Nama saya Raditya, saya bersekolah di STM biasa di kota solo. Ya.. Bukan Stm Favorit sih tetapi lumayan lah buat belajar yang penting ada ilmu untuk dipelajari, tetapi yang membuat membosankan adalah di sekolah kami isinya laki-laki semua.
Tetapi tepat berada di sebelah STM saya adalah SMA yang kebanyakan siswanya adalah perempuan, Karena STM tempat saya sekolah dan SMA saling bersanding, walaupun jaraknya hanya beberapa meter dari sekolah kami tetapi Murid-murid sma maupun Stm jarang sekali memiliki kisah asmara dengan Siswi SMA.
Boro-boro mau suka, Cewek-cewek di SMA itu seleranya tinggi-tinggi kalau gak anak basket anak sepak bola atau anak orang kaya, jangan harap dapat pacar Cewek Sma di sebelah saya ini.
kecuali Vanessa, Vanessa adalah satu-satunya wanita yang berbeda dari yang lain, Jika murid Sma yang lain berlomba-lomba mendekati Cowo-cowo terkenal, tetapi Vanessa malah mendekati anak mesin kayak Aku.
Itu karena aku Pedekate nya Raditya dari Vanessa masih SMP dan satu sekolah dengan Raditya, jadi mau tak mau atau terpaksa Akhirnya Vanessa mau menjadi pacarku.
"Adit..? Lama banget sih..? "
Itulah nama yang sering di katakan Vanessa saat menungguku pulang sekolah, dikarenakan perbedaan jam pulang kami membuat kami kadang-kadang Ada yang pulang lebih cepat ada yang pulang lebih lambat.
Dan Adit adalah nama panggilan ku Khusus Vanessa, karena Teman-teman ku sering memanggilku Jagal sebab aku sering tawuran dan menjadi andalan sekolah kalau ada STM lain berbuat macam-macam dengan STM kami.
"Hehe.. maaf sayang, jangan marah ya aku lagi banyak tugas tadi. Ayo pulang.. " Kata Adit kemudian mengajak Vanessa pulang dengan motor andalan Adit yaitu Mio soul butut.
Di jalan seperti biasa Vanessa pasti minta jajan entah apapun itu, walaupun bukan makanan mahal tetapi Vanessa pasti akan minta jajan ke aku seperti cilok misalnya atau kadang telur gulung.
Tentu saja sebagai Pacar yang baik aku selalu mentraktir nya jajan, dan seperti biasa kita duduk di pinggiran sawah dengan pemandangan indah tempat biasa Aku dan Vanessa pacaran setiap Pulang sekolah.
"ini seru ya dit.. " Ucap Vanessa sambil memandangi luasnya sawah dan Air sungai tempat mereka merendam kaki hampir setiap hari Vanessa dan Raditya berpacaran di sini, kecuali kalau Hujan.
"Iya dong, inikan tempat kita pertama ketemuan Hehe... Vanessa sebentar lagi Ujian Akhir dan aku harus merantau...
Belum sempat Raditya menyelesaikan kata-kata nya, tangan Halus Vanessa sudah menutup mulut Raditya.
"Jangan merantau dulu..Aku ingin kita menikah setelah lulus...Lamar aku ya,
Ucap Vanessa yang langsung to the point dengan muka memerah di ikuti hembusan angin sore yang dingin.
" Apa..!!?? menikah??, Vanessa Aku belum bekerja.. Anakku mau kasih makan apa nanti..? "Tanya Raditya yang mempertanyakan maksud Vanessa mengajaknya menikah setelah lulus sekolah.
Sebenarnya dalam Hati Raditya mau menikah dengan Vanessa, tetapi dirinya belum bekerja dan tak punya penghasilan maka dia Khawatir anaknya akan di beri makan apa nanti batu? jelas tak mungkin.
" Jadi kau tak mau menikah dengan ku ya..? "kata Vanessa dengan nada sedih.
"Maaf bukan aku tak mau Vanessa, Tapi tolong beri aku waktu untuk mewujudkan impianku dulu... Menjadi seorang pengusaha sukses, kalau sudah tercapai aku langsung melamarmu.. " kata Raditya dengan memegang tangan Vanessa dengan erat.
Tentu saja Vanessa selalu mendengar kata-kata itu dari Raditya berulang kali, karena sejak dulu Raditya adalah anak buruh tani yang terbatas ekonomi, sedangkan Vanessa adalah anak seorang PNS jadi hidup Vanessa lebih terjamin dari pada Raditya.
"Adit... Apa menjadi Sukses itu impianmu..? Apa gara-gara orang tuaku..?" tanya Vanessa yang menyenderkan kepala nya ke bahu Raditya.
"Benar Vanessa, aku ingin nunjukin sama orang tuamu kalau anak petani seperti ku bisa sukses juga... Dan aku akan menunjukkan itu di depan mata kedua orang tuamu.. "
Ucap Raditya dengan tegas, karena impiannya menjadi sukses muncul sebab dia sering di hina orang tua Vanessa yang bekerja sebagai PNS dengan gaji terjamin itu daripada dirinya yang hanya anak miskin dan tak mampu.
"Baiklah.. Aku akan mendukung impian mu, pasti kan kau datang untuk melamar ku... Aku mencintai mu..MUAH.. " Kata Vanessa yang mendukung impian Raditya dengan sedikit tambahan kecupan agar Raditya tidak melupakan nya.
"Baiklah.. MUAH..
Itulah pertemuan terakhir antara Aku dan Vanessa, di karenakan setelah Ujian berakhir selesai aku terpaksa harus merantau ke bangka belitung karena orang tuaku sakit, dan mau bagai mana lagi aku harus berangkat merantau lebih cepat bahkan Ijazah ku belum jadi, aku pun sudah di ajak berangkat besok paginya.
bersama tetanggaku yang sebagai buruh bangunan di bangka belitung yang sudah merantau di sana 5 tahun dan sudah sukses dan membeli rumah di desa ku.
"Vanessa maaf, aku harus berangkat ke bangka belitung besok pagi..maaf aku tak bisa berpamitan ke rumahmu, aku tahu kamu besok masih ujian, selamat malam. " Isi pesan singkat ku melalui HP jadul kepada Vanessa, walaupun berat hati aku harus tetap mengabarinya. Mengingat waktu Ujian anak antara Anak STM dan SMA berbeda selesai nya.
Tidak ada balasan dari Vanessa aku hanya bisa tidur sambil memandangi tas tas ku yang sudah siap untuk aku berangkat ke bangka belitung besok pagi bersama tetanggaku.
Pagi harinya..
Aku sudah siap berangkat ke bandara Adi soemarmo solo dan aku melihat ke HP jadulku Vanessa tidak membalas sama sekali pesan ku, dan aku hanya menitipkan salam kepada orang tuaku jika Vanessa mampir kerumah bilang saja aku sudah berangkat untuk merubah nasib.
Belum sampai mobil ku berangkat sosok wanita cantik mengendarai motor bersama teman wanita nya yang masih berseragam menghadang mobil kami, dan berteriak memanggil Raditya dengan sangat kencang.
Mau bagaimana pun aku harus turun dan menyuruh agar mengucapkan perpisahan dengan pacar ku dengan cepat, karena pesawat 2 jam lagi akan berangkat.
"Dasar bodoh..! Kenapa kau tak bilang kalau kau akan pergi ke bangka hari ini..!! Hah..!! " Teriakan Vanessa dengan penuh Air mata karena merasa di tinggal Raditya begitu saja.
"Maaf Vanessa, Aku sudah mengirim SMS padamu.. Tapi kamu tak menjawab.. Ku kira kamu fokus belajar atau tidur hehe..
PLAAKKK..
Sebuah tamparan langsung mengarah ke pipi Raditya dengan keras.
"Aku sedang ujian bodoh..! Dan hp ku di sita ayah ku.. Kalau temanmu tak bilang kalau kau berangkat ke bangka hari ini, aku terpaksa.. Hiks.. Hiks.. Aku terpaksa meninggalkan Ujian demi mengucapkan selamat tinggal ke kamu.."
Ucap Vanessa dengan Air mata yang berlinang dan memeluk Raditya dengan erat.
"Maaf Vanessa tapi aku terpaksa, orang tuaku sedang sakit.. Aku terpaksa harus merubah hidup ku lebih cepat, Tapi tenang saja kalau aku sukses maka aku akan langsung melamar mu. " kata Raditya mencoba menenangkan Vanessa yang menangis.
"Kau janji..? " kata Vanessa mengulurkan jari kelingking kepada Raditya.
"Aku janji.. " Ucap Raditya membalas jari kelingking Vanessa.
"MUAAHH.. Hati-hati di perantauan ya, aku akan selalu menunggu lamaran mu..jangan lupakan aku di perantauan sana.." Ucap Vanessa agar Raditya tak melupakan janji nya.
"Aku janji aku akan kembali untuk mu.. MUAH..
Setelah mengucapkan Janji Raditya dan tetangga nya berangkat ke bandara Adi soemarmo dengan mobil sewaan untuk segera terbang menuju bangka belitung untuk merubah nasib Raditya.
Beberapa bulan di perantauan Raditya mulai betah dengan keakraban orang-orang di sana. Aku juga sudah bekerja di tempat cucian mobil dan motor karena di tawar kan pekerjaan di sana dan meninggalkan perkulian.
Aku juga menabung gajiku untuk masa depan dan juga untuk melamar Vanessa, dan Sekarang Aku juga sudah memiliki Smartphone yang dulu tak pernah aku punya sebelum nya.
Selama beberapa bulan ini Vanessa dan Aku tak pernah putus hubungan, hingga sekarang Vanessa sudah bekerja di staf pemerintah sama seperti ayah dan ibunya, dan hanya dua bulan saja Vanessa sudah di angkat menjadi PNS berkat orang tuanya memuluskan langkah nya.
Hingga perlahan-lahan hubungan antara Raditya dan Vanessa mulai rengang, karena Raditya jarang sekali memegang HP karena sibuk dan Vanessa juga mulai dekat dengan sosok laki-laki dengan baju Dinas pemerintahan yang sama seperti Vanessa.
Tetapi Raditya tak cemburu sama sekali awal nya, karena dia memaklumi jika hubungan LDR itu pasti akan sering ada hal-hal yang membuat Mereka bertengkar, jadi Raditya hanya diam melihat kemesraan Vanessa dengan laki-laki itu. Hingga...
Raditya melihat postingan Vanessa yang memakai cincin yang sama dengan sosok laki-laki dinas itu, membuat Raditya menanyakan tentang kejelasan hubungan mereka.
"Hehe.. Maaf Vanessa, apa itu dia pacar mu sekarang..? " Tanya Raditya lewat telepon.
"Bukan Dit, dimas cuman memberikan hadiah tanda pertemanan.. Dan aku masih pacar kamu kok. " Ucap Vanessa menjelaskan tentang hubungan nya dengan laki-laki itu.
"begitu ya, maaf aku kira dia pacarmu.. " Ucap Raditya agak lega, walaupun dalam hati dia tahu jika Vanessa berbohong kepada nya.
"Baiklah.. Sampai nanti ya sayang, jangan lupa makan.. "
Percakapan Terakhir Vanessa kepada Raditya, karena setelah menutup telepon Vanessa lalu memposting dirinya sedang makan malam bersama laki-laki itu dan kedua orang tua Vanessa.
Hal itu tentu saja membuat Hati Raditya sakit, karena Vanessa menuliskan di posting itu makan malam bersama calon suami, membuat Raditya hanya bisa pasrah dengan keadaan bahwa dirinya sudah di tikung oleh laki-laki berdinas.
Sejak saat itu Vanessa tak pernah lagi menghubungi Raditya dan malah selalu memposting kemesraan dengan laki-laki itu, bahkan beberapa kali Raditya melihat di Hpnya jika Vanessa menuliskan sangat nyaman dengan laki-laki itu daripada Raditya.
*Tinggal kan masalalu, dan hidup bahagia bersamamu Dimas.* isi postingan Vanessa yang di baca Raditya.
Raditya merasa dirinya sudah di buang Vanessa memutuskan untuk memblokir semua akun media sosial milik Vanessa, dan membongkar celengan yang tadinya untuk melamar Vanessa untuk memulai membuka usaha.
Karena Raditya sudah lama bekerja di cucian Mobil dan motor, membuat Raditya memutuskan untuk membuka cucian motor kecil kecilan terlebih dahulu.
Cucian motor itu laris manis karena Raditya sudah berpengalaman membersihkan motor di tambah dia juka aktif di media sosial untuk mencari sabun-sabun pembersih yang bisa memuaskan setiap pelanggannya.
Raditya juga sudah melupakan Vanessa karena kesibukan nya mencuci motor, bahkan dia tak pernah memikirkan Vanessa lagi yang katanya hampir lamaran dan hanya memikirkan tentang bisnis dan bisnis itu saja yang ada di pikiran Raditya.
5 tahun kemudian Raditya sudah sukses dengan memiliki 5 cabang cucian motor dan mobil bernama Gatot Kaca carwash yang tersebar seluruh Bangka.
Dengan moto: *jangan pulang sebelum kendaraan anda bersih * Membuat Usaha yang di rintis Raditya berjaya dan memiliki 7 karyawan di setiap cabangnya.
Tak hanya itu saja Raditya juga iseng-iseng menciptakan sabun cuci motor dan mobil sendiri untuk berjualan online, membuat nya semakin menambah kekayaannya dalam waktu 8 tahun dirinya merantau di bangka.
Dan sekarang Raditya sudah berumur 28 tahun dan siap untuk menikah, karena dengan bisnis yang di miliki nya juga Usaha Online yang mulai Viral Raditya sudah bisa membeli Rumah yang megah dengan 3 mobil mewah di garasinya.
Raditya benar-benar sudah melupakan Vanessa yang berada di solo, karena sekarang orang tua Raditya sudah pindah ke bangka belitung dan tinggal bersama Raditya, dan sekarang orang tuanya sedang menjalankan Ibadah Umroh di tanah suci mekah.
Hingga suatu Hari tetangganya yang dulu mengajaknya merantau ke bangka mampir ke rumah nya yang besar dan mewah, dan sekarang tetangganya sudah menjadi penjual mie ayam bakso dan memiliki warung yang cukup Ramai hingga Raditya sering ke warung nya untuk berlangganan bakso dan mie ayam setiap hari.
"Dit gak pulang kampung..? Kamu udah 8 tahun gak pulang lho.." tanya tetangganya dan sekarang menjadi saudara Raditya di perantauan.
"Enggak pakde, Adit betah di bangka.. Lagian Adit gak punya saudara di Jawa ngapain pulang pakde..? " tanya Raditya yang duduk di ruang tamu bersama tetangga juga saudara nya ini.
"Iya juga ya...Masalah itu, pakde punya kabar Dit.. Vanessa pacar mu dulu mencari mu.. Ini pakde terus di telpon Vanessa minta kamu hubungin dia.. " kata Pakde itu ke Raditya kemudian memberikan HPnya ke Raditya yang isinya Chat-chat Vanessa mencari Raditya dan beberapa telpon.
Karena Raditya sangat sibuk jadi tetangga nya ini jarang sekali bisa menemui Raditya, kadang di cabang sana kadang di cabang sini gitulah namanya juga orang sibuk.
"Apa Vanessa belum nikah pakde..? "
Raditya tentu penasaran karena di akhir chat itu menunjukan Bahwa Vanessa ingin menagih janjinya untuk menikahi nya jika sudah sukses.
"Belum dit, Bapak Vanessa ketipu lima ratus juta Dit.. Calon mantu nya kabur bawa uang lima ratus juta yang rencananya uang itu buat nikahan Vanessa sama dia, tapi dia hilang gak ada kabar bawa uang itu. Dan orang tua Vanessa terlilit hutang buat dia rencana mau jual rumah dan kebon sama Pakde ini tapi pakde mau nanya kamu dulu, makanya pakde nyari kamu." Kata Pakde menceritakan tentang masalah keluarga Vanessa yang membuat Geger satu desa.
Lima ratus juta itu jumlah yang sedikit bagi Raditya, karena Raditya sekarang sudah memiliki aset miliaran rupiah dari usaha Cuci mobil juga hasil penjualan sabun cuci mobil dari online, tetapi Lima ratus juta itu jumlah yang fantastis di kampung Raditya yang pendapatan warga nya tak lebih dari satu sampai dua juta perbulan.
Tentu saja Raditya langsung bahagia karena dia bisa benar-benar menuntaskan janjinya kepada Vanessa yang sudah hilang selama dia merantau tak pulang selama 8 tahun di perantauan walaupun Vanessa sudah membuang Raditya tetapi bagi Raditya, janji adalah janji jadi dia tetap pulang untuk meminta janji itu.
Membuat Raditya langsung berangkat ke Solo beberapa hari kemudian dengan menggunakan mobil kesayangan nya Honda Civic turbo Type R terbaru, untuk menunjukkan ke orang tua Vanessa bahwa Raditya sudah mapan sekarang dan bukan lagi bocah miskin seperti dulu.
SOLO...
Setelah sampai di solo Raditya bernostalgia dulu dengan rumah lamanya yang sudah menjadi kandang kambing karena sudah di beli pak RT beberapa tahun setelah orang tua nya menyusul ke bangka.
Setelah puas bernostalgia, Raditya langsung menuju Rumah Vanessa yang berjarak agak jauh dengan rumahnya dulu.
Di Rumah Vanessa sekarang sudah di kepung oleh 5 orang Depkolektor dengan jaket kulit khasnya untuk menagih hutang.
"Tolong pak beri kami waktu.. Kami belum punya uang buat ngelunasi hutang.. " Ucap orang tua Vanessa yang sedang di tagih beberapa depkolektor dengan nada kasar.
"Sampean sudah hutang, pokoke bapak harus bayar sekarang.. Ini udah jatuh tempo.. Atau rumah bapak kami sita." Ucap Depkolektor itu menagih hutang kepada orang tua Vanessa.
"Maaf Pak, kami janji kami kembalikan kalau rumahku udah kejual..tolong jangan sita rumah kami dulu pak. " Ucap bapak Vanessa yang menangis meminta keringanan waktu.
Sedangkan Vanessa hanya bisa menangis memeluk ibunya yang pingsan melihat bapaknya memohon agar rumah mereka tidak di sita gara-gara pacarnya yang janji akan menikahi Vanessa kabur membawa semua uang keluarga Vanessa tanpa kabar dan menghilang.
"Maaf Pak, tapi ini tugas kami dari kantor.. Bukan kami yang berwenang ini hanya tugas dari kantor, Dan kami terpaksa menyita rumah bapak hari ini. "
Hingga depkolektor yang tak mau berlama-lama langsung memasang tulisan *Rumah di Sita Bank* karena Keluarga Vanessa sudah tak membayar hutang selama 6 bulan berturut-turut.
Tentu saja tangisan pecah pada saat itu, keluarga Vanessa juga bingung harus tinggal dimana, karena uang untuk pernikahan Vanessa juga hasil dari hutang saudara saudara Vanessa.
Hingga..
TIINN.. TIINN.. TIINN..
Suara klakson dari mobil Civic turbo Type R berwarna merah parkir di halaman Rumah Vanessa.
Tentu saja Keluarga Vanessa kebingungan, siapa yang mampir ke rumah mereka dengan mobil sebagus itu, mengingat di kampung mereka mobil paling bagus hanya Avanza saja itu pun Avanza lama.
Tak lama berselang Seorang pria tampan dengan stelan jas santai tetapi Rapi dan enak di lihat keluar dari mobil merah mewah itu.
"Tolong jangan di sita pak, biar saya yang melunasi hutang keluarga Vanessa.. " Ucap sosok itu yang tak lain adalah Raditya mencegah depkolektor untuk menyita rumah keluarga Vanessa.
Para Depkolektor tentu saja tak percaya begitu saja, lalu mencoba menghampiri Raditya yang sedang berjalan ke arah mereka.
"Maaf mas, kami tak punya waktu main-main.. Keluarga Vanessa memiliki hutang lima ratus juta dan bunganya segini.. Jadi hutang keluarga Vanessa sekarang tujuh ratus juta. " ucap depkolektor itu memberikan kertas hutang piutang Keluarga Vanessa.
"Banyak juga ya... hmmm Tujuh ratus juta ya. "
Kemudian Raditya mengambil HPnya untuk mentransfer sejumlah uang yang di minta Depkolektor dan langsung mengirim Tujuh Ratus juta ke Rekening yang sudah tertulis di buku hutang piutang keluarga Vanessa.
"Sudah saya Transfer pak, kalau ada kembaliannya buat bapak-bapak aja. " Ucap Raditya dengan santai tanpa keberatan dengan Tujuh ratus juta yang baru saja dia kirim.
Tentu saja para Depkolektor langsung mencabut tulisan Rumah di sita saat tulisan Transfer berhasil masuk ke Rekening Bank dan menyatakan jika Hutang keluarga Vanessa sudah Lunas.
"Bapak Vanessa, Rumah anda tidak jadi kami sita.. Hutang anda sudah lunas, jangan berhutang jika kalian tak sanggup membayar. " Kata Depkolektor itu mencabut Tulisan Rumah di sita dari Rumah keluarga Vanessa.
Melihat ada sosok kaya raya di depan mereka para depkolektor tentu saja langsung menghormati Raditya, karena mereka berhasil menagih hutang keluarga Vanessa yang jumlah nya Fantastis itu, di tambah mereka akan mendapatkan Bonus yang luar biasa dari Bank di tambah bonus dari bos Raditya.
"Terimakasih Bos, ini nomer hp saya.. Jika Bos butuh apa-apa bisa hubungi kami Bos.. Kami permisi Bos. " Ucap Depkolektor itu kemudian pergi dari Rumah keluarga Vanessa.
"Baiklah pak, Hati-hati pak..
Setelah urusan selesai, Raditya terus menghampiri keluarga Vanessa yang masih kebingungan dengannya karena penampilan Raditya sekarang sudah jauh berubah dari yang dulu, bahkan Vanessa sendiri masih berfikir siapa sosok tampan dan kaya raya yang membantu keluarga nya itu.
"Apa kamu masih tak mengingat ku Vanessa..? Ini aku Raditya.. " Ucap Raditya membuyarkan lamunan keluarga Vanessa tentang dirinya.
Mendengar nama Raditya, Vanessa langsung berlari dan memeluk Raditya dengan Erat dengan tangis rindu bercampur kebahagiaan menjadi satu, karena sosok yang dulu dia tinggalkan dan sering Vanessa bahongi malah datang dan membantu dia juga keluarga nya dari lilitan Hutang.
"Dit.. Maafkan aku, aku udah bohong sama kamu terus ninggalin kamu.. Aku salah dit aku salah.. Maaf Dit. " tangis Vanessa yang tak henti-hentinya menyalahkan kebodohannya di masa lalu.
"Dek Adit terimakasih dek wes bantu bapak sama ibu, Kami janji kami bakal ganti uang mu dek.. Terimakasih.. Maaf udah pernah jahat sama kamu dek Adit." ucap kedua orang tua Vanessa yang dulu sering bilang Raditya anak petani miskin tak punya apa-apa, tetapi malah sekarang Raditya menyelamatkan keluarga Vanessa dari hutang.
"Tak apa pakde bude Vanessa, semua sudah berlalu..masalah hutang lupain aja pakde Dan sekarang aku kesini untuk melunasi janjiku sama Vanessa pakde bude.. Aku mau melamar Vanessa.. Vanessa mau ya jadi istri ku..? " Ucap Raditya dengan bahagia, karenan sekarang janjinya di masa lalu bisa dia lunasi.
Karena ini termasuk jurus jitunya selama perjalanan dari bangka ke solo, yaitu melunasi hutang keluarga Vanessa kemudian melamar anaknya.
"Aku mau dit, aku mau jadi istri mu.. Aku nunggu itu dari dulu.. Aku mau jadi istri mu..aku janji jadi istri yang baik dan setia. "
Tentu saja hal itu membuat Vanessa bahagia karena sosok yang dulu sangat dia cintai sebelum laki-laki bajingan itu datang, benar-benar kembali dengan janjinya yang ingin melamar nya saat sudah sukses.
"Dek Adit, kami setuju dengan lamaran mu.. Dan kami tak akan meminta Mahar sedikitpun dari Dek Adit.. "
Tentu saja kedua orang tua Vanessa langsung menyetujui Lamaran Raditya tanpa meminta mahar sedikitpun kepada Raditya, karena Raditya sudah menyelamatkan keluarga Vanessa dari hutang yang fantastis membuat Keluarga Vanessa tak enak jika harus meminta mahar lagi.
"Terimakasih pakde bude, Adit janji jadi suami Vanessa yang baik dan jaga Vanessa dengan Baik. "
Dan beberapa bulan kemudian Raditya dan Vanessa menikah di rumah Raditya di Bangka Belitung yang besar dan mewah, karena adat di kampung Raditya kalau menggelar proses pernikahan harus di rumah sang lelaki.
Bahkan Raditya juga mengundang semua keluarga Vanessa dan saudara saudara nya di solo untuk ke bangka belitung untuk menghadiri pesta pernikahan Raditya dan Vanessa di rumah nya yang besar dan mewah.
Pada akhirnya Raditya dan Vanessa menggelar Pesta pernikahan tanpa masalah atau kendala sedikit pun dengan karir Raditya yang menakjubkan, membuat keluarga Vanessa tak henti-hentinya takjub, karena sosok yang di masa lalu sering mereka bilang miskin dan tak punya apa-apa menjadi seorang yang sukses melebihi apapun yang mereka kira sebelum nya.
Hingga Vanessa yang duduk di samping Raditya yang menggunakan baju pengantin yang indah, juga tak henti-hentinya memandangi wajah suaminya yang berada tepat di sampingnya.
"Dit.. Terimakasih, maaf aku terlalu meremehkan impian mu dulu.. Kamu sekarang sudah menjadi laki-laki yang hebat dan menunjukannya ke semua orang. Aku berjanji akan selalu mencintai mu..
..SELESAI..