"Hahhh capeknya kerja seharian tanpa istirahat" keluh Jessy
"Kalau kamu pengin nggak capek bantu ayah, ya nikah" jawab ayah Jessy, Wiliam Benhard
"Aku nggak pengin nikah" jawab Jessy cemberut
"Jess, kalau kamu nggak nikah, perusahaan ini siapa penerusnya dasar anak bodoh, ayah juga ingin cucu!" Kesal ayahnya
"Ayah ini ayahku bukan sih, aku juga pengin punya anak, tapi aku nggak mau nikah"
"Kamu pengin punya anak haram?" Terkekeh ayahnya
"Aku mau nyewa gigolo buat aku hamil dan.... Taraaa nanti aku punya anak deh"
"Dasar Jessy Benhard!!! Ayah tidak habis pikir sama idemu yang gila itu, tapi ayah yakin kamu itu akan sulit dibujuk untuk menikah... Maka sana jalankan saja rencana bodohmu itu, daripada nanti kelamaan nunggu kamu nikah sampai ayah mati atau penyakitan" kesal sang ayah
"Beneran yah?" Terheran dia karena bisa-bisanya ayahnya menganggap serius ucapannya
"Terserah!"
"Ya ampun ayah!!, aku hanya bercanda, Jangan pikir aku ini lonT murahan ayah, aku juga punya harga diri, mana mungkin aku punya anak dari gigolo sewaan ibu ibu tua Bangka"
"Aku bilang aku tidak perduli" kesal ayahnya yang tahu Jessy hanya selalu bermain main.
"YAUDAH DEH KALAU AYAH MARAH!!" kesal Jessy menutup pintu kantor ayahnya sambil di banting.
Ayahnya merenung
"Jessy ku ini kepintarannya sampai di akui negara sendiri tapi pemikirannya sangat menghawatirkan ku, semoga dia tidak sembrono!"
Sementara Jessy naik mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia kesal ayahnya selalu memaksanya menikah.
"Masih sehat begitu kok, penyakitan apanya.... Maksa maksa aku nikah... Memangnya nikah perkara mudah? , dasar ayah nggak peka!"
Dia kebut kebutan dan berhenti di sebuah hotel yang memiliki pub kecil yang terkenal
"Hem rame sekali disini, pub ini sepertinya menjual minuman berkualitas yang tinggi, patut dicoba"
"Weiters!! Ambilkan aku minuman yang berkualitas tinggi!"
"Oke, ahh tunggu.... Apakah nona adalah Jessy benhard?"
"Iya, memangnya kenapa?"
"Nona kan temannya nona Cindy Herrand? Pemilik hotel ini?"
"Ah ya (wah aku baru tau, dasar Cindy sialan tidak mau cerita kalau tak kutanya)"
"Iya nona! Kalau nona ingin tahu, CEO Cindy ada di lantai paling atas
"Yaa nanti kujumpai dia, heiiii mana minumanku!!!"
"Ahh maafkan saya nona, ini minumannya!"
"Henry jayer?? Hei kau meremehkan ku ya? Beri aku absinth!"
"Tapi nona kandungan alkoholnya terlalu tinggi" khawatir waiters perempuan itu
"Sudah cepat berikan!" Ngamok Jessy
"Ah baiklah"
Jessy memang sangat bisa bertahan dari kerasnya minuman alkohol, tapi baru pertama kali dia meminum absinth
"Ah aku harus bertemu Cindy!"
Baru dia memasuki lift dia sudah mabok berat.
Di lantai ke 23 hanya ada 5 kamar khusus untuk Orang yang penting tapi bukan VIP, dan milik Cindy adalah sebelah kanan dari lift, tapi karena mabok berat dia malah masuk ke kiri lift.
Tapi entah kebodohan sang pemilik kamar yang tidak menutup pintu saat dia pergi, akhirnya Jessy masuk ke kamar tersebut dan mengira itu kamar Cindy
"Ahhhemsksjka~~~ Cindy dimana kau sialan"
Tiba tiba datang sang pemilik kamar, dia adalah wanita yang rese.
"Hey siapa kamu!"
"Hey Cindy!!! Darimana saja kamu, ahahahha~~~" berkata jelas dan tidak jelas
"(Sepertinya dia mabuk, Cindy dia bilang? Apakah dia temannya Cindy? Ahh kukerjain saja dia, si Cindy itu aku sudah sangat kesal dibuatnya)"
Perempuan pemilik kamar itu, mengangkat tubuh Jessy dengan menyeretnya ke ruangan sebelahnya yang ada di pojok yang tak pernah terpakai.
"Menjengkelkan! Dia sangat berat! Ku taruh dia di pintu saja!"
1 menit setelah perempuan pemilik kamar pergi meninggalkan Jessy, sepertinya ada pemilik baru yang menyewa kamar hotel dimana Jessy berada.
"Ahhhgsgsg~~ heyy John!! Kamu itu sekertaris tidak berguna!! Bagaimana bisa rumahku tiba tiba terbakar!!! Aku ini Direktur!!"
"Maaf Direktur, kebakaran itu bukan saya yang sengaja tapi kenapa bapak selalu menyalahkan saya!!! Lagipula Direktur kok rumahnya di perumahan kecil, diujung lagi, anda itu kaya atau miskin pak?"
"Apa!!! Kamu mau aku pecat??"
"Tidak Direktur, maafkan saya, sebenarnya saya memiliki hadiah untuk bapak di depan pintu kamar hotel, semoga bapak terseyum wkwkwk!"
Telfonpun tertutup
"Bisa bisa nya aku punya sekertaris macam dia, hah..."
"Ohh ya Dimana yang dia bilang hadiah?"
Saat hendak memasuki kamarnya, sang direktur langsung marah melihat 'hadiah' yang di maksud sekretarisnya adalah wanita!
"Hah karna aku sudah lelah, ku bawa masuk saja ke dalam"
Sang direktur malang, nama asli dia adalah Galang Putraditama, dia jomblo dari dulu, yang ada disinya selama ini hanya sekertaris yang menjengkelkan mengejeknya jomblo setiap hari.
Galang membopong Jessy ke atas ranjang, dia tidak melakukan apa apa dan hanya meminum whisky sepanjang malam di meja kerja, Jessy yang terbangun ikut meminum whisky Galang, dan akhirnya mereka berbuat kesalahan malam itu.
Saat pagi hari, mereka terbangun dalam keadaan telanjang, sama sama mengerti apa yang telah terjadi
"Jadi, kamu boleh pulang sekarang" ucap Galang
"Setelah kamu berbuat seperti ini?" Kesal Jessy
"Bukanya kamu sudah di bayar sekertaris ku?" Heran Galang
"Kamu pikir aku wanita seperti itu!!??" Bentak dan marah Jessy
Galang yang sepertinya salah paham lalu berlari dan berjalan ke arah pintu, ternyata hadiah yang di maksud sekretarisnya adalah coklat batangan dan bukanlah wanita.
"Ahh aku maaf, sepertinya ini hanya salah paham" kesal Galang
"Sudahlah kalaupun aku hamil, aku akan membesarkan anakku sendiri" acuh Jessy sambil memakai pakainya hendak pergi. ‘asik punya anak' batin Jessy sebenarnya kesenangan.
"Hey kalau kau hamil itu juga anak ku!" Marah Galang menarik tangan Jessy
Jessy menampis tangan Galang dan wajah kesalnya terpampang diwajahnya.
"Aku tidak mau anakku punya banyak saudara tiri, kamu lelaki yang suka meniduri siapapun, aku yakin anakmu dimana mana!"
"Ini baru pertama kali" jawab Galang sungguh sungguh.
Mata Jessy tidak percaya, Galang tau itu.
" Hah aku ini pria jomblo yang hanya tau pekerjaan, untuk melirik wanita satu detikpun aku tak punya waktu untuk itu, aku bukan gigolo yang menyebar benih kemana mana"
"Baiklah aku percaya, jadi bagaimana?"
"Ayo menikah denganku"
"Aku ragu" jawab Jessy
"Biarkan aku bertanggung jawab!"
"Ya baiklah" enteng jessy
"Namamu?"
"Jessy"
"Aku Galang, izinkan aku jadi suamimu, mari bertobat dan membayar kesalahan kita"
"Apa Kita telah berbuat dosa?"
"Yaiyalah, mari kita ke KUA sekarang juga"
Akhirnya Jessy dan Galang ke KUA Meraka menikah.... Salamattt
"Jess aku mau pulang dulu, kita nanti beli rumah ya!"
"Oke, aku juga mau bilang ayahku"
"Besok kita janjian di taman kota, oke?"
"Baiklah"
Mereka berpisah seminggu kemudian
"Ayah, Jessy mauu ngomong sesuatu...."
"Sebentar Jessy ayah mau kamu siap siap, ayah ajak kamu meeting di perusahaan GAF"
"Perusahaan itu?"
"Iya ayah mau menjodohkan kamu dengan direktur mereka!"
"Tapi ayah .."
"Sudah kamu siap siap, nanti aya bicara sama kamu, oke??"
"Okey ayah" Jessy cekikikan, ingin menjahili ayahnya bagaimana reaksi ayahnya kalau tau anaknya sudah menikah dengan pria nggak jelas.
Sesampainya disana Jessy langsung berbuat onar saat ayahnya memaksanya untuk bertemu direktur perusahaan GAF itu. Di pesta meriah yang berisi orang-orang yang sangat berpengaruh dia naik keatas panggung lalu memulai dramanya.
"Cek... cek... perhatian semuanya, saya adalah putri dari William Benhard, aku jessy benhard. Ayahku memaksaku untuk menjodohkan aku dengan direktur GAF ini, walau aku belum pernah melihat wajahnya aku yakin dia bukan seleraku, hiks hiks... (tangis palsue~)"
Melihat Jessy bertingkah ayahnya marah dan membentak dia "JESSY!! APA YANG KAMU LAKUKAN? TURUN SEKARANG JUGA!”
"Hah, ayah... apa ayah tau? Aku sudah menikah ayah..."
"Hah?!! Kapan??!!"
"Seminggu yang lalu!"
"Hah?!!! Siapa suamimu?!!” Bentak ayahnya.
"Namanya.. ah siapa ya? Aku lupa.. tapi aku sudah hamil anaknya ayah.."
Para tamu yang datang geger dan langsung heboh, kalau ayahnya... sudah kaget setengah mati.
Pikiran ayahnya campur aduk, sudah pusing tujuh keliling dibuatnya.
"Jessy astaga nagoy anakku, kamu menikah sama siapaa? Bisa-bisanya tidak ingat namanya, ayah bisa jantungan gara gara kamu!"
Dia mengacuhkan ayahnya, masih ingin mendrama di atas panggung, tapi dari kejauhan ia melihat sosok suami yang dinikahinya lusa kemarin itu mendekat ke atas panggung.
"Jessy? Apa yang kamu lakukan?" Tanya galang bingung.
"Nah hadirin sekalian, inilah laki-laki yang saya nikani minggu lalu, naiklah sayang.., perkenalkan semuanya namanya adalah..... namamu siapa? (bisik-bisik)"
"Galang, Galang Putraditama" bisik galang kembali sambil tersenyum.
"Namanya adalah Galang Putraditama! Dia adalah suami saya sekarang, jadi saya mau mengklarifikasi bahwa saya tidak akan berjodoh dengan Direktur GAF, saya minta maaf sebesar besarnya, karena saya sudah memiliki suami yang tampan ini dan saya bersyukur sekali" ucap jessy gigih.
Galang menatap Jessy kaget, lalu dia terkekeh dan tertawa terbahak-bahak. Para tamupun juga ikut tertawa, semuanya tertawa dan hanya ada Jessy yang bingung kenapa semua orang tertawa.
Dengan wajah yang masih merah karena tertawa apalagi melihat wajah istrinya yang kebingungan, Galang mengambil mic yang ada ditangan istrinya itu.
"Istriku tercinta, terimakasih kamu senang sebagai aku sebagai suamimu, tapi sayang... kenapa kamu tidak mau berjodoh dengan Direktur GAF? Dia itu adalah suami tampan mu loh" Galang tersenyum lebar pada istrinya.
"Huh? Hah?" Wajahnya memancarkan aura tidak mengerti.
Dan dikabarkan Jessy sampai saat ini masih planga-plongo mencoba mencerna apa yang terjadi :b tamattt....