Di jadikan yang kedua namun tidak pernah diakui, berjalan sendiri, bahagia sendiri, menderita pun sendiri apakah salah aku jika aku menginginkan kebahagiaan ku.
" Mas. apakah ah kau tidak ada niatan untuk menikahiku?." tanya Ina kepada Hardi.
" memangnya kenapa?." tanya hardisk sambil memakai bajunya.
" kita sudah bersama selama 2 tahun ini mas, aku ingin seperti wanita yang lain. yang merasakan kebahagiaan rumah tangga." jawab ina.
" aku tidak pernah memaksamu untuk bersamaku kau sendiri yang memintaku untuk selalu bersamamu." jawab Hardi.
" apakah tidak terbesit di pikiranmu untuk berumah tangga dan mempunyai anak?." tanya Ina
" aku tidak pernah suka dengan anak-anak." jawab Hardi.
" tapi mereka bisa menyempurnakan rumah tangga kita mas." Ina yang mencoba membujuk Hardi.
" jangan pernah bermimpi untuk kunikahi. jawab hardi kemudian berlalu dari rumah kecil itu.
" tapi mas." guman Ina.
" tidak akan pernah ada pernikahan diantara kita, dan jangan pernah kau berpikir terlalu tinggi." kemudian Hardi menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan Ina.
" oh Tuhan apakah sesakit ini, tapi aku mencintai pria itu. namun aku juga telah melakukan dosa yang sangat besar, bersamanya tanpa ikatan pernikahan.
" mengapa semua jadi seperti ini, aku begitu mencintaimu Hardi. tapi kenapa kau selalu menyakitiku, kau selalu menginginkan tubuhku. tapi tidak pernah dengan pernikahan. aku bukanlah seorang pelacur yang hanya menjual tubuh, hati ini terasa sakit saat mendengarkan perkataanmu. terasa sakit saat cinta ini tidak bisa kau terima, terasa hampa jiwa ini saat kau tidak bisa mencintaiku. sudah cukup sampai disini Hardi, aku mencintaimu aku menginginkan cintamu. terasa berat beban dosa yang telah kulakukan, aku ingin mengubah hidupku menjadi wanita yang lebih baik. bukan cinta tanpa ikatan, bukan rasa tampan pengakuan." guman Ina, kemudian Ina pergi ke kamarnya dan membereskan semua barang-barangnya. terasa berat hati ina saat akan meninggalkan kan rumah itu, namun apalah daya jika semua itu harus dilakukan.
cinta akan selalu membutakannya dalam gelimang dosa, cinta akan selalu memberikannya tumpuan yang hitam. akhirnya ina mengemasi barangnya dan meninggalkan sepucuk surat kepada Hardi, setelah meninggalkan surat itu Ina pergi dari rumah itu dan dan meninggalkan seluruh cintanya. Ina ingin memulai hidup barunya, di suatu tempat yang auh dari hardi jauh dari cinta yang selalu menyakitinya.
Lina sudah memantapkan hatinya untuk pergi dari rumah Hardi, ia telah memesan tiket online untuk perjalanan nya ke bandara. terasa hampa hati ini saat taksi online yang di pesannya telah datang di depan rumah kecil Ina, semua telah terjadi. dosa adalah dosa tapi Tuhan selalu mengampuni umatAaanya jika ia ingin bertobat. 1 jam kemudian ini telah sampai di bandara, hatinya selalu menatap tempat itu, rumah kecil peninggalan dari orang tuanya. tempat dimana ia telah menitik titik dosa hingga menjadi segunung dosa. Inah telah memantapkan hatinya dan berguman " aku harus melupakan semuanya ini, jika aku tidak ingin berbuat kesalahan lebih dalam. 2 tahun lamanya ina bersama dengan Hardi, 2 tahun pula ia harus memendam perasaan tak menentu pada hardi. karena hardi selalu menolak untuk menikahi Ina.
akhirnya Ina naik taksi dan menuju bandara, di bandara ina langsung naik pesawat. tak ada kata yang keluar dari Ina. akhirnya Ina pergi dengan tujuan bekerja di tempat temannya nya, di rumah makan yang ada ada di Jepang. Ina tidak pernah mengerti bahasa Jepang namun ina tidak mau ambil pusing, dia hanya ingin meninggalkan tempat yang selalu membuatnya menderita. setelah beberapa jam perjalanan ini telah sampai di bandara Tokyo. disana ia turun dan mencari seseorang karena dia telah menghubungi temannya dia telah sampai di tokyo.
" in..in..in..." seru seorang wanita kepada Ina yang ternyata adalah teman Ina.
" hai beb. akhirnya kau menjemputku, kukira aku akan datang sendirian di sini. pasti aku akan tersesat karena aku tidak pernah ke luar negeri sekalipun." grerutu Ina pada beby
" masa' aku tidak menyebutmu, tentu dong aku akan menyebut temanku yang selebor ini." canda beby pada Ina.
hari telah berlalu menjelang malam, saat malam tiba Hardi pergi ke tempat Ina. niat hatinya ia ingin meninggalkan Ina, saat sampai di sana tak ada penampakan apapun dan rumah Ina yang telah terkunci. untung Hardi mempunyai kunci cadangannya, dia masuk dan melihat seluruh ruangan tak ada Ina disana. yang ada sepucuk surat yang bertuliskan kalau ina telah pergi dan meminta Hardi untuk tidak mencarinya, bukannya hati sedih atas kepergian ina. tapi dia malah berseru dan berteriak kegirangan.
hari telah berlalu dan berjalan dengan cepat, sudah satu tahun ina bekerja di Tokyo, sudah hampir 1 tahun perasaan ini telah cinta ini kepada hati telah hilang berganti dengan perasaan untuk mengubah masa depannya di Tokyo Ina dipercaya oleh sang pemilik rumah makan untuk memegang rumah makan yang satunya di cabang tubuh juga sedangkan di Indonesia hati telah menikah dengan wanita kaya yang bisa membuatnya menjadi seorang pengusaha yang terkenal, entah mengapa Hardi merasa istrinya tak seperti Ina yang selalu perhatian padanya dan tidak pernah menuntut apapun.
empat tahun telah berlalu, saat ini Hardi mendapatkan kerjasama dengan seorang pengusaha di Tokyo. dan melakukan perjalanan bisnis ke Tokyo,
entah mengapa perasaannya mulai teringat dengan Ina gadis yang selalu disakiti dan hanya dijadikan pemuas nafsu nya. hari itu Hardy singgah di rumah makan mewah milik pengusaha dari Jepang yang semua karyawannya adalah orang Indonesia.
" eh kamu tahu nggak hari ini mbak pak Aina akan kemarilah bersama dengan suaminya lho." guman seorang pelayan A yang sedang menyiapkan makanannya pada para tamu
" Mbak Aina itu orangnya baik banget loh.. bahkan dia selalu membantuku saat aku kesusahan karena uangku tidak cukup untuk ku kirim ke Indonesia." guman pelayan B.
" Mbak Aina itu is the best deh." jawab pelayan A
entah mengapa terbesit di pikiran Hardy nama itu persis dengan seorang wanita yang selalu dia siksa di Indonesia. beberapa saat kemudian datang sepasang kekasih yang masuk ke restoran itu, dan tak sengaja Hardi menabrak sang gadis.
" maaf." guman Hardi
" iya.. tidak apa-apa tuan." jawab si gadis kemudian ditolong oleh sang kekasih
" Tuan sebaliknya kalau Anda berjalan lihatlah sekitarmu, agar kau tidak terlalu teledor dan menabrak seorang." jawab kekasih wanita itu.
sesaat kemudian sang gadis mendongakkan kepalanya menatap sang kekasih, dan betapa terkejutnya Hardi. benar yang ada di pikirannya, kalau wanita itu adalah gadis yang sudah 2 tahun bersamanya tanpa pernikahan. " Ina!!." Seru hardi pada ina sedangkan Ina berputar dan menatap pria itu
" Hardy?." jawab Ina kaget, sesaat kemudian Hardi datang hendak memeluk Ina.
" akhirnya kita bertemu." seru hardi
" siapa dia sayang?." tanya Rafa kepada Ina
Rafa adalah suami Ina seorang pria blasteran Jepang dan Indonesia lelaki tampan yang selalu mendukung Ina dan sudah mengetahui masa lalu Ina.
" dia adalah hardi yang lelaki yang pernah ku ceritakan padamu." jawab Ina
" oh.. lelaki brengsek yang cuma menginginkan tubuhmu." jawab Rafa
" siapa kau?." tanya hardi
" aku adalah suaminya." jawab Rafa, betapa terkejutnya Hardi kalau Ina telah menikah, Ina sudah melupakan dirinya. tak ada salahnya bagi Ina untuk melupakan hardii karena mereka bukanlah suami-istri yang pantas untuk saling dicemburui.
" Hardi!!, senang bisa bertemu denganmu." seru seorang pria yang menepuk pundak hardii
" oh ya ..mister senang juga bertemu dengan anda." jawab hardi
" selamat siang ayah." seru Rafa kepada ayahnya " " oh ya Rafa, perkenalkan ini adalah Hardi. dia adalah pengusaha dari Indonesia dan juga partner kita." seru ayah Rafa
" sebaiknya Ayah batalkan kan kontrak dengan Tuan ini, aku tidak Sudi untuk bekerjasama dengan pria ini." seru Rafa, yang membuat Ardi meremas tangannya
" apa yang kau lakukan suamiku, tak sebaiknya kau berkata seperti itu. ini ada pekerjaan, kau tidak boleh mencampurkan semua urusan pribadi dan pekerjaan." guman Ina sambil mengelus punggung suaminya.
" tapi dia adalah." guman rafa yang terputus
" dia bukan siapa-siapa aku kok, sedangkan kau adalah masa depanku." jawab Ina yang membuat rafa hatinya semakin berbunga.
" ayah, sebaiknya aku bawa putramu ini pergi ke dalam, kalau tidak dia akan membuat keributan di sini lagi. apalagi anak-anak belum datang." guman Ina
" apa!! Ina sudah mempunyai anak?." guman Hardi dalam hati
" maaf tuan, jika saya boleh bertanya?. apakah Putra Tuan sudah mempunyai seorang anak?." tanya Hardi kepada mister harazaki
" oh.. putraku sudah mempunyai tiga anak, 1 anak dari hasil hubungannya di bersama kekasihnya dan sepasang anak kembar bersama istrinya. aku sangat senang mempunyai cucu-cucu itu, apalagi menantuku itu orangnya yang sangat.. sangat.. sangat spesial. apapun dan siapapun yang akan mencoba merebutnya dari putraku, maka dia akan berhadapan denganku." sindir Tuan harazaki kepada hardi. Tuan harazaki dapat melihat kalau Hadi masih menyukai ina tak akan kubiarkan kau mendekati keluarga putraku, guman Mr harazaki yang masih menatap wajah hardi.
" lalu.. umur berapa cucu tuan sekarang?." tanya hardi, karena takutnya ini mengandung anaknya waktu pergi.
" cucuku dari hasil hubungannya dengan kekasihnya berusia 7 tahun dan kalau bersama menantuku Aina berumur 2 tahun setengah." jawab Mr harazaki. " kelihatannya mereka sangat bahagia Tuan?." guman hardi
" tentu. mereka adalah kebahagiaan yang sempurna, dan kalau siapapun mencoba untuk memisahkan mereka aku berani bertaruh nyawa. akan ku habisi dia atau akan ku ratakan semua bisnisnya, aku tidak peduli walaupun itu di negara manapun. aku tidak akan pernah melepaskan menantuku itu, karena dia adalah anugerah Tuhan yang paling indah buat keluargaku." jawab mister harazaki.
terasa sesak dadar hardi, saat mendengar penuturan mr harazaki. Mr harazaki begitu menghargai Ina, tidak seperti dirinya yang tidak pernah sekalipun menghargai ina. namun nasib telah berubah menjadi bubur, sekarang Ina telah bahagia bersama keluarga barunya di di Jepang. piring yang pecah tidak akan bisa di satukan kembali.
...TAMAT...❤️❤️