Langkah kaki Vellishia terhenti kala melihat seorang lelaki tampan yang bahkan auranya lebih menonjol dari yang lain dan tentu saja hal itu membuat jantung nya berdegup kencang. Dalam lubuk hatinya ia berpikir keras siapa laki-laki itu? Apakah dia murid baru? Mungkin memang murid baru sebab sejauh ini Vellishia telah menghafal setiap nama murid yang ada di sekolah tersebut.
Pandangan nya terhenti kala laki-laki itu balas menatap Vellishia dengan tatapan yang hangat.
"elli!" panggil Zoya sembari menepuk punggung Vellishia
"A-ah nee wae?" balas Vellishia bertanya pada Zoya
"Kau tertarik dengan laki-laki itu?" tanya nya yang sontak membuat wajah Vellishia memerah
"T-tidak tertarik apanya?" balas Vellishia mengelak
"Oh ayolah elli aku sangat mengenalmu"
"Tidak usah malu biar kuberi tau namanya adalah Brian Jevanka"
"Dia murid baru disini"
"O-ohh" balas Vellishia ber oh ria
Semakin lama Laki-laki yang bernama Brian itu makin menatap lamat Vellishia.
Membuat Vellishia semakin menundukkan kepalanya menahan rasa malu.
Setelah jam istirahat selesai
Kini semua murid kembali ke kelasnya masing-masing tak terkecuali Vellishia dan Zoya yang sudah duduk rapi sembari membaca buku dengan khusyuk.
"Selamat siang anak anak"
"Siang Pak"
"Hari ini kita kedatangan murid baru!"
"Nak Brian silahkan perkenalkan dirimu"
Semua siswi maupun siswa tercengang dengan wajah Brian yang terkesan sangat tampan layaknya bule namun juga ada campuran wajah oppa oppa Korea.
"Brian Jevanka"
"Panggil Brian"
"Brian silahkan duduk di bangku paling belakang"
Dan tepat sekali bangku itu berada di belakang Vellishia membuat Vellishia bebas untuk menoleh mengintip wajah Brian.
Tanpa berlama-lama akhirnya kini sekolah telah usai pada pukul 14.30
Seisi sekolah sudah pulang namun itu tidak berlaku bagi Vellishia dan Brian yang kini tengah bercumbu di toilet sekolah. Sungguh miris kelakuan anak jaman sekarang.
Di saksikan dengan Zoya yang masih setia menunggu sang sahabat tanpa tau jikalau sang sahabat sedang berduaan dengan Brian yang mungkin sudah menjadi kekasihnya.
"Aish! Lama amat sih elli capek nih gw"
"ELLI KENAPA KAU LAMA SEKALI EOH?"
bahkan Zoya kini telah berteriak dengan kesal sebab sang sahabat tak kunjung keluar dari toilet.
Sementara itu di sisi lain Vellishia dan Brian tersentak kaget dan akhirnya melepaskan cumbuan mereka.
"Ingat kau adalah milik ku mulai sekarang Vellishia!"
"Iya Brian"
"Malam ini datanglah ke rumahku namun jangan membawa sahabat mu ikut nanti kita tidak bisa berduaan":(
"wkwkwk"
"Iya... Iya ish lagian ga mungkin aku bawa Zoya kasihan nanti dia ternistakan"
Brian yang mendengar hal tersebut sontak langsung ber smirk
Membuat Vellishia bergidik ngeri melihat nya.
"Udah ih kasian Zoya masih nungguin aku!"
"Iya... Iya tapi nanti 15.00 aku jemput kamu kita jalan jalan!"
"Beneran?"
"Iya"
"Aaaa gomawo"
"Dandan yang cantik"
"Pasti dong"
"Udah ya Brian bye aku pulang dulu siap siap!"
"Hm"
Setelah itu akhirnya Vellishia beserta Brian keluar dari kamar mandi dengan kondisi yang berantakan. Dua kancing atas kemeja Vellishia terbuka menampilkan leher yang penuh dengan bekas kissmark. Beserta bibir Vellishia dan Brian bengkak.
Membuat Zoya sebagai sahabat Vellishia sedikit kesal akan kelakuan Brian dan sahabat nya. Karena baru aja ketemu masak udah cipokan aja kan ga lucu
Dengan cepat Zoya menarik tangan Vellishia dan mereka berdua pergi untuk pulang
Di tengah jalan
Lebih tepatnya di dalam mobil Zoya
"elli lebih baik kamu jauhin deh si Brian itu!" peringat Zoya pada Vellishia
"Ada apasih yaya kok kamu jadi gitu padahal tadi kamu ngedukung aku sama Brian"
"Tapi situasi nya udah beda elli"
"Kalian berdua itu belom sah baru ketemu masak udah ciuman aja"
"Jadi perempuan itu jangan murahan elli"
"Setidaknya kamu pdkt dulu sama Brian! Biarin dia ngejar kamu dulu"
"Udah deh Zoya! Kamu dari tadi itu nguji kesabaran aku banget"
"Mau aku pacaran, aku ciuman itu bukan urusan kamu dan lagi kamu ngatain aku murahan kan?"
"Bilang aja kalo kamu juga suka sama Brian"
"Tapi sorry aja nih Brian udah jadi pacar gw"
"Sadar ell aku sama sekali ga punya perasaan sama Brian cuman kamu jangan gitu feeling aku bilang klao Brian tu gabaik! Dan lagi laki-laki sejati tuh gabakal ngerusak perempuan yang ia cintai"
"Bahkan kalian aja baru ketemu!"
"Halah udahlah Zoya aku capek debat mulu ama kamu udah deh"
"Biarin aku ngambil keputusan aku sendiri kamu gausah ikut campur"
Seketika tubuh Zoya mematung kala untuk pertama kalinya seorang Vellishia kini menaikkan nada bicaranya pada Zoya.
Namun disisi lain perasaan dan hati Vellishia berkecamuk antara ia khawatir apa yang Zoya ucapkan ada benar nya namun ia lebih percaya pada sang pacar yang notabenya seseorang yang baru saja Vellishia temui.
Ia percaya pada Brian jikalau laki-laki tersebut tidak akan pernah menyakiti nya
Dan lagi lagi ia mengabaikan kata kata Zoya