Egoist and the fortune
Kayla, murid yang populer di sekolahnya, seperti yang disampaikan. Ia murah senyum dan ramah pada semua orang. Cantik, pintar dan kaya, menjadi idaman semua orang, dan itu dimiliki Kayla. Karena ia tidak sombong, ia disukai banyak orang. Namun yang sebenarnya tidak seperti itu, walau diluar ramah namun didalam hatinya penuh kebencian dan dendam. Ia ingin selalu menang, selalu berada diatas, dan ia pun melakukannya dengan pura-pura bersikap ramah.
Saat jam istirahat ia ke kantor untuk mengumpulkan tugas, tiba-tiba temannya yang bernama felica menghampirinya, ia pun bersama felica. Setelah dari kantor, Kayla melihat Evan, temannya itu fans beratnya. Tiba-tiba Kayla terpesona dengan Evan, dan dia ingin mendapatkan Evan. Ia lalu ke toilet, di dalam toilet ia berencana bagaimana untuk mendapatkan Evan, dia berambisi untuk mendapatkan segala yang diinginkannya.
Rencana Kayla untuk mendapatkan Evan yaitu dengan mencari perhatian pada Evan. Ia pun melakukan rencananya. Ia berpura-pura jatuh di dekat Evan berjalan, lalu berpura-pura kesakitan dan tidak bisa berdiri. Tanpa diduga, Evan menyelamatkannya, Evan menggendongnya lalu membawanya ke klinik. Evan membaringkannya di kasur. Walaupun Kayla berpura-pura, namun kaki Kayla sengaja dibuat terluka. Karena di klinik tidak ada yang berjaga, maka yang mengobati Kayla adalah Evan, Evan berkata untuk lebih berhati-hati lagi. Kayla pun baper*(bjir kok bahasanya aneh yak), Karena ia suka pada Evan. Namun Kayla tidak berhenti begitu saja. Saat Evan akan pergi, Kayla mencegahnya dan meminta untuk menemaninya. Evan pun setuju, laki2 yang dikenal dingin itu bisa juga bersikap hangat. Evan mengantarkan Kayla ke kelas saat bel berbunyi, teman Kayla dikelas banyak yang melihatnya dan banyak yang menggosip dan membenci Kayla karena itu, walaupun selama ini Kayla tidak pernah dibenci, namun karena satu hal itu, pandangan semua orang langsung berubah. Karena Evan yang bersikap dingin pada semua orang itu malah bersikap hangat hanya pada Kayla.
Belisa, ketua fans Evan itu, berencana untuk membully Kayla. Ia dan temannya sangat membenci Kayla karena kejadian tadi. Teman belisa mencari tau kemana Kayla akan pergi. Mereka tidak tau bahwa dikelompok mereka ada mata-mata Kayla, yaitu Reina. Reina adalah sahabat Kayla sejak kecil. Namun karena Reina merasa kalah dengan Kayla, ia pun menjauhinya. Sampai Kayla menjelaskan bahwa persahabatan tidak memandang materi. Jadi, Reina disini disuruh untuk mencari tau, yaitu Kayla akan pergi ke gudang. Tentu saja Kayla tau ia akan di bully. Jadi Kayla meminta gurunya yaitu Mr. Franklin untuk menemuinya di gudang pada sore hari, bertepatan dengan saat ia di bully.
Ia pun pergi ke gudang. Ia mencari sesuatu yang ia perlukan. Tidak lama kemudian belisa datang dengan anak buahnya. Ia mengeroyok Kayla. Kayla yang sudah babak belur hanya bisa berpura-pura tidak berdaya sambil menunggu Mr.franklin. Kayla meminta maaf pada mereka, menanyakan apa sebenarnya salah Kayla. Mereka terus saja menyiksa dan memaki Kayla. Dan Mr. Franklin datang, ia menanyakan apa yang terjadi. Semua yang disana hanya bisa tercengang. Kayla lagi2 berpura-pura kesakitan dan ia menunduk, lalu tersenyum jahat. Belisa dan teman-temannya lalu dihukum, ia jg disuruh meminta maaf pada Kayla. Namun mereka tidak juga menyerah, mereka tetap dendam pada Kayla dan tidak Sudi menerimanya.
Sekarang Kayla tidak sprt dulu lg, ia menjadi orang yang dibenci. Yah, karena apalagi kalo bukan ditolongin si Evan. Kayla memang menyukai Evan tapi dia menghentikan aksinya untuk mendekati Evan. Dia murid yang pintar, dia tahu dia hanya harus diam menyaksikan apa yang selanjutnya terjadi. Sekarang, jika Kayla lewat, semua orang menggosipinya. Walau begitu, dia masih berpura-pura baik dan polos. Sudah beberapa hari sejak kejadian itu, namun orang² masih kerap membicarakannya, ada yang bilang mereka cocok, ada yang tidak suka hingga menjelek2an, ada yang ndukung, ada yang benci. Ya gitulah anak jaman sekarang:).
Suatu hari Evan dan Kayla terlambat, Mereka dihukum untuk membersihkan perpustakaan, menata buku-buku itu hingga rapi, tidak meninggalkan debu satupun. Karena perpustakaannya luas, akan memakan waktu seharian. Setelah mereka selesai mereka istirahat bersama. Kayla yang menawarkan ia ingin minum air atau tidak, jika iya akan Kayla ambilkan sekalian. Mereka beristirahat sambil berbincang-bincang. Karena sudah sore dan tidak ada kendaraan umum lagi, Kayla terpaksa pulang dengan Evan. Karena dia pulang larut, diapun dimarahi ibu tirinya. Dia disuruh melakukan pekerjaan rumah sampai selesai. Dan baru selesai tengah malam, Kayla pun kelelahan.
Keesokan harinya, Kayla setelah mengumpulkan tugas, ia sangat lelah, ia berjalan melalui tangga, dan terjatuh. Ada seseorang yang menolongnya yaitu, Arga, teman baik Evan. Dia membawa ke UKS. Karena dia mempunyai tugas, ia pun meminta ke Evan untuk menjaga Kayla. Setelah kayla bangun, ia mendapati Evan sedang duduk. Ia Ia berterimakasih pada Evan karena telah menyelamatkannya. Evan hanya terdiam tanpa berekspresi. Ternyata ada yang mengetahui jika Evan menemani Kayla di UKS, dia memfoto mereka dan memasangnya di papan pengumuman, bukan masalah menemaninya waktu sakit, tetapi fotonya diambil saat mereka seperti akan berciuman.
Setelah mengetahuinya Evan menyobek foto itu dan marah. Evan langsung meninggalkan tempat itu dan juga Kayla. Kayla kembali ke kelas dan waktu sudah mau pulang. Ia menelpon Reina, mengajak pulang bersama. Disamping itu Evan, pulang bersama Arga.
Saat Reina pulang kerumah setelah mengantar Kayla, ia menemui virzi, pacarnya. Sebenarnya virzi dan Reina sudah dijodohkan dan harus. Karena itu mereka memilih pcrn dibanding tidak ada hubungan sebelum menikah sama sekali. Virzi memarahinya karena mengantar temannya yang tidak tau terimakasih itu. Reina menyangkal, Kayla bukan 'teman yang tidak tau terimakasih' tapi sahabatnya.
Kayla tinggal bersama ibu tirinya yang jahat. Ibu kandungnya sudah meninggalkan Kayla dan menikah lagi. Sebenarnya Kayla sangat membenci ibu tirinya itu, dia menikah dgn ayah Kayla karena harta. Sampai sekarang Kayla masih berusaha untuk membuatnya angkat kaki dari rumah.
Pada bel istirahat, Evan yang sendirian bingung ingin kemana, karena Arga yang teman akrabnya itu mengikuti pertandingan basket. Evan tanpa sadar berjalan ke kelas Kayla, Kayla yang kebetulan didepan kelas tersenyum tipis dan Evan jg membalas senyumnya. Evan terus berjalan dan berpikir kenapa dia menuju ke sana. Kayla menyapanya dan bertanya dia mau kemana. Evan menjawab dia ingin pergi ke kantin. Kayla bilang barengan aja sekalian jg pengin ke kantin. Evan pun setuju.
Evan dan Kayla pergi ke kantin, tdk diduga disana ada belisa jg. Belisa yang melihat Evan semakin dekat dgn Kayla, tidak akan tinggal diam. Setelah kayla dan Evan selesai makan belisa menyuruh anak buahnya untuk mendorong Kayla, Kayla terjatuh dan ditangkap Evan. Mata mereka bertatapan. Kayla berterimakasih, lalu mereka kembali ke kelas masing-masing. Belisa mjd semakin benci dan marah. Saat Kayla akan ke kelas, Kayla dicegat oleh belisa. Belisa mencaci makinya, tapi Kayla terang-terangan melawannya dengan kata-kata.
Kayla:"belisa, kalau aku jadi kamu, aku bakal nyerah duluan. Kamu sadar nggak sih, posisi kamu. Sekuat apapun kamu berusaha kamu nggak akan dapat apa yang kamu mau, apalagi sainganmu itu jauh tinggi diatasmu*sambil tersenyum lalu lgsg meninggalkan belisa*
Belisa*langsung pergi dari tempatnya, teman2ku menanyakan apa yang dikatakan Kayla, tapi dia tidak mengatakan apa2. Dia terpengaruh Kayla dan sadar*
Kayla menuju ke kelas Reina, Reina sudah ada didepan kelas. Reina bilang jika Virgi selalu mengingatkan untuk menjauhi Kayla. Kayla bilang mungkin Virgi tau sesuatu, tapi Kayla jg tidak yakin. Setelah itu, Arga yang mengikuti lomba sudah pulang, ia menyapa Kayla. Kayla menyelamatinya karena menang. Kayla jg akan mendukung Arga. Arga senang sekali karena Kayla mendukungnya, Arga mengajaknya jalan hari Minggu , Kayla pun setuju. Saat dijalan Arga di dlm hati " Kayla, aku pasti bisa mendapatkanmu."
Evan yang mulai menyukai kayla merasa semakin rindu jika ia tidak bertemu Kayla sehari saja. Tapi Kayla malah sengaja menghindar, Evan pun menyadarinya. Ia menghindar karena tidak mau terkena Masalah.
Hingga pada suatu hari, Evan bertemu dengan Kayla di perpustakaan. Kayla hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih sekali lagi. Evan hanya mengiyakan, ia menatap Kayla, mendorong Kayla ke dinding. Bertanya apa dia menghindari Evan? Kayla menjawab dengan polos, ia hanya tidak mau ada masalah, dia sampai ingin menangis. Evan merasa bersalah, tapi karena Evan memang menyukai Kayla, jadi dia merasa kangen karena tidak bertemu Kayla. Kayla yang rencananya hanya diam, dia tersenyum krn rencanya berhasil.
Mereka bertemu saat berangkat sekolah dan hari libur, mereka semakin dekat. Hingga pada suatu hari ada seorang murid baru, pindahan dari Jepang. Namanya Megumin dulu saat kecil dekat dengan Evan, dia suka dengan Evan. Pernah dia bilang kalau suatu saat ingin menikah dengan Evan. Evan menyetujuinya karena menganggap itu hanya main². Dia kesini karena ingin mendapatkan Evan. Megumin ini tinggal di rumah Evan, mau tidak mau Evan harus berangkat bersamanya. Dan Evan Tidak bisa lagi berangkat bersama Kayla. Kayla bilang tidak apa².
Waktu pulang pun begitu, yang tadinya selalu pulang dengan Kayla, saat itu Megumin mencegahnya. Dia bilang tentang Evan dan dia sudah berjanji untuk menikah. Kayla pun merasa sakit hati. Kayla tersenyum dan bilang tidak apa² lalu pergi. Evan pun mengejarnya, Megumin mencegah Evan, Evan langsung marah. Evan bilang kau dia sudah tidak mau berhubungan lagi dengan Megumin.
Evan akhirnya terpaksa pulang dengan Megumin, ketika sampai dirumah, Megumin mengadukan semuanya pada ibunya Evan. Ibu Evan pun memarahi Evan, menyuruhnya memutuskan pacarnya, kalau tidak Evan harus angkat kaki dari rumah. Evan memilih angkat kaki. Ia pun membawa barang seperlunya, dan pergi dengan mobilnya. Ia menelpon Kayla, ia ingin menemuinya. Kayla tadinya menolak, tapi akhirnya ia setuju. Evan pun kerumah Kayla. Evan membawa Kayla ke suatu tempat, di mobil mereka tidak berbicara sepatah katapun. Ketika sampai, ternyata Evan membawa Kayla ke taman. Kayla bertanya kenapa ia dibawa kesini. Lalu Evan menyatakan perasaannya.
Dialog :
Kayla : Evan, ngapain sih kamu bawa bawa aku kesini, mending kamu temenin tuh tunangan kamu, kasian dia sendirian dirumah.
Evan : kamu cemburu ya? Dan lagi, Megumin itu bukan tunangan aku kok.
Kayla : bukan tunangan tapi calon suaminya ya? haha
Evan : *mencium paksa Kayla dengan memegang kepalanya* Kayla, dengerin. Megumin itu cuma temen masa kecil aku,
dan aku ngga suka dia, tentang dijodohinnya aku sama dia, aku ga setuju.
Aku suka kamu, Kayla. Entah kenapa saat aku ngga bersamamu, aku selalu rindu. Saat kamu sama yang lain, aku ga rela. Saat kamu ngabaikan aku, aku sakit hati. Dan sampai aku sadar kalau aku suka kamu.
AKU CINTA KAMU, KAYLA. KAMU MAU KAN JADI PACARKU?
*Masih memegangi kepala Kayla setelah menciumnya*
Kayla : Iy...(belum selesai Kayla bicara, ada seseorang yang memisahkan mereka, tidak lain adalah Megumin.)
Megumin : oooh, jadi gini ya. Tadi pura-pura polos, sekarang godain pacar orang. Dasar jalang!
Evan : apaan sih! Ngapain Lo ngikutin gue hah!? Pulang sono!
Kayla : Ya lanjutin, aku pulang dulu *senyum*
Evan : Kaylaaa! (Ngerasa kaya deja vu_-)
*Sambil mengejar kayla*
*Memeluk dari belakang*
Evan : maafin aku. Kamu mau kan jadi pacar aku?
Kayla : aku cape, Aku mau pulang. Lepasin aku
Evan : aku anterin
Kayla : ngga perlu, makasih
Evan : Kayla kamu jangan marah.
Kayla : *diam*