Telah tertulis dalam peraturan resmi kerajaan ALKA dimana setiap raja hanya boleh memiliki seorang putra untuk menjadi pewaris tahta, namun bagai mana jika yang lahir adalah anak kembar dan keduanya adalah laki-laki?
Sejak aku dan kakak ku lahir telah banyak perintah pemilihan yang di ajukan oleh para tetua, yang artinya raja harus membunuh satu orang putranya. Para bangsawan mulai berontak dan membuat rumor tentang kehancuran kerajaan, yang terus beredar ke seluruh penjuru negri dan menyebabkan banyak kericuhan di penjuru negri.
Namun ayah dan ibu ku dengan tegas mengatakan akan membesarkan kami, dan menjaga kerajaan ini dari kehancuran seperti rumor yang beredar di masyarakat.
Dari raja terdahulu di kerajaan Alka banyak ratu yang melahirkan beberapa orang putri namun hanya melahirkan seorang putra yang akan menjadi pewaris tahta,
namun orang tua ku tak di karuniai seorang putri pun dan hanya di karuniai dengan dua orang putra yang di beri nama alex dan alan.
Aku dan kakak ku alex tumbuh dalam pengasuhan orang tuaku tampa tersentuh tumor atau hasutan buruk dari para bangsawan yang ingin memberontak namun tak berdaya dengan kerasnya perintah dan peraturan yang di buat ayah untuk melindungi kami,
Dengan didikan ibu ku sang ratu kami tumbuh seperti anak-anak lainya dan tak menganggap serius tentang tahta kerajaan ini, tahun ini umur kami genap 18 tahun
“hai calon raja!” goda alex sambil merangkul bahu ku yang sedang asik membaca buku, “ah kakak bisakah kau pergi, mengganggu saja” cibir ku kesal
“oh ayolah, kenapa kau selalu membaca buku-buku tua itu? Aku dan joy akan pergi piknik ke taman dekat sungai, joy meminta ku mengajak mu”.
Joy adalah anak dari sepupu jauh ayah ku, ayah joy termasuk orang yang memiliki kedudukan tinggi di negri ini, lebih tepatnya joy terlahir sebagai seorang bangsawan kelas atas, dan alasan itulah yang membuatnya bisa sering datang ke istana hingga berteman baik dangan kami
“apakah joy merindukan ku?” tanya ku dengan mata berbinar”. “entahlah, aku takut jika kau lebih lama memendam perasaan mu itu, bisa-bisa aku yang merebutnya dari tangan mu” ia tertawa sambil menatap ku yang kesal mendengar ucapanya itu
“sudahlah alan tak perlu terlalu giat belajar, aku akan memberikan tahta itu pada mu, tapi sebagai gantinya aku yang akan menikahi joy dan hidup damai jauh dari kerajaan ini, jadi kau tak perlu membunuh ku untuk merebut tahta, hahahah” alex menggoda ku
“apa kakak gila?, kau adalah anak pertama kau saja yang jadi raja, aku akan pergi keluar istana dan menikah dengan joy lalu hidup bahagia”
alex tertawa geli, tentu saja ia tau aku telah menyukai joy sejak lama.
Berbeda dari yang di khawatirkan semua orang, kami telah memiliki kesepakatan saat salah seorang di antara kami di anggat menjadi raja maka seorang lagi harus pergi dari kerajaan dan melepas gelar pangeran untuk menghindari peraturan pebersihan tahta (seorang raja harus membunuh orang yang mengancam kedudukanya)
Hari terus belalu, rumor tentang ku dan kakak terus memburuk, banyak yang mengatakan kami akan menjadi kehancuran untuk negri ini karna perebutan tahta, semangkin lama keamanan di kerajaan semangkin di perketat karna banyaknya pembunuh bayaran yang masuk bertujuan membunuh salah seorang dari kami, ayah menduga para pembunuh itu di bayar oleh para bangsawan atau mungkin para tetua yang mulai memberotak dengan peraturan-peraturan ayah,
Namun hal yang tak pernah di perediksi pun terjadi, saat alex dan joy pergi ke pedesaan untuk menemui pelukis terkenal yang tinggal di sana, para penjahat bayaran mengepung mereka dan berhasil mengalahkan para penjaga yang pergi bersama mereka
Joy tewas dangan luka sayatan pedang di lehernya, sedangkan alex dalam keadaan keritis, dengan kaki kirinya yang di perkirakan mengalami patah tulang cukup serius sehingga akan meninggalkan kecacatan pemanen
Beberapa bulan berlalu namun tak ada jejak tentang orang yang memerintakhan para penjahat bayaran itu, karna setiap anggota dari penjahat itu tertangkap mereka segera menggigit racun yang di selipkan di bawah lidah mereka, untuk melindungi identitas tuannya
Alex tersadar dengan wajah penuh teroma, dan ketakutan, baru kali ini aku melihatnya dalam keadaan seburuk ini, alex menatap ku dengan mata berkaca-kaca, “maaf aku tak bisa melindungi joy”
Aku tak ingin menangis di depan alex, namun kata-kata itu sontak membuat air mata ku tak terbendung, aku kembali menagis frustasi seperti beberapa hari lalu
“Aku akan menemukan orang itu dan menghancurkanya, tanah Alka ini akan menjaadi saksi kehancuranya” aku mengatakannya lirih dengan mata berapi-api
Aku dan alex mengumpulkan beberapa orang bangsawan dan rakyat biasa yang bisa kami percaya dan melatih mereka untuk membentuk pasukan asap (pasukan yang keberadaannya tak terlihat, dengan kemampuan membunuh tampa membuat suara dan memiliki kemampuan bersembunyi yang sangat unggul dari semua orang di negri ini)
Kami mengirim mereka ke penjuru negri untuk menjadi mata-mata, beberapa bulan kemudian orang yang kami cari pun tertangkap ia adalah ketua umum dari para tetua, ayah memutuskan untuk mengeksekusinya di depan umum dan menjadikan keluarganya menjadi budak untuk membayar kejahatanya yang hampir membuat alex mati.
Kasus ini pun di tutup namun kondisi alex semangkin memburuk, ia terlihat tambah kurus dan pucat,
“kakak memanggil ku?” aku menghampirinya yang duduk diam di sofa yang ada di dalam kamarnya,
“BUNUH AKU!” ia mengatakan dengan lantang, “kakak bicara apa, apa kau gila, aku tak akan melakukan itu, bukankan kita sudah sapakat untuk tak saling membunuh, tapi sekarang kau menyuruh ku apa?”
“ini satu-satunya cara alan, sekarang aku bahkan tak bisa hidup bebas dengan rasa bersalah ini, bahkan sekarang aku cacat, kau harus membunuh ku dan menjadi raja”
“aku…aku tak akan melakukanya” aku bangkit dari sofa dan hendak melangkah keluar
“kau lebih kuat, dan lebih pintar dari ku alan, hanya kau yang bisa merubah semua peraturan gila ini, toling bunuh aku agar rasa bersalah ini bisa pergi dari ku”
Alex terus mengatakan hal-hal yang sangat ku benci itu, bagai mana mungkin setelah kehilangan joy aku harus kehilangan alex lagi
“kau harus menjadi raja untuk memberikan masa depan beru bagi kerajaan ini, sebagai gantinya aku yang akan menjaga joy di sana, akan ku sampaikan seberapa besar cinta mu untuknya, kami akan menunggu mu di sana, tolong selamatkan masa depan kerajaan ini alan”
Aku memeluk alex, kami menangis bersama, alex tak berhenti merengek meminta ku untuk membunuhnya dan menjadi raja, hingga akhirnya aku mengambil pisau di atas meja di depan ku,
air mata ku mengalir tampa henti “ini akan sakit, namun aku akan mengakhiri ini dengan cepat” aku meletakan pisau itu di leher alex , ia menatapku dangan senyuman hangat, aku memejamkan mata dan menarik pisau itu, seketika darah mengalir deras dari luka di leher alex seperti keran yang menyemburkan air kesegala arah tampa terkontrol, tubuh alex jatuh ke pelukan ku yang masi menangis tanpa mampu membuka mata ku
Ayah turun dari tahta karna kesehatanya yang semangkin lama semangkin memburuk, semua tenaga medis telah di kerahkan namun tak ada yang tau apa penyakit ayah
Sejak saat itu aku di lantik secara resmi menjadi seorang raja, beberapa minggu setelah menduduki tahta, aku mulai membuat perpecahan di antara para tetua dan pejabat tinggi, dan menbuat rumor untuk menyingkirkan mereka semua, aku menggantikan semua posisi mereka dangan orang-orang ku, dari pasukan asap yang ku bentuk bersama alex
Beberapa tahun kemudian aku menikah dengan gadis bangsawan melalui pernikahan politik dan memiliki empat orang putra dan satu orang putri, dengan lahirnya putra-putra ku aku pun mengubah segala peraturan dan membuat sejarah baru untuk kerajaan Alka.
-TAMAT-