Halo nama aku nana ayuninta putri kalian bisa panggil aku nana jadi ini adalah cerita aku di sma.
Jadi aku bersekolah di salah sma di jakarta, aku anak kelas 2 sma. Tidak banyak orang yang menge orangnal ku, ya aku bisa di bilang siswa yang pendiam aku juga hanya punya dua temen dekat di sekolah.
di suatu di mana hari yang bisa ku sebut sial dan beruntung, karna sial nya di hari itu saat aku sedang berjalan ke kantin dengan temen temen aku.
Saat melewati lapangan basket lalu kepala ku terkena bola basket yang sedang di lempar kan oleh kaka kelas ku, aku pingsaan saat terkena bola itu.
Dan itu sial nya, beruntung nya adalah aku di bawa oleh kaka kelas ku, kaka kelas yang membawa ku ke uks adalah crush ku, tapi emang dia juga yang melepar bola basket mengenaiku.
di uks aku pingsan beberapa menit saat aku terbangun dari pingsan orang pertama aku lihat ada crush ku, jujur aku sangat senang tapi aku juga malu.
saat melihat aku sudah membuka mata dia pun meminta maaf pada ku dengan sigap aku langsung memaafkan nya dan seletah itu dia pun pergi.
Jadi crush aku itu nama nya angkasa prasaddega aku menanggil nya kak dega dia adalah anak kelas 3 yang sedikit nakal dia juga sering melanggar aturan sekolah dan dia sering sekali terlambat saat masuk sekolah bahkan tak jarang dia di jemur di lapangan bendera.
walaupun dia nakal tapi dia mempunyai otak yang pintar, dia mempunyai parah yang sangat tampan dia punya rahang yang tegas, hidung mancung, bola mata yang berwarna cokelat terang, kulit dia juga putih dan sangat terawat ntah dia rawat atau tidak.
sebenar nya banyak yang suka sama dia aku juga salah satu nya tapi dia seperti tak pernah peduli dengan wanita yang menyukai nya, mungkin dia sudah punya pacar atau punya orang yang dia suka.
Setelah aku sadar aku pun langsung pergi ke kantin karna hanya merasa sedikit pusing, tapi karna perut keroncongan jadi aku membiarkan kepala pusing ku ini.
sesampai nya di kantin aku dan temen temen memesan bakso, penjual bakso itu di kerumuni banyak siswa dan siswi. karna bakso itu sangat enak jadi tidak aneh jika banyak yang menginginkan nya.
saat bakso punya ku sudah datang aku dan teman teman ku tak kebagian kursi untuk duduk jadi aku membawa nya ke kelas karna setelah ini kelas kita juga jamkos jadi kita bisa santai memakan nya.
di perjalanan mau ke kelas aku bertemu lagi dengan kak dega dia menatap ku aku juga menatap nya tapi itu pun hanya sekilas aku malu jika lama lama banyak bertatapan dengan dia.
aku pun melanjutkan jalan ku menuju kelas, sesampai nya di kelas kita pun duduk di kursi kita masing masing karna kursi kita berdekatan.
setelah selesai dengan makan bakso kita langsung memgantarkan mangkuk ke tukang bakso ny, di perjalanan saat ingin kekelas aku di tinggal kan oleh teman teman ku karna tadi mereka di panggil salah satu guru ntah mau ngapain.
saat aku berjalan kembali menuju kelas aku melihat kalau di lapangan sangat ramai karna aku anak nya sedikit kepo aku pun melihat apa yang terjadi, ternyata ada yang berantem yaitu ka dega dan siapa aku juga ga tau.
aku sangat ingin sekali menghentikan kak dega berantem tapi di sana juga banyak wanita nya menuyuruh ka dega untuk berhenti betantem.
Aku mendengar teriakan ka geda dia teriak " gua uda punya pacar ga mungkin gua pacaran sama pacar lu mony*t " ya ternyata mereka berantem karna cewe yang mengaku jadi pacar ka dega tapi dia sudah mempunyai pacar.
aku juga mendengerakan kalau teriakan orng yang berantem dengan ka dega " yauda kalo lo punya bawa pacar lo sekarang juga dan kasi tau kesemua orang yang ada di sekolah ini kalo lo uda punya pacar" kak dega pun dengan santai meng-iyakan perkataan lawan nya tadi
dia celingan celinguk melihat sekeliling mungkin dia sedang mencari pacar nya, dia pun menatap ku dan menghampiri ku aku berpikir pacar nya kak dega ada di samping atau belakang ku.
ya ternyata dugaan ku salah ka dega diam di depan ku dan menarik tangan ku dia membawa ku ke tengah lapangan tempat di mana tadi dia berantem, ka dega berkata " ini pacar gua, asal lo tau dan buat semua yang ada di sini ini cewe gua jangan berani berani kalian nyentuh cewe gua kalo ga mau beberusan sama gua dan buat lo cewe cewe yang ngaku ngaku jadi pacar gua, uda sekarang ga usa karna gua uda publik pacar gua "
aku kaget sekaget kaget nya karna ka dega menarik ku ke lapangan untuk memberi tahu kalau aku pacar nya, padahal itu semua bohong aku hanya menyukai nya kita tak punya hubungan apa pun.
" kak ini maksud nya apa? " kata ku dengan ber bisik. kak dega hanya diam menatap ku dan menatuh jari telunjuk nya di dekat bibir ku, aku reflek sedikit memundukkan kepala ku.
" uda lu semua bubar! " kata dega dengan berteriak aku aja sampai menutup telingan ku, tak membutuh kan waktu lama semau orang yang tadi di lapangan semua nya pergi dan hanya tersisa aku sama ka dega.
setelah itu ka dega menarik ku pergi ntah kemana tapi arah nya ke belakang sekolah, tangan ku sakit karna ka dega menarik ku dengan paksa. ka dega pun berhenti menarik ku di belakang sekolah.
" kak mau ngapain kita ke sini?? " jujur aku merasa takut, bukan nya menjawab ka dega malah celingak celinguk kiri kanan ntah apa yang dia lakukan.
kak dega belum juga melepaskan tangan ku " kak lepasin tangan saya...sakit " setelah mendengar kata sakit ka dega pun menatap ku dan melepaskan tangan nya di tangan ku.
sungguh terlihat jelas tangan ku memerah karna genggaman kak dega, " maaf " kata ka dega dengan terus menatap ku " iya kak gpp ko " aku sungguh salting saat ka dega menatap ku.
karna di belakang sekolah itu ada gudang yang sudah kosong dan biasa nya di sana di huni oleh anak anak lelaki untuk merokok, kak dega membawa ku masuk ke dalam kudang itu dan sangat tumben gudang itu sepi.
"kak mau ngapain ke sini??" aku bingung dan takut maksud ke dega membawa ku ke sini apa. "uda lu diem dulu ah" kata ka dega dia terus melihat kiri dan kanan.
seletah puas melihat kiri dan kanan ka dega pun menatap ku, aku tak mau menatap balik jadi aku memilih untuk nunduk.
"lo punya pacar??" tanya ka dega pada ku, aku tak menjawab aku hanya menggelengkan kepala ku. "oke mulai sekaramg lu pacar gua titik" perkataan ka dega yang membuat aku mematung.
"maksud kaka dega apa?" bukan nya menjawab kak dega malah menunjukan muka kebingungan dan berkata "kaka dega??". "eh maksud saya ka angkasa" aku kembali menunduk karna malu.
aku memanggil nya ka dega hanya saat dia tak ada aja ya bisa di bilang panggilan sayang dari aku, aku baru kali ini memamggil nya dengan sebutan dega depan muka nya.
"gua di sini bukan di bawah" kata nya karna melihat aku terus menunduk, aku pun kembali menegak kan kelapa ku.
"gua suka lo panggil gua dega, tapi itu cuma buat lo aja orang selain lu ga boleh panggil gua dega" kata dengan terus menatap ku, aku hanya diam aku bingung harus menjawab apa.
"oke kerna sekarang lu pacar gua jangan deket deket cowo lain nya, gua gampang cemburu soal nya" kata nya dengan santai.
"jadi sya beneran pacar nya kaka??" tanya ku, aku ga tau kenapa dia menjadikan aku pacar nya, "iya lah, gua ga pernah boong" kata ka dega.
"saya pacar yang ke barapa??" aku bertanya seperti itu karna pasti dia mungkin begini juga ke cewe lain. "maksud lo apa ngomomg kaya gitu??" tanya ka dega keheranan.
"ya kalo kaka kini ke saya pasti ini bukan pertama kali nya bagi kak dega, jadiin pacar tiba tiba" jawab ku, "aneh lo, ini pertama kali nya gua kaya gini dan gua ga bakal gini lagi ke cewe lain, asal lo tau lu pacar pertama gua dan gua mau nya si uda lo aja" aku percaya tidak percaya dengan apa yang dikatakannya.
dan aku hanya terdiam dan aku ga bisa jawab apa apa, " lo masih ga percaya sama kata kata gua yang tadi?? " aku masih tetap diam.
"sayang ko diem aja??" kata ka dega dengan sedikit menyentuh dagu ku, aku benar benar salting sampai sampai muka ku jadi merah. "sayang ko muka nya jadi merah?? lagi salting???" ka dega pun menerkatawan aku karna muka ku merah.
aku pun membalikkan kan badan ku aku jedi memunggungi ka dega. " paan si kak" kata ku, aku kaget saat tangan kekar ka dega ada di pinggang ku, ya ka dega memeluk ku dari belakang dan menaruh kepala nya di leher ku.
"kak ihh awas lepasin" aku sedikit sirih dengan perlakua ka dega, "hadap gua dulu" kata ka dega, "ya lepasin dulu gimama saya mau ngebalik" ka dega pun melepaskan pelukan nya.
aku segera membalik kan badan ku kembali menghadap ka dega, "uda ya ka saya mau ke kelas takut nya ada guru nanti" saat aku ingin pergi tapi ka dega menahan ku, "jangan saya dong pormal amat sama pacar juga, nanti kita ke kelas bereng" kata ka dega
"terus harus apa??" tanya ku, "aku kamu gimana?, nanti gua juga gitu ya ya" kata memohon pada ku untuk berbicara aku kamu dengan nya. "yauda terserah kaka tapi ayo ke kelas" kata ku.
"yauda ayo" ka dega menggenggam tangan ku, "aduh! kak tangan nana sakit jangan di pegang" aku sedikit teriak karna itu sakit. "maaf maaf aku lupa" ka dega melepaskan tangan nya dari tangan ku,.
aku dan dega pun sudah pum berjalan kembali ke sekolah, kita pun sampai di depan kelas ku.
banyak sekali yang menatap ku aku merasa kurang nyaman, "ka uda sana masuk ke kelas kaka, nana juga mau masuk" kata ku. "bentar sekarang kamu uda jadi pacar aku kamu jangan deket deket sama cowo lain, dan kamu jangan nakal di kelas nya" kata ke dega dengan mengusap mengusap kepala ku.
"iya kaka juga, dan jangan nakal" kata ku malu, aku pun langsung masuk kedalam kelas. setelah aku duduk di kursi aku ka dega baru pergi dari depan kelas ku dan mungkin masuk ke dalam kelas nya.
(aku punya dua teman di kelas ku yang satu bernama kania dan yang satu lagi bernama tiara aku memanggil nya nia dan ara)
teman teman ku pun mendekat pada ku "nana beneran pacaran sama ka angkasa??" kata ara. "sutt uda deh nanti nana jelasin" kata ku.
"yauda yauda jangan lupa jelasin ya" kata ara, "iyaloh kita penasaran banget" kata nia, " iya iya nana jelasin" kataku.
pulang sekolah pun tiba nia dan ara akan pergi main ke rumah ku dan aku akan itu nebeng bersama mereka, tapi saat aku keluar dari pintu kelas ku aku merasa aneh kenapa di depan kelas ku begitu ramai sekali.
"ayo pulang" kata ka dega memegang tangan ku. dan ternyata di depan kelas ku ada ka dega, " eh tapi nana pulang sama temen temen nana" kata ku menolak ajakan ka dega.
kak dega terus memaksa ku untuk pulang bersama nya dan ya akhir nya aku pun terpaksa pulang dengan ka dega,dan teman teman ku mengikuti ku.
"kaka emang tau rumah nana?" tanya ku, "tau lah masa rumah pacar sendiri ga tau" kata ka dega dengan santai.
dan benar saja mobil ka dega berhenti pas di depan rumah aku, "kaka makasih ya uda anterin nana", "ga usa makasih mulai besok aku yang anter jemput kamu, yauda sana masuk aku pulang nya" kata ka dega dengan melajukan mobil pergi dari rumah ku.
"ara masukin aja mobil nya" aku pun membukakan pagar agar mobil ara bisa masuk. aku dan teman teman ku sudah masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh mama ku.
setelah itu aku mambawa teman teman ku untuk masuk ke kamar, sesampai nya di kamar kita pun menaruh semua tas kita di kasur dan karna mereka sangat penasaran dan langsung meminta ku untuk mencaritakan kenapa aku bisa berpacaran dengan kak angkasa/ ka dega.
mereka benar benar kaget tapi mereka bilang aku beruntung, apa yang beruntung jujur walaupun aku suka dengan tapi aku tidak merasa senang kalau sekarang aku pacaran dengan nya.
berbulan bulan berlalu kini hubungan ku dengan ka dega sudah masuk bulan ke-5 aku benar benar kaget aku bisa menjalani nya, tapi ya yang nama nya pacaran pasti ada barantem nya.
jujur setelah aku berpacaran dengan ka dega banyak juga sifat ka dega yang membuat aku merasa ingin putus dengan nya, dia sungguh sangat posesif aku tau aku suka di posesif-in tapi posesif nya ka dega itu ga wajar uda hampir kaya obses.
dia selalu larang aku ini itu, apalagi kalau sudah membicarakan soal lakilaki lain padahal ni aku hanya menabrak nya tidak sengaja, ka dega akan langsung marah pada ku dan dia juga memarahi laki laki itu.
aku dan ka dega berantem hampir setiap hari, ya itu karna sifat posesif nya ka dega.
hari ini aku dan ka dega sedang berantem perihal aku tidak memberitahu nya kalau aku keluar bersama teman teman ku, ya mungkin semua cowo akan marah tapi aku sudah meminta maaf dan pada saat main itu aku sama sekali ga bawa hp.
hp aku ketinggalan di rumah dan aku main aja hanya sebentar dengan teman teman ku dia malah mengira aku selingkuh.
jujur aku sudah sangat merasa ter tekan hari ini aku akan memutuskan ka geda, jujur hati kecil aku masih cinta dan sayang sama ka dega tapi dengan semua sifat nya itu aku ga bisa lagi.
aku sudah meminta ka dega untuk memenui ku sepulang sekolah nanti di belakang sekolah, tempat di mana dulu dia menjadi kan aku pacar nya.
aku sudah menunggu ka dega di sana setalah beberapa menit ka dega pun datang dan aku menghampiri nya "kak nana mau kita putus" setelah memgatakan itu aku langsung berlari pergi kembali keluar dari kudang dan berlari kelas untuk mengambil tas dan pulang.
aku ga tau lagi dengan ka dega karna aku langsung pergi dan pulang, perasaan ku benar benar tidak enak secara tiba tiba.
beberapa hari berlalu setelah mengatakan putus hari itu aku sudah tak pernah bertemu dengan ka dega, bahkan banyak yang bertanya pada ku tentang ka dega ya aku jawab tidak tau karna aku benar benar tidak tau.
tak terasa sekarang aku sudah naik ke kelas tiga dan ka geda sudah lulus, tapi setelah kejadian aku meminta putus pada nya aku sama sekali tidak pernah melihat ka dega apa munhkin dia mengindari ku atau apa aku tidak tau.
hidup aku terasa nyaman kembali setelah ka dega ngga ada di hidup ku, aku merasa bebas bisa mengobrol dengan siapa pun dan kemana pun tanpa harus ijin dan apa pun itu.
beberapa bulan berlalu, aku sudah kelas 3 semester 2 haha bentr lagi aku lulus, sebenar nya beberapa bulan terakhir aku mendengar kabar tentang ka dega kata nya dia sakit atau apa gitu, tapi tidak ada yang tau dia sakit apa dan dia mana dia di rawat.
hari ini tanggal merah aku hanya rebahan saja tidak punya kerjaan apapun tapi.. tiba tiba mama ku berteriak memanggi nama ku nta kenapa, aku pun langsung menghampiri mama ku.
aku melihat di dekat mama ku ada ibu ibu yang ta asing bagi ku tapi dia sedang menangos, "mama manggil nana?, ada apa?" kata ku keheranan.
"kamu kenal ibu ini?"kata mama ku memunnjuk ibu ibu yang sedang menangis itu, saat aku melihat jelas muka ibu ibu itu ternyata dia adalah bunda, bunda nya angkasa.
"bunda??" aku kaget melihat bunda nya ka angkasa menangis, "bunda kenapa nangis??" tanya ku pada bunda. bunda memeluk ku dan menjadi sangat keras nangis nya.
"bunda? bunda kenapa? ko bunda nangis??, mah bunda kenapa??" tanya ku padan bunda dan mamah.
bunda mulai berhenti menangis dan duudk di dekat ku, "nana mama mau nanya, kamu jawab dengan jujur ya" kata mama mulai serius. aku pun mengangguk
"kamu putus sama angkasa??" kata mama
(jadi gays saat aku pacaran sama ka dega orang tua ku dan orang tua ka dega sangat setuju bahkan aku sudah di anggap anak sama bunda nya ka dega dan dega pun sebalik nya, mereka bahkan tak memboleh kan kita putus)
aku hanya diam tak menjawab, aku putus dengan ka dega tanpa sepengatahuan mama dan bunda setiap mama nanya kenapa ngga sama ka dega aku hanya bilang ka dega sibuk.
"nana mama ga mau ulangin pertanyaan mama tadi" kata mama, "maaf mah bun iya nana uda putus sama ka dega" aku menjawab dengan menunduk.
"sejak kapan?" kata mama
"sudah lama mah, mungkin sudah lebih dari setahun" aku menjawab dengan memunduk
"ko kamu ga bilang sama mama kalo kamu putus??"
"maaf mah maaf"
"siapa yang putusin?"
"nana mah"
"kenapa??"
"nana cape mah nana ngerasa di kekang mah, nana gini ga boleh gitu ga boleh bahkan kita berantem setiap hari"
"oke, kamu tau sekarang dega di mana??"
"ga tau mah tapi beberapa bula lalu nana denger klo ka dega sakit"
"terus kamu ga peduli soal angkasa sakit? kamu ga ada nanya dia sakit apa??"
"nana sempet nanya mah tapi ga ada yang tau ka dega di mana dan sakit apa, emng sekarang ka dega di mana??"
"di rumah sakit"
"ka dega beneran sakit??"
mama hanya diam, dia hanya bertatapan dengan bunda.
aku kaget saat mama bilang kalau ka dega di rumah sakit, jujur aku masih ada rasa sam ka dega bahkan rasa aku ga pernah hilang buat ka dega.
"ayo ikut mama dan bunda" mama dan bunda langsung bangun dan pergi ke parkiran. "mah tunggu aku ganti baju dulu" kata ku berlari ke kamar untuk mengganti baju.
setelah berganti baju aku berlari cepat menghampiri mama dan bunda yng sudah menunggu ku di dalam mobil. aku segera masuk ke dalam mobil.
setelah berjalanan sekitar dua jam lebih mobil yang aku taiki berhhenti di suatu rumah sakit yang begitu besar. mama dan bunda keluar dari mobil begitu juga aku.
aku tak tau ruangan mana yang akan mama dan bunda masukin tapi kita naik sampai lantai 3, sesampai nya di lantai tiga dan akhir nya mama dan bunda berhenti di satu kamar vip.
"ayo masuk" kata mama pada ku aku pun langsung ikut masuk ke dalam, di dalam kamar itu ada seseorang yang sedang teraring lemah dan ada juga dua lelaki yang sedang duduk si sofa kamar itu.
lelaki yang sedang duduk itu sangat tak asing bagiku, aku merasa tau dia tapi aku ga tau dia siapa.
kedua pria itu menatap ku ntah apa yang salah dengan ku, "mah itu siapa yang sakit??" tanya ku karna aku tak bisa melihat jelas wajah lelaki itu, " angkasa" jawab mama dengan santai.
aku benar benar kaget saat mendengr nama angkasa, aku tak berpikir kalau orang yang terbaring lemah itu adalah ka dega.
"kamu liat kan dia sekarang??" kata mama, aku benar benar tak bisa menahan air mata aku menangis.
"ka dega sakit apa mah bun?" tanya ku di sela tangisan, bunda mendengkati ku dan nyuruh ku duduk di sofa dan duduk sebelah nya.
bunda:apa angkasa pernah bilang soal penyakit nya?
nana:ngga bunda (aku menggeleng)
bunda:jadi angkasa itu punya penyakit jantung, dan dia sudah kena setadium 2, kata dokter dia sudah tidak boleh merokok dan minum minuman ker@s
aku hanya diam mendengarkan semua yang bunda bicarakan
"jadi di hari itu mungkin itu hari di mana kamu mutusin angkasa, angkasa pergi ke bar untuk mab*k mab*kan dan merek*k dia di sana, saat dia pulang dengan ke adaan mab*k dan dia terus memanggil manggil kamu, setelah itu dia sadar dari mabuk nya dia pingsan dan bunda dan ayah membawa angkasa kerumah sakit, kata dokter penyakit angkasa sudah sangat parah bahkan stadium nya sudah sampai stadium akhir. saat angkasa sadar dari pingsan nya di bilang ingin pergi ke sekolah ingin bertemu dengan kamu dia terus memberontak dan mungkin dia cape dia pun berhenti memberok tak, saat sebulan angkasa di rawat di rumah sakit ini dia terus bilang ingin bertemu kamu hanya itu yang angkasa ucap kan. dan waktu itu bunda nyuruh salah satu temen nya angkasa buat temuin kamu dan bilang kalo angkasa sakit, tapi kata temen nya angkasa kalian sudah putus dia tau dari kamu dan dia juga merekam apa yang kamu bicarain waktu itu yang kamu bilang cape sama sifat angkasa dan segala macem.
(bentar gays jadi nana pernah bilang gitu sama temen nya angkasa tapi waktu nana sedang dalam mood jelek jadi nana bilang semua nya tanpa sadar nana ga tau jalau ternyata temen nya angkasa sedang merekam)
lanjut kata bunda nya amgkasa dari situ angkasa nangis dia merasa bersalah karna dia uda bikin kamu tertekan dan segala nya. dia terus menangis setiap hari dia minta maaf sama kamu karna uda kaya gitu kata dia juga janji ga bakal gitu lagi sma kamu, selama sebulan dia terus seperti itu sampai di suatu hari tanpa sepengetahuan bunda dan semua nya ternyata angkasa keluar dan pergi mabuk di saat di sedang stadium akhir. bunda di kasih tau sama temen nya angkasa dan bunda langsung pergi ke bar itu angkasa sudah dalam keadaan pingsan, bunda dan ayah dan bunda memvawa angkasa ke rumag sakir dia sadar sebentar bilang gini "bunda bilangin sama nana aku minta maaf dan aku masih sayang dan cinta sama kamu, kalau aku ga ada nanti jangan tangisin aku ya cantik love you" angkasa bilang gitu ke bunda dan semua orang juga dengar angkasa bilang gitu. setelah bilang gitu angkasa koma dan sudah 1tahun setengan dia koma sampai sekarang dia belum juga bangun" bunda menyeritakan itu dengan menahan air mata, sedangkan aku sudah menangis sesenggukan.
aku merasa ini semua salah aku aku ymg uda buat ka dega seperti ini, aku benar benar hanya bisa menangis ternyata selama ini ka dega menderita karna ulah ku.
aku meninta maaf pada bunda aku juga sampai sujud di kaki bunda, bunda juga bilang kata nya ini bukan salah aku dan kata bunda ini semua sudah jalan dari tuhan.
aku berjalan mengampiri ka dega yang terbaring lemah, aku menangis dan memeluk nya.
beberapa menit aku memeluk ka dega, aku terus memanggil nama ka geda aku mintaa maaf hanya itu yang aku ucap kan.
sudah sebulan semenjak aku tau kalau ka dega sakit aku setiap hari ke sana, padahal bunda bilang kalau aku jangan terlalu sering kesini takut nya ada penyakit nya menular pada ku.
di suatu di mana hanya aku yang menjaga ka dega, bunda dan lain nya sedang pulang karna mereka sudah menjaga ka sega.
aku terus menatap ka dega ntah aku berhalusinasi atau tidak aku melihat kalau jari jari ka dega sedikit bergerak, aku menggesek gesek mata ku dan ternyata aku tidak berhalusinasi itu benar kalau jari jari tangan ka dega bergerak.
aku langsung menekan tombol untuk memanggil dokter, dengan cepat dokter pun datang aku memberi tahu kalau tangan ka dega bergerak.
dokter pun mulai mengecek keadaan ka dega, dokter bilang dia sudah sadar dan bentar lagi akan membuka mata.
dokter pun pergi dia bilang dia sudah sedikit membaik jadi jika dia membuka mata nanti aku tidak usa menganggil nya, aku mengiya kan perkataan dokter itu.
aku terus menunggu ka dega membuka mata nya, di tunggu-tunggu setelah beberapa menit akhir nya aku melihat kalau mata ka dega perlahan ter buka, aku sangat senang melihat nya.
aku terlalu senang sampai lupa memberi tahu orangtau' dan teman' nya ka dega
sekarang mata ka dega terbuka sempurna akhirnya aku bisa melihat bola mata coklat terang milik ka dega, ka dega sedikit menongok kiri dan kanan.
saat dia menengok ke arah kanan mata nya terbuka lebar saat melihat ku aku pun tersenyum pada ka dega dengan air mata yang sudah tak bisa aku tahan lagi.
"ka dega" kata ku, ka dega hanya diam dan terus menatap ku. "kakak mau minum" tanya ku dan akhir nya ka dega menganggguk, aku pun mengambil kan air minum untuk nya dan memasukan sedotan di gelas itu agar ka dega bisa meminum nya.
"nih ka sedot pelan pelan" aku kaget kenapa ka dega mengeluarkan air mata aku pun mengelap air mata ka dega, "ka ko nangis ada yang sakit?? ayo minum dulu nanti aku panggilin dokter.
ka dega pun mulai sedikit menyedot air yang aku kasih pada nya, dia minum sudah hampir habis satu gelas ya wajar si dia koma saja hampir setahun jadi mungkin tenggorok nya kering.
ka dega melepaskan sedotan nya aku rasa itu sudah selesai minum nya, tapi ka dega masih mengeluarkan air mata.
"kak nana panggilin dokter ya, ada yang sakit ya??" tanya ku, aku sngat khawatir pada ka dega, saar aku ingin menekan tambol untuk memanggil dokter tapi ka dega malah memgeleng kan kepala dengan pelan.
aku pun tidak jadi menekan tombol itu, aku pun segera mengambil ponsel dan segara memberitahu semua nya kalau ka dega sudah sadar. mengetahui kalau ka dega sadar mereka langsung akan pergi rumah sakit
.aku ga tau kenapa ka dega hanya diam saja dan dia juga hanya menatap ku, aku merasa aneh apa mungkin ka dega ga mau aku di sini.
setelah beberapa menit akhir nya mereka sudah datang, aku pergi keluar karna kaya emang ka dega ga mau aku ada di hadapan nya.
aku di luar kamar sekitar satu jam aku menangis di luar kamar, saat aku sudah menghapus semua air mata ku semua orang yang tadi di ruangan ka dega keluar aku ga tau kenapa.
saat mereka keluar bunda malah menyuruh ku masuk, "nana masuk sana tadi angkasa nanyain kamu" kata bunda. "kaya nya ga usah deh bun tadi juga kaya nya ka dega ga suka nana di dalem, jadi gpp nana di sini aja" kata ku.
"kata siapa dega ga suka kamu di delam tadi aja yang pertama keluar dari mulut nya dia manggil kamu dan nanyain kamu, uda sana masuk tadi kita di usir sama angkasa kata nya mau ngomomg berdua sama kamu" kata bunda dengan tersenyum.
aku pun perlahan bangun dam mendekati pintu kamar ka dega, aku sangat takut aku menatap mama dan bunda mereka pun menganguk dan menyuruh ku masuk.
sedikit demi sedikit pintu ku buka pintu aku meras ada pasang mata yang menatap ku saat membuka pintu, aku sekarang sudah masuk ke dalam kamar ka dega.
aku tak berani menatap ka dega, aku berjalan perlahan mendekati ranjang ka dega.
sesampai nya di dekat kasur ka dega akhir nya aku memberanikan diri untuk menatap ka geda, saat aku menatap ka dega aku bisa melihat ka dega tersenyum ke arah ke sambil menagis.
"peluk" kata ka dengan dengan suara yang serak, aku diam sebentar lalu aku memeluk kan dega dengan erat begitu juga ka dega walaupun dia baru sadar dari koma tadi dia cukup erat memeluk ku.
kita sama sama menangis, setelah bebapa menit berpelukan aku pun melepaskan pelukan itu. "maaf" hanya itu yang bisa keluar dari mulut ku.
ka dega saat mendengar aku bilang maaf dia segara menggelang, "ga ada yang salah di sini ga boleh ada kata maaf" kata ka dega.
"tapi ini salah a-" perkataan ku terpotong karna tangan ka dega menutupi mulut ku. badan ka dega nampak nya masih lemas aku hanya bisa menggis saja.
kita hanya diam diaman di sana mungkin ka dengan lemas untuk berbicara dengan ku, "nana panggilin mereka ya suruh masuk lagi?" tanya ku dan di angguki oleb ka dega.
aku kembali keluar lalu memanggil mereka mereka yang di luar, aku pun masuk kembali dan aku duduk di kursi dekat ka dega karna itu permintaan nya.
semua orang pun masuk mereka membawa banyak makan ntah kapan mereka membeli nya, bunda memberi ku sebungkus makana itu dan bunda juga memberian untuk ka dega.
ternyata makanan itu adalah ayam panggang, mereka semua memakan nya, saat aku sedang memakan nya ka dengan menyentuh ku dam membuka mulut mungkin dia mau.
aku bertanya pada bunda boleh atau tida kata bunda boleh tadi bunda uda nanya sama dokter nya, lalu aku memberikan ayam yang baru tapi ka dega malah mengelengkan kepala nya.
aku heran kenapa bukan nya tadi mau, dia malah menunjuk ingin memakan ayam yang sudah bekas aku gigit.
"ini yang baru kak itu uda di gigit sama nana" kata ku, "kenapa?" kata bunda. "ini bun tadi kata nya ka dega mau tapi aku kasih ga mau" kata ku pada bunda.
"angkasa kenapa?? itu kata nya mau" kata mama berkata pada ka dega, ka dega malah menunjuk ayam yang sudah ku gigit dan mengacungkan dua jadi.
"hah? kamu mau makan ayam punya nana?" dia mengangguk masih dengan dua jari nya, "oh kamu mau satu ayam berdua?" kata bunda ka dega pun mengangguk senang.
"tuh nana kata nya angkasa mau ayam nya barengan sama kamu nanti ngambil lagi juga barengan gitu" kata bunda, "ohh gitu tapi kan ini bekas nana bunda??", "yauda gpp angkasa yang mau kasih aja" kata bunda aku pun mengangguk.
aku menaruh ayam yang aku mau kasih ke ka dega dan mengambil ayam yang sudah ku gigi dan memberikan nya ke ka dega, ka dega langsung membukan mulut nya dan menggigit daging nya pas di mana bekas gigit aku.
dia sangat senang memakan ayam panggang bekas mulut ku itu, kita memakan nya sampai tiga potong paha ayam.
Beberapa hari berlalu kondisi ka dega semakin hari semakain membaik, kini ka dega sudah di perboleh kan pulang.
aku tidak ikut mengantar kan ka dega pulang karna hari itu aku sedang ujian aku tidak bisa izin karna itu ujian untuk aku pelulusan.
ka dega juga ga mau sebenar nya dia mau nunggu aku pulang ujian, tapi bunda terus membujuknya dan akhir nya dia pun mau pulang tanpa aku tapi kata nya dia menyuruh ku untuk datang ke rumah nya malam.
pasti kalian pikir aku sudah balikan dengan ka dega oh tentu tidak kita belum ada kata balikan atau pun pacaran lagi, aku bukan tipe cewe yang sudah minta putus duluan dan mengajak balikan duluan.
Sekarang aku sedang siap siap karna untuk pergi kerumah ka dega dia akan menjemput ku, benar saya mobil dia sudah berhenti di depan rumah ku.
aku pun mempercepat siap siap ku dan sedikit berlari keluar takut nya ka dega menunggu ku terlalu lama, aku sudah masuk ke dalam mobil ka dega.
semenjak kejadian itu aku merasa canggung pada ka dega, di dalam mobil kita tidak membicara kan apapun.
sesampai nya di rumah ka dega aku di sambut oleh orang orang rumah ka dega dengan ramah dan bahagia, aku segera di tarik oleh ka dega untuk masuk ke dalam kamar nya.
aku hanya ikut saja, aku tak bisa menolak nya. sesampai nya dikamar ka dega dia pun mengunci pintu nya, yang awal nya aku biasa saja aku sekarang jadi sedikit takut.
"kak kenapa harus di kunci pintu nya?" kata ku, "duduk" kata ka dega duduk di sofa kamar nya. aku pun segera duduk dan dia pun duduk di samping aku.
aku benar benar merasa takut karna ka dega hanya diam dan menatap ku, aku hanya diam dan menunduk mungkin ka dega bakal tau kalau aku sedang ketakutan.
"nana?" aku langsung menengok ke ka dega, "haha nana muka kamu lucu kamu kenapa ketakutan kaya gitu sih haha" aku pun tak mengerti " kaka kenapa sih" aku merasa ingin menangis aku sedang ketakutan malah dia menertawakan aku.
aku sedikit mengeluarkan air mata, ka dega keget sekali gus bingung melihat nya.
"ehh nana ko nangis si kenapa??" tnya nya dengan muka khawatir, "kaka nya orang aku lagi takut malah di ketawain" jawab ku dengan memghapus air mata air mata ku.
"aduh maaf aku ga tau" kata ka dega dan segera memeluk ku, ke dega terus menenangkan ku dan ya akhir aku sudah tak menangis lagi.
"maaf ya nana" aku hanya mengangguk, "jadi kaka mau ngapain bawa nana ke sini pke di kunci segala pintu nya bikin orang takut aja" kta ku dengan kesal.
saat ka dengan ingin bicara aku kembali "nanti ka jawab nya nana mau minta maaf dulu tadi ga bisa ikut, oke deh silanhkah ngomong lgi" kata ku dengan menatap ka dega.
"iya aku maafin" aku hanya mengangguk-ngangguk. ka dega menarik nafas panjang dan berkata
"aku pengen kita kaya dulu bisa ga?" pertanyaa yang membuat aku bingung aku ga tau harus jawab apa, aku masih merasa takut kalo ka dega bakal mab*k mab*kan lagi.
aku hanya diam, "nana aku janji aku bakal ubah sifat aku, aku bakal bolehin kamu ko buat ini itu dan kamu kalo kemana mana ga usa bilang sama aku. tapi itu buat kamu aja aku bakal bilamg kalo mau ke mana mana aku ga munhkin selingkuh dari kamu, kamu uda ga cinta lagi ya sama aku?, apa kamu sekarang uda punya pacar??"
"jujur perasaan nana ke kaka ga pernah hilang dari dulu juga dan nana ngga punya pacar. nana bukan mya ga mau balikan sama kaka tapi nana ga mungkin kan ga bikin kaka marah nana takut kaka kaya kemarin lagi itu juga kan gegara nana, nana ga mau ka" aku berkata dengan melihat ke jendela.
"nana aku janji sama kamu dan semua keluarga aku kalo aku ga bakal minum' lagi, kali ini aku ga bakal ingkar janji kalo kamu yang selalu temenin aku dan ingetin aku. aku butuh sosok kamu dalam hidup aku dan kejadian kemarin bukan salah kamu itu aku yang salah kalo aku bisa tahan waktu itu pasti aku ga bakal kaya gitu ini semua salah aku bukan salah kamu, dan kalo perasaan kamu masih sama kaya dulu aku juga begitu. jadi aku mohon balik lagi ya sama aku" kata dengan memegang tangan aku.
"kaka rasa takut ini gede banget nana ga mau liat kaya terbaring lemas lagi di rumah sakit, kak kalo aku ga putusin kaka waktu itu kaka ga mungkin akan koma kan?!!" kata dikit berteriak.
"ya tapi itu bukan salah kamu tuh kamu putusin aku juga gegara aku nya terlalu ngekak kamu aku yang buat kamu jadi ga nyaman pacaran sama aku, jadi itu juga berunsur dari aku jadi ini semua salah aku. nana aku mohon mau ya balikan sama aku" kata ka geda
"aku ga bisa jawab itu sekarang kak, aku masih ga mau itu terjadi lagi. tapi kalo misal nya kita ga balikan juga kita masih bisa temenan ko"
"ngga aku mau nya balikan bukan temenan aku mau nya kamu jadi pacar aku, aku ga mau temenan"
"apa beda nya temenan sama pacaran, temenan kita masih bisa ke temuan jalan makan bareng sekedar peluk juga bisa apa beda nya sama pacaran ka"
"BEDA! nana tamenan sama pacaran itu beda kalo temenan itu kita tidak saling terikat dan sedangkan pacaran itu kita punya ikatan, dan ini yang paling penting kalo temenan cepat atau lambat pasti kita akan berpisah ntah itu kamu punya pacar atau mungkin aku. kamu harus ingat pacaran sama temenan beda, kalo kita saling cinta dan sayang mendingan pacaran ga usa temenan aku ga mau kamu sama orang lain kamu cuma punya aku dan aku juga hanya punya kamu nana inget itu." aku hanya diam tak berkutip dengan perkataan ka dega
aku tak bisa ngomong apa apa lagi aku hanya diam saja, jujur hati aku juga pengen balikan sama ka dega tapii rasa takut ini lebih besar.
"aku kasih waktu kamu 1bulan aku bakal bikin kamu mau balikan lagi sama aku" kata ka dega dengan memeluk ku. "maaf om jangan peluk peluk, 1 bulan tapi jangan physical touch ya" kata ku dengan melapaskan diri dari pelukan ka dega.
"dih aku ga om-om, ya aku mana bisa ga physical touch sayang" ka dega kembali ingin memelukku, tapi aku menghindar "kaka tuh emang bukan om om tapi muka sama kelakuan nya kaya om om, jangan sayang sayangan ihhh!" kata ku.
"aku ga kaya omom loh, aku panggil kamu sayang karena aku kan sayang sama kamu" kata ka dega, "ihh kaka jijik tau ga sih, kaka tuh kaya omom" aku sedikit jijik dengan kata kata nya ka dega dia sangat alay.
"uda lah nana mau pulang, ayo anterin nana pulang" kata ku karna aku sudah mals dengan ka dega, "ko kamu pulang sih? kamu di sini aja kalo bisa kamu nginep di sini bobo nya sama aku" dih apa maksud omom ini bisa bisa nya di menyuruh ku untuk menginap di rumah nya.
"dih ga mau nana nginep, uda ah nana mau pulamh. kalo kaka ga mau anterin ya gpp si" aku bangun dari duduk ku dan berjalan ke pintu karna aku ingin keluar.
"yauda ayo aku anterin tapi kalo keluar kamar ini harus balikan, gimana??" perkataan ka dega itu membuat aku kesal.
"dih apa sih ka kata nya 1 bulan uda ah aku mau pulang ka mau pulang" kata benar benar kesal, "yaudah balikan dulu sama aku" ka dega mungkin sudah gila.
"kaka uda ah nana mah pulang, yauda kalo kaka ga bolehin nana pulang jangan harap bisa balikan sama nana" kata ku dengen sedikit tersenyum.
akhir nya dengan berat hati ka dega memgantar kan ku pulang.
********************
Tak terasa sebulan berlalu sebulan itu aku lalu dengan ya lebih gembira dari pada bulan bulan lalu, aku dan ka dega belum juga balikan.
di satu bulan itu ka dega bersikap sangat baik pada ku bahkan benar benar baik, dia selalu menembak ku dan memgajak ku balikan tapi aku selalu menolak nya.
karna sudah sebulan ka dega sudah tak lagi mengganggu ku, ya aku merasa kehilangan semenjak ka dega tidak memganggu hari hari ku lagi.
Hari ini adalah hari ulang tahun ka dega mungkin dia akan lupa dengan tanggal ulang tahun nya, aku, mama, bunda dan teman teman ka dega berencana untuk meraya kan ulang tahun ka dega.
kita akan merayakan nya di rumah teman ka dega, karna kita akan sedikit mengeprank dia. kali kali kan se orang angkasa di prank, itu bukan ide ku untuk mengeprank ka dega tapi rencana bunda dan teman teman ka dega.
kita semua sudah mempersiap kan dekorasi nya itu dari sore hari karna ini akan di mulai di malam hari.
kita sudah mulai akan mengprank ka dega kata bunda dia sedang galau di kamar nya, aku pun menelpon ka dega.
ka dega mengangkat telpon ku aku berbicar seperti orang mab+k, "HEI!?, NANA KAMU MAB*K? KAMU DI MANA SEKARANG BIAR AKU JEMPUT" Kata ka dengan dengan berteriak begitu juga khawatir.
saat telpon itu kita video call, lalu aku tak menjawab melainkan teman ka dega merangkul dan bilang sama ka dega kalau aku sedang mabuk bersama nya dan ka dega marah semarah marah nya dia berteriak kalau teman nya itu tak boleh menyentuh aku.
teman ka dega bicara lagi kalau lu mau ambil ni di rumah nya tapi kata nya aku akan sudah di perkaos kata nya sama dia, ka dega langsung mematikan telpon nya mungkin dia akan ke rumah teman nya itu.
rencana kita berhasil ka dega akan ke rumah teman nya , kita semua bersiap siap dan mematikan semua lampu di rumah teman ke dega.
tak membutuhkan waktu lama suara mobil ka dega sudah terdengar dan mobil dia berhenti di depan rumah teman nya itu.
"WOY LO DI MANA ANJ, BALIKIN CEWE GUA BERANI LO NYENTUH DIA MATI LU DI TANGAN GUA" ka dega sangat sangat marah dia berjalan terus berteriak dan lalu.
"HAPPY BIRTHDAY" kata semua nya lampu juga mulai menyala begitu indah, aku memegang kue dan berjalan memgampiri ka dega.
"happy birthday dear" kata ku, "tiup lilin nya" kata ku lagi.
dia langsung meniup lilin itu lalu mengambil kue, dan memeluk ku padahal tangan yang satu lagi sedang memegang kue tapi dia memeluk ku begitu erat.
Mereka semua yang ada di sana menyoraki kita berdua aku malu dan melepaskan peluk kan ka dega, ka dega berterima kasih pada semua nya.
tapi ka dega menatap sinis teman nya itu yang tadi merangkul ku saat kita sedang me ngeprank dia.
"ya jangan gitu lah liatin gua nya" kata teman nya itu, "lo uda pegang pegang cewe gua" kata ka dega dengan memggenggam tangan ku.
"haha lo itu yang ngerangkul bukan gua tapi tuh di kania cuma emamg itu gua yang nhomong tapi gua sumpah ga megang megang nana ko" jelas teman ka dega.
ka dega menatap ku, "iya ka itu tangan nya nia bukan tangan temen kaka ko, nana tau kaka masih posesif" kata ku, ka dega hanya menatap ku.
mereka semua sudah memberikan hadia pada ka dega hanya aku yang belum memberikan nya hadian, dia mendekat ke arah ku " mana hadiah dari kamu" tanya ka dega.
"kaka mau hadiah apa bilang aja nana ga sempet beli soal nya" kata ku, karna aku benar benar tak kepikiran untuk memberi hadiah apa.
ka dega tersenyum jahat, "aku ga minta yan susah dan malah ko, cukup kita balikan aja itu hadiah terbaik buat aku" kata ka dega.
"aduh maaf kalo yang itu aku ng-" perkataan ku terpotong gara gara ka dega menempel kan bib*r nya di bi*ir ku, semua orang dia sana langsung membalikan badan nya dan tertawa.
aku dengan cepat mendorong ka dega, "bisa ga si ga usah tolak aku lagi" kata ka dega seperti marah dan sedih jadi satu.
"BISA GA SI JADI ORANG TUH GA USAH POTONG POTONG OMONGAN DENGERIN DULU!" teriak ku kesal aku padahal ingin memberikan lampu hijau pada nya.
Ka dega terdiam, "TAU GA TADI TUH AKU MAU NGOMONG MAAF KALO YANG ITU NGGGA BISA MAKSUD NYA GA BISA NOLAK, EH BELUM JUGA SELSAI AKU NGOMONG MAIN CI*M' AJA. UDA AH AKU MALES " kata ku ber jalan ke luar aku kesal itu ciuman pertama ku, sa sebenar nya ini kesal sekali gus salting.
Semau orang di sana hanya diam, sedangkan ka dega berlari mengajar ku.
"maaf iya tau aku salah maafff" kata ka dega memeluk dari belakanng, "awas ka ihhh, malu tau liat bunda mama dan temen temen kaka liat" aku tambah kesal dia selalu tidak tau tempat.
"yauda iya maaf lagi" kata ke dega kini dia ingin bersujud di kaki aku, "kamu boleh pukul atau injek aku tapi aku ga mau kamu marah sma aku" kata ka dega,
mungkim dia sedang menangis karna suara dia seperti orang yang sedang menangis, "uda uda bangun dulu bangun dulu" kata ku sebari membantu ka dega bangun.
"uda uda ga usa nangis dong, iya iya maafin kamu ko" kata ku, "tadi kamu mau hadiah apa dari aku?"tanya aku.
"aku mau balikan sama kamu" kata ka dengan dengan mengeluar kan air mata, "nih" aku memberiakn ka dega kota kecil.
"buka" ka dega pun membuka kotak itu dia pun kembali menangis ntah apa yangbuat nya menangis.
dia langsung memeluk dan bilang sekarang kamu kembali punya aku dan dia memasangkan cincin yang aku kasih, dan dia melamar ku, semua nya yang melihat nya ikut bahagia
isi kotak itu cincin, jadi cincin itu pemberian ka dega untuk aku dia bilang kamu jangan pernah ilangin ya cincin ini soal nya itu buat kita tunangan tantii, tapi waktu itu aku sempat bilang kalau cincin itu hilang. dan ternyata waktu itu bukan hilang cuma lupa naro, jadi hadian itu aku kasih lagi ke kadega dan aku kasih tulisan di dalem nya, kata nya cincin ini buat tunangan kita?
ka dega melamarku saat aku masih sekolah, setelah aku lulus sekolah kita menikah🎉☺️