Sebuah mobil sedang melaju kencang di jalanan yang gelap, ada tiga orang di dalamnya, si penyetir bernama Eddy, dia memakai jaket kulit berbulu dan mempunyai kepala lentera. Orang yang tidur di kursi belakang bernama Angel, dia memakai seragam sekolah perempuan dan jaket putih, dia mempunyai kepala yang terbuat dari keramik dan hanya mempunyai bagian mulutnya saja, serta dua pasang sayap dan halo layaknya malaikat. Dan yang satunya lagi yang duduk disamping pengemudi bernama LED memakai kemeja kuning dan celana hitam, kepalanya adalah bohlam.
"Eddy, udah nyampe?" Tanya LED, "Sumpah,kalo lu nanyain hal yang sama lagi, gua bakal ngeracunin sarapan lu besok." Jawab Eddy, kesal. "Oh... Tadi misi kita disuruh apa aja?" "Mengantar sebuah barang yang sangat amat penting bagi militer dan juga pemerintah, dan juga, kita aka di hadiahkan 60 juta dollar jika kita berhasil mengantarkannya ke gudang."
"Mmm... Berisik banget sih..." Angel bangun dari tidurnya sambil mengusap matanya. "Udah nyampe?" Tanya Angel, "Belom, dikit lagi" Jawab Eddy. "Eddy, nanti lu bakal ngeracunin makanan Ang-" "Gak." Eddy menyalakan radio mobil dan musik jazz bisa terdengar, perjalanan lanjut dengan tenang
---------------
Mereka sudah tiba di sebuah jalan tol, malam yang sunyi dan sepi, cuma suara radio mobil dan cerewetnya LED yang bisa terdengar, langit gelap yang dihiasi bintang mengkilap, mereka terus melanjutkan perjalanan. "...Kayak, dia cerewet banget gitu, dikelas, dirumah, orangnya ngomong mulu gitu." LED mengatakannya sambil menggerakkan tangannya. "LED, lu juga sama cerewetnya kayak orang yang lu ceritain" Eddy berkomentar. Didalam mobil Eddy tetap fokus menyetir kedepan sambil membaca buku nya yang setebal 49,7 cm, LED tetap mengoceh, dan Angel sedang tiduran di kursi penumpang dengan tenang.
"...Ngomong-ngomong soal milkshake, milkshake di Il Caffè itu enak banget loh, rasa manisnya pas, rasa buah-buahannya pas, pokoknya mantep dah..." LED terus mengoceh tanpa henti, radio tiba-tiba menyiarkan sebuah berita. Eddy menutup tempat dimana mulutnya LED seharusnya ada dengan tangannya "Diam dulu LED." "*Suara intro, drngdededeng* Halo, ini Richard dari News 7, kali ini kita mendapatkan kabar kalau banyak tornado kolosal yang terbuat dari debu sedang melayang menuju ke Jalan tol yang mengarah ke West City. Bisa dilihat ada seseorang yang sedang duduk di atas awan debu itu..." "Hah, tentunya bukan jalan tol ini kan, sebentar, West City?" Eddy dan LED menoleh kearah kanan, benar saja, ada banyak sekali tornado debu yang melayang ke arah jalan tol itu dengan kecepatan setara dengan mobil F1.
"LED! Bangunkan Angel!" "LED langsung saja merangkak ke kursi penumpang dan menyentil pipi Angel, "ACH!" Angel mengelus-elus pipinya, "Apaan sih?~ Lagi mimpi indah padahal-" LED menunjuk ke arah jendela mobil, dan ketika Angel bangun untuk melihatnya rahangnya terbuka lebar seperti ketika karakter kartun kaget. Eddy langsung tancap gas di kecepatan maksimal, Angel dan LED yang berada di kursi penumpang terguncang karena tidak memakai sabuk pengaman. Tornado-tornado debu itu berhasil mengenai jalan tol dan mobil mereka, jalan tol itu langsung hancur karena banyaknya jumlah tornado, sedangkan mobil mereka terseret oleh tornado.
Didalam mobil mereka mengambang dan terguncang, kepala LED sempat retak sedikit karena kepalanya kejedot atap mobil "Angel, sayap untuk mobil!" Teriak Eddy, "LED, kau mau apa?!?!" "Sayap pesawat untuk mobil!" Secara ajaib sebuah sayap pesawat muncul secara perlahan dimasing-masing sisi mobil. Mereka berusaha melawan arus tornado, Eddy terus menginjak gas, tiba-tiba sebuah serpihan reruntuhan dari jalan tol tadi mengenai mobil mereka. Bagian depan mobil menjadi rusak dan sayap kanan hanya rusak sedikit. Untungnya mereka berhasil keluar dari tornado itu dan terus melaju sambil menghindari tornado yang lain.
Seseorang yang memakai hoodie dengan kepala tengkorak hitam berapi sedang memperhatikan mobil mereka dari atas tornado. Mata merahnya yang menyala terang terus mengikuti arah lajunya mobil mereka. Si tengkorak mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya, seketika membuat tornado debunya menjadi api, dia juga membuat deretan peluru dari debu dan membuat beberapa menjadi api. Dia menunjuk ke mobil dan membuat tangannya seolah-olah seperti pistol dan, "Bang!" Peluru-peluru itu melaju dengan cepat dan langsung mengincar mobil milik Eddy.
LED menengok ke belakang kebelakang dan ia melihat rententan peluru sedang mengincar mobil mereka. "Eddy, Hati-hati!" Eddy dengan hebatnya menghindari beberapa peluru, dia membanting setir ke kanan dan kiri serta berhasil menghindari tornado debu yang telah menjadi api. Beberapa peluru debu masuk ke mesin turbin dan peluru yang sudah menjadi api melelehkan sedikit bagian sayap kanan. Mobil pun oleng dan akhirnya mereka jatuh.
Kebetulan, mereka jatuh dekat rumah gudang tempat mereka harus memberikan paketnya. Eddy dan Angel merangkak keluar dari mobil yang berasap, LED dengan susah payah keluar dari mobil itu dengan kepalanya yang hampir retak sepenuhnya. Angel berjalan ke belakang mobil yang hancur itu dan membuka paksa bagasinya untuk mengambil paket yang mereka harus antar. Eddy merangkul LED yang susah untuk berjalan karena kakinya pincang, mereka berjalan menuju ke gudang itu.
Pria tengkorak tadi menemukan tempat dimana mereka berada, dia pun turun dari tornado dengan santai sambil membuat anak tangga satu-persatu dari debu. Begitu dia menginjakkan kaki di tanah, dia langsung menghancurkan semua tornado yang ia buat dan membuat banyak kloningan dirinya sendiri dari debu-debu itu. Handphone dia berdering, dia mengeluarkan handphonenya dari kantong hoodie nya dan mengangkat telponnya, "Dapatkan barang yang dibawa tentara bayaran yang disewa perusahaan S.W.E.E.P itu, jangan biarkan mereka kabur!" Pria tengkorak itu mematikan telponnya dan berjalan dengan santai sementara kloningan debunya berlari dengan liar ke arah Eddy dan rekan-rekannya.
Eddy mendobrak pintu rumah gudang itu, dia membaringkan tubuh LED di lantai, "Kepala hampir pecah dan beberapa patah tulang di area bawah dan atas." Eddy terus memeriksa tubuhnya LED untuk menemukan beberapa luka yang sekiranya bisa diobati. "Ed, lu mau apa?" Angel tanya, "Perban dan lem. Oh iya, sebuah papan, palu dan paku, Angel, tolong barikade pintunya." Jawab Eddy, "Baik..." Sebuah perban, lem, paku, palu, dan papan secara ajaib tercipta di depan Eddy, Eddy mengambil perban dan lem tersebut. Dia mengelem kepala LED yang hampir retak dan memperban kaki dan lengan LED yang patah. Angel mengambil palu, papan dan paku, tapi belum sempat berjalan, bahunya tiba-tiba tertembak oleh sebuah peluru.
Kloningan-kloningan pria tengkorak membuat gestur tangan seperti pistol, mereka langsung saja menembakkan peluru debu secara beredet. Eddy langsung membawa tubuh LED dan Angel berlari mengikuti Eddy, mereka terkena beberapa tembakan debu, "Eddy... Lu mau apa?" Angel tanya sambil memegang bahunya yang tertembak, "Tembok bata!" Sebuah tembok bata terbentuk di belakang mereka, LED mulai terbangun dari pingsannya dan berusaha untuk berdiri, "Musuh kita... Siapa?" Tanya LED, "Volcanic Ash, sepertinya dia ingin mengambil barang yang kita bawa..." Jawab Eddy.
Angel melihat-lihat keadaan sekitar dari tempat mereka berlindung, sepertinya mereka telah dikepung oleh kloningan Ash, "Eddy, LED, sepertinya aku punya ide..." Angel bilang dengan penuh percaya diri, "Rencananya apa?" Eddy dan LED menghadap ke Angel dan mendengarkan rencananya.
Ash yang asli masuk kedalam rumah gudang lewat pintu depan, dia mengubah salah satu kloningan debunya menjadi panah api dan menembakkannya ke tembok bata, seketika menghancurkannya. Dibalik tembok yang sudah hancur itu ada Angel dan Eddy yang saling berdekatan sementara LED yang berdiri di depan sambil memegang sebuah taser. Ash tau apa yang direncanakan dan berputar balik ke pintu, namun tiba-tiba sebuah tembok berlian menutup akses pintu masuk sehingga ash mengumpulkan semua kloningannya dan membuatnya menjadi pelindung.
LED menyalakan taser nya dan mengarahkannya ke kepala nya, sementara Eddy dan Angel bersiap-siap. "Eddy, apa aja yang lu mau?" Tanya Angel, "Tembok bata 3 lapis dan satu tembok besi didepan kita!" Jawab Eddy. Tiga tembok dan satu tembok besi terbentuk didepan mereka, LED langsung saja menempelkan tasernya ke kepalanya dan itu membuat kepalanya bersinar terang, cahaya nya terus menerus bersinar layaknya matahari dan memancarkan panas yang setara dengan magma. Secara perlahan seluruh barang yang ada di ruangan itu meleleh. Tembok debu ash perlahan meleleh dan begitu juga temboknya Eddy dan Angel, cahaya sudah sangat terang dan...
Cahaya meredup, semua barang disana meleleh dan terbakar tanpa sisa, untungnya tembok Eddy dan Angel masih tersisa satu lapis, sedangkan pelindungnya Ash sudah tak bersisa dan tubuhnya hanya sedikit meleleh dan terbakar, dua madih hidup. LED sudah lemas dan akan jatuh, tetapi Eddy memegang kerah bajunya dan menahannya sebelum ia jatuh.
"Angel, lu kan yang bawa paketnya? Coba lihat." Tanya Eddy, "Oh iya, sebentar... 3 detik? INI TIMER BOM" Angel menjatuhkan kotaknya namun tidak sempat melarikan diri, ketikam ereka semuaenutup mata, kotaknya terbuka dan didalamnya terdapat sebuah kue coklat dengan tulisan "Happy New Year!". Melihat ini, Eddy merasa kesal, Angel melihat sebuah catatan yang bertuliskan "Terimakasih atas kerjasama kalian. -Swire Scarlett" Mereka melihat satu sama lain dalam keheningan, "Kita mempertaruhkan mobil kita hanya untuk ini? Ah, ya, mungkin aku akan minta ganti ke bos besok." Komen Eddy dengan nada sarkas.
-Fin