Karya : Riska krisdayanti lase
dia duduk sambil meminum kopi dengan anggun yang baru saja disajikan oleh pelayan kafe, sambil melihat orang-orang berlalu-lalang dibalik jendela kafe yang dia singgahi. tiba-tiba hujan turun dengan deras tanpa pemberitahuan membuat semua orang yang berada diluar berlari panik mencari tempat-tempat untuk berlindung.
hujan yang deras, kilat yang menyambar,dan angin yang kencang tiba-tiba mengingatkan nya akan kejadian yang terjadi tiga tahun yang lalu, dimana kejadian itu adalah sebuah mimpi terburuk baginya tetapi juga awal dari kebahagian dan kesuksesan nya sekarang.
namanya adalah adrianne callie dia biasanya dipanggil anne, mempuyai paras yang cantik dan senyuman yang manis,bahkan kerutan diwajah nya tak kelihatan,dia nampak muda.
hujan sangat lebat pria setengah baya itu menatap putri nya yang sedang menangis dibawah dengan geram dan penuh amarah karena mengetahui putri satu-satunya telah melakukan hal kotor dan sekarang malah menggandung hasil perbuatan kotornya dia bahkan dikeluarkan dari sekolah nya dan mantan pacarnya tidak ingin bertanggung jawab membuat pria setengah baya itu tidak lain adalah ayahnya anne pak dian hampir gila memikirkan putrinya.
amarah pak dian itu memuncak saat anne meminta agar dia bisa terus bersekolah. anne tidak sadar dengan kondisinya sekarang apakah ada yang mau menerimanya. karena tak bisa menahan emosi lagi akhirnya pak dian akhirnya menariknya keluar dari rumah mencoba untuk mengusirnya, ibu trisna yang memohon pada suaminya agar dia tidak diusir dan anne yang hanya bisa menangis pasrah ditarik oleh ayahnya keluar dari rumah.
dengan cepat pak dian menarik dan mendorong nya keluar dan terjatuh. pak dian dengan cepat menarik istrinya untuk masuk kembali kedalam rumah, awalnya ibu trisna menolak dan memberontak mencoba berusaha untuk melepaskan genggaman suaminya tapi usaha nya sia-sia bagaimana pun suaminya lebih kuat darinya.
"PERGI DARI RUMAH INI AKU TIDAK PERNAH PUNYA ANAK SEPERTI KAMU " dengan nada yang membentak pak dian langsung menutup pintu.
anne berusaha bangun dengan cepat untuk menghalangi pak dian menutup pintu tapi gagal dia hanya bisa menangis dan memukul-mukul pintu memohon agar pak dian memaafkannya.
"ayah, maaf aku salah. kumohon ayah buka pintunya tolong jangan usir aku, aku akan kemana kalo ayah mengusir ku" ujar anne dengan menangis terisak-isak.
air mata terus keluar dan dia terduduk lesu dilantai dengan kedinginan menunggu mungkin saja orang tua nya akan membuka kan pintu untuk nya karena kasihan padanya. tapi setelah sekian lama tidak terdengar suara apapun dibalik pintu kecuali ibunya bu trisna yang menangis dan memohon kepada suaminya. akhirnya dia sadar bahwa dia tidak akan memaafkan nya dan dia telah dibuang.
dia pun mulai bangkit berjalan ditengah hujan yang deras dan tak tahu mau kemana hanya bisa mengikuti langkah kakinya yang entah menuju kemana. ditengah perjalanan dia bergumul dengan pikirannya dan terhayut dengan kesedihan nya yang tak bisa dikatakan. bagaimana tidak mantan pacarnya yang selalu menjaganya dan berjanji akan bertanggung jawab malah lari entah kemana sekarang dia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpanya.
"semua orang sudah tidak menyukaiku, aku menjijikan, aku kotor, lalu buat apa aku hidup" ujar nya dengan tatapan kosong air matanya tak berhenti keluar dan dia menangis terisak-isak ditengah-ditengah hujan dan kedinginan.
tanpa sadar dia sudah berada dijembatan sangat gelap dan menakutkan disana dia hanya sendirian menatap sungai yang ada dibawah jembatan sangat lama bahkan dia tak merasa kedinginan diguyur hujan yang sangat deras dari tadi. tiba-tiba entah datang dari mana dia memikirkan untuk melompat kebawah mencoba untuk mengakhiri hidupnya.
"bukankah lebih baik aku mati saja" dia bergumam sambil terus menatap sungai yang arusnya sangat deras dibawah jembatan.
tanpa berpikir lagi dia naik kepagar jembatan dan berdiri disisi jembatan mencoba melepaskan tangan nya perlahan sambil menatap kosong kebawah.tiba-tiba berhenti dan memegang kembali pagar nya dia mendengar suara yang akrab ditelinganya memanggil-manggil namanya.
" ANNE " ucap mereka dengan serempak dengan nafas yang tersengal-sengal dan kehujanan mereka berlari dengan cepat kearah ku.
"anne, stop berhenti disitu jangan melompat aku akan kesana okey" maya dengan panik dan perlahan mendekati anne yang berada disisi pagar.
"tidak berhenti disana, jangan mendekat kalo kalian mendekat selangkah lagi aku akan melompat" ujar anne dengan mengancam.
mendengar ancaman anne mereka berhenti dan memandanginya dari kejauhan sekitar 10 meter dari anne. ekspresi khawatir terlihat Jelas diwajah mereka yang diguyur hujan.
"kenapa kalian kemari bukankah lebih baik aku mati. semua orang akan senang dan ayah ibu juga tak perlu malu lagi. bahkan sekarang tidak ada yang menginginkan aku lagi lalu buat apa aku hidup" dia menangis dengan sangat menyedihkan hati nya hancur lebur setiap perkataannya itu keluar.
melihat kesedihan anne air mata nya jatuh Perlahan-lahan ke pipinya yang sudah dibasahi air hujan"berhentilah bersikap bodoh dan turun dari sana kalo mereka tak menginginkan mu bukankah ada aku dan kak dion disini kami akan selalu disisi mu percayalah pada kami dan jangan berpikir menyakiti dirimu sendiri apalagi mencoba bunuh diri seperti sekarang".
dengan perlahan dia menyeka air mata di pipinya lalu kembali melanjutkan perkataannya dengan lembut "anne apa kamu lupa janji kita bertiga, janji yang kita buat pada saat rere masih hidup dan janji mu pada rere untuk tak pernah menyerah".
air mata nya terus mengalir bercampur air hujan membasahi kedua pipinya. maya tidak pernah menangis di depan siapa pun dia akan selalu tersenyum disetiap masalah, dan dia pintar dalam menyembunyikan ekspersinya terutama kesedihannya, tetapi sekarang wajahnya dipenuhi air mata membuat siapa pun yang mengenalnya terutama anne sahabatnya akan heran apakah dia benar-benar maya yang selalu tersenyum.
lagi pula ini juga bukan pertama kali maya membuat wajah dan menangis seperti itu.terutama semenjak kematian rere, maya berubah. kami bertiga rere,anne, dan maya pernah berjanji akan selalu bersama meskipun impain atau cita-cita yang mereka berbeda tapi mereka bertiga selalu mendukung dan melengkapi.
tapi sayangnya setengah tahun yang lalu rere meninggal saat operasi. rere memiliki penyakit jantung dan butuh transplantasi tapi tidak mendapatkannya, rere sadar akan hidup nya tak lama lagi dia meminta kedua sahabat nya untuk berjanji padanya agar mereka tetap berjuang dan meraih mimpi yang mereka janjikan.
mendengar maya menyebutkan rere membuat hatiku bimbang dan akhirnya sadar bahwa kematian tak akan membuahkan hasil apapun.dengan cepat dia berbalik kembali tetapi tanpa sengaja kakinya tergelincir dan hampir jatuh jika saja dion tidak berlari cepat kearahnya dan menangkap tangannya bisa langsung dibayangkan apa yang akan terjadi.
badannya menggelantung diudara dan dion yang masih memegang tangan nya dengan erat agar anne tidak terjatuh dan berusaha bergerak menarik dia keatas. tiba-tiba setetes darah jatuh ke wajah anne membuat dia binggung dan mencari dari mana asalnya darah ini, lalu saat ia melihat kearah tangan dion dia sadar bahwa darah itu berasal dari tangannya yang terluka, kulitnya robek dipagar besi.
"kak dion lepaskan saja tanganku, tangan kakak terluka seharusnya kakak tak perlu menyelamatkan ku biarkan saja aku jatuh lagi pula tidak ada yang menginginkan ku jadi, kumohon lepaskan tanganku aku tak bisa melihat kakak terluka seperti ini" dengan panik anne mencoba menyakinkan dion untuk melepaskan tangan nya.
"tidak, aku tidak akan melepaskan mu. orang lain boleh tak menginginkan mu tapi aku menginginkan mu jadi, tetaplah hidup jangan menyerah seperti ini. lagi pula luka sekecil ini tak membuat ku sakit" dengan menahan rasa sakit ditangan nya dia berbicara terbata-bata mencoba menyakinkan anne. tangan nya robek dan darahnya terus mengalir keluar, dia juga masih harus memegang, menahan dan menarik anne bisa dibayangkan betapa menyakitkannya.
mendengar perkataan dion yang tulus menbuat anne merasa tak tahu harus berkata apa, yang ada hanya perasaan senang dan sedih yang bercampur aduk didalam hatinya.
maya yang masih berdiri terdiam langsung berlari dan membantu dion menarik anne keatas. dengan sekuat tenaga mereka menarik anne membuat anne merasa bersalah karena merepotkan mereka untuk menolong dia.
setelah anne naik keatas dengan cepat dion memeluknya lalu menyandarkan kepala mya ke bahu anne, tanpa diduga perlahan air mata nya jatuh, anne merasakan bahunya basah Dan tertegun mendengar perkataan dion.
"maaf aku terlambat, seandainya aku datang lebih awal mungkin semua ini tidak akan terjadi maaf...., ku mohon jangan tinggalkan aku" ujar dion.
Mendengar dion meminta maaf anne merasa tidak mengerti kenapa dion harus meminta maaf kepada nya karena seseorang yang pantas untuk meminta maaf adalah dia. anne mangangkat wajah nya dan melihat ekspresi diwajah dion yang penuh kesedihan dan penyesalan. air matanya membasahi pipinya, cahaya bulan yang menerangi wajah nya yang tampan, dan tubuh nya yang kekar dan sedikit berotot basah terkena hujan membuat wanita manapun tidak akan bisa menahan godaan pria tampan itu, apalagi anne yang berada didepan nya melihat godaan dia binggung apakah harus bersyukur atau sedih.
dengan mata yang sedikit bengkak karena menangis meskipun begitu tidak mengurangi ketampanannya dia menggangkat wajah anne dan memegang pipi nya lalu mencium kening anne "Anne, dengarkan aku jangan menyerah untuk impian mu jangan putus asa aku tahu itu tidak akan mudah untuk meraih mimpimu tetapi bukan berarti tidak bisa karena aku disini aku akan akan selalu disisimu. jangan dengarkan perkataan orang lain, aku menyukaimu....aku benar-benar menyukai mu" ujar dion dengan lembut.
mendengar perkataan terakhir dion anne kaget dan dia mendorong dion menjauh darinya " tidak kak dion tidak boleh menyukaiku aku kotor, aku menjijikan, aku tak pantas untuk kak dion" aku memeluk tubuhku dengan ketakutan seolah-olah suara-suara yang menghina ku tergiang-giang dikepalaku.
melihat anne yang ketakutan dion berusaha menenangkannya sambil memeluk nya. " kamu tidak kotor dan tidak menjijikkan sama sekali bagiku, jadi kumohon jangan seperti ini. melihat mu seperti ini membuat hatiku hancur".
setelah mendengar perkataan dion anne merasakan kehangatan dan menangis sejadi-jadinya dipelukan dion, tangan dion yang besar memeluk anne dan mengelus kepala nya. mungkin karena kelelahan akhirnya anne pingsan ditangan dion.
Saat terbangun dia sadar sudah berada di rumah sakit, dia dirawat beberapa hari. selama dia dirawat dion dan anne selalu ada disisinya bergantian untuk menjaganya. anne merasa bahwa dia harus bertanya lagi pada dion agar memikirkan perkataannya untuk menikahinya tapi saat melihat mata dion yang bertekad dan merasa ia tak akan merubah keputusan akhirnya anne setuju.
dengan wajah termenung dia memikirkan apa yang telah dia lakukan dia merasa bodoh karena berusaha untuk bunuh diri, lalu nenyakinkan dirinya untuk berusaha dan berjuang untuk impian nya dia tahu ini sulit tapi dia nyakin pasti bisa melewati semua hambatan karena dia punya pendukung disisinya.
Seseorang menuju kearah nya dan menepuk pundaknya membuat dia kembali sadar dari lamunannya.
" apa yang sedang kau pikirkan? " tanya maya dengan heran dan langsung menuju kursi didepan anne dan duduk.
" tidak ada aku hanya memikirkan kejadian 3 tahun yang lalu " ujar anne.
"oh ayolah, lupakan masa lalu jangan terus-terus mengingatnya itu hanya akan membuat mu sedih" ujar maya dengan lembut.
" kau benar tapi kejadian itu adalah awal dari kehidupan ku sekarang, dimana aku sekarang bisa sukses meraih mimpi ku dan hidup bahagia " ujar anne dengan senyuman yang indah bagaikan bunga persik.
anne lalu memanggil pelayan cafe untuk membayar tagihan dan keluar dari cafe menuju parkiran tempat dion dan nana menunggu.
" yah kamu benar, baiklah lupakan itu bagaimana kalo minggu depan kita ke makam rere soalnya sudah lama kita tidak kesana" ujar maya dengan riang.
"tentu saja aku juga berpikir seperti itu" ujar anne menyetujui pendepat maya.
Akhirnya mereka sepakat untuk pergi ke makam rere, saat sedang asyik mengobrol anne melihat dion dan nana putrinya didalam mobil.
" kenapa kalian sangat lama, cepat masuk kemobil nana udah nungguin dari tadi dan keburu hujan nya turun lagi" ujar kak dion mendengar perkataan dion anne dan maya langsung berlari terburu-buru masuk kedalam mobil dan melaju dengan cepat hingga tak terlihat lagi.
Kita tak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan tapi dengan tekad dan keyakinan kalian pasti bisa menggapai mimpi kalian, dan apapun masalah yang kalian hadapi jangan mengambil keputusan yang gegabah, aku nyakin kalian pasti bisa 😊.
~End~
😄