Malam adalah tempat peraduan bagi setiap insan di muka bumi ini. Mengistirahatkan tubuh dari segala rasa lelah yang melanda. Sebagian ada orang mengistirahatkan tubuh mereka karena telah bekerja sepanjang hari demi mengais rejeki, dan ada juga yang mengais rejeki di tengah malam.
Lain dengan seorang gadis yang menggunakan malam sebagai tempat peraduan di atas segala rasa lelah dari pikiran yang bersarang. Tiada teman untuk bertukar cerita sehingga meluapkan ke tangisan dan bersujud kepada sang pencipta. Bercerita pun orang menganggapnya terlalu banyak mengarang, bercerita banyak orang yang berlomba-lomba nasib , ada yang hanya menasehati bahwa umur masih muda tidak perlu memikirkan, ada sebagian mengatakan bahwa menuju dewasa sangat berat dan sebagian mengatakan minta kepada sang pencipta maka akan diberi ketenangan hati dan pikiran.
Tapi percuma karena yang di alami adalah masalah dalam jiwa yang terganggu. Mencari obatnya ke dokter maka akan diberi obat yang dikonsumsi tapi akan kembali lagi dengan secara perlahan. Mencari ketenangan tapi tetap saja melekat di dalam hati maupun pikiran. Terus bercocol sehingga hanya tangisan yang selalu menemani setiap malam.
Hingga di dalam doa pun meminta Tuhan mengambil nafas ini daripada menyiksa batin dan raga.