Hari ini adalah jadwal kerja ku untuk yang pertama kalinya, gugup? Itu sudah pasti. Bagaimana ini rasanya senang sekali. Bisiknya dalam hati seorang gadis dengan stelan baju karyawan di salah satu perusahaan ternama di kota Z.
"Aduh!"
Seseorang tidak sengaja menabrak gadis itu.
"Ma_maaf.."
"Ya, lain kali hati-hati kalau ja_ hey!!"
Orang yang menabraknya telah berlari menjauh dari gadis itu.
"Ada apa dengan orang itu"
Melihat jam tangan, tercengang dengan jarum jam yang sudah menunjukkan angka 7 pagi.
"Haishh!! 30 menit lagi waktu masuk perusahaan! Gawat!!"
Gadis itu lari menuju halte dan segera duduk sebelum bus berjalan.
Z Group
Terpampang jelas di depan bangunan pencakar langit.
"Syukurlah, aku tidak telat.."
Berjalan memasuki perusahaan dan segera menuju ke ruangannya.
"Selamat pagi, saya Celine Nathalia. Hari ini pertama kali saya bergabung di Z Group secara resmi, mohon kerjasamanya"
Mata gadis itu berbinar dan senyum tulus terlukis di wajahnya, sementara itu semua karyawan menyambutnya dengan baik.
"Psstt... karyawan itu bukannya yang mencuri skor paling tinggi di training tahun ini"
"Eh iya ternyata dia sekarang jadi karyawan resmi"
"Tapi lihat penampilannya... bukankah itu agak.. kuno?"
"Hustt.. dia menuju ke sini"
Mereka berdua segera diam dan menyalakan komputernya, namun matanya melirik ke arah Celine.
Celine tersenyum ke kedua wanita yang duduk di meja depannya namun kedua wanita itu tersenyum kaku.
"Ada apa dengan mereka?" Batin Celine
Seseorang berjalan menuju ke arah Celine.
"Celine, Ini tugas untuk kamu hari ini"
"Ya, akan saya kerjakan dengan baik"
Wanita paruh baya itu tersenyum dan segera meninggalkan meja Celine.
"Baiklah, semangat diri ku!" Bisiknya dalam hati.
Jam istirahat karyawan telah tiba, Celine mengambil bekalnya dan segera memakannya. Namun dia lupa membawa air minum, Celine pun segera menuju ke lantai bawah dan mencari mesin penjual otomatis.
Saat Celine hendak mengambil air minum yang di belinya dari mesin otomatis sebuah tangan telah mengambilnya terlebih dahulu.
"Siapa?" Pikir Celine
"Maaf, apakah ini punya mu?" Ucap seorang pria di sampingnya
"Ah ya itu punya ku, tapi jika kamu ingin mengambilnya tidak masalah. Aku dapat membelinya lagi"
Celine segera memasukan uang koin ke mesin penjual otomatis itu dan segera mengambil air minum.
"Baiklah aku tidak akan sungkan, terimakasih atas minumannya" pria itu segera pergi meninggalkan Celine.
"Orang aneh.." ucap Celine
Matahari sudah mulai berada di sebelah barat, sudah waktunya jam kerja karyawan selesai.
Celine sudah berada di halte bus, namun tidak ada bus yang lewat di jam 5 sore ini Pasalnya dia sudah menunggu 1 jam.
"Aihh pesen ojek aja deh" Celine membuka aplikasi ojek di handphone nya.
5 menit kemudian sebuah motor metik berhenti di depannya.
"Dengan kak Celine?"
"Iya benar"
"Silahkan naik kak, pakai helm dulu"
"Iya"
Setelah itu motor mulai melaju menuju ke kost-an Celine.
"Sepertinya orang ini familiar deh, tapi siapa?" Bisik Celine dalam hati.
"Kakak kerja di Z Group ya?" Ucap tukang ojek.
"Iya.." ujar Celine
"Saya dulu juga kerjanya di sana kak, hanya saja.." ragu melanjutkan perkataannya.
"Hanya saja apa?" Celine penasaran dengan ucapan tukang ojek
"Ngk kak, saya takut mau ngomongnya"
"Kamu jangan buat saya penasaran, kamu mau saya kasih bintang 1 di penilaian" ancam Celine.
"Maaf kak jangan, tapi jangan ceritakan ke siapa-siapa ya saya hanya cerita ke kakak"
"Iya.. buruan kasih tau saya"
"Jadi waktu saya kerja di Z Group, banyak desas desus yang saya dengar dari para karyawan di sana bahwa pemilik Z Group memiliki anak yang tampan dan pintar"
"Lalu masalahnya apa? Bukankah itu berkah?"
"Masalahnya anak pemilik Z Group itu memiliki kebiasaan yang buruk di balik kewibawaannya, dia diduga telah membunuh beberapa orang yang memiliki kriteria tinggi badan standar, rambut bergelombang, hidung mancung, dan berkulit putih pucat seperti.."
"Seperti?"
"Seperti kakak ini" ragu melanjutkan kata terakhir.
"A_apa sih!! Kamu gk usah nakut-nakutin saya deh" Celine tidak percaya dengan ucapan tukang ojek ini akan tetapi hatinya tidak bisa berbohong, rasa cemas telah tumbuh di sudut hatinya.
"Saya serius kak, sekarang umur kakak berapa tahun?"
"23 tahun"
"Dan di umur kakak ini, gadis2 itu di temukan telah meninggal dengan keadaan mengenaskan"
"Stop! Jangan di ceritakan lagi, saya tidak mau dengar omong kosong itu"
"Iya kak, itu terserah Kaka mau percaya atau tidak"
Celine pun sampai di kost-an nya, lalu segera membayar ojek.
"Kak kasih saya bintang 5 ya!!" Ujar tukang ojek
"Ya!" Celine segera meninggalkan tukang ojek itu
Setelah Celine masuk ke kostan, tukang ojek itu segera pergi menjalankan motornya.
"Apa-apaan sih, tukang ojek itu bicara sembarangan aja!" Ujar Celine sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Ting!
Notifikasi chat muncul di layar handphone nya.
"Nomor baru? Siapa pula ini"
Celine membalas chat itu, dari sebrang pria itu memberi tahu Celine bahwa dia yg telah berhutang minuman kaleng kepada Celine. Pria itu mengajak Celine untuk menghabiskan weekend Minggu ini bersamanya, pria itu berusaha membalas kebaikan Celine namun, Celine sudah menolaknya dan pria itu tetap memaksa Celine. Akhirnya Celine setuju dengan ajakan pria itu.
Tiba saatnya weekend, Celine sedang memilih baju mana yang akan di gunakan ya. Akhirnya dia memilih baju yang biasanya dia gunakan saat menghabiskan weekend dengan teman2nya.
Tiba di tempat janjian, Celine mengedarkan pandangannya mencari sosok pria itu. Setelah Celine menemukannya, dia segera menghampirinya.
"Maaf lama menunggu.." ucap Celine
"Ah tidak, aku belum lama sampai. Jadi kamu tidak perlu merasa bersalah" pria itu tersenyum tulus.
Tampan, batin Celine. Bagaimana ada pria setampan ini, dengan pembawaan yang lembut dan berkharisma seakan-akan membuat dirinya lupa dengan hari esok.
"Maaf sebelumnya, nama ku Bastian" ucap pria itu mengulurkan tangannya
"Celine" membalas uluran tangan pria itu
Tangan kekar, badan bagus untuk pria seumuran 27 tahun, matanya berwarna amber, hidung yang tercetak dengan indah, dan dengan rambut coklat yang sengaja dia biarkan tidak tertata rapih. Bagaimana mungkin tuhan bisa menciptakan pria seelok dia, pikir Celine.
"....Lin..Celine? Apa kau mendengar ku?" Ujar pria itu membangunkan lamunan Celine
"Ah ya maaf.. tadi kamu bilang apa"
"Apakah kekasih mu tidak marah jika kau menghabiskan weekend dengan ku?"
"Aku pikir tidak, ya untuk sekarang mungkin karena dia sedang liburan ke Maldives dengan teman2 sekantornya"
"Ah begitu.."
"Lalu bagaimana denganmu?"
"Aku?"
"Ya kekasih mu" ujar Celine
Pria itu terkejut lalu terkekeh
"Aku tidak memiliki kekasih"
"Kau membohongi ku.." Celine tidak percaya dengan ucapan pria itu
"Aku serius, aku memiliki seseorang yang ku suka. Akan tetapi dia sudah memiliki kekasih, menyediakan bukan?"
"Bagaimana mungkin! Dengan wajah seperti mu ini tidak mungkin ada seseorang yang bisa menolak mu!"
"Lalu bagaimana denganmu?" Pria itu tersenyum tipis dan mengangkat sebelah alisnya.
"Aku?"
"Ya, bagaimana jika orang itu adalah kamu"
Celine terdiam sesaat, lalu tertawa
"Tidak mungkin, itu sesuatu hal yang tidak mungkin terjadi"
"Bagaimana jika itu memang benar" pria itu menatap Celine dengan penuh arti.
"Ya jika itu aku, bisa saja aku tidak akan menolaknya. Tapi itu sebelum aku bertemu dengan kekasihku sekarang" ujar Celine.
"Ah begitu ternyata"
"Bukan maksudnya aku mengatakan hal menyakitkan seperti ini, kamu memang tampan dan juga baik akan tetapi kekasihku telah memberikan rasa nyaman jadi_"
Pria itu tertawa mendengar penuturan Celine
"Maaf, aku hanya bercanda jadi kamu tidak perlu merasa bersalah"
Celine sedikit tercengang melihat Bastian yang tertawa di depannya, jadi begini orang tampan tertawa.
Setelah beberapa saat mereka memutuskan untuk pulang, pria itu bersikeras untuk mengantarkan Celine.
Sesampainya di tempat Celine, pria itu langsung pamit pulang.
"Hahh.."
Celine merebahkan tubuhnya dan melihat aplikasi di handphone nya, tidak ada notifikasi dari kekasihnya yg sedang berlibur.
"Ini sudah 3 hari tidak ada notif darinya, apa dia sesibuk ini walaupun liburan?"
Ting!
"Siapa yang mengirim foto di chat"
Deg!
"Bryan? Dengan seorang wanita!" Celine segera membalas chat itu.
Lagi-lagi satu demi satu foto briyan dan seorang wanita yang sama terpampang jelas di layar handphone nya, Celine segera menghubungi Bryan dan yg mengangkat telepon nya adalah seorang wanita yg sama di foto itu.
"Dimana Bryan!" Ucap Celine tidak bisa menahan rasa sakit hatinya
"Siapa kamu mencari kekasih ku?" Ucap gadis itu dari sebrang sana.
Kekasih?
Bryan?
"Aku kekasih Bryan yg asli!" Teriak Celine
"Siapa sayang.." suara yg dikenalnya membuat Celine terdiam
"Ah bukan siapa-siapa, kamu sudah selesai mandi sayangg?" Wanita itu memutar kameranya ke belakang.
Deg
Deg
Deg
Jantung Celine berhenti sesaat, setelah itu air matanya mulai jatuh.
"Apa yang mereka lakukan.. di dalam kamar.. berduaan dan Bryan habis mandi.. bagaimana mungkin.." Celine segera menjatuhkan handphonenya
"Bryan brengsek!!" Celine menangis tersedu-sedu dia terus menangis tanpa henti sampai air matanya kering.
Keesokan harinya di kantor
"Celine? Ada apa dengan mu hari ini?"
"Tidak ada apa-apa, aku hanya maraton film drama"
Celine memakai kacamata dan segera mengetik dengan kecepatan jarinya, dia terus menyibukkan diri dengan komputernya hingga dia tidak sadar waktu kerja telah selesai.
"Hey, sudah waktunya pulang" ujar seorang wanita yang berada di sebelahnya.
"Ah aku tidak sadar, terimakasih telah mengingatkan ku" ujar Celine lalu mematikan komputernya.
"Ayok makan ayam, biar aku yang traktir"
"Ayok!" Celine langsung menata tasnya
Di kedai ayam goreng
"Hahh!! Yg benar saja! Siapa wanita itu biar ku hajar dia!" Ucap wanita yg berada di depan Celine.
"Aku tidak tau harus gimana.." Celine merebahkan kepalanya di meja, airmata nya sampai tidak bisa menetes lagi.
Sakit
Celine memegang dadanya yang terasa sakit, pikirannya penuh dengan kenangan manis bersama Bryan namun di saat yang sama kejadian yg pahit menghancurkan kenangan indah itu.
"Bryan brengsek!" Suara Celine tertahan, ingin dia berteriak tetapi tenaganya telah terkuras.
"Ayok kita move on dan cari kekasih yang lebih dari si brengsek itu!" Teriak wanita di depan Celine.
"Aku tidak percaya lagi dengan seorang pria.." Celine putus asa dengan segala hubungannya.
Pasalnya dia telah menjalani hubungan dengan 3 pria dan semuanya brengsek, untungnya ada orang baik yang selalu memberi tahu Celine.
Tapi siapa orang itu? Batin Celine.
Berapa hari kemudian, Celine berhasil membuat janji dengan orang baik yang membantu menguak kebusukan kekasihnya.
"Ini benar alamatnya..?" Melihat ke arah gedung apartemen yang sangat mewah.
Lantai 9
Celine segera menekan lift, dalam hatinya bertanya-tanya. Untuk apa orang golongan atas ini membantunya? Pasalnya dirinya hanya masyarakat menengah kebawah.
Ting
Lift terbuka, Celine pun mengedarkan pandangannya ke berbagai penjuru namun di hanya menemukan 1 pintu di ujung sana. Celine melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu itu, lalu diapun membunyikan bel. Tidak lama dari itu seseorang membuka pintu apartemennya, terlihat seorang pria yang mengenakan stelan baju kaos dan celana jeans.
Celine terkejut dengan seseorang yang ada di depannya.
"Kamu_" Celine di seret masuk oleh pria itu, dan pintupun tertutup.
"A_apa yang ingin kau lakukan.." Celine sedikit takut dengan perlakuan pria itu.
"Maaf, aku hanya ingin memberimu ini.." mengeluarkan map.
Celine terkejut dengan semua foto yang ada di dalamnya, bagaimana mungkin pria ini selalu menemukan keburukan mantan kekasihnya.
Celine bergidik ngeri, sebenarnya siapa pria di depannya itu.
"Kenapa kau membantuku ku?" Tanya Celine sedikit menjaga jarak
"Aku hanya tidak ingin kau seperti kakak perempuan ku, dia di buatkan oleh cinta hingga saat kekasihnya memiliki wanita lain kakak perempuan jatuh sakit dan dia sedikit_ gila" ujar pria itu
"Maaf.." Celine merasa bersalah meragukan ketulusan pria yang ingin membantunya
"Kamu gk perlu meminta maaf, ini memang kesalahan ku sebagai seorang adik yang tidak dapat membantu kakak perempuannya"
Celine terdiam.
"Ah maaf aku lupa membawakan air minum"
"Tidak perlu repot-repot" ujar Celine
"Itu tidak merepotkan sama sekali, tunggu sebentar" pria itu segera pergi menuju dapur.
Celine duduk di atas sofa, lalu tiba-tiba dia ingin buang air kecil.
"Kenapa harus sekarang sih!" Ujar Celine
Celine segera menghampiri pria itu dan menanyakan di mana kamar kecilnya.
"Maaf.." ucap Celine
"Tidak masalah kamu bisa gunakan kamar kecil ku sesukamu" pria itu tersenyum ramah.
Celine sedikit familiar dengan senyuman pria itu akan tetapi panggilan alam lebih memenuhi pikirannya.
Setelah Celine menyelesaikan panggilan alam itu, diapun segera menuju ke ruang tamu namun saat dia hendak berbelok tidak sengaja sebuah kotak jatuh ke lantai dan semua isinya berjatuhan.
Selembar foto jatuh ke sebrang pintu, Celine pun membuka pintu itu dan hendak mengambilnya namun saat dia melihat selembar foto itu tubuhnya terpaku.
Deg
"I_ini.."
Terdapat seorang wanita dengan senyuman manis di foto itu dan ternyata foto itu adalah foto curian, dimana wanita itu tidak menyadarinya.
"Bukankah ini aku? Kenapa bisa_" saat Celine mengedarkan pandangannya di kamar itu terdapat banyak sekali foto dirinya yang terpajang di dinding bahkan banyak yang berserakan di lantai ada juga yang di atas tempat tidur.
"Ini gila!" Celine segera mengambil langkah mundur dari ruangan itu namun dia menabrak suatu yang keras.
"Aduh!" Celine terdiam membeku.
"Ada apa ini, kenapa kau seperti tikus yang ingin melarikan diri" pria itu menempelkan dagunya di atas kepala Celine.
Deg
Deg
Deg
Jantung Celine terpacu dengan cepat, keringat dingin mengalir melewati pelipisnya.
"Bukankah itu tidak sopan sembarangan membuka kamar orang hmm?" Tangan pria itu melingkar di perut Celine.
"A_aku tidak sengaja.." ujar Celine suaranya tercekat.
"Gadis yang baik harus nurut" pria itu membopong tubuh Celine dan masuk ke kamar itu.
"Lepas! Kumohon tolong lepaskan aku!" Celine berusaha memberontak namun gerakannya sia-sia, pria itu lebih kuat dari yang di pikirannya.
"Dimalam.." pria itu lalu membaringkan tubuh Celine di atas kasur dan memborgol kakinya
"Jangan! Kamu gila! Aku ingin pulang!" Teriak Celine.
"Berteriak lah sesuka mu, kamar ini kedap suara" pria itu berjalan menuju dinding dimana sebuah foto dengan ukuran 2x1 meter terpampang jelas.
"Lihatlah, bukankah wanita di foto ini sangat cantik dan menawan" pria itu membelai foto yang terpajang di dinding.
"Ngk, ku mohon lepaskan aku.." Celine menangis tersedu-sedu.
Pria itu tidak waras, walaupun itu sebuah foto namun Celine malu dan juga takut.
Pria itu berjalan meninggalkan kamar, lalu beberapa saat kemudian dia telah menggunakan piyama dan rambutnya basah seperti Habis mandi.
"Sudah malam makanlah dulu lalu tidur setelah itu" pria itu mendekati Celine sambil membawa nampan berisi makanan.
Celine tidak bergeming dan hanya membelakangi pria itu.
"Hahh.. aku tidak ingin memaksamu"
Celine ingat dengan suara ini, bau ini, dan cara tersenyum pria itu mirip dengan..
"Bas_" Celine terkejut dengan apa yang terdapat di depan matanya.
"Makan atau mati" pria itu mengarahkan belati ke depan mata Celine.
"Bastian... kenapa.." Celine menangis
"Pilih makan atau mati saat ini juga" pria itu tidak ada rasa kasihan.
"Makan.. aku pilih makan.."
Bastian segera membuang belatinya ke lantai dan menyuapi Celine.
"Makan yang banyak" Bastian tersenyum namun Celine hanya bisa makan sambil meneteskan air mata.
"Jangan menangis.. " Bastian menghapus air mata Celine.
"Biarkan aku pulang.. ku mohon Bastian.." ucap Celine tidak memiliki harapan lagi.
"Tidak, kamu yang datang sendiri dan aku tidak ada keinginan untuk melepaskan diri mu Celine... bunga ku yg indah" pria itu meletakkan nampan di atas meja lalu mendekati Celine lagi.
"Tinggallah bersama ku hingga tua, mati kita ciptakan keluarga yang bahagia" Bastian memeluk Celine dengan lembut.
Namun Celine hanya terdiam, hatinya menangis bagaimana bisa hidupnya seperti ini setelah lepas dari para mantan brengsek kenapa dirinya jatuh ke tangan pria psikopat.