Bab 1
AKU TAK PUNYA RUMAH
Zoya adalah seorang pengurus taman bunga, "taman bunga memory" adalah taman bunga yang sudah 3 tahun zoya rawat, zoya tidak ingin meninggalkan taman bunga itu karena didalam nya tersimpan banyak kenangan indah bersama orang yang ia sayangi. Perjalanan zoya cukup menarik untuk diceritakan.....
Aku terlahir di keluarga yang sederhana, aku adalah anak kedua dari 3 bersaudara, aku memiliki satu kakak laki-laki dan satu adik laki-laki. Aku hidup bahagia bersama keluarga kecilku, hingga pada suatu hari seorang pria kaya datang dan menjajah para warga desa, pria itu membawa banyak anak buah untuk mengamankan warga, pria itu menjelaskan bahwa "jika disini ada keluarga yang hanya memiliki satu anak perempuan maka anak perempuan itu akan aku beli dengan harga mahal, aku membelinya dengan harga 3jt" karena keegoisan orang orang miskin, mereka rela memberikan satu satunya anak perempuan mereka, sama dengan orang tua ku, mereka memberikan aku kepada pria kaya itu. Pria itu sempat bertanya kepada ayahku tentang umurku, saat itu aku masih berumur 4 tahun, setelahnya para pria berjas hitam itu menggiring kami semua kedalam mobil besar, mobil itu adalah mobil box. Setelah beberapa jam akhirnya kami diturunkan, kami diturunkan di pelabuhan kapal, tidak tahu akan dibawa kemana.
Setelah beberapa hari kami diperkenalkan dengan beberapa orang, setelah perkenalan, satu persatu dari kami dibawa pergi oleh orang asing, aku dibawa oleh sepasang suami istri yang berasal dari Rusia, mereka sempat bercerita kepadaku bahwa "kita tidak bisa memiliki anak jadi kita akan menjadikan mu sebagai anak kita" aku cukup bingung tetapi aku tetap melanjutkan perjalanan dengan tenang walaupun aku sudah dipisahkan dengan orang tua kandung ku. Setelah beberapa hari akhirnya aku dan orang Rusia itu sampai di suatu tempat, tempat itu begitu asing di mataku, aku dibawa ke dalam rumah besar dan aku diperlakukan seperti nyonya besar di dalam sana, aku mulai mempelajari bahasa Rusia dan aku juga disekolahkan di sekolahan yang mewah, di sekolah aku menjadi populer, aku mempunyai banyak teman bahkan banyak orang yang menyukai ku. Seiring berjalannya waktu, aku sudah semakin dewasa kini aku berumur 10 tahun, ibu dan ayah angkat ku masih memanjakan ku seperti biasa, hingga suatu hari ibu angkat ku akhirnya hamil dan semua perhatian mereka beralih ke bayi yang masih ada di dalam perut itu, aku sekarang sudah diabaikan dan akhirnya aku dikembalikan ke pria itu lagi, setelah aku kembali ke pria itu aku dibawa oleh seorang ilmuwan dia berkata bahwa "kau cukup pintar untuk ku gunakan" aku masih tenang dan nyaman bersama ilmuwan itu. Ilmuwan itu bernama "Yuvika" dia belum menikah dan dia hanya tinggal sendirian di lab nya, aku memanggilnya "nyonya yuvi".
Bab 2
MENEMUKAN SESEORANG YANG TEPAT
Dia memang wanita yang baik tetapi kadang menjadi jahat, dia terus menyuruh nyuruh aku dan bahkan dia pernah menjadi kan aku sebagai kelinci percobaan nya, aku hanya bisa diam karena aku tidak memiliki apapun untuk melawan, karena sering dicekoki obat obatan aku sering sakit-sakitan dan saat aku berumur 13 tahun aku dibuang oleh nyonya Yuvi, aku diberikan kepada seorang ibu rumah tangga, disitu aku menemukan seorang teman dia adalah anak pertama dari ibu itu, ibu itu bernama "shafia" dia memiliki 2 anak dan anak pertamanya adalah temanku, anak keduanya masih bayi. Aku berteman dengan Rion, seorang anak laki-laki yang baik hati, dia sering mengajakku pergi ke taman bunga, taman bunga itu bernama "taman bunga memory" taman nya sangat indah dan luas, aku sangat bersenang senang saat bermain dengan Rion, Rion seumuran dengan ku, dia selalu mendengarkan apa yang aku ceritakan dan aku selalu siap mendengarkan apa yang dia katakan. Aku bertahan cukup lama dengan bu shafia, setelah aku berumur 15 tahun aku mulai menyukai Rion, rasa suka yang berbeda. Tetapi takdir berkata lain, sebelum aku mengungkapkan perasaan ku kepada saudara tiriku yaitu Rion, aku sudah diambil oleh orang lain, aku diadopsi oleh seorang pria, dia belum menikah bahkan hidup sendiri di rumah nya yang besar, pria itu bernama "Mike" manusia keturunan inggris itu terlihat baik hati di depan banyak orang tapi aku tidak tahu sifat aslinya.
Aku kira mike itu sama saja seperti orang orang sebelumnya tetapi aku salah karena mike adalah orang yang baik, dia memperlakukan aku seperti adik kandungnya sendiri, aku diberi banyak kebahagiaan olehnya, aku sangat nyaman berada dengan mike. Suatu hari mike mengajak aku pergi jalan-jalan, mike membawa ku ke taman bunga dan taman bunga itu adalah "taman bunga memory" satu satunya kenangan antara aku dan Rion. Disana aku bersenang senang namun rasa sakit masih ada di hatiku karena aku harus berpisah dengan orang yang aku cintai, aku melihat seorang pria sedang duduk sendirian di bangku, dengan ketidak sadaran aku menghampiri pria itu, saat pria itu menoleh ke arahku perasaan ku berubah menjadi campur aduk, pria itu adalah Rion. Setelah sekian lama akhirnya aku bertemu kembali dengan Rion, aku sedikit berbincang dengan Rion dan dengan sedikit keberanian aku mengungkapkan perasaan ku kepada Rion "emh... Rion, aku menyukai mu" aku mengatakan hal itu dengan wajah memerah "aku juga menyukai mu sebagai temanku" jawaban yang Rion berikan tidak sesuai dengan harapan ku "bukan itu maksudku, aku... MENCINTAIMU RION" aku sedikit berteriak saat mengatakan itu, setelah lama Rion memandang wajahku dengan bingung, akhirnya dia memberikan jawabannya "jika itu benar.....aku minta maaf, aku akan menganggap dirimu hanya sebagai temanku. Dan apakah kau tidak pernah sadar? Mana mungkin aku mencintaimu, kau itu anak perempuan yang tidak benar, ibuku juga bilang bahwa kau sudah tidak suci lagi" hatiku hancur mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut nya "aku memang tidak pantas berada dengan mu, tapi aku beritahu kau bahwa aku ini masih suci, jadi jangan berani berani nya kau merendahkan diri ku" Rion pergi meninggalkan ku dengan perasaan kesal yang tertera di wajahnya.
Bab 3
MENYAPA MASALAH BARU
Aku kembali ke rumah mike, mike sedikit khawatir karena aku terus murung sejak pulang dari taman bunga. Mike berusaha menghibur ku, tapi aku masih belum bisa tersenyum. Mike memberikan telepon padaku dia bilang bahwa telepon ini dari orang tua ku, aku mengangkat telepon itu dengan penuh kebahagiaan "zoya...ini aku" terdengar suara seorang wanita "ibu..." Aku terdiam sejenak dan tidak sanggup berkata kata sangking bahagianya "zoya kau sungguh membuat hati ku sedih, dasar anak tidak tahu diri!!! Memang seharusnya aku tidak melahirkan mu!" Tiba tiba ibuku membentak dan memaki maki ku "tapi ibu, apa yang ibu katakan? Aku tidak mengerti" aku bingung dengan semua situasi ini "kau jangan pura pura tidak tahu, aku membenci mu!" Ibu menutup teleponnya. Aku terdiam dan air mata mulai mengalir di pipi ku, aku tidak tahu apapun tapi mengapa semuanya menjadi seperti ini, mike memeluk tubuh ku dengan erat "tenang saja zoya, aku ada disini untukmu! Jangan menangis ya" mike berusaha menenangkan diri ku tetapi tangisan ku semakin kencang, dan akhirnya aku tertidur di pelukan mike. Mike menidurkan tubuhku dengan lembut dan diam diam mencium keningku, aku merasa sedikit tenang.
Pagi harinya aku terbangun, aku melihat disampingi ku ada mike yang sedang tertidur pulas, aku terkejut mengapa kita bisa tidur bersama, mike terbangun karena mendengar teriakkan ku "ada apa zoya? Kenapa kau menangis?" Mike berusaha menenangkan ku "apa yang kau lakukan? Kenapa kita bisa tidur bersama?" Aku sangat panik dan aku menjauh dari mike "maafkan aku, tapi ini kecelakaan...aku tidak sadar saat melakukan ini" aku pergi berlari dan beranjak dari ranjang tetapi mike memegang tangan ku dengan erat "tidak perlu takut seperti itu zoya....aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu, jadi kau tenang saja" aku malah merasa jijik mendengar perkataan mike, walaupun dia akan bertanggung jawab tapi tetap saja dia telah mengambil harga diriku. Sejak kejadian itu aku dan mike mulai canggung untuk berbicara, aku juga masih merasa kesal atas apa yang telah terjadi tapi mike berubah menjadi lebih perhatian dan kadang dia menggoda ku, tentu saja aku tidak mau menikah dengan pria berumur 24 tahun tetapi ini semua adalah kenyataan dan tidak ada cara lain lagi jika terjadi sesuatu. Akhirnya hari itu tiba, hari dimana aku berhenti menjadi anak kecil. Aku hamil, sungguh mengejutkan karena aku hamil di usia 16 tahun, aku berusaha memberitahu kabar ini kepada mike "mike....kau harus bertanggung jawab" aku mengatakan hal itu dengan ragu dan hati yang berdegup kencang "aku??... bertanggung jawab untuk apa?" Mike sedikit bingung karena aku belum terus terang "aku... mengandung anakmu" mike terdiam mendengar perkataan ku, tetapi tiba-tiba senyuman terpancar di wajahnya "baiklah zoya! Aku akan bertanggung jawab sebagai ayah dari bayi itu" aku dan Mike setuju untuk menikah.
Di hari pernikahan ku dan mike, aku begitu gugup tapi juga sedikit bahagia, keluarga mike datang ke acara ini, mereka terlihat jelas dari keluarga kaya raya, mereka terus menatap ku dan membicarakan ku, apalagi ibunya mike, dia terlihat seperti tidak menyukaiku dan tidak merestui hubungan antara aku dan mike. Resepsi pernikahannya dimulai, aku dan Mike kini sudah sah menjadi suami istri, mike memegang lembut tangan ku sambil berkata "aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia, dan aku akan melindungi anak kita dengan sepenuh hati" aku menatap mike dengan perasaan tulus "aku tidak akan melupakan janjimu". Acara nya sudah berakhir, aku dan mike kembali ke rumah. Malam harinya mike mengajak aku untuk tidur bersama tetapi aku masih belum siap untuk itu, mike tidak memaksa ku dan dia membiarkan aku tidur sendirian, sebelum pergi dia memberikan ciuman di keningku, baru kali ini aku merasakan rasanya dicintai dengan tulus oleh seseorang, aku merasa tenang dan nyaman bersama mike, aku tidak akan mengecewakan mu mike. Aku dan mike menjalani banyak waktu bersama, aku menikmati hidupku yang kali ini, mike mencintai ku dengan sepenuh hati, dan selalu memberikan yang terbaik untuk bayiku, aku yakin mike akan menjadi ayah yang baik untuk bayi ini.
Seiring berjalannya waktu, kini usia kandungan ku sudah mencapai 8 bulan, sebentar lagi bayi ini akan lahir, mike sungguh sudah sangat tidak sabar untuk menyambut kedatangan bayi ini. Suatu hari aku pergi konsultasi dengan dokter kandungan, dokter bilang bahwa hari kelahiran bayi ini sudah dekat, aku dan mike pun memutuskan untuk menginap di rumah sakit karena aku harus berjaga-jaga. Pada tanggal 12 September malam, aku melahirkan bayiku, aku melahirkan secara normal, setelah beberapa jam akhirnya bayiku lahir, aku melahirkan bayi perempuan yang cantik, dia sangat mirip dengan mike, mike sangat bahagia saat menggendong bayi mungil nya, aku dan mike memberikan nama kepada bayi kita, nama bayi ini adalah Anona, aku dan mike sangat bahagia karena kedatangan Anona ke keluarga kecil kami, ada satu hal yang membuat hatiku hancur, dokter bilang bahwa "anak kalian terlahir mempunyai penyakit, penyakit anak kalian cukup berat, ia memiliki penyakit jantung" aku terdiam mendengar perkataan dokter, aku tidak bisa menerima ini semua tetapi ini semua adalah takdir, aku harus menerima kenyataan.