Hari kamis di siang hari yang sangat cerah aku dan kak angkat ku sedang menonton TV. Saat itu kami memutar film horor terbaru. Kakak angkat ku yang notabenenya penakut awalnya menyarankan untuk menonton film detektif karena kami berdua sama sama suka film detektif. Aku yang tidak kehabisan akal untuk menjahili nya terus memilih film detektif tetapi masih ada unsur horor nya.
"Kak kita nonton film --- aja ini detektif kok" ucapku jahil.
"Bener nih film tentang detektif?" Tanya nya sedikit tidak percaya.
"Iyaaa bener loh kak" ucapku meyakinkan kan.
"Ya sudah putar dah" ucap kakak angkat ku.
Saat itu kami berdua sedang fokus menonton film. Aku pun memiliki ide yang jahil. Aku videokan kakak angkat ku saat adegan horor nya mulai dan aku gunakan filter yang ada penampakan nya. Setelah nya saat kakak angkat ku ke takutan aku langsung berakting seperti sedang ikut ketakutan karena melihat sosok penampakan di video.
"Kak!!! Kakak coba liat vide ini!" Ucapku panik.
"Liat video apa dek?" Ucap kakak angkat ku sambil ketakutan.
Aku pun memperlihatkan video yang sudah ku sering dengan filter dan saat itu kakak angkat ku ketakutan bukan kepalang. Ia teriak dan langsung ketakutan. Untung nya saat itu orang tua ku sedang tidak di rumah dan aku pun heran dengan nih anak satu kenapa penakut banget. Padahal dia adalah seorang laki laki yang cukup maco.
Saat itu karena dia sangat ketakutan aku pun mencoba menjelaskan bahwa itu hanyalah filter.
"Kak ini tuh cuma filter jangan takut gitu loh kak" ucapku heran.
"Astaga kamu suka banget yaa jahilin aku" ucap nya kesal.
Aku pun mendekat ke dia dan kami pun memutuskan untuk mencoba filter yang lucu. Seperti wajah yang jadi ga jelas, Mata yang jadi besar, dan filter yang nyeleneh lain nya. Saat itu aku merasa senang dan gembira bisa bermain filter bersama dengan orang yang paling aku segani namun paling aku sukai.
Sorepun tiba, kakak angkat ku yang harus pulang ke rumah nya pun pamit pulang. Aku yang merasa baru sebentar main bersama dia merasa sedih. Apa lagi aku yang di tinggal sendirian di rumah. yaa walaupun 2 Jam lagi orang tuaku pulang aku merasa sedih. Aku pun menjahilinya dulu supaya tidak bisa pulang. Namun karena dia memang harus sudah pulang langsung menuju expresi serius dan aku pun langsung ciut. Aku membiarkan dia pulang walaupun aku merasa sangat sedih.
"Kakak pulang dulu yaa dek, jaga diri baik-baik bentar lagi ibu sama ayah pulang kan" ucap kakak angkat ku.
"Iya~, paling entar malem baru pulang ~" ucap ku sedih.
"Halah kamu mah boong terus aku udah tau loh ayah dan ibu pulang jam berapa" ucap kakak angkat ku.
"Iya iya" ucapku ketus.
Saat itu kakak angkat ku pergi pulang. Aku merasa kesepian saat dia tidak di rumah. Aku mencoba mengisi waktu dengan bermain hp namun aku sudah bosan. Aku pun melihat lihat hasil foto menggunakan filter yang di coba. Di sana aku ketawa sendiri melihat hasil nya. Saat aku sedang asik melihat itu semua aku pun mendapatkan telfon. Ternyata itu dari orang tua aku. Mereka mengatakan bahwa mereka belum bisa pulang kemungkinan besar besok baru bisa pulang. Aku yang sudah biasa di tinggal seperti itu langsung mengabaikan pesan nya.
Malam hari nya aku yang sedang menikmati makanan tiba tiba di telfon oleh seseorang. Saat aku melihat telfon nya aku pun langsung gembira karena itu dari kakak angkat ku. Kami langsung mengobrol sampai pada suatu pembicaraan.
"Ayah menyuruh ku untuk menemani kamu tapi aku lagi tidak bisa keluar rumah jadi aku temaniewat telpon ga apa apa kan?" Tanya nya.
"Ya ga apa apa kok kak lagi pula kan sudah biasa seperti ini" ucapku.
"Tapi ini baru pertama kalinya saat aku telah menjadi kakak angkat mu, orang tuamu baru bisa pulang besok" jelas nya.
"Ya bagaimana lagi kak orang tua ku kan mencari nafkah untuk kita" jawab ku.
"Iya juga yaa tumben kamu pinter" ucap kakak angkat bercanda.
"Lah aku kan memang pintar hahaha" ucapku menjawab nya.
"Hilih kamu biasanya kan ga jelas dan kalo di jelasin harus berulang kali" ucap kakak angkat.
"Hehehe soalnya kalo di telpon beda sama yang di real life" ucapku.
Saat itu kami yang sibuk mengobrol dan bercanda lewat telepon. Aku yang ingin memasak mie tekena air panas dan refleks menjerit kesakitan. Saat itu aku tak mendengar ocehan kakak angkat ku dan aku pun sibuk dengan tangan yang terkena air panas.
Beberapa saat aku setelah mengobati yang terkena air panas langsung mengingat kalo tadi aku masih telponan sama kakak angkat ku. Seketika aku berfikir apa dia marah karena di abaikan. Aku yang di landa rasa seperti itu tak bisa berfikir tenang. Namun aku harus tetap memakan mie yang sudah ku masak karena aku lapar hehehe.
Pagi hari aku tidak melihat notifikasi dari kakak angkat ku yang biasa nya sudah mengabari ku. Apa lagi saat ini aku sendirian di rumah.
(Apa dia semarah itu kepada aku?) Tanya ku dalam hati.
Saat sekitar jam 12 siang orang tua ku baru saja pulang. Aku berfikir baru kali ini ayah dan ibu pulang siang biasanya jam 2 atau paling lama jam 8 sudah pulang.
"Ibu kenapa baru pulang jam segini?" Tanya ku.
"Loh kamu ga tau kalo kakak di rawat? Ibu pikir kamu tau makanya kami ga ngabarin kamu" ucap ibu menjelaskan.
"Aku ga tau buu kapan kakak di rawat?" Tanya ku kembali.
"Kalo ibu dan ayah di telpon sekitar malam hari. Lalu ibu bilang kepada pihak rumah sakit kalo untuk selamat kan kakak tetapi ayah dan ibu akan datang jam 2 nanti" kelas ibu ku.
aku di sana berfikir kok bisa kakak angkat ku di rawat katanya kemarin ga bisa keluar rumah.
( Apa yang sudah terjadi tadi malam?) Tanya ku dalam hati.
Aku yang mendengar kabar seperti itu langsung bergegas untuk pergi menjenguknya. Sesampainya di rumah sakit aku langsung menemui nya.
"Kakak kenapa bisa seperti ini?" Tanya ku.
"Gak kok kakak cuma oleng sewaktu bawa motor" ucap kakak angkat.
"Tapi kakak mau kemana emangnya? Katanya tadi malam ga bisa keluar. Jujur aja sama aku kak. Aku ga mau kakak bohong sama aku" ucap ku.
"Itu tangan kamu kenapa? " Ucap kakak angkat mengubah topik.
"Ah ini kena air panas, tapi aman kok sudah ku obati. Kakak belum menjawab pertanyaan aku tadi loh " ucap ku.
"Makanya kalo lagi buat sesuatu itu haru hati hati.em... itu ya begitulah" ucap kakak ku.
"Kakak jangan bohong sama aku" ucap ku merasa sedih.
"Hah ya sudah... Kakak sebenarnya malam tadi mau ke rumah kamu dek. Kakak pikir kalo kamu kenapa Napa makanya kakak ngebut dan karena kakak kurang vit jadinya oleng dan ya begini lah" jelas kakak angkat.
"Hadeh pantes kakak ga bisa ke rumah, seharusnya Kaka bilang sama aku kalo kakak lagi ga vit supaya aku bisa kasih obat juga dan kalo kakak lagi ga vit jangan di jalanan. Aku ga apa apa aku juga bisa jaga diri. Aku malah ga bisa liat kalo kakak lua luka begini gara gara aku kak" jelas aku.
"Ya kakak minta maaf lain kali kakak ga bakal begitu lagi" ucap kakak
Kami pun di sana langsung ngobrol santai lagi dan masih membahas soal filter dan hasilnya do rumah sakit itu.
Tamat