Aku menatap hujan Seolah pikiranku melayang, kenangan demi kenangan terlintas tanpa dapat aku kendalikan.
Aku menangis lagi mengingat senyum ayah tercinta yang kini sudah tiada, aku masih tidak mengerti kenapa ketika menginginkan sesuatu di sisi lain harus kehilang.
Saat itu aku baru empat bulan di perantauan tapi aku sudah kehilangan sosok yang hebat dalam benakku, cinta pertama seorang anak adalah ayahnya.
Hampir satu tahun aku hanya bisa menatap potret wajahnya dalam hp, dalam mimpi dan dalam ingatan.
Jika dapat memutar waktu aku ingin kembali.
Perantauan yang menyakitkan.
Ah tadinya mau buat puisi malah curhat