Happy reading!
Naila aurelia putri, paras cantik dan memiliki hidung mancung mata indah dengan iris mata biru tua dan memiliki warna bibir seperti ceryy
Yang merupakan putri tunggal sanjaya , namun sayang karena sebuah kecelakaan yang dia alami membuat ia harus tergampar ditubuh diana aurelia
Seorang wanita yang mengalami perlakuan buruk dari keluarga suaminya, bahkan suaminya sendiri tidak pernah menggapnya. Dan disini lah naila, bertekad untuk merubah kehidupan diana , karena bagaimana pun ia adalah pemilik tubuh diana yang sekarang
~Flassback on~
Naila yang tersenyum didepan banyak kamera karena sekarang ia menghadiri pesta pertunangan sahabatnya.dan seperti biasa naila selalu menjadi sorotan.
Niara selamat!!! Akhirnya setelah penantian panjang yang kau lakukan, marvel menjadi milikmu juga"ucap naila sambil senyum jahil
"Penantian apanya, nai! ! Yang ada aku muak jadi tunangan nya si kutub es itu"dengkusdengkus niara sambil melihat muka marvel yang sangat datar. Sedangkan marvel tampak acuh dan memili untuk tidak menanggapi ucapan niara
" Hahaha, aku yakin sebentar lagi kau bakalan bucin sama si kutub es itu'
"Cih, gak akan"
"Oke, kita lihat aja nanti"
"Niara kau sama siapa kesini, apakah sendiri" tanya niara
"Menurut mu, aku sama siapa lagi kaulau bukan sendiri"kesal naila
"Yakali kau pergi bersama daren"
"Sama daren? Mana mungkin aku pergi laki laki itu. Selama ini aku cukup sabar dengan tindakan nya yang selalu mengikuti ku. Asal kau tau, diikuti olehnya serasa memiliki hutang"ungkap naila
" kenapa tidak kau Terima saja? Ataupun kalian berjodoh.? "Ujar niara sambil menaik -turunkan alisnya.
"Gimana kalau kau saja yang Terima dia, jadiian yang kedua kalinya? " goda naila dan segera pergi sebelum niara mengamuk
Naila berjalan ke arah tempat dimana banyak nya makanan yang disediakan, ia mengambil cake dan memakan nya, sekitika rasa manis memenuhi indra perasaan nya.
"Emmm, cake ini sangat manis dan juga lezat , aku harus meminta resepnya" human naila sambil terus menikmati cake tersebut.
"Hay sayang! ! ! "
Deg!
Naila yang sangat hafal suara siapa ini, ia pun dengan mamalas memutar tubuhnya.
"Daren, kenapa kau selalu ada dimana-mana! "Decak naila sambil menatap tajam Daren
Sedang kan Daren hanya terkekeh kecil melihat naila yang sangat kesal dengan nya. "Oh astaga, bukannya itu kita berjodoh? "Balas daren sambil tersenyum manis, sangat manis, bahkan bagi siapa saja yang melihat nya mungkin akan terhipnotis dengan senyum nya itu, tetapi tidak dengan naila, entah kenapa ia tidak tertarik dengan sedikit put dengan daren
" berjodoh? Cih sampai kapanpun aku tidak pernah sudih dengan mu. "
"Why naila? , apa kurang dariku?. "
"Kau tidak ada kurang nya__"
"Lalu mengapa kau tidak mengangapku ada naila. Please izinin aku untuk buat dapetin hati mu." Potong daren sambil menatap naila dengan tatapan memelas.
Naila menghela nafas kasar, apakah ia jahat?
Kurasa tidak, ia harus jujur aku perasaan nya. Ia tidak akan. Ia tidak mungkin menerima perasaan bagas dan membohongi perasaan nya sendiri
"Dirimu berhak bahagia ren.dan bahagia itu tidak ada bersama ku"
"Baiklah, bagaimana dengan berteman
? Seorang naila tidak keberatan dengan itu"ucap daren sambil berusaha tersenyum, walaupun hatinya terasa sakit karena sudah di tolak oleh pujaan hatinya, berapa kali oleh naila.
"Tentu, dan aku berharap dirimu akan mendapatkan perempuan yang benar benar mencintai mu dengan tulus"balas naila dengan tersenyum dan dibalas dengan senyuman tipis oleh Daren.
"Hm, mau berdansa denganku"tawar daren sambil mengulurkan tanggannya
Awalnya naila ragu untuk menerima ajakan Daren, namun pada akhirnya naila menerima uluran itu.
"You'r so beautiful." Puji daren sambil menatap lekat naila
"Ya aku tahu itu hampir semua orang mengatakan itu "
"Hahaha, ini yang aku suka darimu girl. Rasa percaya dirimu. "
"Kenapa kau begitu menyukai ku, aku rasa kau akan dengan mudah mendapatkan kan seseorang wanita di luar sana, secara kau pasti penerus perusahaan dari blue company? "
"Ya aku tahu itu, tidak ada seperti dirimu. Mereka terlalu murah bagiku, kau terang terangan menolakku awalnya membuat ku tertantang. Tapi semakin aku mengenalmu membuat aku menyukai mu
"Tapi kau tahu kan aku tidak menyukai mu? "
"Yah aku tahu setidaknya menjadi teman mu sudah cukup bagiku.dan jika membutuhkan bantuan jangan sungkan untuk meminta pertolongan padaku. "
"Terimakasih karena kau memaklumi perasaan ku"ucap naila sambil tersenyum, lalu ia mulai menjauh tubuh nya karena musik telah berhenti menandakan waktu dansa telah berakhir
" tentu"jawab daren sambil tersenyum.
Setelah berbincang dengan daren, naila berniat untuk pamit kepada mila karena besok ia harus bagun pagi pagi sekali untuk pemotretan.
"Nia, aku harus pulang sekarang karena besok ada pemotretan"pamit naila sambil memeluk sahabat nya.
" iya, hati hati"pesan niara yang dibalas angukan kecil oleh niara
Seperti biasa , naila mengendarai mobil sendiri, ia tak mau terlalu dikekang. Jalanan yang tampak sepi membuat naila bingung, pasalnya sekarang baru jam sembilan malam. Biasanya masih banyak orang selalu lalang dijalan ini
Naila yang tidak ambil pusing, tetap mengendarai mobil nya, namun tak berapa lama, hujan deras mengguyur jalanan yang awalnya tidak licin. Kini mulai sedikit licin.
"Ah sial, bisa bisanya aku terlambat pulang! "Umpat naila, dan mulai menambah kan kecepatan mobilnya. Karena yang dipikirkan naila sekarang adalah bagaimana ia sampai yang bisa sampai dengan cepat.
Hujan yang sangat deras, membuat naila sedikit sulit untuk melihat ke arah jalanan. Naila yang kesusahan berniat untuk mengurangi kecepatan mobilnya, namun entah kenapa rem mobilnya malah blong.
"Shitt, rem nya blong! ! Panik naila yang membuat ia tidak bisa mengendalikan lajuh mobilnya dan berakhir menabrak perbatasan jalan dengan mobil yang berakhir terguling guling
~Flassback on~
***
Seorang wanita yang tengah terbaring di sebuah kasur empuk mulai mengerjabkan matanya. Ia bingung melihat sekeliling dengan pandangan bingung.
" Nona anda sudah bagun*tanya seorang wanita paruh baya seraya menghampiri.
"Anda siapa?
"Jadi aku belum mati, tapi ini dimana? "Batin seorang wanita yang tak lain adalah naila aurelia putri
"Nona mau minum? "Tawar wanita paruh baya itu saat melihat naila yang berusaha untuk mengambil minuman dimeja samping tempat tidur"
"Iya tapi anda siapa, dan ini dimana"
Wanita paruh baya itu tampak mengerutkan dahinya"nona gak tahu siapa saya? "Tanya wanita paruh baya tersebut yang dibalas gelengan kepala oleh naila
"Saya nuny maid dirumah ini"
"Ini dimana? " tanya naila lagi
"Ini dikediaman dirgantara, nona pingsan selama lima hari lamanya akibat jatuh dari tangga."
"Jatuh dari dari tangga? Bingung naila,pasalnya ia itu habis kecelakaan karena rem mobil blong bukan jatuh dari tangga.
" iya nona jatuh dari tangga.dan saya rasa itu semua perbuatan non nana."
"Naila memegang kepalanya, ah dia pusing dengan semua ini. Apa yang terjadi sebenarnya nya? Mengapa ia bisa disini?
" bik, tolong ambilkan saya cermin."
Bikin nuny pun langsung segera mengambil cermin kecil dan memberikan kepada naila"ini non"
Naila menerima cermin itu dan melihat wajah nya seketika syok sampai melemparkan cermin itu hingga pecah.
"KENAPA MUKA AKU KUSAM KAYAK GITU" panik naila, untung semua kamar di mansion dirgantara kedap suara, jadi suara teriakan naila tidak akan terdengar sampai keluar.
"Non, kenapa? ? "Tanya bik nuny khawatir
Naila tidak menjawab ucapan bikin nuny, ia memegang kepala nya dan memijit pelan. Rasanya ia ini semua seperti mimpi"biasa jelaskan siapa saya, seperti nya saya lupa ingatan."
"Bikin nuny tampak terkejut,ia pikir nona yang hanya lupa sesaat karena baru tersadar dari pingsannya.tapi ternyata nonanya malah hilang ingatan beneran"astaga,jadi nona lupa ingatan! ! ?
"Bikin nuny menghela nafas kasar lalu menatap daisy sendu"nama nona adalah dia aurelia putri mashewari, umur nona 23 tahun dan memiliki suami bernama vano anggara, nona juga memiliki sahabat bernama nana corolline, tapi dia tidak sebaik yang nona kira
"Gila, jadi aku juga bertramigasi ke tubuh diana yang sayang nya sudah memiliki suami"batin naila, ia bingung sekarang harus senang atau sedih.disatu sisi ia senang masih hidup walau raga yang berbeda di sisi lain ia mala menempati raga seorang wanita yang sudah bersuami.
" naila berjalan dengan menatap pantulan dirinya didepan cermin meja rias, ia semakin syok melihat bentuk tubuh diana yang kurus seperti tak terawat.
"Astaga jelek sekali wajahnya dan tubuh, udah kusam, kurus lagi"batin naila
"Bikin,ini aku pernah ngerawat diri ngk sih! ? " tanya niara sambil memutar tubuh nya didepan cermin.
"Sebenarnya sebelum nonah nikah, nona cantik.tapi karena ngikutin apa yang dikatakan nona nana, yah jadi seperti ini. "
Naila mendengus. "Bikin bantu aku.merubah semuanya!" Ucap naila tegas. Ia akan merubah semuanya , dimulai dari penampilan terlebih dahulu.
"Iya non, bibi pasti bantu! ! "Balas bikin nuny semangat dan lega akhirnya nona berubah.
"Oh iya, kenapa bibi bilang kalau nana ngak sebak yang aku kira? Tanya naila penasaran
"Dia itu bermuka dua non, didepan semua orang dirumah ini lebih suka menjelekkan nona, dan dia juga banyak membuat non yang sayang malah non ikutin."
"Larang, kayak gimana bik? "
"Misalnya nona ngk boleh ikut sarapan pagi, dengan alasan biar badan non bagus. Terus nona disuruh selalu memakai baju yang tertutup dan polos, bahkan alat make up nona diambilnya. Dan nona tau apa yang lebih parah
" apa bik"
"Dia selalu berusaha buat deketin dengan vano karena dia suka sama suami non, maka karena itu dia selalu berusaha membuat citra non buruk didepan semua orang"
"Ck, dasar pelakor! ! "Decak naila. Karena ia paling benci dengan namanya pelakor
Awalnya bikin nuny terkejut, tapi tak lama kemudian dia juga menimpali"iya non, dia itu pelakor, jadi non ngk boleh kalah! "
"Ceritain bik, kenapa aku bisa punya sahabat kayak nana saiton itu?"Tanya naila penasaran dirinya harus mencari informasi masih sebanyak mungkin. Agar bisa mengambil langkah selanjutnya.
" non nana itu merupakan asisten den vano dikantor, dan setelah nona. Menikah dengan vano. Nona baru bertemu dengan non nana"
"Tunggu bik, saya nikah sama vano apa itu karna saling mencintai!? "
Bik nuny mengeleng lalu memegang kedua lengan naila yang sekarang menpati tubuh diana"engak,non nikah sama vano itu karena perjodohan. Dan emm maaf non semua orang dirumah Ini membenci non kecuali ayahnya dengan vano , yaitu pak bima"
Naila yang mendengar penjelasan bik nuny entah kenapa dadah nya terasa sesak, apakah ini perasaan diana? Sekarang ia harus bertanya sebanyak mungkin agar ia mengetahui bagaimana kehidupan yang selama diana jalani