Di suatu hari, aku terbangun dari tidurku di tempat yang asing bagiku. Tempat yang baru pertama kalinya aku melihatnya. Entah apa yang terjadi padaku. Entah ini halusinasi atau aku masih dalam mimpi atau imajinasiku.
"Dimanakah tempat ini? Apa aku dalam dunia mimpi? Indah sekali tempat ini," Gumamku saat aku melihat sekeliling tempatku saat ini.
Di saat aku terbuai dan takjub dengan tempatku berada saat ini, tiba-tiba terdengar langkah kaki berjalan,
Tap... tap... tap...
Suaranya semakin terdengar mendekatkan, namun aku tidak tahu dari mana langkah kaki itu terdengar. Ku melihat sekeliling, tetapi tidak menemukan sosok seseorang yang berjalan kaki itu. Aku pun semakin terheran dari mana langkah kaki itu terdengar.
"Hmm... Dari mana asal suara itu? Di sini tidak ada siapapun, kenapa terdengar langkah kaki berjalan mendekat, sedangkan tidak ada siapapun disini!"
Tiba-tiba dari arah belakang ada sesuatu yang memegang pundakku, hingga sontak membuatku kaget. Aku yang kaget, refleks menoleh ke arah belakang. Betapa terkejutnya aku, ketika melihat siapa yang memegangi pundakku itu. Sosok gadis cantik berparas ayu bagaikan sang Malaikat cantik. Wajahnya nan anggun, cantik, berkulit putih, mata yang memancar bagaikan sang rembulan. Senyum yang tersungging dipipinya begitu indah.
Aku terpana akan ke elokan tubuhnya dan paras nya yang begitu menawan. Aku tidak mampu untuk memalingkan pandanganku dari wajah cantiknya itu. Aku terpesona dengan semua yang aku lihat saat ini.
"Hei... Ada yang salah dengan diriku kah? Kenapa kau melihatku seperti itu?"
Aku yang di tanya masih belum sadar apa yang terjadi saat ini. Aku terbuai dan terpana. Aku rasakan, ada rasa suka di dalam hatiku, saat melihatnya pada pandangan pertama.
"Hello... Kau g denger kah, apa yang aku bicarakan?"
"Eh... iya. Ada apa? Apa yang kau bicarakan?"
Aku yang seketika linglung dengan keadaan. Aku seketika menjadi orang yang bodoh di depan wanita cantik, yang baru ku lihat begitu sempurna parasnya di pandang mata.
"Kau melamun lagi."
"Em... iya. Maaf, kamu siapa yah? Aku sekarang ada di mana?"
" Kamu sekarang berada di desa kabut ARYANA. Aku melihat kamu terjatuh dari tebing dan aku menolongmu saat itu. Sekarang kamu berada di tempatku saat ini."
"Oh... begitukah, terima kasih."
Kami berbincang-bincang mengenal satu dengan yang lainnya. Ada getaran aneh yang aku rasakan di dalam hatiku, entah itu apa, ini kali pertama aku merasakannya.
Aku seorang laki-laki bernama Armad berumur 19 tahun. Yang sedang berkemah di pegunungan bersama dengan teman-teman ku. Di saat aku mencari kayu, tiba-tiba aku tergelincir dan terjatuh ke jurang hingga tidak sadarkan diri.
Di saat aku terbangun dari tidurku, tiba-tiba aku sudah berada di tempat ku saat ini. Tempat yang begitu indah yang belum pernah ku lihat sebelumnya.
"Desa kabut ARYANA, berada di mana? Aku belum pernah melihat tempat seperti ini sebelumnya."
"Desa ini berada di kaki gunung MUARA tempat kamu terjatuh 3 hati yang lalu."
"Tiga hari? Jadi... Aku sudah pingsan selama tiga hari di sini?!" Ucapku terkaget dengan perkataan perempuan yang berparas cantik di hadapanku.
" Iya, kak"
"Kalau boleh tahu, siapakah Namamu?!"
"Namaku AYA kak," Ucapnya sambil tersenyum yang terlihat manis dengan lesung pipi di pipi nya.
"Namamu siapa?"
"Farid Ahmad," Jawabku kembali.
Kita saling jatuh cinta dan tanpa kita sadari kita saling menginginkan satu dengan lainnya. Hari ini aku di mabuk cinta karenanya.
Tidak terasa aku sudah tinggl lama di desa kabut ARYANA ini. Aku bahkan tidak ingat rumah, saudara, bahkan kehidupan ku dulu, sebelum aku tinggal di sini. Aku terbuai dan terlena dengan pesona gadis cantik yang bernama Aya ini.
Hari ini tepat di mana hari pernikahanku di adakan dengan Aya. Ku ucapkan janji suci di hadapan sesepuh desa itu dan di depan semua penduduk desa kabut ARYANA ini.
Moment ini sangat menarik untukku karena momentum penting ini bertepatan dengan bulan purnama.
Di saat bulan purnama sempurna, betapa terkejutnya diriku di saat aku melihat semua penduduk desa kabut ARYANA ini berubah menjadi seekor serigala dan gonggongannya itu menyadarkan diriku dari mantra sihir Aya yang membuatku terbuai selama ini.
Aku yang berada di tengah-tengah segerombolan serigala ini, merasakan takut n membuat bulu kudukku merinding.
"Apa yang terjadi kepadaku saat ini? Ini tempat apa? Kenapa aku bisa di tengah-tengah rombongan serigala ini? Kenapa mereka tidak memangsa ku?" Begitu banyak pertanyaan yang terbayang di pikiranku.
Disaat itu aku melihat cahaya terpancar dari dalam hutan. Aku pun penasaran dan menyusuri hutan itu mencari tahu cahaya apa yang terpancar sedari tadi.
Aku pergi menyelinap mengendap-endap agar semua tidak menyadari kepergian ku dari rumunan mereka.
Setelah ku melihat cahaya dalam kabut tebal berwarna biru itu, rasa penasaranku semakin bertambah hingga aku memasuki kabut tersebut.
Disaat aku masuk, betapa terkejutnya diriku. Kabut yang bercahaya itu menuju kamarku di duniaku.
Setelah aku keluar dari kabut tersebut, Kabut itu hilang dari bayanganku.
Kebingungan menyeruak kembali dalam pikiranku.
Bagaimana bisa dan bagaimana caranya kabut itu langsung masuk ke dalam kamarku.
Apa itu desa kabut ARYANA? Aku seakan dalam mimpi tapi ini begitu nyata bagiku dan sekarang pun aku dalam keadaan sadar.
Tanpa ku sadari, setiap bulan purnama tiba aku selalu di desa kabut ARYANA. Bangun di ranjang milik Aya istri serigalaku. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan diriku.
Aku selalu bertanya-tanya tetapi tidak pernh ada jawaban dari siapapun termasuk dari Aya. Hingga sekarang umurku sudah dua puluh tahun, yang artinya aku sudah dua tahun antara dua dunia yang ku jalani.
Aya tiba-tiba mual dan muntah-muntah, membuatku bingung tak karuan tidak tahu apa yang terjadi.
"Kau sakit kah Ay?"
"Entahlah kak, Perutku mual tak tertahankan"
"Kak, tolong panggilkan sesepuh untuk datang kesini memeriksaku kak. Aku sudah tidak tahan lagi. Perutku sangat mual."
"Baik lah, tunggu sebentar yah," ucapanku kepada Aya dengan nada panik.
Aku sangat bingung saat ini dengan kondisiku saat ini tapi aku tetap melalukan permintaan Aya untuk mencari sesepuh di rumahnya.
Setah berjalan beberapa saat. Aku sampai di depan rumah sesepuh dan ku ketuk pintu rumahnya.
Tok... Tok... Tok...
Di bukalah pintu rumah itu dari dalam.
"Ada apa nak, kau pagi buta mencari ku?"
"Maaf mennganggu tuan, Tetapi Aya sedang sakit dan ingi agar anda menemuinya di rumah. Apakah anda bersedia tuan?" Ucapku kepada sesepuh itu dengan rasa takut di benakku.
"Baiklah, ayo segera kerumahmu."
"Baik Tuan"
Kami pun pergi ke rumah Aya, Istri serigalaku dengan keheningan hingga sampai di depan rumah.
Ku bukakan pintu rumah dan ku oersilahkan sesrpuh masuk menemui Aya di kamar.
"Apa yang terjadi denganmu, nak?"
" Saya dari tadi muntah-muntah dan mual rasanya, bapak"
"Sebentar saya periksa"
"Hemm... Kamu saat ini sedang mengandung, nak"
"Jaga kesehatan selalu. Kamu tahu kan kalau anakmu ini campuran"
"Iya, bapak"
"Ya sudah, Saya pamit pulang"
"Iya, bapak terima kasih"
"Silahkan, Terima kasih," ucapku
Betapa terkejutnya aku di saat aku mendengar bahwa Saya hamil. Aku tidak tahu apa yang ku lakukan. Aku tidak sadar tentang apapu yang ku alami selama dua tahun ini.
Hingga saatnya Aya melahirkan. Aku melihat ada cahaya yang muncul kembali di hutan, seperti saat aku kembali ke duniaku dulu.
Aku pergi menyelinap lagi, Setelah Aya mengeram dan mahirkan seorang Anak laki-laki. Aku tidaktahu, itu anakku atau bukan. Aku pun tidak perduli.
Ku percepat langkahku hingga ke cahaya tersebut. Hingga sampailah diriku di dalam kamarku dan kabut itu pu. menghilang.
"Syukurlah aku kembali ke kamarku"
Dari saat itu aku tidak pernah lagi masuk ke desa Kabut ARYANA. Tetapi anehnya setiap malam purnama, Selalu datang dalam mimpiku Aya istri serigalaku dan putra lelakinya yang sangat mirip wajahnya denganku dalam mimpiku.
Kejadian ini ku pendam rapat-rapat tidak ada satu orang pun yang tahu. Hingga aku tua.
🌹🌹🌹🌹 TAMAT🌹🌹🌹