Aku dan dia berkenalan untuk pertama kalinya lewat media sosial. Dia yang pertama kali mengirimkan pesan dan meminta perkenalkan padaku.
Entah apa yang ku pikirkan saat itu hingga aku mengiyakan permintaannya untuk berkenalan mungkin karena saat itu hatiku sedang tidak baik - baik saja.
Namaku Kimmy aku berpacaran dengan seseorang yang ku temui pada tahun 2015 saat kami sedang masa Sekolah Menengah Atas, aku dan dia sudah cukup lama kenal namun lebih dekatnya kami dipertemukan satu team saat kami sama - sama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Pramuka di sekolah.
Tepatnya bulan Maret 2015 ( untuk tanggal di buat privasi aja ya 🤭 ) aku dan dia semakin akrab dari hari ke hari apalagi disaat aku tidak ada yang menjemput saat pulang sekolah dengan senang hati dia mengantarkan aku pulang ke rumah.
" Dari teman timbulah rasa nyaman" mungkin itu sebuah kiasan yang pas untuk menggambarkan kisah pertemuan kami hingga pada puncaknya kami lulus dari bangku SMA dimana aku yang akan melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan yang ada di salah satu kota terkenal yang ada di Indonesia tepatnya di Yogyakarta sesuai dengan keinginan ku dan dia juga akan melanjutkan pendidikan di universitas swasta terkenal yang ada di kota kami.
Namun Tuhan berkehendak lain dimana ayahku menentang keinginan ku yang akan melanjutkan pendidikan ku S1 karena keterbatasan biayanya akhirnya aku terpaksa harus bekerja di toko baju sambil mengumpulkan uang untuk aku tabung.
Disaat itulah hatiku terasa marah dan tidak terima dengan kenyataan yang ada dimana segala ekspetasi yang ku impikan harus hancur dan hal itu juga berdampak dengan kisah cinta kami yang sudah kita bangun hampir 1 tahun.
Dia tetap berusaha menguatkan dan mensupport segala mimpi - mimpi ku dan tidak meninggalkan aku di saat terjatuh namun aku manusia yang kurang bersyukur dimana aku diam - diam meninggalkan dia dengan aku pergi ke kota untuk bekerja tanpa sepengetahuannya, semua sosial media dan nomor teleponnya aku blok dan aku hapus karena aku merasa diriku tidak baik bagi dirinya.
Aku tau dari sahabat ku dia selalu menanyakan keadaan ku namun tak ada satupun yang tahu karena aku benar - benar tidak ingin berkomunikasi dengan siapapun. Mental ku begitu terguncang aku merasa seakan duniaku sudah runtuh dan Taka akan bisa sama seperti dunia ku sebelumnya.
Hingga suatu saat kami dipertemukan kembali saat acara reuni buka puasa bersama yang diadakan oleh alumni anggota Pramuka angkatan kami.
Dari situ kami mulai berkomunikasi kembali dan merajut kisah cinta kami yang sempat terhenti hingga sudah berjalan 5 tahun lamanya namun bukan lagi tentang ego kami tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih serius namun karena ada perbedaan yang tidak dapat bisa kami persatukan.
Suatu hari disaat ada yang mengajak ku berkenalan lewat media sosial milikku maka aku mengiyakan ajakannya bahkan rumahnya tak jauh dari tempat ku bekerja dan setiap hari dia selalu lewat untuk sekedar menyapa dan melihat ku saja.
Hingga akhirnya aku menjalin hubungan dengan seseorang ini yang mana usianya terpaut 5 tahun di atas ku, setiap hari kita bertukar pesan dan melakukan video call sehingga semakin timbul rasa nyaman diantara kami berdua.
Untuk pacarku yang sudah menemani ku selama 5 tahun karena kesibukannya sebagai seorang tenaga pendidik, ia lebih sibuk dengan pekerjaannya meskipun begitu ia tak lupa mengabari dan memberitahukan apapun kepada ku.
Aku lupa jika ada hati yang harus aku jaga karena keegoisan ku, aku hanya memikirkan kesenangan ku saja dimana aku bisa bertukar pesan hingga malam dan bahkan kami sudah jalan bersama lebih tepatnya bisa di sebut " dating ".
Ia yang berperawakan lebih kurus dariku begitu terlihat awet muda meskipun sudah berusia matang, kami juga sama - sama dari keluarga sederhana dibandingkan dengan pacarku yang super cuek dia lebih banyak tersenyum dan memberikan kebahagiaan kepada.
Aku dan dia sudah menjalin hubungan selama 1 tahun dan tanpa aku sadari ternyata dia sudah memiliki perempuan lain dibelakang ku.
Dulu saat awal - awal kami berpacaran dia lebih bersikap manis dan penyayang namun ternyata saat kami makan bersama dan menghabiskan waktu bersama ternyata dia begitu kasar bahkan dia mengatai aku dengan kata "bodoh" karena aku yang tidak mau diajak ciuman tidak hanya itu aku juga dijambak karena menolak ciuman darinya hingga aku terjengkang saat akan duduk di sebuah cafe tempat kami biasa menghabiskan waktu bersama.
Yang lebih parahnya lagi saat aku akan mengambil minuman di samping handphone miliknya tangannya langsung menarik tanganku yang dia kira aku akan mengecek ponselnya padahal aku hanya akan mengambil minuman.
Hanya karena rasa cinta sesaat logikaku begitu mati bahkan aku diperlakukan dengan kasar aku masih mau betahan dengannya. Hingga suatu hari aku mengetahui dari orang terdekatnya bahwa ia akan melangsungkan pernikahan tahun depan bagaikan disambar petir disiang bolong aku mendengar kata itu.
Aku mengajaknya bertemu untuk mengetahui tentang kebenaran itu dan ternyata menang ia dan aku begitu malah menerima kenyataan itu bagaimana tidak selama 1 tahun aku merasa dibohongi dengan pujaan dan kasih sayang yang ia berikan selama ini sebelum kejadian kekerasan yang menimpa diriku.
Aku meminta mengakhiri hubungan namun ia bersikukuh tidak mau melepaskan aku karena alesan sayang dan cinta. Aku tak bisa menerima itu aku tak ingin jadi pelakor bahkan merusak hubungan orang lain walaupun pada awalnya aku juga menyelingkuhi dirinya dan tidak berkata jujur jika aku memiliki seseorang yang menemani ku selama 5 tahun ini.
Mungkin aku juga mendapatkan karma atas ulahku yang telah menyia - yiakan pacarku sebelumnya dan tak ingin hal ini berlarut-larut aku akhirnya mengaku kepada pacarku dan begitu baik hatinya ia mau memaafkan ku dan menerima keadaan ku kembali
Dan saat ini adalah penentu dari semuanya saat usia kamu sudah sama - sama 27 tahun dimana hal besar sudah aku putuskan. Aku akan mengakhiri semuanya karena kita berdua tau bahwa sampai kapanpun diantara kami tidak akan mengalah demi agama jadi lebih baik kita menjadi teman karena pada awalnya kami adalah teman.
Hubungan ku bersama seseorang yang ku kenal lewat sosmed yang kukira aku dan dia adalah seorang kekasih yang berstatus pacaran ternyata aku hanyalah seorang selingkuh dan apa yang aku lakukan inilah karma yang dibayar kontan.