Malam itu di tepi pantai seorang gadis bernama sendu berjalan mengikuti arus air ombak, langkah demi langkah tak terasa air yang semula semata kaki kini sudah mencapai dada Sendu, semakin Sendu berjalan semakin dalam ia tenggelam kenangan pahit semasa hidupnya mulai memenuhi kepalanya. Dengan tatapan kosong Sendu tenggelam semakin dalam kebawah laut yang dingin perlahan Sendu mulai merasakan sesak nafasnya sedikit demi sedikit berkurang dan laut tampak gelap dengan sedikit kesadaran yang tersisa Sendu perlahan mulai menutup matanya.
"Nona!, sukurlah anda tidak kenapa-kenapa" ucap senang seorang wanita paru baya yang memengang tangan kecil majikannya.
"Dimana aku? Dan siapa kalian?"ucap sendu bingung dengan sekeliling nya
"Nona saya Sri ranti,sudah 3-Minggu nona tidak sadarkan diri, karena tenggelam dalam kolam istana"ucap bibi Sri.
"aku tidak mengerti maksud kamu, dimana aku?!kenapa...kenapa aku masih" Ucap sendu yang bingung perlahan-lahan mulai menangis
"Nona kenapa menangis, Nona tidak boleh berkata seperti itu kami disini tidak ingin nona membahayakan diri nona"ucap bibi Sri mulai khawatir.
Dalam keadaan sunyi hanya terdengar isakan dan tangisan, lalu tiba-tiba pintu terbuka dan menampakan seorang pria bertubuh kekar bernama Filix.
"Ada apa, kenapa kamu menangis?, kamu baru saja tersadar dari koma"suara lembut Filix membuat sendu perlahan terdiam dari tangisannya.
"Mau jalan-jalan bersama ku dan berbelanja?, Ayah tidak akan melarang kamu lagi"filix perlahan mengelus lembut kepala sendu
"Hei apa yang kamu lakukan, jangan menyentuh rambutku" refleks Sendu menepis tangan Filix.
"Maafkan Ayah, Ayah tanpa sadar menyentuh rambutmu tanpa seizin darimu"filix menurunkan tangannya lalu meminta maaf.
Sendu mengangkat kepalanya untuk melihat Filix namun tak sengaja mereka bertatapan mata, tubuh Sendu pun bergemetar hebat gambaran demi gambaran dikehidupan pertamanya mulai terputar dikepalanya, kenangan yang tidak pernah dapat ia lupakan membuat kesadaran Sendu hilang dan jatuh tak sadarkan diri diatas tempat tidur.
"SENDU!!"
"NONA SENDU!"
"PANGILKAN DOKTER SEKARANG!!"
"BAIK!"
"sendu jangan tinggalkan ayah sendiri".
Dengan masih tersisa sedikit kesadarannya Sendu mendengar teriakan kekhawatiran yang bergema didalam ruangan hingga kesadaranya benar-benar hilang.
"Dimana aku?" Sendu mulai membuka mata dan melihat sekelilingnya hanya terdapat warna putih disana dan tubuh Sendu yang awalnya terasa berat perlahan menjadi sangat ringan, Sendu yang terbaring di lantai perlahan bangkit dari sana.
Sendu perlahan berjalan meninggalkan tempat itu,langkah demi langkah hingga ia mendengar suara alunan piano serta alat musik lainnya. Keajaiban pun terjadi tempat yang tadinya hanya berwarna putih kini mulai berubah menjadi lebih berwarna dan memperlihatkan banyak orang yang sedang berdansa dan berpesta.
"Indahnya" sendu melihat lampu dan sekeliling yang berwarna-warni.
"Benarkan" ucap pria kecil di sampingnya.
"Sini biar ku tunjukan yang lebih indah lagi" Tampa aba-aba pria kecil itu menarik sendu, ia membawa nya menelusuri keramaian pesta hingga mereka sampai di luar ruangan itu.
"Tunggu,Kenapa kita keluar?"ucap sendu bingung.
"Kita belum sampai tempat yang ku tunjukan,ayo ikut aku, beberapa langkah lagi kita akan sampai" pria kecil itu berlari lagi sambil menarik tangan sendu
"Aku lelah, apa kita sudah sampai"ucap Sendu mengatur nafas karena sedikit sesak.
"Sudah, lihatlah keatas Sendu"sambil terus memegang tangan Sendu pria itu menunjuk kearah langit membuat Sendu melihat kearah langit.
"Indah sekali, banyak sekali bintang-bintang disini"ucap sendu takjub dengan langit malam yang di hiasi cahaya bulan dan bintang
"Ya, aku sudah lama sekali ingin menunjukkan ini pada mu sendu" ucap pria kecil itu saat berbalik melihat sendu
Bulan yang begitu terang seakan-akan mengelilingi tubuh pria kecil yang tidak asing itu, mata mereka bertemu, wajah dikehidupan pertamanya kembali terbayang, bayanganan itu kini memenuhi pikirannya lagi membuat kaki nya kembali terasa berat dan air mata mulai mengalir dikedua mata bulatnya yang indah.
"Sendu, kamu menangis ada apa?"tangan pria kecil itu mengusap air mata yang membasahi pipi Sendu, wajah pria itu sangat khawatir melihat keadaan Sendu.
Bulan yang begitu terang sekan mengelilingi tubuh pria kecil tidak asing itu, mata mereka bertemu, muka yang terus terbayang di kehidupan pertamanya kembali,pikirannya yang kosong mulai terisi kembali dengan ingat-ingatan tentang kehidupan pertamanya, kakinya yang tadinya ringan Kembali terasa berat ia terjatuh dalam berdirinya, air matanya mulai mengalir membasahi pipinya.
"Sendu?! Kamu kenapa menangis? Ada apa?" Tangan kecil pria kecil itu perlahan mengusap pipi sendu yang basah, mukanya tampak sangat khawatir dengan ke adaan sendu.
"Filix?"dalam ke adaan yang ragu ia memastikan kembali apakah itu dia atau bukan
"Ya? Kenapa sendu?"ucap pria kecil itu serentak setelah sendu bertanya
"Apakah kamu filix?"tanya lagi sendu
"Ya aku filix sendu, aku filixmu jadi tidak usah kahwatir" ucap filix lalu memeluk sendu
Kekuatan yang tadinya ada sekarang perlahan hilang bagai di hembus angin, ingatan serta gambaran buruk mulai mempengaruhi Sendu lagi,seluruh tubuhnya gemetar dengan lemah Sendu mendorong tubuh kecil Filix.
"Ada apa? Kamu baik-baik saja sendu? Sepertinya kamu sakit, aku akan membawamu ke istana, jadi bertahanlah" filix kecil lalu berdiri dan mengendong sendu di pundaknya.
Filix terus menenangkan Sendu, namun suara Filix tidak terdengar Sendu terus hanyut dalam pikirannya membuat ia kehilangan kesadarannya saat sebelum semua nya gelap Sendu mendengar satu teriakan terakhir yang dapat di tangkap oleh telinganya.
"Sendu jangan tinggalkan aku sendiri"
Perlahan Sendu membuka matanya lagi, namun warna putih selalu menyambutnya ketika terbangun. Sendu mencoba bangkit tapi tubuhnya terasa sulit digerakkan, Sendu tak menyerah ia mencoba bangkit kembali dan akhirnya dia berhasil perlahan dia berjalan melupakan rasa sakit ditubuhnya, langkah demi langkah ia mendengar suara burung, angin yang berhembus serta pancaran sinar matahari mulai masuk kedalam ruangan membuat ruangan yang tadinya berwarna putih mulai menampakan kamar Sendu. Sendu berpegangan pada tiang² tempat tidurnya.
"Dimana aku?"Sendu berjalan kearah pintu dan ingin membuka pintu namun sebelum Sendu berhasil membukanya, pintu telah terbuka dan menampakan seorang wanita paruh baya.
"Sendu-ku, kenapa kamu berjalan-jalan, kamu baru saja melahirkan" wanita paruh baya itu menuntun Sendu kembali ke atas tempat tidur.
"Siapa kamu?"tanya Sendu bingung
"Kamu lupa, tidak apa mungkin ini karena kamu baru saja melahirkan, aku adalah mertua mu Omah Sri ranti"ucap Omah Sri.
"Apa maksud kamu, aku kan tadi-"ucap sendu terpotong oleh seorang pria yang sedang mengendong bayi.
"Omah,jangan ganggu istriku, dia baru saja melahirkan"ucap pria itu menghampiri omah Sri.
"Omah tidak menggangu istrimu, tadi dia berjalan keluar"ucap omah menjelaskan.
"Benarkah sayang, apakah kamu mencari Sendu kita" pria itu mulai duduk di samping Sendu, ia melihatkan bayi yang ia pegang kepada Sendu, Sendu melihat bayi itu dan tanpa sadar ia tersenyum simpul.
"Aku ingin anak kita sama sepertimu Sendu cantik, manis, baik dan penyayang"ucap pria itu sambil mengelus kepala sendu
Sendu risih dengan elusan dari pria itu seketika,sendu langsung menolah ke arah pria itu, mereka bertatapan, pria tidak asing yang terus mengelus kepalanya ternyata adalah Filix, pria yang terus saja menghantui Sendu. Lagi dan lagi gambaran buruk itu muncul, semakin bertambah banyak kali ini kepalanya terasa berat,tubuh nya kembali bergemetar,matanya kembali mengeluarkan air mata, Sendu berteriak kencang membuat orang didalam ruangan ketakutan dengan apa yang terjadi pada Sendu.
"Omah tolong bawa Sendu keluar dan panggilkan dokter segera, istriku kesakitan Omah"ucap Filix dan memberikan bayi itu kepada Omah untuk dibawa keluar dari ruangan.
"Baiklah, Omah pergi dulu dan tenangkan istrimu agar sakitnya tidak bertambah"ucap omah Sri dan langsung pergi meninggalkan ruangan.
"Sayang, tenanglah dokter sebentar lagi akan datang tahan sebentar lagi"Filix mencoba memeluk Sendu namun teriakan Sendu semakin kencang membuat Filix tak jadi memeluknya.
"Yaudah kalo gitu omah keluar ya, tenang kanlah istrimu agar ia tidak terlalu merasakan sakit"ucap omah Sri langsung pergi dari sana.
"Sayang, tenang ya, dokter akan segerah datang, dan nanti kamu tidak akan sakit lagi" filix mencoba memeluknya namun teriakan sendu membuat nya berhenti.
"TIDAK!! JANGAN SENTUH AKU!!"teriak sendu, dengan kekuatannya dia perlahan mundur dan menjauh dari filix, filix terus memohon agar sendu tidak menjauh dari dirinya, namun perkataan filix hanya terdengar seperti cacian dan makian, pemikirannya terbawa ke kehidupannya pertamanya, seolah-oleh dirinya terancam oleh filix di depannya, filix yang ia lihat dari tadi diam perlahan berteriak dan mendekati nya, dengan cepat ia Mendur.
Brak!
"Sayang!!"berlari mendekati istrinya yang berjatuh dari kasur.
Cairan merah hangat mulai keluar dari kepalanya, cairan lainnya keluar dari mulutnya dan tangan yang menahan tidak sengaja terkena kayu runji disana hal-hasil tangan nya teriris oleh kayu runcing itu, cairan merah itu perlahan dingin oleh angin yang berhembus, suara teriakan dan tangisan mulai bergemah seisi ruangan oleh pria yang ia benci, dalam ke adaan yang mengenaskan sendu berpikir sejenak.
"kenapa kamu menangissi orang yang kamu caci maki tadi, bukanya kamu harusnya senang karena aku telah mati, kenapa kamu mengisinya, kenapa, kenapa kamu menunjukkan ekspresi yang menyediakan begitu?" Dalam kebingungannya Perlahan kesadaran sendu menghilang dan teriakan tidak asing yang terakhir kali ia dengar.
"Sayang jangan tinggalkan aku sendiri".
Mata Sendu terbuka dan sekelilingnya berwarna putih kali ini Sendu sudah terbiasa oleh karena itu dia tak bingung seperti pertama kali, Sendu kesal takdir mempermainkan kehidupannya.
"KENAPA!! KENAPA!! APA SALAH AKU!! KANAPA TAKDIR BEGITU JAHAT, AKU HANYA INGIN MATI DAN HILANG!! APAKAH KE INGINAKAN KU BEGITU SUSAH HINGGA KAU TIDAK BISA MENGABULKANNYA!" Air mata sendu mulai mengalir, sendu mulai berlari dengan kencang, terus dan terus namun dirinya masih dalam ruangan berwarna putih.
"k-kenapa? Kau tidak ingin mengembalikan ku hidup lagi? Apakah jika aku mati aku harus terkurung disini?" sendu yang lelah akhir nya berjalan.
langkah demi langkah hingga ia mendengar suara air yang mengalir dari sana,suara angin yang kencang dan suara petir yang menyambar, ruangan putih mulai menapakkan rumah yang seisinya terbuat dari kayu, rumah itu seperti rumah tradisional jepang,Bahakan penghangat ruangan itu adalah perapi yang berada di ceroboh asap.
"A-aku ada dimana lagi?"ucap sendu bingung,mata sendu tertarik oleh cerobang asab di depannya,sendu mulai berlan kesana namun suara kakek-kekek menghentikan langkahnya.
"Kamu mau kemana?"ucap kakek kakek itu.
"Kakek siapa?"ucap sendu penasaran.
"Kamu.., sendu?"ucap kakek itu setelah melihat sendu.
"Kok kakek tau nama aku?"ucap sendu mulai waspada.
"Hah..."menghelan nafas"Jadi dia udah ga ada ya"gumam kakek itu.
"Ada apa? Aku tidak bisa mendengar?"ucap sendu memastikan.
"Tidak ada" "sendu, perkenalan nama kakek filix"ucap kakek itu membuat sendu terkejut.
"A-apa mau mu, k-kamu mau mengirimiku ke ruangan putih itu lagi!"teriak sendu dengan badan yang menggigil.
"Kemarilah,tenang kakek ga bakal apa-apain kamu"ucap kakek itu menyuruh untuk mendekati nya.
"Aku ga akan pernah percaya dengan orang yang namanya filix!"ucap sendu tidak percaya.
"Kamu mau kakek beritau kenapa kamu selalu berpindah-pindahan?"ucap filix membuat sendu penasaran.
"Apakah kamu tau aku bukan dari dunia ini?"ucap sendu memastikan.
"Tentu saja,aku yang melakukan ini pada mu" ucap filix percaya diri.
"J-jadi k-kamu yang telah m-meprmainkan aku?!"ucap sendu terbata bata karena sedang menggigil.
"Kalo kamu mau tau kemarilah, jika tidak yaudah kamu mati saja di sana dengan kedinginan" ucap filix mengancam.
"T-tapi akukan bisa kembali lagi" ucap sendu apa adanya.
"Hah..."menghelan nafas "Kesempatan mu cuman sampe sini, dan seterusnya kamu akan terkurung dalam ruangan putih itu"ucap singkat filix.
"Tidak mungkin!! Aku tidak mau menderita lagi karena ruangan permainan itu!!"ucap sendu sambil menggingat saat dia tidak bisa keluar dari sana cukup lama.
"Kemarilah,aku akan memberi tau mu tentang yang terjadi pada dirimu"ucap filix serius.
"B-baiklah"sendu dengan cepat menghampiri filix lalu menghangatkan tubuhnya.
Filix dan sendu sepasang suami istri setelah mempunyai anak perempuan sendu di nyatakan memiliki penyakit yang mamtikan,filix yang miskin hanya bisa membelikan obat seadanya dan makan untuk keluarga seadanya,karena kekurang itu sendu dinyatakan akan wafat sebelum waktunya, di posisi ini filix tidak ingin kehilangan istrinya yang sangat ia cintai,filix melakukan perjanjian dengan iblis ia menumbalkan janin setelah memiliki 1 anak perempuan dan masa kehidupan istrinya dengan syarat istrinya akan terus reinkarnasi sampai cucunya yang ke-5,dan kutukannya sendu akan terus bersama filix hingga cucu ke-5.
Setelah perjanjian filix sangat senang, sendu kecil bertubuh dengan sifat dan kecantikan sama seperti sendu istrinya, namun istri yang harusnya berreinkarnasi di tubuh anaknya tidak kunjung datang, hingga sendu kecil menemuka pasangan yaitu filix,sifat watak nama dan wajah memang sangat mirip dengannya namun bukan ini yang diharapkan filix,karena kecewa dan frustasi, filix balik lagi dan mendatangi sang iblis.
Iblis itu menjelaskan kepada filix tentang reinkarnasi istri,istri akan terus berreinkarnasi namun Tanpa mengingat kekehidupan yang lalu, mendengar itu filix kecewa,filix memohon mohon agar filix bisa bertemu istrinya,ibil itu mengiyakan, dan sekarang sendu cucunyake-5 adalah istri filix dan filix di depan sendu adalah filix yang asli.
"Jadi,apakah aku istrimu?"tanya sendu ragu.
"Bukan,kamu adalah cicitku"jawab filix apa adanya.
"Bukanya aku reinkarnasi dari istrimu?"tanya sendu bingung.
"Ya kamu adalah reinkarnasi istriku karena kamu memiliki ingatan-ingatan saat kamu berreinkarnasi"ucap filix menjelaskan.
"Jadi ingat-ingatan yang datang terus-menerus kedalam pikiranku adalah sendu terdahulu,panatasan saja rasa benci mereka terhadap filix begitu besar,padahal mereka mencintai orang yang mirip dengan orang yang Mereka benci"sendu merasa kasihan dengan nenek nenek nya dimasa lalu.
"Sendu kamu sangat lucu, mereka kan dirimu sendiri" filix tertawa mendengar sendu mengasihani dirinya sendiri.
"Kakek bagaimana cara aku bisa balik ketempat ku?"tanya sendu kepada filix karena ia takut jika ia akan terjebak disana selamanya.
"Jika ingattan istriku sudah masuk kedalam kepalamu,kamu sudah bisa kembali ke tempat asalmu"ucap filix menjelaskan.
"Sendu, mungkin kakek sangat egois,tapi maukah kamu mengabulkan permintaan ku?"ucap filix sambil menatap mata sendu,mata mereka bertemu.
Palan-lahan ingintan demi ingatan datang kedalam kepala sendu, didalam ingatan itu terdapat kebahagia dan kesederhanaan,bahkan sendu tidak benci dengan filix yang berada di depannya.
"Ya,jika aku mampu,aku akan mengabulkannya" sendu tersenyum kata demi kata dilontarkan oleh filix,perlahan lahan ruangan itu berubah menjadi warna putih, diakhir kalimat yang filix berikan adalah.
"Kamu ga sendirian sendu,kami selalu bersamamu walaupun kami berbeda-beda".
"Pft,Dasar kakek yang aneh" ucap sendu sedikit tertawa dengan lolucon kekeknya itu.
"Lagi lagi aku disini,kakek bilang aku langsung balik ke dunia asalku?"ucap sendu sedikit kesal dan bingung, sendu terus berfikir bagaimana cara ia bisa keluar dari tempat putih itu,dan secara kebetulan sendu menyadari bagimna cara ia keluar dari tempat ini.
Sendu mulai melangkahkan kakinya, dan benar saja ubin yang tadinya keras menjadi seperti air,langkah demi langkah hingga ia mendengar suara mobil yang berlalu lelang terdengar disana, ruangan berwarna putih mulai menampakan toko kopi, diluar kaca toko itu menampakan mobil yang berlalu lelang.
"Jadi apa keputusan mu?"ucap pria berstelan jas itu, mukanya yang tidak asing itu tampak khawatir.
"Filix?" Ucap sendu menatap mata filix.
"Iya, kenapa sendu?"ucap filix sambil menatap sendu,mata mereka bertemu.
Seketika ingatan yang sendu lupakan akhir-akhir ini mulai muncul kembali, ini adalah momend 8 jam sebelum sendu mengakhiri hidupnya sendiri.
"Baiklah, mungkin aku terlalu terburu-buru, aku akan menunggumu jadi jangan tinggalkan aku yah" ucap filix dengan ekspresi sedih
Melihat itu bola mata bulat yang indah itu perlan mengeluarkan airmata, sendu tidak tau kenapa ia bisa menangis bahkan hingga dirinya sesenggukan.
Perlahan ruangan kafe itu berubah menjadi kamar yang gelap,bau-bau yang aneh mulai berdatangan,bahkan tubuh sendu perlahan menjadi sakit, hanya cahaya bulan dari fentilasi udara yang menerangi sendu.
"Diman aku? Bau apa ini?"sendu merasa tidak asing dengan tempat dan bau-bau yang ada, diruangan gelap dan kotor itu terdeger langkah kaki yang bergitu berat, langkanya terus mendekati sendu,sendu yang masih menangis sesenggukan perlahan-lahan terdiam karena teriakan dari seorang pria di depannya.
"BANGSAT!! APAKAH LU NGAK BISA DIEM!"ucap pria itu sedikit menapakkan dirinya dari kegelapan,dengan cahaya bulan yang keluar dari fentilasi udara,pria berewokan dengan tampang yang lusuh dan bau alkohol itu perlahan membungkukkan badannya dan dengan tangan besarnya dia mencengkram muka sendu dengan kasar
"INILAH AKIBAT JIKA KAMU MELAWAN SAMA AYAH!!"teriak pria itu dengan mata menyalah memandang rendah sendu
Mata mereka bertemu, ingatan-ingatan kejam yang sesaat ia lupakan kembali lagi,ayahnya filix, selalu obsesi kepadanya sedari kecil tapi perlahan-lahan perlakukan itu semakin kasar setelah sendu tidak sengaja dekat dengan temannya yang bernama filix,lagi-lagi rasa trauma dan takut menyelimuti nya,sendu seperti menjadi mangsa predator di depannya.
"Apakah ini yang ayah ajarkan pada mu? AYAH TIDAK MENGAJARKAN MU MEMBANTAH SENDU!!"ucap filix bergemah seisi ruangan dengan suara pecahan kaca alkohol yang dileparnya.
"K-kenapa, kenapa kamu masih mendekatinya, kamu masih punya ayah,ayah yang akan selalu berada disisimu" filix terduduk disana dengan tangan kiri mencengkram bahu dan tangan kanannya mengelus rambut dan pipinya.
"Tidak!jangan sentuh aku!!" Teriak sendu sambil menyingkirkan tangan filix,filix yang kesal menampar sendu dengan keras.
Plak
Suara tampar itu berdengung seisi ruangan, sendu terdiam berapa detik, setelah mengatur nafasnya ia menatap tajam ke arah filix dengan mata kebencian,filix sedikit terkekeh dengan tindakan tidak biasa sendu, filix ingin mengancamnya lagi, namun sedetik sebelum filix mengeluarkan kata-katanya sendu sudah mulai berdiri dan berteriak
"AKU BENCI AYAH!! JIKA MAMA MELIHAT AYAH MELAKUKAN HAL SEPERTI INI MAMA PASTI AKAN MEMBENCI AYAH JUGA!! AKU UDAH LELAH AKU GA MAU SAMA AYAH LAGI!"teriak sendu dengan Tanpa jeda nafas sedikit pun, setelah mengucapkan itu ia berlari dari ruangan itu Tanpa memikirkan rasa sakit dari tubuhnya yang terluka.
Di kegelapan malam tidak ada satupun orang di jalan hanya lampu dan bulan yang menerangi jalan yang kosong dan gelap,sendu menangis,seakan ingatan yang lalu hilang dan hanya ingatan kebenciannya kepada ayahnya saja yang muncul, sendu terdiam, entah kenapa suara ombak pantai di sebelah kirinya memicuh pikirannya, sendu seperti di pangil oleh air pasang tersebut.
....
Mata sendu perlahan terbuka,sendu melihat bulan yang berada tepat dia atasnya,sendu mulai menghirup udara disana begitu tenang dan damai hanya ada suara malam dan ombak pantai,sendu memejamkan matanya kembali, namun bau tidak asing tercium di hidungnya,perlahan sinar rembulan tertutup oleh orang asing, orang itu terus meneteskan airmata dan berteriak,perlahan mata sendu menjadi jelas,ia melihat sekeliling nya orang orang yang tidak asing membuat sendu mengingat kata kata terakhir kekeknya.
"Kamu ga sendirian sendu,kami selalu bersamamu walaupun kami berbeda-beda".
Perlahan sendu terduduk disana,Suara-suara tidak asing mulai terdengar.
"Sendu, maafkan ayah, ayah salah jadi jangan tinggalkan ayah"ucap ayah sendu dengan rintih sambil memeluk sendu.
Sendu melihat sekeliling,dan lagi lagi ia melihat pria tidak asing di sebelah kirinya dia adalah filix, orang yang tadi sore ingin melamarnya, dalam ke adaan mematung air mata filix terus mengalir, di kanan nya seorang yang sama tapi lebih tua dari filix menangis sesenggukan sambil terus meminta maaf,dalam keadaan bingung sendu bertanya.
"Kenapa kalian disini?"tanya sendu membuat situasi disana menjadi hening sesaat.
"Kebetulan aku ada di dekat pantai dan tidak sengaja aku melihat mu berjalan mendekati arus pantai,dan saat aku menolong mu kamu tidak sadarkan diri lalu ayahmu datang dengan ekspresi khawatir" ucap filix menjelaskan
"Maafkan ayah sendu, ayah Memeng tidak bisa menjadi ayah yang terbaik untukmu,ayah hanya masih terobang abing dalam masa lalu tanpa mempedulikan perasaan mu,dan malem ini ayah sadar berkat kata-katamu,ayah melupakan semuah janji mama pada ayah untuk terus menjagamu,dan sekarang ayah sudah menjadi ayah yang gagal untuk dirimu, sepertinya ayah memang tidak pantas untuk di maafkan oleh mu"ucap ayah sendu kepada sendu sambil tertunduk malu
Sejujurnya sendu tidak terlalu membenci ayahnya, karena perlakuan ayahnya kepada sendu untuk kebaikan sendu juga, tapi sendu tidak bilang kalo perlakukan ayahnya ini tidak salah,memang ayah sendu adalah ayah yang gagal tapi orang yang masih merawat dan Menjangan hanyalah ayahnya,orang ayah yang merawat anak perempuan sendiri Tanpa di dampingi istri yang sangat ia cintai,jika dia bukan ayahnya pasti sendu sudah di buang begitu saja karena telah membunuh istrinya.
"Ayah...,aku punya permintaan, jika ayah mengabulkannya aku akan memaafkan ayah"ucap sendu tersenyum kepada sang ayah.
"Baiklah,apapun yang kamu minta akan ayah kabulkan walaupun ayah harus membunuh diri ayah sendiri ayah siap"ucap sang ayah antusias.
"Pft,apakah ayah sedang bercanda sekarang,mana mungkin aku meminta seperti itu pada ayah"ucap sendu sambil tertawa kecil.
Di tengah malem yang dingin sesuatu yang hangat terbentuk disana, senyuman dan tawa sendu membuat orang yang melihatnya pun ikut bahagia.
"Filix, terimakasih telah menyelamatkan anakku sendu, maaf telah jahat padamu selama ini"ucap ayah sendu meminta maaf.
"Tidak apa-apa om,ini sudah menjadi kewajiban saya untuk terus melindungi dan menjaga sendu ketika dalam bahaya"ucap filix percaya diri.
"Baiklah,aku percayakan sendu padamu filix"ucap ayah sendu sambil memegang bahu filix.
"Baik om"ucap tegas filix.
"Apa yang ayah dan filix katakan, aku tidak mengerti!"ucap sendu kesal
"Nanti kamu akan tau, sudah ayo kita pulang,jika kamu sakit nanti permintaan mu tidak bisa di dikabulkan"ucap sang ayah pada sendu.
"Om dan sendu naik mobil saya saja, jika malam-malam sendu berjalan kaki sendu pasti akan langsung demam"ucap filix sambil memberikan jas nya untuk di kenakan ke pada sendu.
"Baiklah,kami akan ikut kamu"ucap ayah sendu kepada filix.
Sendu terbangun oleh pancaran sinar matahari yang keluar dari fentilasi, tangannya mengalagi cahaya yang masuk kedalam matanya.
"Sendu kamu sudah bangun"ucap sang ayah yang Terduduk tidak jauh dari sendu tertidur.
"Ayah sedang apa?"ucap sendu penasaran.
"Ayah sedang buat sarapan untuk mu, kemarilah ayo makan bareng ayah"ucap sang ayah lembut.
"Baiklah"ucap sendu beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan mendekati sang ayah
Disana 3 buah roti yang sudah di baluri selai coklat dan 1 gelas susu putih disana.
"Maafkan ayah, pagi ini hanya bisa memberikan mu ini"ucap sang ayah khawatir
"Tidak apa-apa ayah, makanan seperti ini bisa menahan laper selama 3 hari"ucap polos sendu
"Tidak sendu,siang nanti ayah pastikan menemukan makanan yang enak, mulai hari ini kita akan Makan 3 kali dalam sehari"ucap sang ayah tegas
"Baiklah, aku akan memakan apa saja yang diberi ayah" ucap sendu sambil tersenyum manis
"Ya,ayah berjanji akan membahagiakanmu dan memberikan apa pun yang belum pernah kamu dapat di dunia ini"sang ayah berjanji dalam dirinya sendiri untuk sendu
"Ayah ayo makan"pinta sendu melihat sang ayah sedari tadi diam
Tidak terasa sore pun tiba dan permintaan sendu sudah berada di tangan sendu,sebuah kotak kuno yang terkunci,sendu menggoyang-goyangkan kotak itu dan jatuhlah sebuah kunci dari sana,tanpa curiga sendu membuka kotak itu,dan terlihat isi kotak itu hanyalah lebaran lebaran kertas kecil,sendu menutupnya lalu membawanya
"Mau kamu apakah kotak itu sendu?"ucap sang ayah penasaran
"Aku akan menyelesaikan semuanya ayah"jawab sendu dengan semangat
dimalam bulan purnama ditengah malam sundu membakar segala nya yang ada didalam kotak kuno, dari mulai kertas, kunci dan kotaknya, api itu membakar habis kotak dan semuanya,sundu meninggalkan tempat itu setelah api padam.
"Sendu,kamu sudah makan?"ucap sang ayah pada sendu.
"Sudah ayah,ayo kita berangkat"ucap sendu berjalan menghampiri ayahnya.
Kehidupan sendu menjadi lebih baik setelah semuah kekacauan dimasa lalu selesai,sendu menjadi lebih baik setelah sang ayah bekerja dan di terima di perusahaan ternama,dan sundu yang memiliki Teruma harus manjalkan terapi, dan sering berjalannya waktu sundu sembuh dari Teruma dan ekonomi sendu dan ayahnya mulai pulih dan bahkan ayahnya bisa membeli rumah dan juga mobil, sekarang sendu sudah berkuliah dan dia akan menikahhi filix saat sendu lulus kuliah.
AND....