SMA PELITA HARAPAN BANDUNG
Pagi yang cerah banyak siswa-siswi berlalu-lalang memasuki kelasnya, waktu sudah menunjukkan 07.50 WIB sepuluh menit sebelum bel berbunyi. Ada beberapa siswa yang berlari-lari memasuki kelas nya karena tidak ingin kena hukuman dari guru BK yang super galak nya minta ampun.
Tiba-tiba
Terdengar suara decitan ban mobil yang berhenti
*Suara decitan mobil*
Siswa-siswi yang berada di dalam kelas mereka berdiri tegak dan melihat melalui jendela kelas, menyaksikan sebuah pemandangan yang setiap pagi selalu dinantikan di SMA Pelita Harapan ini. Pemandangan yang selalu membuat mereka iri dengan sosok gadis remaja bernama Syahira Florencia.
Remaja laki-laki yang tampan turun dari mobil sport mewahnya, terlihat wajah tampan dengan rahang yang tegas menatap dingin ke seluruh area sekolah. Dengan baju yang dikeluarkan dan dua kancing yang dibuka dari atas tidak menampik kegantengan remaja laki-laki itu.
Terdengar helaan nafas kasar dari remaja laki-laki yang bernama Dewa Sagara. Ia memegang handle pintu mobil sport mewah nya.
"Turun" ucap Dewa Sagara dengan suara bass nya
Sosok gadis remaja yang berada didalam mobil menampilkan raut wajah senang, ia berucap ke dewa.
"Makasih gara"
Dewa Sagara menampilkan wajah datarnya, ciri khas seorang dewa.
Dewa menutup kembali pintu mobil, ia berjalan kembali ke arah pintu pengemudi.
Syahira Florencia menatap bingung ke arah Dewa yang memasuki mobilnya kembali.
Syahira melangkahkan kakinya dan mengetuk pintu kaca mobil dewa.
Dari dalam dewa hanya menatap Syahira dan memundurkan sedikit mobilnya lalu berjalan ke arah luar gerbang SMA Pelita Harapan.
Syahir terdiam ditempat, lalu terdengar bisikan-bisikan dari sekeliling nya. Banyak siswa-siswi yang berbisik mengenai dewa yang berperilaku berbeda pagi ini. Mereka semua mengharapkan pemandangan yang mana Syahira selalu diberikan perhatian-perhatian khusus yang selalu membuat hati semua gadis remaja luluh. Namun sayang pagi yang cerah ini mereka tidak melihatnya.
Syahira yang mendengar bisikan-bisikan dari sekeliling nya hanya mampu menunduk, Ia perlahan menghitung dalam hati dari satu sampai sepuluh lalu menghembuskan nafas dan mengangkat wajahnya serta tidak lupa tersenyum cerah.
Syahira berjalan menuju kelasnya
"HELO SEMUA SELAMAT PAGI"
Suara cempreng Syahira terdengar di penjuru kelas yang luas ini.
"GANDENG SIA TEH"
Bara membalas sapaan pagi Syahira
"Dih bodo amat"
Bara dan Jaka menatap bingung setelah mendengar ucapan Syahira yang cukup terdengar kasar.
"Eh bangke tuh sungut (mulut) tumben banget kasar" Jaka bertanya dengan menaikan alisnya satu.
"Alhh tuh cewek pasti gak ada dewa makanya tuh sungut bebas" balas Bara
"Muahh bara paling pengertian sama gua" Syahira memajukan bibirnya
"Jijik gua anying bangke"ucap Bara
Syahira hanya menampilkan wajah meledek, ia berjalan menuju tempat duduknya yang berada dibelakang Dewa dan Bara. Ya ia duduk bersama Jaka. Syahira sangat ingin berteman dengan cewek di kelasnya namun sayang sejak awal masuk kelas ini cewek kelasannya hanya menatap sinis ke arah Syahira. Syahira tau alasan mereka seperti itu dan Syahira sudah biasa dari dulu bukan hanya masa SMA nya saja bahkan dari masa SD nya sudah sering ditatap sinis oleh cewek kelasan nya. Syahira hanya memiliki 3 teman cowok yah seperti kalian tau Dewa, Bara dan Jaka hanya 3 cowok ini yang selalu ada untuk Syahira. Salah satu alasan Syahira selalu ditatap tidak suka oleh para cewek-cewek.
Syahira melihat Jaka
"Lo tau dewa kemana?" Tanya Syahira
"Sumpah Flo gua gak tau tuh anak setan kemana" ucap Jaka
Syahira menatap curiga
Jaka yang jengah menerima tatapan kecurigaan dari Syahira kemudia ia berucap
"Seriusan kali ini gua gak bohong"
"Muka lo penuh dosa sih susah dipercaya"
Jaka menyentil kening Syahira dengan penuh-penuh cinta, seketika Syahira berteriak.
"Eh Jaka bangsut sakit jidat gua dasar anji-"
Syahira menutup mulutnya
"Gak boleh kasar, ish Jaka setan" ucap Syahira
Bara membalikan badannya ke belakang melihat kelakuan sahabatnya ini. Ia menepuk-nepuk pelan kepala Syahira
"Itu juga kasar sayang"
Syahira hanya menyengir lebar, ia mengusap-usap kening nya yang masih sakit
"Tanggung jawab nih ah jidat gua jadi merah kan! Ish tanggung jawab Jaka!! Ucap Syahira
Jaka menatap malas
"Ihh Jaka!" Syahira menampilkan wajah memelas
Jaka sudah hampir muntah melihat wajah sok sedih nya seorang Syahira Florencia akhirnya ia menjulurkan tangannya ke arah kening Syahira.
"Stop"
Terdengar suara bass dari seorang remaja laki-laki yang saat ini sedang melangkahkan kakinya menuju meja Syahira dan Jaka.
Jaka menurunkan tangannya yang hampir menyentuh kening Syahira, ia melihat dewa dengan ngeri-ngeri sedap. Dewa menatap dingin ke arahnya.
"Emang anying sih Flo, habis deh gua" ucap Jaka pelan sembari menggaruk rambutnya.
Jaka melihat pesan yang baru dikirim bara yang menampilkan 3 kata dan banyak emot tertawa
"Habis lo nyet" Jaka menatap kesal layar hp nya dan menghela nafas kasar.
"Loh Dewa" Syahira menampilkan wajah polos seakan-akan tidak ada apa-apa
Dewa menatap ke arah kening Syahira yang memerah, ia mengusap pelan kening Syahira.
"Sakit?" Ucap Dewa dengan datar
Syahira memejamkan kedua matanya menikmati usapan pelan tangan Dewa
"Engga sakit kan udah di usap sama Dewa" Syahira tersenyum
Dewa menatap tajam ke arah Jaka dan Bara yang sedang melihatnya.
"Kamu habis dari mana?"
Dewa menatap kembali ke arah Syahira dan berucap dengan datar "Ga usah kepo jadi orang"
Syahira hanya menampilkan senyuman tipis
Dewa langsung duduk di kursi miliknya dan mengeluarkan handphone. Bara hanya melihat Dewa yang selalu bersikap aneh hanya mengedipkan bahunya.
Seorang paruh baya dengan penampilan rapih memasuki kelas dan di mulailah pembelajaran yang sudah di jadwalkan.
Suara bel terdengar terdengar.
"Jaka istirahat yuk" Syahira menarik tangan Jaka
Jaka menatap bingung Syahira dan melirik ke depan tempat arah Dewa duduk.
"Sama lo aja, gua hari ini cape" Syahira tersenyum tipis
Jaka melihat terdapat kesedihan di mata Syahira. Jaka berdiri dan berkata "Ayo"
Jaka dan Syahira keluar dari kelas dengan pengawasan sepasang mata tajam.
Bara menepuk pundak Dewa dan berucap
"Tenang tapi jangan terlalu tenang, Jangan pengecut"
"Berisik" ucap Dewa dan keluar dari kelas.
Syahira menutup matanya dan merasakan terpaan angin yang menyapu wajah cantiknya. Rambut panjang hitam legam Syahira sedikit berantakan karena terpaan angin yang saat ini sedang dinikmatinya. Syahira menyenderkan tubuhnya di sebuah kusing kosong yang berada di rooftop SMA Pelita Harapan.
"Kenapa kita ga jadi ke kantin" ujar Jaka menatap Syahira yang masih memejamkan matanya.
Jaka tidak menerima jawaban yang di inginkan hanya helaan nafas yang berat sebagai jawaban atas pertanyaannya. Jaka masih menatap lekat syahira kemudian ia ikut menyenderkan tubuhnya dan mengeluarkan handphone. Sembari menunggu Syahira berbicara dengannya ia mengscroll aplikasi yang berada di handphonenya.
Setelah satu jam terdengar suara lembut Syahira.
"Hem sorry gua jadi ketiduran hehe" ujar Syahira melihat Jaka
"Lama ya gua tidurnya?"
Jaka menganggukan kepalanya
"Hey Ra" ujar Jaka lembut menatap netra indah Syahira
"Hem" Syahira tersenyum tipis
"Udahan yuk" Ujar Jaka mengusap kepala Syahira lembut
Syahira menatap Jaka dengan mata yang berkaca-kaca dan menggelengkan kepalanya.
"Cape tau Ra"Jaka dapat melihat hanya kesedihan yang terpancar dari netra indah milik Syahira.
*(Cari dan gapailah kebahagiaan dirimu sendiri)*
~Sekian~