kisah mereka, kebahagiaan tiada henti menghampiri keluarga ini
✿✼:*゚:.。..。.:*・゚゚・**・゚゚・*:.。..。.:*゚:*:✼✿
Halloooo terimakasih sudah mampir kesini
Sampai jumpa di judul cerpen lainnya
Splashwin_