Sekarang saya sedang berada di sebuah cafe yang biasa saya datangi bersama teman saya, saya sedang berkutat dengan leptop untuk mengerjakan tugas sekolah, saya disuruh guru saya untuk membuat proposal mengenai kegiatan prom night minggu depan, ya dari kegiatan ini kalian pasti sudah mengetahui kalau saya adalah anggota OSIS, dan memang, saya menjabat sebagai sekretaris, lama saya menunggu akhirnya teman teman saya datang juga, lebih tepatnya pengurus OSIS.
"lama banget sih datengnya, udah hampir lumutan gue nunggu kalian tau gak"ucap saya sambil menyatukan kedua alis saya
"santuy mbaknya, gak usah ngegas, ini mah lo yang kerajinan hahaha"kata Wawan si ketua OSIS. memang si Wawan ini Ketua tapi tingkahnya tak menunjukkan kalau dia adalah pemimpin
"ya udah katanya mau bahas, gak punya banyak waktu nihh"kata Rina si bendahara, dan Rina adalah sahabat saya sedari SD.
Mereka pun duduk, tapi, mata saya selalu tertuju pada seorang laki laki yang tengah duduk di depan saya, laki laki itu bernama Regan Pradja, laki laki yang selalu membuat saya terkesima, tak hanya dari kharisma yang ia pancarkan, wajah tampan, tinggi, namun, sifatnyalah yang membuat saya jatuh cinta, sikap santai, suara yang lembut tapi deep voice, dan gayanya yang terkesan dingin namun membuat orang penasaran.
ya dari ciri cirinya kalian pasti sudah menduga kalau dia adalah the most wanted sekolah kita dan wakil ketua OSIS, dan sudah pasti banyak sekali perempuan yang jatuh hati padanya walaupun hanya sekali melihatnya, dan itu juga terjadi pada saya, saya sudah mengaguminya sejak saya masuk SMA sudah terhitung 1 tahun saya mengaguminya, dan selama itu juga saya tidak pernah berbicara padanya, walaupun saya berbicara pasti itu berurusan dengan OSIS, dan ujung ujungnya saya menjadi tidak fokus.
"Sar udah lo ketik belum"ucap Regan yang membuat saya terkejut, tiba tiba saja Regan mengalihkan pandangannya ke arah saya, hingga netra kami saling bertatapan, dan Regan berhenti dari aktifitasnya membaca proposal yang kemarin, yang sudah saya print.
"udah kan, katanya kemarin tinggal koreksi trus nambahin yang kurang" jawab saya dengan nada kebingungan
"maksud Regan itu udah lo ketik belum apa yang dia omongin tadi, Sarah?"jelas Rina
"ohh emang udah di koreksi?"tanya saya bingung karena tadi saya melamun, namun semua orang malah menepuk jidatnya, kan saya jadi bingung
"yaudah, gue ulang ya"kata Regan yang saya anggukkan, Regan pun mengulang apa yang ia ucapkan tadi dan saya pun mengganti bagian bagian yang salah dan kurang.
Sekitar 30 menit saya dan teman teman selesai mengerjakan proposal itu.
"udah nih tinggal ngeprint"ucap saya pada semua orang
"yaudah lo print gih, trus besok biar gue sama Regan yang ngasih tuh proposal ke bu dwi"kata Wawan
"hmmm, maunya, kenapa gak Rina aja sih yang ngeprint dia kan bendahara dan Rina juga punya printter kan?" kata saya malas
"yah emang sih, tapi print gue jadi eror gak tau kenapa, lagi di betulin, uangnya? nih"kata Rina sambil memberikan uang 50 ribu pada saya, saya menjadi kesal
"gue sendiri ngeprintnya rumah gue jauh dari tempat print tau"kata saya sambil memanyunkan bibir
"yaudah sini biar gue aja yang print"saya terkejut tiba tiba Regan berbicara seperti itu sambil mengambil flahsdish dan uang 50 ribu yang dikasih Rina
"yakin gapapa"tanya saya takut, dan Regan menganggukkan kepalanya tanda iya. Setelah itu kami kembali ke rumah masing masing
------------------***-------------------
Akhirnya prom night yang saya buat bisa segera terlaksana, satu jam sebelum acara prom night semua sudah siap.
"kok gue deg degan ya Rin?"tanya saya pada Rina
"ye itu mah lo nya aja gue biasa tuh"
"ahh lo mah gitu"kata saya kesal
"eh lo belum ganti baju, gue udah bawa gaun yang lo pesen kemarin, ditas gue, gue juga mau ganti, lo mau bareng gak?"kata Rina
"oke oke" saya pun mengikuti arah Rina pergi, dan mengganti baju saya menjadi gaun
-
"wahh Sar ini beneran lo, gila cantik banget"kata Rina, dan saya hanya tersenyum kikuk, sebenarnya saya tak biasa tampil seperti ini, sekarang saya mengenakan gaun berwarna dusty pink selutut dan seatu flatsoes berwarna hitam dan menggunakan bando berwarna hitam yang dihiasi mutiara berwarna dusty pink dengan rambut di gerai, sederhana memang namun ini sangat elegan, menurut saya
Sekarang saya memasuki area prom, ternyata sudah banyak orang disana.
"Sar, lo jaga lampu ya takutnya lampunya tiba tiba mati, trus Ran lo jadi mc ya sama gue, biar Regan aja yang ngatur anak anak band"kata Wawan dan saya hanya menganggukkan, sudah jadi tugas saya sih walaupun saya udah cantik tapi ya tak luput dari tugas.
Saya berada di dekat saklar, saya masih bisa melihat bagaimana prom night berlangsung, karena saklarnya berdekatan dengan panggung. Namun sebuah tangan kekar melingkar di tangan saya, saya terkejut saya melihat pemilik tangan kekar itu dan laki laki itu adalah Regan, sekarang Regan sedang menatap panggung, dengan jas yang melekat di tubuhnya, membuat ketampanan dan kharismanya bertambah.
"kaget ya, sorry"ucap nya sembari menatap saya sekilas, hati saya sudah deg degan tak karuan. Setelah itu kami diam agak lama hingga Ragan berkata
"Sar lo pasti ngerasain kan gimana capeknya bikin prom night ini sukses"ucapnya dan tak melepas genggaman tangannya
"hemm? He'emm"jawab saya dengan anggukan kepala
"akhirnya promnya berjalan dengan lancar"jawabnya
"iya"
"tapi, lo pernah gak sih, ngerasain gimana capeknya nunggu orang yang gak pernah tau gimana perasaan lo kedia?"tanya Regan yang berhasil membuat saya bingung
"hmm? Gimana maksud lo"tanya saya bingung
"gue udah capek Sar, gue gak bisa nunggu lagi, gue suka sama lo" jawabnya sambil menghadap saya dan membawa saya pergi ke belakang panggung, hati saya sudah deg degan ini, tolong
"maksudnya gan? Lo nembak gue?"tanya saya
"iya, gue suka sama lo Sar, udah dari dulu, tapi, lo tau sendiri kan gue orangnya gak aktif kayak Wawan yang bisa deket sama lo"Jawab Regan yang berhasil membuat saya mematung dan membuat pipi saya memerah, Terima kasih Tuhan ternyata perasaanku tak bertepuk sebelah tangan
"Sarah Pradita, lo mau jadi pacar gue?"kata itu diucapkan oleh Regan membuat saya tersenyum dan menganggukan kepala
"mauuuuu, Regan Praja"ucap saya sambil ingin menangis, dan Regan membawa saya kepelukannya dan air mata saya pun turun, air mata kebahagian.
"acara selanjutnya dari anak band sekolah kita.....,siapa siapa?,..... Regan Praja, Rio aji, Yuda prawangsa, Hardi Rahman, dan Ferdi andian, waw mana tepuk tangannya, wowowow" saya mendengar itu dari panggung, dan buru buru melepas pelukan
"kamu waktunya ngeband tuh sana"kata saya
"yaudah kamu stay di tempat tadi ya, biar aku bisa lihat kamu"katanya lalu menoel hidung saya dan pergi, ternyata Regan bisa manis juga, aku kamuan lagi hehehe
Saya pun kembali ke tempat awal dekat saklar, saya bisa melihat Regan dengan jelas, sekarang Regan menyanyikan lagu Cantik milik Khatina, Ia bernyanyi sembari melirik saya, hahaha lucu sekali orang ini.
Selesai
Jangan lupa Like, aku juga bikin cerita loh, buat yang pengen baca cerita aku boleh kok, judulnya MANTAN by fikri fadhila.
Cinta namun tersembunyi, Love in Promnight : by fikri fadhila