"Iya cantik!!! dalam mimpimu!!!" kataku.
"Engga...dia terlalu cantik,aku ngga mungkin memilikinya" tuturnya.
Reno memang pria sederhana,tapi dia sangat menawan hingga mungkin wanita yang berada di dekatnya enggan melepaskannya.
"Terserah,bodo amat" jawabku.
"Hey kamu kenapa sih...judes amat emang aku salah ya?" tanya Reno memelas.
"Menurutmu?? mas SALAH?? menurutmu salah ngga?
(ngapain muji cewe laen di depan orang yang sayang sama dia)" batinku.
Kami saling menyayangi namun entah kenapa ada suatu hal yang mungkin membuat kami tidak bisa bersama,itu seperti bakso yang di belah dua.
"Apaan sih,sana jauh-jauh" gerutuku lagi.
"Yaelah An,kamu kenapa sih,pms?" tanya Reno lagi.
"Kayaknya kamu perlu di bawa ke dokter biar warasan dikit dasar ngga peka" kataku sambil berlalu dari hadapan Reno.
Temanku memang terlihat muda cantik dan menawan,apa dayaku yang barbar dan tomboy ini,ku rasa lelaki manapun akan menganggapku wanita jadi-jadian.
Sejauh ini aku nyaman dengan kondisiku,walaupun aku sama sekali tidak pernah di lihat olehnya.
Aku tetap menyayanginya,menemaninya dan membuatnya bahagia dengan caraku.
"Manyund terus sih" kata Reno sambil menatapku.
Aku memalingkan mukaku dan berbalik badan membelakangi Reno,dia mengikuti arah badanku berbalik,duduk di depanku dan menatapku penuh harap.
"Apaan sih Ren"
"Huuu ayolah An,aku ngga bisa kalau kamu gini,plissss kamu ngga kayak biasanya"
Aku berdiri tepat di depan Reno yang sedang berjongkok.
Mengambil tas dan menggendongnya di sebelah pundakku dengan malas.
"Pergilah Ren,kejar wanitamu,jangan cari aku lagi" kataku seperti tertusuk sembilu.
Reno menatapku sendu,sepertinya dia terkejut ketika aku berani mengucapkan kalimat yang dia kira aku takkan mampu mengucapkannya.
"An,kamu bercanda kan?" tanya Reno sambil menarik tanganku.
"Aku serius Ren,akupun mau kamu bahagia dengan caramu,lepasin tanganku"
"Kamu ngga sayang sama aku lagi?"
"Apa matamu buta? Telingamu tuli? bahkan sampai detik ini aku ngga pernah bisa jauh dari kamu,tapi mendengarmu memuji perempuan lain itu membuatku berpikir 2x untuk bertahan,aku ngga pernah tau status kita ini apa,kedekatan kita ini apa,kamu pikir aku ini apa Ren? orang yang menemanimu dari titik terendahmu kala itu,kamu hempaskan begitu saja dengan kekagumanmu itu,lepasin aku" kataku sambil menarik tanganku dan berlalu dari pandangan Reno.
Aku melirik ke belakang,ku lihat Reno tertunduk lesu bagai tersambar petir di siang bolong,ku lihat butiran air mengalir di sudut matanya,begitu pula denganku yang sudah banjir air mata sedari tadi,hatiku sakit dadaku sesak,pandanganku mulai kabur dan aku mempercepat langkahku hingga aku tidak lagi melihat bayangan Reno di belakangku.
"Maafin aku Ren" batinku.
"Maafin aku An,maaf" di sisi lain Reno mengucapkan kalimat yang sama.
Tiba-tiba...
"Hai Ren" sapa wanita itu.
"Hai Nin" tersenyum layu.
"Kamu kenapa murung Ren,cerita donk sama aku"
Siapa lagi,dialah Nina gadis terlalu cantik yang Reno puji di depan Ana.
Reno mulai menceritakan apa yang terjadi,tentang perasaannya dan tentang kekagumannya.
"Hmmm kamu belom terlambat Ren,ku kira kamu hanya salah paham dengan perasaanmu ke aku,itu hanyalah obsesi,cintamu sebenarnya cuma sama Ana,aku juga sempat mengagumi kepribadianmu Ren tapi aku ngga mungkin membuat wanita lain hancur,dia baik sama aku begitupun sama kamu,kejar dia Ren selagi dia belom jauh dari hidupmu,kamu pria beruntung bisa di cintai dengan cara sesempurna itu" jelas Nina mantap.
"Begitukah? jadi yang aku rasain ke kamu itu apa bukan cinta?"
"Cinta adalah perasaan sakit di saat kita di tinggalkan Ren,hatimu sakit waktu Ana pergi,so... yaaaah ambillah kesimpulan sendiri,good luck ya Ren" kata Nina sambil menepuk pundak Reno dan pergi meninggalkannya.
Reno mengambil langkah mantap,dia berusaha menghubungiku tapi tidak bisa.
Aku masih ingin menyendiri dan memikirkan langkahku selanjutnya,aku tidak ingin merasakan pedihnya mencintai,itu konyol untuk perempuan sepertiku,aku tidak ingin terlihat lemah di depan cinta.
"Hah...hah...huft, kamu di sini rupanya" kata Reno sambil ngos ngosan.
Sontak suara itu membuyarkan lamunanku dan menoleh tajam ke arah suara itu berasal.
"Huft...ngapain lagi kamu ke sini,iyalah aku di sini,ini kan tempat favoritku" sambil memegangi kepala.
"An aku mau ngomong sesuatu,penting banget tolong kasih aku waktu sebentar aja plisss An" katanya memohon.
"Hmm okay,10 menit dari sekarang"
"Etdaaah An kamu pikir mastercheff apah?" kata Reno.
"Terserah 1 menit terbuang"
"Ahhh sial ok ok, An aku udah mikirin semuanya,aku... aku nyerah sama pertarungan logika dan hatiku An,aku sayang kamu,aku mau memulai semuanya dari awal dan membahagiakan kamu,membangun keluarga kecil yang bahagia seperti bayangan dan hayalanmu waktu itu,aku baru sadar antara cinta dan obsesiku,semoga aku ngga telat menyadari ini An,ijinin aku buat wujudkan semua itu An,aku mohon. Ana Agista will you marry me?"
Aku terpaku bergidik mendengar kepolosan Reno,pria yang tidak pernah serius dalam bicara,yang selalu banyak bercanda,hari ini dia menyerah padaku,memberikan hatinya dan melamarku,aku lupa akan logikaku yang baru saja aku bangun,air mata haru mengalir di pelupuk mataku,dengan mantap dan helaan nafas panjang aku menjawab lamarannya.
***Bangun woooyyyy jangan serius serius donk bacanya" hahahaha 🤣🤣🤣***
"Bismillah,aku bersedia" kataku mantap.
Reno berdiri dan berhamburan ke arahku,mengucap banyak syukur dan menatap wajahku sendu,seakan aku ingin menghentikan waktu,memperlambat moment ini dengan slowmo 🤣
Hari ini perjuanganku membuahkan hasil yang manis,orang yang ku perjuangkan akhirnya menyadari posisiku di hatinya.Meski harus melewati beberapa kali jatuh dan bangkit lagi seperti counterpain yang mencintai rasa sakit itu,yang membuatmu besar dan mendorong jauh.
Terkadang memang kita harus melepaskan sesuatu yang sangat menyakitkan untuk membuatnya kembali pada kita,seperti saat kamu menerbangkan layang-layang,tarik ulur. (bukan tariiiik siiissss,semongkoooo)
Terimakasih Penguasa Semesta,terimakasih Ya Rabb terimakasih Reno.
Terimakasih Readersss semoga menghibur,maaf jika ada kata dan plot yg kurang berkenan,ini hanya hasil dari sebuah kegabutan yang haqiqi ❤🤣
Cium ping dua 👄👄