Hallo, nama ku Dion, aku adalah seorang siswa kelas 7, aku seorang anak laki laki yang sangat pemalu dan pendiam, saat aku masuk SMP, semua teman teman baru ku membully ku, karena penampilan ku yang culun, aku juga mendapat kan bangku paling belakang dan duduk sebangku dengan perempuan, di saat aku melamun di bangku ku, tiba tiba ada yang menepuk pundak ku
"Hai!! Siapa nama mu??" Ucap seorang murid perempuan di samping ku dengan ceria, "Dion" jawab ku, gadis itu mengulur kan tangan nya ke arah ku, ya dia mengajak ku untuk berjabat tangan, aku pun melakukan nya, "perkenal kan nama ku Qust Liva, panggil aku Lily, siapa nama panjang mu!?" Ucap nya dengan sangat antusias, "Diony Rey" jawab ku, "nama mu bagus ya!!" Puji nya, aku pun berterima kasih kepada Lily, seorang guru masuk dan menjelaskan materi, akhir nya pembicaraan ku dengan Lily pun berakhir
Guru itu menjelas kan soal matematika dan aku tidak memahami nya, padahal aku sudah menyimak dengan baik, sayang nya guru itu hanya menjelas kan sekali, memberi soal, lalu pergi begitu saja, aku pun mau tak mau mengerjakan tugas itu dengan kepala ku yang terasa panas, tiba tiba Lily menepuk pundak ku lagi, "kau tidak faham ya!?" Tanya nya, aku pun mengangguk, lalu Lily menjelas kan kembali semua nya dengan rinci, dan penuh kesabaran, "udah cantik, pinter lagi...." Ucap ku dalam hati, akhir nya perlahan lahan aku mengerti soal nya, dan bisa mengerjakan nya dengan mudah
Tak terasa bel istirahat berbunyi, aku hanya duduk di bangku, karena aku tidak membawa uang, "kita ke kantin yuk!?" Ajak Lily dengan antusias, aku menggeleng, Lily pun bertanya kenapa, aku pun menjawab alasan nya, "ohhh, yaudah aku jajanin aja ya!?" Ucap nya dengan enteng, aku otomatis menolak, tapi Lily memaksa ku hingga menarik narik tangan ku, akhir nya aku pun terpaksa belanja menggunakan uang nya, kita duduk berdua di kantin, mengobrol ngobrol, ter nyata kita memiliki banyak kesamaan, kita sama sama anak semata wayang, sama sama suka anime, hingga sama sama fans berat Taylor Swift, wahh!!
Waktu berlalu begitu saja, tak terasa bel pulang berbunyi, kami pun pulang ke rumah masing masing, entah kenapa rasanya hampa sekali, waktu pulang yang biasa nya aku tunggu tunggu, kini tidak aku harap kan lagi, berkat ada nya Lily, aku yang biasa nya malas ke sekolah, kini menjadi semangat, dan tak sabar menunggu hari esok tiba, tentu nya untuk bertemu Lily, itu semua berlanjut hingga kelas 9, awal nya kita sama sama kelas 7 A, namun kelas delapan dia 8 B dan aku 8 D, sekarang kelas 9 kita bersama kembali di kelas 9 F, betapa bahagianya aku, namun sayang nya di kelas 9, perempuan dan laki laki tidak boleh duduk sebangku seperti dulu, akhir nya Lily duduk tepat di depan ku, dan aku berada di Belakang nya, sebetapa suka nya aku menatap punggung dan juga rambut pendek nya yang indah dari belakang, iya!! Lily seorang tomboy
Di saat bel istirahat berbunyi, aku dan Lily berjalan bersama, ya dari dulu semua orang selalu mengira kita pacaran padahal tidak, namun sekarang nampak nya teman teman ku sudah tidak asing dengan kita berdua yang selalu bersama, kita pun membeli es krim, lalu duduk bersama di atas pohon, iya!! Lily pandai memanjat pohon, bahkan dia sendiri yang mengajar kan ku cara memanjat pohon, untung nya kita selalu duduk di atas pohon yang tidak begitu tinggi, karena Lily tahu kalau aku takut pada ketinggian, kita duduk di atas pohon berhadapan, saling mengobrol dan tertawa, di saat itu aku ingin menyatakan perasaan ku pada nya, tapi aku pikir itu belum waktu nya
Aku sudah menyukai Lily sejak pertama kali kenalan di kelas 7, sifatku yang pemalu pula pendiam, membuat ku merasa takut untuk menyatakan perasaanku, jadi ku pikir, hal ini tidak terlalu penting dan bisa di lakukan di lain waktu, hingga berlanjut SMA, kita masuk di SMA yang berbeda, Lily adalah anak yang berprestasi, selalu mendapatkan ranking satu dari kelas 7 hingga kelas 9, sedangkan aku?? Tidak pernah sama sekali, dan juga sekolah Lily jauh di luar pulau, Lily pindah rumah karena pekerjaan ayah nya yang di luar pulau
Melalui handphone, kita tetap saling berkomunikasi, teleponan, chattingan, dan lain lain, hingga aku kelas 3 SMA, Lily kembali bersama ku!! Aku nyaris tidak mengenal nya karena sekarang rambut Lily panjang, Ayah nya kembali bekerja di pulau ini, betapa bahagia nya aku, namun sayang nya dia kelas 12 E dan aku kelas 12 F, syukur lah berdekatan dan hanya terhalang satu kelas, tak terasa hari kelulusan pun tiba, aku dan Lily sangat berbahagia, kita berencana akan kuliah bersama di tempat yang sama juga, setelah acara perpisahan selesai, aku dan Lily berjalan bersama, kita bermain lari lari, hingga Lily jatuh, dan tidak bisa berjalan, haha!! Akhir nya aku menggendong nya menuju jalan raya dan mencari kan taksi untuk nya pulang
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, 4 tahun berlalu, sekarang aku jauh lebih tinggi di banding Lily, dulu tinggi ku hanya se telinga Lily, saat SMA kita sepantar, dan sekarang, tinggi Lily hanya se dada ku saja, ya Lily satu tahun lebih tua dari ku, kita lahir di bulan dan tanggal yang sama, yaitu 18 Januari, hanya beda tahun saja, dia 2002 dan aku 2003, aku di sekolah kan lebih awal, namun ada satu hal yang tidak berubah, yaitu.... Aku masih takut untuk menyatakan perasaan ku, saat itu jam 8 malam, aku menulis surat dan juga menyiap kan hadiah berisikan serenceng kopi, dan snack, ya Lily tidak suka coklat, dan alergi bunga, sambil menatap malam yang bertaburan bintang dan juga di temani bulan, aku berharap besok aku benar benar bisa menyatakan perasaan ku pada nya
Hari esok pun tiba, hari aku mengucap janji ku yang mengajak Lily piknik, kita bertemu dan saling menyapa dengan gembira, cuaca nya cukup panas sehingga kita menggunakan topi, kebetulan sekali warnanya sama, kami pun tiba ke tempat tujuan, tempat tujuan kami ada di depan mata, tapi kami harus menyebrang jalan raya terlebih dahulu, aku memegang erat tas kain yang berisikan hadiah dan juga surat pernyataan cinta ku kepada Lily, yang aku tulis dengan penuh cinta dan kesabaran, aku bertekad, hari ini juga, aku tunangan bersama nya, dan segera menikah, karena aku sudah mempunyai pekerjaan dan memiliki penghasilan,
Namun tiba tiba topi ku terbang tertiup angin ke tengah jalan raya, untung nya jalan raya sedang sepi, tak ku sangka Lily pun berlari untuk mengambil kan topi ku, dia berjongkok dan hendak mengambil topi, namun tiba tiba truk besar dengan rem blong melaju kencang dan membunyikan klakson nya berkali kali, pengemudi truk itu tidak melihat keberadaan Lily, dan truk itu langsung melindas Lily hingga tubuh nya hancur berkeping keping, kepala nya pecah kaki dan tangan nya terpisah dan terlempar ke mana mana, bahkan darah Lily hingga menodai baju dan wajah ku, truk itu masih melaju kencang entah kemana, yang aku lihat hanyalah tangan kiri Lily yang masih utuh, tangan itu memegang erat topi putih milik ku dengan bercak darah nya, aku pun berlutut dan meneteskan air mata penyesalan ku atas semua keterlambatan ku, warga perlahan lahan berdatangan, tak ku sangka, aku harus melihat kejadian itu secara langsung, dan aku hanya bisa berkata dengan penuh penyesalan, untuk pertama kali nya sekaligus terakhir kali nya aku berkata "Lily, aku mencintai mu"