Namaku Daniel Edzra aku seorang siswa SMA kelas akhir banyak para adik kelas maupun teman ku yang menyukai ku tapi karna aku sangat lemah tak jarang orang menghina ku dan menganggap ku penyakitan ya memang aku penyakitan tapi sakit rasa nya bila fisik kita dihina.
Hari itu adalah hari yang paling menyeramkan bagiku bagaimana tidak menyeramkan ketika aku ingin memasukan bola kedalam ring aku tiba tiba pingsan dan diagnosa kanker umur ku juga tidak lama .
Semenjak hari itu aku jadi lebih sering menyendiri dan lebih banyak diam sampai akhir nya aku bertemu dengan dia perempuan manis berkerudung .
Siang itu aku berjalam menuju kelas namun 'Brukk seorang perempuan berkerudung menabrak ku hingga buku nya jatuh .
" Aduh...kakak maaf ya kakk maaf " dengan cepat ia merapih kan kembali buku buku nya sambil meminta maaf.
" Iya dek ga papa , kamu mau kemana ??" Tanya ku kupikir dia murid baru karna rok nya terlihat berbeda .
" Aku mau ke perpus kak " Jawab nya.
" Oh perpus bukan ke sini dek kalo perpus ke belah sana mau aku antar ??" Balasku dia pun mengiyakan dan kami pun pergi ke perpus.
" Kamu murid baru ya ??" tanya ku tanpa melirik .
" Iya kak , oh iya kenalin aku Erina syifa Muthmainah " Dia memberiku jabat tangan aku pun membalasnya dan memberi tahu nama ku .
sesampai nya di perpus aku ikut membaca karna aku tidak punya kerjaan lain , erina sangat baik dia karna mau ku ajak ke perpus tapi apakah dia akan menjauh kalo aku beritahu penyakit ku seperti orang orang .
" Seru ya kak , besok aku baca lagi ah makasih ya kak , oh iya kakak mau ikut baca ga kak ???" Oceh nya tapi aku menyukai bicaranya .
" Iya iya bawel sekali kamu " canda ku kita pun sedkit tertwa entah mengapa tapi aku menyukai hari itu hari dimana aku bertemu dengan Erin.
"emmm kak apa boleh besok makan bareng dengan di kantin ??" Dia sedikit menunduk .
" Boleh saja tapi jangan di kantin di belakang sekola saja tempat nya lebih Damai" Balas ku erin pun tersenyum sampai akhirnya ia masuk ke kelas nya.
Keesokan hari nya saat bell pelajaran aku dan erin pergi ke belakang sekola untuk makan tapi ingat di sana bukan hanya kita berdua tapi ada beberapa siswa yang menyukai belakang sekola itu .
" wah kak benar ya di sini lebih damai karna siswa nya sedikit , apa kakak selalu kemari " Kami duduk berhadapan .
" Iya aku selalu disini , aku tidak memiliki teman " Balas ku tapi erin memegang bahu ku .
" Sebenarnya aku juga tidak memiliki teman tapi apa kakak ingin berteman dengan ku" Dia mengulurkan tangan nya sambil tersenyum dan aku pun mengiyakan nya .
" Sudah makan lah " Kami membuka bekal masing masing dan mulai makan tetapi saat aku ingin menyuap kan nasi ku aku melihat erin yang berdoa dulu .
" doa dulu kaka " ucap nya kita pun berdoa dan makan sambil di sela sela makan kami mengobrol .
Selesai makan kita berniat ke perpus tapi di sela sela jalan kita mendengar azan dzuhur.
" sudah dzuhur kak ayo solat " erin jalan mendahuluiku saat sampai di mushola sekola .
" Kakak wudhu dulu "ucap erin tampak mushola sekola agak sepi karna banyak yang memilih untuk amin ketimbang ibadah.
" Aku kristen " ucapan itu membuat erin melirik ke arah ku , kupikir dia akan mengatakan hal yang tidak aku ingin kan .
" Oh astagfirullah maaf ya kak , maaf aku kira kakak muslim maaf ya kak kalo gitu kakak pergi duluan saja ke perpus nya " ucap nya .
" Tidak aku tunggu di sini saja ayo cepat solat " Aku duduk di kursi yang terletak dipinggir mushola sementara erin sholat .
selesai itu kami ke perpus dan membaca buku erin sudah tau kalo aku Kristen dia juga meminta maaf karna hal tadi .
***
Seminggu berlalu tak terasa penyakit ku masih berjalan mengikuti waktu nya aku dan erin selalu akrab dan sepertinya aku menyukai nya .
" Kak besok ke rumah ku ya Mamah ulang tahun kata nya mau ngadain makan makan sekeluarga kaka ikut ya " Ucap erin kamu sedang berada di parkiran .
"tapi kan aku bukan keluarga kamu aku cuma temen kamu " Balasku karna pasti aku akan canggung dan malu .
" kakak kan sudah ku anggap keluarga tapi kalo kaka tidak mau ya sudah " Erin agak kecewa dan pergi namun aku menarik tangangnya .
" Heyy jangan marah kirim kan lokasi nya nanti aku datang jam 09.00 " Balasku raut wajah erin seketika jadi ceria .
Keesokan nya aku di antar supir ku ke rumah erin sesampainya di sana erin mempersilahkan ku masuk .
" Kaka ayo masuk , assalamualaikum mamah ini ada tamu " Ucap erin agak berteriak .
" Ya nakk ajak masuk , kasih minum , mamah lagi masak " Jawab ibu erin dari jauh , aku masuk ke rmh nya dan melihat sekitar .
" Kakak duduk lah aku akan ambil kan minum" erin pergi sementara aku masih mematung melihat ukiran kaligrafi .
Rumah erina sangat rapih seperti rumah ku dan nyaman seperti rumah ku yang berbeda adalah kaligrafi yang tertulis di pintu masuk bertajuk "assalammualaikum" sementara di rumah ku patung bunda maria .
kini aku tahu tuhan menyiptakan dia di hatiku bukan di kehidupan ku
" Kak " Suara Erina mengejutkan ku aku pun berbalik kearah nya .
" Kaka lagi liat apa ?? duduk lah" aku pun duduk sementara erin menyiapkan minum .
" Makasih " balas ku ibu , ayah, nenek dan kakek erin datang aku memberi nya salam .
" Om, tan , oh iya tante ulang tahun ya aku berikan ini " aku memberikan paper bag berisi keurudung untuk ibu erin .
" Waduh nak ga usah repot repot , makasih ya nakk" Bala ibu erin tak lama kami pun makan siang .
selesai itu aku mengobrol diloteng bersama erin dan nenek kakek nya kami bercerita tentang masa kecil sangat menyenangkan tapi tubuh ku yang lemah membuat ku pusing dan mual akibat panas nya matahari .
" Hahaha"suara tawa candan mereka aku di kelilingi orang baik tapi kepala ku bener benar pusing aku mencoba biasa saja tapi sia sia aku malah pingsan.
Aku tak sadar tidak tau berapa lama sampai akhir nya aku bangun di rumah ku lebih tept nya di kamar ku.
" Hiks... Kakak.."aku terkejut mendengar suara tangisan erin dari luar kamar .
" Tolong cintai dia , dia selalu bercerita tentang mu bahkan dia sangat menyangimu jadilah kekasih nya " aku berdiri mendengar percakapan mereka di pintu.
" Tante tapi aku dan dia beda agama aku juga orang biasa , hikss aku tak bisa jadi kekasih nya " Aku selalu bercerita pada mamah tentang erin aku juga bilang kalo aku mencintai nya .
" Dengar nak, Daniel hanya hidup beberapa bulan lagi itu kemungkinannya tante mohon jadi lah kekasih nya dia menyangi mu dan dia juga akan menyembunyikan salib nya dari keluarga mu " aku sangat sangat sedih mendengar nya .
" Tante , daniel akan sembuh aku bersedia menjadi kekasih nya " perasaan senang ada di dadaku tapi aku juga sedih karna akan Meninggalkan semua.
"Ya allah aku memacari nya karna aku kasihan pada nya , aku juga menganggap dia kakak ku ya allah cabutlah penyakit nya lindungilah dia amin" Ucap erin dalam hati .
"Tuhan beri aku kekuatan untuk hidup aku mencintai nya aku menyangi nya tuhan tolong biarkan aku berhubungan dengan nya sebelum kau menjemput ku Amin " ucapku dalam hati .
Setalah beberapa menit aku membaringkan tubuh ku lalu erin masuk bersama dengan ibuku .
" Kakak... " sapa erin aku melihat mata nya yang agak sembab akibat menangis begitu juga mata mamah.
" Kalian kenapa?" Tanya ku pura pura tak tahu apa yang mereka alami .
" Mamah tinggal dulu ya " mamah meninggalkan aku dan erin di kamar tapi tidak menutup pintu nya.
" kakak kau tadi pingsan untung saja aku menelepon supir mu dan maaf aku membuka handphone kakak saat itu aku panik " Ucap erin dia duduk di pinggir kasur sebelah ku .
" Tidak apa apa , terimakasih telah menolong ku " Ucap ku erin seketika kembali menangis .
" Kakak...kenapa kau bohong sekarang adalah jadwal mu ke dokter tapi kau malah ikut aku maafkan aku kakak"erin menangis dab mengusap air mata nya yang jatuh.
" Apakah ibu bilang tentang penyakit ku apa sekarang kau akan menjauhi ku??" Erin menatap ku sementara aku hanya melamun ke sembarang arah .
" iya tante berbicara semua. kakak menyukai ku kan ?? kenapa tidak berterus terang saja kepadaku ??" Aku menatap nya .
" Maaf aku ingin kau menjadi kekasih ku kumohon jadilah kekasih ku aku sangat mencintai mu aku mohon terimalah karna hidup ku tak lama lagi " Air mata ku menetes begitu saja .
"Kumohon jangan bicara begitu aku akan menjadi kekasih kakak asal kaka sembuh ya " Erin mengusap air mata ku tangan nya sangat lembut .
" Apa kau menerima ku ??" Tanyaku hati ku merasa bergetar saat erin bilang"iya" .
" Kakak Aku akan menjaga mu dan membuat mu sembuh amin" ucapnya aku pun mengamin kan doa nya .
" Erin ..." saat aku mengatakan nama nya kepalaku benar benar pusing mual ku juga menjadi jadi .
" Aaahh .." Aku meronta ronta erin yang panik langsung memanggil mamah dan kembali ke kamar aku memengang tangan erin dan aku lagi lagi pingsan.
Aku merasakan kalo aku pingsan cukup lama aku bangun melihat sekitar aku merasakan ada selang infusan di hidungku serat ada infusan di tangan ku ternyata aku di rumah sakit .
" Nak... Daniel cepatlah sembuh nak" Mamah mengalungkanku kalung salib dan membaca alkitab .
" Mamah dimana erin ??" tanya ku lalu aku terkejut saat jawabanya adalah .
" Erin lagi sholat dia berdoa agar kau sembuh dia sangat panik saat kau pingsan " Aku sangat bersyukur kekasihku adalah orang yang soleh .
'krekkk...
Kami melihat ke arah pintu dan itu adalah bidadari ku yitu erin telah datang ia membenarkan kerudungnya yanga agak basa di pinggir pipi nya .
" Assalamualaikum , kakak udah sadar " Erin datang ke pada ku aku ingin sekali duduk dan bicara tapi apalah dayaku tubuhku lemas kepala ku juga pusing.
" Nak erin , sebaik nya kamu pulang nak sudah malam " ucap ibuku yang melihat jam tangannya .
" Ya tante tapi aku mau ngomong dulu sama kak daniel " erin menuju ke arahku sambil tersenyum mata nya berkaca kaaca.
" Kak aku pulang ya besok setelah pulang sekola aku akan kemari ke sini , tante erin pulang" Erin berpamitan ke padaku dan menciun tangan ibuku lalu pamit pulang .
" Mah berapa lama lagi aku hidup??" tanya ku entah kenapa tapi pertanyaan itu nembuat hatiku sedih.
"Nak jangan bicara seperti itu " aku tau mamahku sangat sedih apalagi papah jarang pulang .
Sementara di rumah erin dia memikirkan ku dia sangat sedih mengingat kakek nya juga meninggal karna penyakit kanker stadium akhir .
" Ya allah angkatlah penyakit Daniel ya allah berikanlah kesehatan dan jauhi dari api neraka amin..." Doa erin.
*****
Keesokan hari nya tubuhku sudah sangat lemas dari sebelumnya kepala ku juga sering pusing tiba tiba aku menuliskan sesuatu kata di kertas .
`` Erin ... Aku sangat beruntung memiliki kamu yng sholeha aku sangat menyayangi mu , aku tahu umur ku tak lama lagi satu hal yang harus kamu tahu aku sangat mencintai kamu umur ku sudah tak lama lagi tapi keinginan ku hanya dirimu ``
setelah membuat surat aku melipat nya dan menyimpan nya bawah tubuhku aku menunggu erin bersama mamah.
dan akhirnya erin ke rumah sakit dengan pakaian SMA nya dan masih membawa tas sekolah nya .
" Assalamualaikum , tante , kaka " Sapa nya seperti biasa ia mencium tangan mamah .
" Kalian ngobrol ya mamah beli minun dulu " Mamah pun pergi erin duduk di kursi sebelah ku sambil memegangi tanganku .
" Sayang aku kangenn " Aku kaget karna ucap dari erin entah kenapa tapi aku menyukai nya.
" Sa-sayang ?" Tanyaku memastikan benar apa tidak nya kata itu .
" Kenapa kan kita pacaran wajar dong kalo aku bilang sayang , kalo kamu ga mau di panggil sayang ga papa kok " Erin menunduk namun aku mencubit pelan pipi nya .
" Iya ga papa kok seneng malah, gimana sekolah mu seru ?" Tanya ku sebenar nya aku sudah mulai melemas.
" ihh kKak " Dia sedikit Tertawa aku memegang tangan nya entah kenapa kepalaku bener benar pusing .
" Ada apa kak" Erin terlihat panik mamah yang tadi pergi datang melihatku aku nafasku sudah menipis.
"Nak sayang kenapa ??" Mamah mulau panik dan berteriak memanggil dokter.
" Mamah maafin daniel karna daniel Selalu buat mamah repot jaga ayah mamah maaf karna selalu membuat mu menangis aku sayang mamah tolong jangan menangis " ucap ku erin dan mamah langsung menangis .
" Erin sayang makaish telah mau menjadi pacarku walau hanya dua hari tapi aku menyukai nya " ucap aky erin menggeleng kan kepaka ia menangis .
"Aku berharap bisa memutar balik waktu. Aku ingin menemukanmu lebih cepat dan lebih lama mencintaimu." Ucapku nafasku sudah sesak beberapa kali aku ingin bicara tapi rasa nya tidak kuat .
" Nanti carilah laki laki yang benar benar sehat jangan seperti aku Selamat tinggal semua " Ucap ku terakhir kali dan mata ku sudah menutup.
" Daniel -!!!!!!" Teriak mamah erin menangis sambil menggoyang kan tubuhku agar aku hidup atau apalah tapi itu hal nihil karna itu adalah ajalku .
kesekokan harinya mamah dan erin ke pemakaman semua berdoa erin membacakan Yasin untuku sedangkan aku di dalam sana sudah terbujur kaku.
" Maaf mba , ini ada surat kami temukan di kasur Daniel " Ucap suster itu erin mengambil surat yang waktu itu aku tulis ia menangis memeluk mamahku .
" Kenapa kakak meninggalkan aku " Ucap nya di sela selaa tangis ia mencoba menguatkan .
oh rasa nya sangat menyedihkan bukan, mereka orang yang aku sayang tapi aku pergi meninggalkan semua benar ajal itu datang kapan saja .
Tamat
Eyyoo gyus jangan lupa like nya yaaa komen juga promo ?? ga masalah kita saling bantu .
Terimakasih 😊😊
Ayo tekan like nya 👍👍👍👍