Di jalan yang sepi, dibawah tirai hujan yang rintik. bunga berwarna merah bermekaran disepanjang jalan pemakaman, kulihat seorang pemuda yang sedang berdiri di depan sebuah makam.
Rintik hujan tak dihiraukannya sembari ia diam menatap nisan dengan hampa, aku tak tau apa yang dipikirkannya tapi aku maju lalu ku tepuk bahunya dan kutanya
"Ada apa?"
Tak dijawabnya apa yang ku tanya, diam adalah jawabnya atas tanyaku.
Tak tau apa pikirnya karena diam adalah jawabnya, aku pun sekali lagi menepuk pundaknya dan sebuah ucap keluar dari sela bibirku "apa yang kau pikir? Entah apa yang kau pikir tapi waktunya sudah tiba, kita harus berangkat"
Ia masih diam tak jawab apa yang ku tanya, sekali lagi ku ucap "hei ikutlah aku ini bukan tempatmu lagi sudah saatnya kamu tuk pergi bersamaku ketempat yang lebih baik"
Setelah hening sesaat akhirnya ia pun menjawab "aku masih tak mengerti... Dulu mereka tak ada yang peduli padanya tapi ketika ia pergi semua seakan-akan sangat sedih"
"Begitulah mereka, mereka tak menghargai apa yang mereka punya tapi sedih saat kehilangannya dan singkatnya itulah sifat mereka jadi tak perlu bingung, lalu seperti ucapku tadi sudah saatnya kita pergi ini bukan lagi tempat yang tepat untukmu" jawabku padanya dengan panjang lebar lalu mengulurkan tanganku padanya.
Digapainya tanganku lalu kami pun pergi, pergi ketempat dia seharusnya berada untuk saat ini.
Sejujurnya aku juga tak terlalu mengerti pada sifat mereka yang seperti itu, ketika mereka memilikinya tak mereka hargai milik mereka, tapi saat itu hilang atau pergi mereka merasa seperti paling menderita dan kehilangan. Yah tapi itu tak penting karena yang pergi tak bisa kembali.