Aruka katari adalah seorang anak yang berumur 9tahun lebi.Ia memiliki kakak perempuan, yang hanya beda 5tahun dari dirinya.
Aruka adalah anak yang pendiam dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekolahnya,tidak heran jika ia tak mempunyai teman, malah gadis kecil itu sangat sering di ganggu oleh teman sekelasnya sendiri,laki laki itu bernama Kim Faeng cowok asal korea selatan yang tinggal di Tokya jepang bersama nenek dan kakeknya.
Kita singkat saja ceritanya disaat ber umuran 14 tahun yaitu kelas 2 smp .
(Sekolah)
Di perlihatkan di sisi seorang siswi cantik yang bernama Aruka .
Ia baru saja datang di sekolah,disaat gadis cantik itu ingin melangkahkan kakinya yang mulus ke dalam kelas,lagi lagi segerombolan seseorang suda menghadang jalannya, jalannya terhentikan aruka terhenti melihat seorang siswa yang menungguh dengan senyum miring yang ia pancarkan dari waja tampannya.
"Heh... Bodo, kau Masi ingin datang ke sekolah setelah ke jadian yang ke
marin?,tanya laki laki yang ada dihadapan Aruka.
Aruka sedikitpun tidak menjawab pertanyaan yang di berikan oleh teman sekelasnya itu .
"Oh,baguslah kalau begitu,aku mempunyai tugas untuk kau kerjakan,ujar Faeng tersenyum." Ia menjulurkan tangan kepada teman temanya menandakan meminta sesuatu.teman temanya yang langsung mengerti pun memberikan buku PR milik Faeng,segera laki² itu mengambil buku dan memberikannya kepada gadis yang ada di hadapannya seraya berkata
"Haem.. ini untukmu,jangan lupa kerjakan dengan benar karena aku tak ingin di marahi buk amae,kau dengar itu."ucapnya dengan tersenyum
Aruka hanya diam dan mengambil PR yang di berikan Faeng.
Laki-laki tampan itu berjalan pergi meninggalkan aruka yang masi terdiam
"Heam... " Tersenyum. Seorang laki-laki melangkah masuk ke dalam kelas yang telah sepi, Faeng menatap dalam waja gadis yang tertinggal di kelas yg sudah sepi itu, langkahnya berjalan mendekat aruka yang tidak ikut pulang karna jatah piket membersihkan kelas.
"Aruka...terimakasi.,feang tersenyum sembari meletakan coklat yang berukuran sedang dengan pita ungu. "