srekk
tarikan kain terdengar kencang seorang gadis menangis sesegukan menarik baju laki-laki di hadapannya.
"jangan pergi hiks"mohonnya diiringi sesegukan yang semakin keras.
"aku mohon jangan pergi" ucapnya.
greb laki-laki itu memegang tangan gadisnya.
"kiana aku janji ini cuma sebentar setelah aku menyelesaikan semuanya aku janji aku akan bawa kamu pergi jauh dari tempat ini, kita akan pergi ketempat yang tak ada siapapun yang akan mengenal kita, hanya kita berdua"jawab laki-laki menuntun kiana untuk duduk lalu mengusap pipi kiana yang penuh air mata.
Darren. nama laki-laki itu Daren. ia adalah kekasih kiana saat ini Daren akan pergi ke Amerika untuk menyelesaikan suatu masalah.
"aku janji kiana secepatnya aku akan kembali" ucap Daren memeluk kiana mengusap punggungnya mencoba menguatkan kiana. sebenarnya ia juga berat meninggalkan kiana tapi mau bagaimana lagi ia harus secepatnya menyelesaikan semuanya agar ia bisa cepat-cepat pergi dengan kiana.
kiana mendongak menatap mata Daren
"kamu janji cuma sebentar?" tanya kiana
"ya aku janji"jawab Daren tangannya tak berhenti mengusap air mata kiana.
"kalau begitu besok kamu harus temenin aku seharian kita harus bersenang-senang sebelum kita berpisah" minta kiana meskipun gadis itu menangis tetap saja wajahnya terlihat cantik. Daren yang melihat itu semakin mengembangkan senyumnya.
"oke besok kita akan bersenang-senang kamu mau kemana hmm?"tanya Daren
"emm aku mau ke danau terus ke taman bunga trus jalan-jalan emm pokoknya aku mau kemana aja sama kamu"ucapnya dengan nada riang matanya yang bengkak makin menyipit memberikan kesan imut seperti mata panda.
daren hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum ia akan menuruti apapun kemauan gadisnya. seandainya kiana menyuruhnya menembak orangpun ia akan melakukankannya sesayang itu Daren dengan kiana menurutnya hal paling utama yang harus dinomorsatukan ialah kiana karena ia tidak punya orang tua.kiana adalah hidupnya sumber kebahagiaan untuknya.
"kalau begitu ayo pulang aku anter kamu"ajak Daren hari semakin petang bahkan langitpun sudah semakin gelap.
kiana mengangguk tangannya mengusap sisa air mata lalu menggandeng tangan Daren.
Mereka berjalan menuju mobil.
sesampainya Daren dirumah kiana sudah berdiri bunda dan ayah kiana mereka menatap khawatir Daren dan kiana.
lalu bunda kiana menghampiri Meraka berdua tampak raut kecemasan di wajahnya.
Daren yang melihat itu segera menjelaskan apa yang terjadi hingga kiana bolos sekolah karena ingin bertemu dirinya. Daren meminta maaf karena terlambat memberi tahu jika ia dua hari lagi akan pergi ke Amerika kiana yang mendengar itu otomatis ingin menanyakannya langsung.
ayah dan bunda kiana yang mendengar penjelasan daren menganggukan kepala mereka paham betul kisah cinta mereka yang terlalu rekat dan dari awal mereka sudah merestui hubungan kiana dan Daren ayah tau apa yang terbaik untuk kiana dan Darenlah yang cocok.
setelah sedikit berbincang-bincang dengan orang tua kiana darenpun pamit pulang.
skip
keesokan harinya kiana sudah siap dengan pakaian casualnya weekend day ini ia akan habiskan bersama Daren sebagai perpisahan. ia juga sudah meminta izin orang tuanya merekapun mengizinkan asal dengan Daren mereka merasa kiana akan aman dengannya.
kiana berjalan menuruni tangga tampak diruang tamu Daren sedang berbincang-bincang dengan ayah kiana merek tampak akrab dan nyambung meskipun berbed generasi.
kiana langsung memeluk ayahnya dari samping entah mengapa hatinya merasa sangat bahagia seolah hari terakhirnya akan sangat menyenangkan dengan Daren .
"anak ayah cantiknya heumm wangi juga"ujar ayah sambil mengusap rambut kiana. hatinya ikut merasa bahagia melihat putri semata wayangnya memancarkan wajah berseri-seri.
"hihihi kianakan emang cantik yah"ucapnya Daren yang mendengar itu sontak tertawa geli. baru tahu ia jika kekasinya memiliki sifat percaya diri yang tinggi.dimatanya kiana terlihat lucu jadi semakin berat ia untuk meninggalkan kiana.
tuk
"aduh ayah sakitt"ringis kiana
"kamu tuh ya kebiasaan tengilnya. nggak malu di lihat pacar kamu?"tanya ayah.
"kenapa malu? emang aku cantikkan Daren?"tanya kiana matanya mengerjap-erjap lucu.
"iya....kamu cantik kan bunda yang lahirin sudah pasti cantik seperti bunda"datang bunda dari arah dapur menyahuti ucapan kiana.
"ihh bunda"kiana cemberut.
"sudah-sudah jangan ribut terus bunda sudah siapkan sarapan ayo kita makan dulu yah,ayo nak Daren makan bareng juga"ajak bunda sambil menggandeng ayah menuju dapur.
kiana segera menarik Daren mendahului ayah dan bundanya sembari menampilkan senyum jenaka kepada orangtuanya seolah mengatakan aku juga bisa seperti ayah dan bunda. Daren terkekeh kecil melihat kiana.begitupun dengan orang tuannya yang hanya menggelengkan kepala.
di taman
"jangan lari ana nanti jatuh"teriak Daren.
"Daren ayo sini mana kamera kamu aku mau foto"ucap kiana tanpa memedulikan teriakan Daren.
'cklek
Daren memotret kiana rambutnya yang terombang-ambing angin menambah kesan cantik, mungkin bukan hanya cantik di matanya tapi juga canti di mata laki-laki sekitar buktinya saat ini banyak pasang mata yang memperhatikan kiana seolah ia adalah objek terindah yang menarik pandang untuk terus dilihat. wajahnya yang tampak cantik natural tidak bosan untuk di pandang.
Daren yang menyadari itu lantas dengan posesif merangkul pinggang kiana memperlihatkan pada banyak lelaki jika kiana adalah miliknya.
kiana yang merasa tidak nyaman mencoba melepas rangkulan itu karena merasa gerah tetapi malah Daren semakin mengeratkan.
cup
tiba-tiba Daren mengecup pipi kiana secara bersamaan dengan tidak sengaja adegan itu tertangkap foto olah pemotret yang sedang berkeliling mencari objek.
pemotret itu memberikan hasil jepretannya kepada Daren kiana terkejut jantungnya berdetak kencang dan wajahnya memerah. betapa malunya dia saat banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.
Daren tersenyum puas dengan tindakannya apalagi secara kebetulan ada yang memotretnya.ia melihat wajah kiana yang memerah lalu berterima kasih kepada pemotret dan menyerahkan beberapa uang biru walaupu ditolak Daren tetap memaksa sebagai ucapan terimakasih karena telah mengabdikan momen berharga.
kiana tersenyum canggung lalu segera menarik Daren meninggalkan tempat itu ia sudah tidak tahan lagi menahan rasa malunya apalagi Daren hanya santai-santai saja seolah tidak terjadi apa-apa. dasar apa mencium kekasih di tempat ramai itu adalah hal yang biasa.
ia lalu membawa Daren kedalam mobil. memukul Daren dengan brutal huh. rasanya kesal dengan Daren....